
Bersama dengan suara pendatang baru itu, semua kabut ungu di atap itu langsung bergetar hebat sebelum berputar dengan cepat dan terisap ke dalam tubuh pemuda berambut hitam di kursi panjang itu.
Pemuda itu, Leinn menoleh ke belakang dan menemukan pemilik suara yang tidak asing itu.
“Oh hei, Aura”
Gadis itu, Aura melihat senyuman di wajah pemuda di depannya dengan ekspresi khawatir.
“Hei...?”
Aura baru saja sampai di atap itu beberapa saat lalu dan menemukan hampir seluruh pandangannya telah tertutupi kabut ungu yang sangat pekat. Dia pertama merasa bingung kemudian menyadari kabut yang tidak asing itu, lalu mulai berjalan ke tengah semua itu.
“...apa kau sudah baik-baik saja?”
Kemudian kabut di depannya langsung membuka jalan... atau lebih tepat menghindari dirinya dengan kuat. Sampai akhirnya dia bisa melihat punggung seseorang berambut hitam dari celah-celah kabut itu.
“Tentu saja?”
Leinn mulai bersandar di sandaran tangan kursi panjangnya sambil mengangkat satu alisnya, tidak mengerti apa yang Aura maksud.
Aura tidak berkata apa-apa lagi lalu mulai berjalan ke sisi lain kursi panjang itu dan duduk, membuat jarak yang cukup lebar diantara mereka.
Keheningan terbentuk selama beberapa saat, sampai akhirnya Aura mulai berbicara.
“Besok siang...”
“Besok?”
“Roland memberitahuku bahwa Twig akan selesai mencerna besok siang, jadi dia akan menemaninya malam ini”
“Hoh...”
Leinn menoleh ke sampingnya dan menemukan Aura yang sedang menatapnya.
“Adeline baru saja pergi untuk menemani Roland juga, dan Hinata juga sudah tertidur di kamarku. Aku mengalami sedikit kesulitan untuk tidur, dan aku kira... mungkin kau akan ada disini”
“Hm”
Leinn menganggukkan kepalanya dan mengerti, melihat kebiasaannya bersantai disini sudah menjadi pengetahuan umum bagi murid-murid lain di akademi.
__ADS_1
“Tenma...”
Kali ini kesunyian tidak sempat terbentuk karena Aura yang tiba-tiba menyebutkan sebuah nama.
“Dimana dia...?”
“Kau ingin bertemu dengannya?”
Aura menganggukkan kepalanya pelan, lalu menoleh dan menatap Leinn.
“Aku... sebenarnya aku memiliki beberapa pertanyaan, tetapi dia seperti... lenyap”
Leinn mengelus dagunya, mengingat beberapa saat ketika dia melihat Tenma di dalam akademi, lalu berhasil mengingat terakhir kalinya dia melihat Aura dan pemuda itu berada di satu tempat yang sama.
“Hm? Bukannya dia ada di Kelas Bertarung sebelumnya?”
“Hah?”
Aura sendiri sama sekali tidak mengingat hal itu dan hanya bisa menunjukkan ekspresi bingung. Dia cukup yakin bisa mengenali wajah Tenma jika dia melihatnya di kejauhan, apalagi jika bertemu di tempat seperti itu.
“A-apa maksudmu?”
Leinn akhirnya menganggukkan kepalanya setelah menyadari kenapa Aura tidak mengingat bertemu dengan Tenma.
“...dan cara berjalan dan berbicaranya yang berbeda. Dia juga sedang berbicara dengan murid lain juga dengan santai saat itu. Sepertinya aku juga melihat pemilik asli wajah yang dipakainya di sore hari itu juga”
Leinn meneruskan ceritanya tanpa menyadari wajah Aura yang sudah semakin berubah setiap informasi baru yang di dengarnya.
Akhirnya butuh beberapa saat setelah Leinn berhenti berbicara untuk Aura menenangkan dirinya dan memproses semua informasi itu.
“Jadi... dia menyamar menjadi murid lain, dan kau masih bisa menemukannya beberapa kali setelah itu? Setelah dia menggunakan beberapa identitas sekalipun?”
“Yup”
Leinn menjelaskan dirinya memang merasa sedikit aneh ketika melihat murid-murid yang baru bertemu dengan Tenma langsung berbicara dengannya dan terlihat sangat dekat, tetapi di hari lain mereka akan saling melewati satu sama lain seperti tidak saling mengenal sama sekali.
