Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 63 - Finisher


__ADS_3

Terpengaruhi oleh emosi Contractornya yang tidak stabil itu, Contracted Beast di sampingnya juga langsung memasang posisi bertarung.


Kijang merah yang memiliki kemampuan awal Rank B itu terlihat juga terpengaruh oleh tekanan yang dikeluarkan pemuda berambut hitam di depan mereka itu.


Leinn berdiri di sana dengan bola transparan di tangan kanannya, tubuhnya terlihat jauh lebih besar di mata lawannya, memenuhi seluruh penglihatannya.


Penonton baru menyadari situasi tidak biasa itu dan mulai bertanya apakah dialah pemuda yang di rumor itu, melihat dia satu-satunya murid baru yang akan bertarung hari ini yang memiliki rambut berwarna hitam.


Dan penonton dari hari sebelumnya merasa kaget ketika melihat Leinn yang langsung terlihat serius dari awal.


“Bersiap...”


Suara Isaac tiba-tiba terdengar di telinga semua orang disana, memulai hitung mundur mulainya pertarungan itu.


Kedua tangan Pemuda bertombak itu terlihat berubah warna karena genggamannya yang terlalu erat itu, berhasil membuat mata tombaknya terarahkan pada lawannya itu berhenti bergetar.


Kijang di sampingnya itu juga merendahkan tubuhnya, bersiap untuk berlari maju.


“Mulai!”


Tap


Bersamaan dengan dimulainya pertarungan itu, kiijang merah itu hilang dari tempatnya berdiri, hanya meninggalkan satu suara langkahnya.


Bham!


Sebelum pemuda bertombak itu bisa melangkah maju, kijangnya sudah kembali muncul dan sedang melayang ke arahnya.


Dia berhasil menangkap Contracted Beastnya itu dengan susah payah, membuat dirinya meluncur sejauh lima meter ke belakang .


“Hah...”


Pemuda berambut hitam itu, Leinn terlihat menghela nafas panjang di saat dia menangkap kembali bola yang baru di lemparnya.


Sebelum pemuda bertombak itu bisa bergerak, Leinn sudah memutarkan tubuhnya sebanyak tiga kali dan melempar bola itu sekali lagi.


Shiuuut...!


Suara udara terbelah terdengar jelas di telinga pemuda bertombak itu dan dengan seluruh tenaganya dia melompat ke arah kiri sambil memeluk Contracted Beast-nya yang masih pusing setelah benturan sebelumnya.


Bola itu melewati tempat berdirinya sebelumnya, menghasilkan angin kencang yang menerpa wajahnya.


Melihat bola itu melewatinya dia menyadari satu hal penting.


‘Dia akan keluar arena!”

__ADS_1


Bola itu, Contracted Beast lawannya akan keluar arena dan sebagai hasilnya akan membuatnya memenangkan pertarungan ini.


Pikiran itu terpotong pendek ketika tubuhnya sekali lagi terbentur oleh angin yang jauh lebih kencang dari sebelumnya yang bahkan mengangkat tubuhnya selama beberapa saat.


Seluruh penonton disana juga bisa merasakan angin kencang itu memenuhi stadium tempat mereka berkumpul.


Tetapi yang paling mengejutkan pemuda bertombak itu bukanlah angin tidak jelas yang mengangkat tubuhnya itu, melainkan bola transparan yang tiba-tiba berubah arah di belakangnya.


Bola itu mulai melayang ke atas dan membentuk parabola, lalu kembali ke tangan Leinn.


“Fiuh”


Angin kencang langsung menghilang bersamaan dengan helaan nafas itu, membiarkan pemuda bertombak itu kembali menyentuhkan kedua kakinya di arena.


Tidak membiarkan hal yang sama terjadi untuk ketiga kalinya, pemuda bertombak itu langsung menurunkan kijang itu dan meloncat ke punggungnya, menungganginya.


Dia juga mulai memutar tombak di tangannya dan lingkaran sihir mulai muncul di bawahnya.


[Wind Armament]


Tubuh kijang dan dirinya mulai bersinar berwarna hijau dan angin mulai berputar di sekitar mereka.


Ujung tombak di tangan kanannya memancarkan sinar hijau paling terang dan terarahkan pada pemuda berambut hitam di depannya.


