
Berlari sambil menghindari pohon-pohon selama lima menit, ini membiarkan Leinn menempuh jarak berkali-kali lipat dibandingkan hari sebelumnya.
Dengan kecepatannya itu Leinn berhasil mengejutkan beberapa Beast yang dilewatinya, beberapa bahkan tidak sempat bereaksi sebelum dia hilang dari pandangan mereka.
Dan langkah kakinya akhirnya berhenti.
Sekarang dia sedang berdiri 200 meter dari kelompok Giant Tarantula yang sedang mengerumuni sesuatu.
Setidaknya ada 40 Giant Tarantula yang sedang mengelilingi dan menyerang sebuah tumpukan batu yang membentuk kubah.
Sepertinya pengawas dan dua pemuda itu ada di dalamnya dan masih bertahan hidup.
Bham bham bham...
Retakan terbentuk di setiap benturan kaki laba-laba besar di sekitarnya, lalu langsung tertutup sendiri sesaat berikutnya. Itu berulang secara terus-menerus sampai kecepatan perbaikan kubah batu itu mulai melambat, terlihat tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi.
Leinn mulai memeriksa area sekitar dan menemukan satu Giant Tarantula yang berukuran jauh lebih besar dibandingkan yang lain menunggu di posisi tidak jauh dari kubah batu ini, dikelilingi enam Giant Tarantula berwarna putih.
Clack-clack
Spider Beast paling besar itu pasti adalah Giant Tarantula Broodmother yang diceritakan Aura, induk dan pemimpin kelompok Giant Tarantula itu.
Dengan bulu putih dan merah panjang, dia memiliki tubuh dengan tinggi lebih dari tiga meter. Taring yang jauh lebih besar dan dua kaki depannya yang licin dan berwarna coklat gelapnya membuatnya terlihat cukup mengerikan.
Spider Beast yang berdiri disekelilingnya memiliki bulu berwarna putih di seleruh tubuh mereka dengan tinggi mencapai satu meter.
Giant Tarantula Broodmother itu seperti sedang memberikan perintah pada kelompok laba-laba itu.
Melihat situasi ini, Leinn menyadari dirinya tidak bisa menyelamatkan kelompok yang sedang terkepung itu tanpa melukai mereka juga.
Rencana terbaik berikutnya adalah menjatuhkan Broodmother yang memimpin semua Giant Tarantula itu.
“Baiklah...”
Jarak antara dirinya dan Broodmother ini masih sejauh 300 meter dan melihat waktu semakin mendesak, Leinn melompat setinggi lima meter dari tanah dengan tangan kanannya sudah menggenggam gagang pedang di tangan kirinya.
Tubuhnya melayang melewati kelompok laba-laba yang mengelilingi kubah batu itu dan mendarat beberapa meter dari mereka. Tepat disaat satu kakinya menyentuh tanah, dia langsung meluncur ke arah Giant Tarantula Broodmother seperti anak panah lepas.
“Clear Sky Style”
Broodmother itu baru tersadar benda yang muncul tiba-tiba itu adalah seorang manusia ketika dia sudah sampai 50 meter di depannya. Seumur hidupnya dia tidak pernah bertemu makhluk yang bisa bergerak secepat manusia kecil itu, membuatnya terlambat bereaksi.
[Moving Cloud]
Dengan satu tarikan pedang, sebuah gelombang pedang besar keluar dan melesat cepat.
Gelombang berbentuk bulan sabit itu mengoyak tanah dan melaju ke arah kepala Broodmother di depannya.
Sebelum serangan itu bisa mencapai sasarannya, dua Giant Tarantula putih di sampingnya melompat ke tengah jalur serangan.
__ADS_1
Tubuh keduanya langsung terbelah menjadi dua, dan serangan itu mencapai tubuh Broodmother.
Clack-clack!
Tetapi gelombang pedang itu hanya bisa memberikan luka dangkal di dua kaki depan Broodmother itu, melihat energi serangan itu sudah berkurang cukup banyak setelah melewati tubuh dua Giant Tarantula yang cukup kuat itu.
Dan sepertinya pertahanan yang dimiliki Giant Tarantula Broodmother ini jauh melebihi Giant Tarantula biasa, terutama di kedua kaki depan yang memiliki warna berbedanya itu.
CLACK-CLACK!
Melihat serangannya tidak memberikan luka yang fatal, Leinn langsung berlari mendekatinya sambil menyarungkan kembali pedangnya.
Sebelum dia bisa bergerak terlalu dekat, empat Giant Tarantula putih lain sudah melompat menyerangnya. Laba-laba pertama menunjukkan taringnya yang mengeluarkan cairan berbau tidak enak, berniat mengunyah kepalanya.
Slash
Dengan satu tarikan pedangnya, laba-laba pertama itu terbelah tepat di tengahnya. Menggunakan kesempatan ini, laba-laba kedua sudah hampir menancapkan taringnya di pundak Leinn.
