Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 35 - Duel


__ADS_3

Matahari yang baru terbit berhasil membangunkan manusia dan Beast di perkemahan dan hutan, menandakannya dimulainya hari yang baru itu.


Beberapa orang muncul dari dalam hutan sambil membawa Beast di belakang mereka saat pagi hari tiba, terlihat sangat lelah dan kurang tidur.


Tidak ada hal spesial yang terjadi di pagi hari biasa itu.


Aura sudah menyelesaikan sarapannya dan sedang menyisir tubuh Rufus dengan sisir besar yang dia dapatkan dari Leinn, yang entah kenapa membawa sikat khusus untuk Beast di dalam tas besarnya.


“Hoam...”


Leinn terlihat sedang berbaring menikmati sinar matahari, dengan keringat yang sudah hampir mengering di wajahnya.


Dia baru menghentikan latihan paginya setelah mengayunkan pedangnya selama tiga jam setelah sarapan paginya, lalu jatuh dan berbaring di rumput sambil menutup matanya.


Gorilla Beast juga berbaring tidak jauh dari sana, meniru Leinn.


Clear sendiri sudah menemukan permainan baru, yaitu berubah menjadi bola dan berguling mengitari Leinn.


“Hm~ Hm~” Aura bersenandung sambil menyisir Beast di depannya.


Rufus hanya berbaring menikmati sensasi baru dari sisir di tangan Aura yang merapikan bulunya.


Waktu berjalan dengan damai, sampai tiba-tiba...


“Hm?”


Leinn membuka matanya dan melihat ke satu arah, menemukan sebuah kelompok yang cukup besar baru saja keluar dari perkemahan dan terlihat sedang berjalan ke arah mereka.


Aura juga menyadari pendatang baru itu dan berhenti menyisir bulu Rufus, dengan perasaan panik mulai muncul di wajahnya.


Sedangkan serigala itu terlihat sangat tidak senang melihat waktu bersantainya terganggu. Dia bangun dan berjalan ke samping Leinn yang sudah berdiri sambil melipat tangannya, menunggu mereka.


“Hm...”


Leinn selesai menghitung dan menemukan kelompok itu terdiri dari 39 manusia dan 5 Contracted Beast, sedangkan Aura sudah berdiri di belakangnya dan terlihat cemas saat melihat kelompok besar itu semakin mendekat.


Setelah mereka sampai 20 meter di depan Leinn, kelompok itu berhenti berjalan dan hanya menatapnya dengan tegang.


Beberapa saat setelah itu, kelompok sembilan orang dan lima Beast pecah dari mereka, lalu mulai berjalan mendekati Leinn lagi.


“HAHAHAHA....”


“Huh?”


Leinn mengusap matanya dan melihat sekali lagi Beast yang sedang berdiri di paling depan kelompok itu.


Wajahnya yang berminyak dan kepalanya yang hanya menyisakan beberapa helai rambut. Badannya yang setinggi 160 sentimeter itu ditutupi kain putih dengan ornamen emas yang hampir tidak bisa menahan lebar tubuhnya itu. Sepatu emas, gelang emas, cincin emas dan kalung emas dengan batu berharga menghiasi tubuhnya.


“..HA! Berterimakasihlah karena kau bisa melihat Putra Pertama dari Kepala Perusahan Perdagangan Golden Boar, Bartolomeo Schwein!”


“...”


Beast itu... berbicara?


Setelah beberapa saat berlalu baru Leinn menyadari bahwa makhluk di depannya itu ternyata adalah seorang manusia. Dengan tinggi yang hampir sama dengan Aura, Leinn cukup yakin makhluk itu memiliki lebih dari empat kali lipat berat tubuh gadis itu.


Bartolomeo terlihat tidak menyadari apa yang sedang dipikirkan Leinn tentangnya dan meneruskan kalimatnya dengan wajah yang dipenuhi keringat.


“Aku mendengar kau mempunyai Rank B Beast liar yang jinak. Aku menginginkannya! Sebut saja hargamu!”


“...ah”


Terbangun dari lamunannya itu, Leinn menoleh ke Gorilla Beast di sampingnya.


“Sepertinya dia ingin membuat Contract denganmu?” ucap Leinn sambil menunjuk Bartolomeo.


“Hoh?”


Gorilla Beast mulai melihat... manusia yang Leinn tunjuk itu. Setelah tiga detik penilaian, Gorilla Beast itu menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Hoh”


Leinn mengembalikan pandangannya ke depan setelah menerima jawaban itu.


“Ya, dia tidak mau. Lupakan saja”


Senyuman di wajah Bartolomeo menghilang digantikan oleh ekspresi murka.


“AKU SUDAH BILANG AKU MENGINGINKANNYA, KENAPA KAU TIDAK MEMBERIKANNYA PADAKU!?”


“...”


Leinn melihat pengikut di belakang Bartolomeo sudah mulai meraih senjata mereka. Dia menoleh ke Aura yang terlihat gelisah, Rufus yang sudah mulai menunjukkan taringnya, Clear yang tidak peduli dan hanya berbaring di belakang Aura, lalu Gorilla Beast yang menatapnya balik.


“Baiklah, aku mengerti”


Leinn menjawab dan kembali menatap Bartolomeo, yang mendengar itu dan kembali tersenyum lebar.


“Bagus kalau kau mengerti, jadi berapa-“


“Kau hanya perlu mengalahkanku”


Leinn mengambil satu langkah maju.