“Ayo!”


Leinn hanya berdiri di sana sambil memegang Clear dengan kedua tangan yang terulur di depannya.


Melihat lawannya tidak berniat melakukan apapun, tombak di tangannya mulai dikelilingi oleh spiral Mana hijau.


“Apa?!”


Dia baru menyadari hal yang aneh ketika dirinya sampai dalam jarak lima meter dari Leinn. Seluruh pelindung angin di tubuhnya langsung menghilang, spiral hijau di ujung tombaknya juga ikut hilang.


“Ahk...?!”


Dan dia juga tidak bisa menarik nafas, dan hal yang sama juga terjadi pada tunggangannya yang membuatnya mulai kehilangan keseimbangan.


“Finisher”


Pemuda bertombak itu menyadari bola di tangan lawannya itu terlihat bergetar dengan kencang diantara kedua tangan yang bahkan tidak menyentuhnya.


Bola Transparan itu sudah dikelilingi oleh lapisan hijau tebal, yang terbentuk dari konsentrasi Mana Angin di sekitarnya.


[Compress Impact – Clear Edition]

__ADS_1


BOOM


Gelombang ledakan besar menyebar di seluruh stadium, memaksa semua orang di sana untuk melindungi mata mereka dari angin kencang yang membawa pecahan batu kecil.


Setelah beberapa waktu berlalu, akhirnya mereka bisa merasakan gelombang angin itu mulai berhenti dan kabut debu yang memenuhi arena itu mulai turun.


Semua penonton itu menemukan tempat berdiri Leinn sebelumnya itu sudah menjadi lubang besar, dengan satu bola transparan di tengahnya.


“Huh?”


Suara bingung dapat terdengar diantara penonton disana karena mereka juga tidak bisa menemukan pemillik bola itu dan setelah beberapa saat, mereka melihat seorang pemuda berambut hitam berdiri di satu sisi arena, dengan kakinya berada diujung arena itu.


“Fiuh, sepertinya ini masih memerlukan banyak perbaikan”


Dan disisi lain arena itu, tepatnya beberapa puluh meter di luar arena itu terbaring pemuda bertombak itu dengan Contracted Beast-nya, tidak sadarkan diri.


Sepertinya ledakan sebelumnya berhasil mementalkan mereka berdua sepanjang arena dan lebih lagi.


Leinn juga bisa bertahan di ujung arena dengan menancapkan kakinya di arena dan meluncur sepanjang jalan sambil membelah arena batu itu, meninggalkan dua garis sepanjang 30 meter di depannya.


“Hahaha, sakit juga”


Dia menerima lebih dari 80 persen kekuatan yang dikumpulkannya, melukai dirinya sendiri cukup parah. Tapi dia hanya berjalan kembali ke tengah arena untuk mengambil Clear tanpa memedulikan tulang tubuhnya yang berteriak sakit itu.


“Pertarungan selesai!”


Suara Isaac dapat terdengar bersamaan dengan tim penyembuh yang berlari untuk memeriksa pemuda bertombak itu.


Beberapa anggota tim penyembuh lain juga terlihat berusaha memeriksa Leinn tanpa berhasil karena dia hanya terus berjalan sambil melambaikan tangannya, mengusir mereka.


Pada akhirnya pemuda bertombak itu ditemukan hampir tidak memiliki luka besar, dia dan Beast-nya hanya terpental oleh gelombang ledakan sisa yang berasal dari Leinn yang menerima serangannya sendiri itu.


Di antara orang-orang yang keheranan setelah mendengar informasi ini adalah Roland, yang seluruh tubuhnya terlihat bergetar tanpa merubah ekspresinya.


Adeline yang duduk di sampingnya menunjukkan ekspresi bingung setelah melihat kondisi aneh Roland itu.


Crackle...


Roland hanya memandang ke arah Leinn yang menunggu di sisi lain arena itu tanpa berkata apa-apa.


Dia menggunakan seluruh tenaga dari tubuhnya untuk menghalang tawa yang hampir keluar dari mulutnya, setelah melihat kegagalan hebat dari ‘Finisher’ milik Leinn itu.


‘Sialan kau, Leinn’


 

__ADS_1


 


__ADS_2