Thud
Suara tumpul dapat terdengar dan lompatan laba-laba kedua itu dihentikan oleh sarung pedang di tangan kirin pemuda itu yang berhasil memukul kepalanya dari atas.
Sebelum laba-laba kedua bisa melanjutkan serangannya, Leinn bertumpu pada sarung pedangnya dan membuat laba-laba itu tertekan ke tanah.
Lalu Leinn mengayunkan pedangnya ke atas, memotong laba-laba ketiga yang meloncat dan memberikan serangan kejutan padanya.
Bham
HISS-
Tekanan di kepalanya menghilang dan dia bersiap meluncurkan serangan berikutnya, tetapi usaha itu terpotong pendek oleh tebasan yang memisahkan kepala dan tubuhnya.
Leinn melompat turun dari mayat laba-laba kedua ini dan menemukan laba-laba keempat hanya berdiri siaga di depan Broodmother, melindunginya.
Kedelapan mata Tarantula Broodmother itu tiba-tiba mulai bersinar merah.
SHAAAAA...!
Teriakan yang luar biasa keras keluar dari mulutnya, dan itu berhasil menggetarkan tanah dan pohon-pohon di area yang cukup luas di sekitarnya.
Mendengar terriakan itu, Leinn langsung menoleh kearah kelompok Giant Tarantula yang mengerumuni kubah batu tadi dan menemukan mereka sudah membentuk gelombang hitam yang sedang bergerak cepat ke arahnya.
Melihat situasi ini, Leinn langsung menyusun gerakan berikutnya, jarak dirinya dengan gelombang Giant Tarantula ini kurang dari 150 meter, waktunya tidak banyak jika dia ingin berlari sejauh 20 meter untuk menghabisi Giant Tarantula Broodmother dan pelindungnya.
“...” dia menoleh ke arah Broodmother yang sedang menatapnya dengan penuh benci.
Tapi kelompok Giant Tarantula itu akan berlari tanpa arah setelah kehilangan pemimpinnya, apakah dia bisa bertarung melawan Giant Tarantula sebanyak itu sambil melindungi tiga orang yang terluka?
Belum lagi semua Giant Tarantula yang tersebar di seluruh area itu yang sedang berlari kesini setelah mendengar panggilan Broodmother itu.
__ADS_1
“Hah...” Leinn menghela nafas panjang, menemukan pilihannya sudah sangat terbatas.
Leinn melepaskan genggaman tangan kanannya dari gagang pedangnya dan memejamkan matanya.
Dia hanya berdiri diam di depan gelombang hitam yang mendekatinya dengan cepat.
CLACK-CLACK-CLACK-CLACK
Suara kaki-kaki Giant Tarantula itu terdengan semakin keras semakin mereka mendekat, seperti berniat menginjak mati pemuda itu.
Dan akhirnya Leinn membuka matanya.
“Ayo Lu-“
GROAAAAAR
Bisikan Leinn terpotong oleh sebuah auman keras yang datang dari kejauhan, tepatnya dari belakang Broodmother itu.
“Huh?”
Dia baru menyadari keberadaan Beast baru yang sedang bergerak sangat cepat mendekati mereka, yang memancarkan kekuatan yang lebih besar dibandingkan Broodmother di depannya.
Sepertinya makhluk ini mendengar teriakan Broodmother sebelumnya dan menganggap itu sebagai sebuah tantangan.
GROAR!
Bayangan besar melompat dari antara pepohonan ke arah Broodmother itu, dan Giant Tarantula putih disampingnya melompat melindungi ratunya. Dalam satu gerakan mulus, bayangan besar itu menggigit laba-laba putih itu dan mengayunkan cakarnya ke arah Broodmother di depannya.
Laba-laba besar ini langsung melompat ke samping untuk menghindari serangan mendadak itu, tetapi luka panjang bisa terlihat muncul di perutnya. Dirinya tidak berhasil menghindar cukup cepat.
Grrrr...
Akhirnya Leinn bisa melihat jelas wujud Beast baru itu...
“Hah!”
Tubuh besar ditutupi bulu berwarna putih-kemerahan, dengan empat kaki dan ekor yang terlihat sangat kuat. Matanya yang tajam menatap Giant Tarantula Broodmother di depannya dengan ganas.
Rahang kuat yang dipenuhi taring tajam, yang bisa mengunyah tubuh Giant Tarantula putih yang sudah tidak bernyawa itu dengan mudah.
Dengan satu ayunan kepalanya, mayat Giant Tarantula itu terlempar dan membentur sebuah pohon, terpecah berkeping-keping.
ROAAAR!
Auman serigala sepanjang empat meter itu mengguncang tanah tempat mereka berdiri, terdengar jauh lebih kuat dan mencekam dibanding teriakan Giant Tarantula Broodmother sebelumnya.
Leinn melihat kedua Beast di depannya itu mulai bertarung, lalu menemukan kesempatan baru.
__ADS_1