Kelompok itu tanpa sadar mulai melangkah mundur juga setelah melihat ekspresi buas di wajah pemuda di depan mereka itu.


Bartolomeo sudah bersembunyi di belakang pria paling besar di sampingnya, menunjuk Leinn yang masih berjalan pelan mendekati mereka.


“A-APA MAKSUDMU!?”


“Ya, dia mengikutiku karena aku mengalahkannya. Jadi kalian hanya perlu mengalahkanku untuk membuatnya mengakui kalian?”


Leinn menyentuh pedang di pinggangnya dan semua manusia di depannya menarik keluar senjata mereka. Pedang, kapak, tombak, busur, cukup bervariasi.


“Jadi apa yang kalian tungg-“


“Hoh...”


“Ada apa?”


“Hoh Hoh... Hoh”


“Kau ingin bertarung juga? Kenapa?”


“Hoh Hoh!”


Leinn langsung tersenyum setelah mendengar Gorilla Beast itu.


Rufus sudah kembali berbaring sejak Leinn melangkah maju dan Aura hanya berdiri diam sambil melihat Leinn yang sedang berbicara dengan Gorilla Beast itu.


Bartolomeo dan pengikutnya hanya bisa menatap bingung melihat pertukaran itu dengan keringat dingin yang mulai membasahi punggung mereka.


“B-bukankah dia belum membuat Contract dengan Beast itu?” Bartolomeo menarik salah satu pengikutnya.


“S-saya juga tidak tahu, Tuan muda”


Leinn terlihat sudah selesai berbicara dengan Gorilla Beast itu.


“Jadi yang kalah harus mengabulkan satu permintaan pemenang?”


“Hoh!”


“Baiklah!”


Leinn mengembalikan perhatiannya ke kelompok Bartolomeo itu, lalu menunjuk Gorilla Beast di sampingnya.


“Jadi dia juga ingin ikut bertarung, jadi tolong bagi kelompok kalian jadi dua”


“A-apa?”

__ADS_1


Melihat tingkat kesulitan pertarungan malah meningkat, Bartolomeo tentu saja ingin menolak itu.


“I-ini tidak sesuai perjanjian kita! Bukankah kau bilang-“


“Kalau kau melakukan itu, aku akan bertarung tanpa menggunakan senjataku”


Pedang di tangan Leinn mulai bersinar lalu berubah menjadi gelang di pergelangan tangan kirinya.


Melihat gelang itu, Bartolomeo mulai berpikir.


“Hoh!”


“Hm? Oh, dan dia bilang dia juga tidak akan menggunakan sihirnya” ucapnya sambil menunjuk Gorila kecil itu.


Bartolomeo pertama menjadi terkejut ketika mendengar bahwa Beast di depannya bisa menggunakan sihir, lalu tersenyum kembali.


“Baiklah! Aku terima tawaranmu!”


“Oke”


Leinn mulai berjalan menjauhi tendanya ke tempat yang lebih luas, dengan kelompok Bartolomeo yang mulai mengikutinya dari belakang.


Aura juga mengikuti Leinn bersama Rufus di sampingnya, dan Clear yang sudah menunggangi serigala itu.


...


Dua kelompok yang terpisah sejauh 50 meter, masing-masing mengepung satu makhluk.


Leinn sudah dikelilingi oleh 20 orang dan 4 Beast, yang sebagian besar terlihat sangat tegang. Bartolemeo dan pengikut terbesarnya juga ada di dalam kelompok ini.


Mereka berencana untuk mengalahkannya secepat mungkin kemudian membantu kelompok yang satu lagi untuk menjatuhkan Rank B Gorilla Beast itu.


“Glup...”


Aura, Rufus dan Clear berdiri tidak jauh dari sana.


Orang-orang juga keluar dari perkemahan untuk melihat pertarungan itu setelah menyadari dua kelompok di tengah padang rumput itu.


Pengawas dan calon murid baru itu menunggu untuk melihat pertarungan 40 lawan 2 ini dengan tegang, ini bisa terjadi karena mereka sudah mendengar rumor calon siswa baru yang berhasil mengalahkan seekor Rank B Beast seorang diri itu.


Pertarungan ini akan memperlihatkan kebenaran rumor itu.


“Jadi, apa yang kalian tunggu?”


“Hoh?”


Leinn dan Gorilla Beast itu terlihat bosan menunggu dan menanyakan hal yang sama.


Wajah Bartolomeo berubah menjadi merah terang karena amarahnya yang memuncak.


“SERANG SEKARANG!”


Dua pertarungan mulai secara bersamaan.


Lima orang yang membawa pedang dengan lima orang pemakai tombak langsung bergerak dan mengepung Leinn dari semua arah.


Sebelum mereka bisa mencapai jarak serangan, Leinn sudah menendang tanah dan meluncur ke arah satu pemakai pedang terdepan.


“Ah-“ kalimat pemuda berpedang itu terpotong pendek, melihat pemuda berambut hitam itu berhasil sampai di depannya dalam sekejap.


Bham


Tendangan keras mendarat di perutnya, mementalkan tubuhnya ke tubuh pemakai tombak di belakangnya dan membuat mereka berdua terjatuh di tanah.


Sebelum pemakai tombak itu bisa menyingkirkan tubuh di atasnya dan berdiri, sepatu hitam bisa terlihat mendarat dengan cepat di wajahnya dan membuatnya kehilangan kesadaran.


“Dua”


 

__ADS_1


 


__ADS_2