Aura hanya menyentuh rambutnya sambil merenung, menyadari bahwa Tenma pasti sudah menggunakan identitas yang tidak ada hubungan dengan identitasnya sebelumnya. Dia semakin penasaran tentang seperti apa dunia yang Leinn lihat dengan mata yang terpengaruhi oleh Gift miliknya.
“Oh ya, aku bertemu dengan kelompok Brick siang tadi. Sepertinya mereka bertambah kuat”
__ADS_1
“Brick? Ya, kelompok mereka sudah menjadi Party yang cukup terkenal di minggu pertama aktivitas akademi dimulai...”
Kali ini Aura yang menjelaskan apa yang Brick dan teman-temannya lakukan sebulan terakhir, melihat kelompok mereka juga sedikit terkenal di kalangan murid baru.
Seperti yang dia katakan, Brick langsung membuat sebuah Party dan mulai menyelesaikan misi-misi di Pusat Misi dengan cepat. Sepertinya mereka memang sudah memutuskan untuk melakukan itu secara penuh, melihat mereka sama sekali tidak mengunjungi satu kelaspun dalam sebulan terakhir.
Hasilnya adalah Mereka berempat menjadi Rank C Hunter dua minggu yang lalu, lalu Party mereka juga mencapai Rank C beberapa hari yang lalu.
“Heh...”
Suara tertarik keluar dari mulut Leinn setelah mendengar itu, tidak menunjukkan dengan jelas apakah dia menganggap kecepatan itu baik atau buruk.
Setelah berbicara tentang kelompok Brick itu, percakapan mulai mengalir dengan mulus.
Aura yang menjelaskan apa yang terjadi dengan orang-orang yang mereka temui di masa tes dan turnamen, yang ternyata melakukan beberapa hal yang cukup besar juga.
Leinn menganggukkan kepalanya dan menunjukkan senyum setelah menyadari betapa banyak yang dia lewatkan saat dia sibuk melatih dua pemuda itu, atau saat dia sedang melamun di salah satu sisi akademi tanpa melakukan apa-apa.
Salah satu hal besar yang pertama terjadi adalah oleh Bartolomeo Schwein, yang ternyata langsung membentuk sebuah Union dengan dirinya dan tiga anak buahnya sebagai Party inti, meskipun mereka masih sebuah Rank F Party.
Hal ini menjadi pembicaraan selama beberapa saat karena ada beberapa murid tahun kedua dan ketiga yang mendaftar masuk ke kelompok ini, melihat harta yang dimiliki oleh Bartolomeo itu tidaklah kecil.
Yang berikutnya adalah kelompok empat orang yang berurusan dengan Giant Tarantula di hutan sebulan yang lalu, tentang Elite Giant Tarantula mereka yang akhirnya menetas. Hal itu ditambahkan dengan Profesor Nobel yang menemukan semangat mereka untuk bertambah kuat menarik, membuat ketenaran mereka menjadi meningkat pesat.
Tetapi hal aneh dari empat pemuda ini adalah mereka terus menolak ajakan dari berbagai kelompok yang mengundang mereka, walaupun dengan janji Bahan Berharga untuk Contracted Beast mereka.
Kemudian beberapa hal kecil seperti hal-hal yang Aura temukan di kelas-kelas yang diikutinya, atau beberapa kehebohan yang Roland lakukan di kelas yang diikutinya.
Leinn hanya menganggukkan kepalanya saat mendengar itu, lalu mengingat beberapa orang memang terkadang membicarakan tentang beberapa dari itu. Tetapi dia cukup yakin selain Roland, hal yang sama juga dilakukan oleh Aura dan Adeline. Hanya dirinya yang suka berkeliaran tanpa arah yang tidak terlalu mencuri perhatian selama sebulan terakhir.
Percakapan mereka tiba-tiba mulai melambat dan akhirnya berhenti, bersama dengan suasana yang santai sebelumnya juga berubah menjadi sedikit kelam.
Mereka berdua berhenti berbicara dan selama beberapa saat, hanya angin malam yang menemani mereka berdua. Sampai ketika Aura membuka mulutnya secara perlahan.
“Apa yang... ingin kau lakukan?”
__ADS_1