Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 27 – Pelindung Takhta


__ADS_3

Pemuda berambut hitam itu mulai berjalan, menimbulkan gerakan di seluruh permukaan lantai, dinding dan langit-langit di sekitarnya.


Bersamaan dengan setiap langkah yang membawanya ke tengah ruangan itu, batu kristal di sekitarnya juga mulai menyala semakin terang.


Byuru Byuru...


Penerangan itu memperlihatkan semua Slime Beast lain yang ada disana.


Seluruh permukaan ruangan itu telah ditutupi oleh ribuan gumpalan air dengan berbagai ukuran, bergerak dan menggesek satu sama lain.


“Permisi...” ucap Leinn sambil mengulurkan tangan kanannyanya, seperti berusaha menelusuri kerumunan orang di pasar ramai.


Byuru...!


Tentu saja tidak ada satupun Slime yang berani mendekati dan membuat lingkaran kosong selebar lima meter di sekitarnya.


Dan akhirnya Leinn sampai di dekat Slime terbesar itu dan setelah berdiri di depannya, membuatnya menyadari lagi betapa besar ukuran makhluk itu.


Byoro...!


Leinn yang berdiri sepuluh meter darinya menjadi kesulitan melihat puncak tubuh besarnya itu. Setidaknya tinggi makhluk di depannya sudah menembus 50 meter, menjadikannya salah satu Beast terbesar yang pernah dia temui.


Puluhan Slime Core dapat terlihat berenang dengan pelan di dalam tubuh biru muda transparannya itu.


Disaat perhatian pemuda berambut hitam itu sedang tertuju ke Slime raksasa di depannya, puluhan Slime dengan ukuran lebih dari lima meter mulai bergerak untuk mengepungnya.


Mereka membuat dinding berbentuk lingkaran yang memisahkan pemuda itu dengan Slime Beast lebih kecil di belakang mereka.


Sepertinya mereka berniat bertarung dengan penyusup itu jika dia memilih untuk mengambil satu langkah lagi mendekati tahkta itu.


“...Baiklah!”


Tanpa aba-aba, kabut ungu di tubuh Leinn meledak kuat dan menyebar keseluruh ruangan itu.


Tekanan yang luar biasa kuat menimpa semua Beast yang ada di sekitarnya, ditambah dengan Mana di udara yang mulai bergerak dengan kacau.


Semua Rank D dan Rank C Slime langsung berhenti bergerak dan mulai kesulitan mempertahankan bentuknya. Slime di dinding dan langit-langit juga mulai berjatuhan dan mendarat di atas Slime lain, berhenti bergerak juga.


Sebagian besar dari Slime Beast yang membentuk dinding itu terlihat sangat kesulitan untuk bergerak, menyisakan beberapa dengan Core terbanyak dan Slime Beast raksasa di depan pemuda itu.


Byuru byuru...


Sekarang yang masih bisa bergerak di ruangan itu hanyalah 20 Rank B Slime Beast dan apa yang terlihat seperti Rank B+ Slime Beast itu.


Byoro byoro...?

__ADS_1


“Hm? Apa tujuanku datang kesini?” ucap Leinn setelah melihat gerakan Slime Beast raksasa di depannya itu.


Dia melanjutkan dengan menarik keluar pedangnya dan mengarahkannya ke gumpalan transparan raksasa itu, dengan senyuman lebar di wajahnya.


“Slime Heart di belakangmu?”


Byuru!


Semua Rank B Slime Beast bergerak untuk menyerangnya secara bersamaan, membentuk tentakel transparan dari tubuh mereka.


Leinn sedikit terkejut dengan reaksi cepat itu dan langsung menyarungkan kembali pedangnya, memasang kuda-kuda rendah.


“Clear Sky Style”


Setiap Slime Beast itu mengeluarkan setidaknya 10 tentakel dari tubuh mereka, menghasilkan serangan yang membentuk gelombang yang memenuhi seluruh pandangan Leinn. Semua jalan keluarnya sudah tertutupi.


Tetapi serangan itu tidak akan bisa mencapainya.


[Breeze]


Dinding tidak terlihat terbentuk dua meter di sekitar Leinn, memotong semua tentakel yang menyerangnya. Semua bagian tentakel yang terpotong itu jatuh dan berubah menjadi air, membasahi lantai tempat pemuda itu berdiri.


Setelah beberapa detik berlalu, celah akhirnya terbentuk dan Leinn langsung meloncat kuat ke arah Slime di sebelah kirinya.


Byuru!


“Hoho”


Leinn tertawa sambil menggerakkan kepalanya ke samping, menghindari tentakel itu sambil menarik keluar pedangnya lalu menebas tubuh Slime Beast itu.


Serangan itu tidak berhasil mengenai satupun Slime Corenya dan hanya memberi potongan sedalam sepuluh sentimeter di tubuh transparannya.


Slime Beast itu mulai menyatukan kembali bagian yang terpotong itu dan berhasil, lalu jatuh ke lantai dan berhenti bergerak.


Byuru Byuru...!


Melihat Slime itu jatuh dalam satu serangan, Slime Beast yang lain mulai melanjutkan serangan tentakel mereka.


Tetapi karena jarak diantara pemuda itu dan lingkaran pengepung itu sudah terlalu pendek, mereka tidak bisa membuat tentakel sebanyak serangan pertama mereka.


Kali ini Leinn hanya perlu menghindari serangan yang datang dan memberikan serangan balasan di celah-celah yang terlihat.


“Hah...” Leinn menghela nafas pendek.


Setelah menghindari semua serangan itu selama beberapa menit, ahirnya semua Rank B Slime Beast itu jatuh dan berhenti bergerak. Tubuh jelly mereka sudah hampir rata di lantai, dengan Slime Core mereka masih mempertahankan sebagian bentuk mereka.

__ADS_1


Leinn mengayunkan tangan kanannya untuk membersihkan jelly yang menempel di mata pedangnya dan menatap Slime paling besar di depannya.


Setelah serangan pertama, Slime itu hanya menunggu tanpa memberikan serangan lanjutan.


Byoro Byoro...


“Bukankah sudah kukatakan? Aku menginginkan Slime Heart dibelakangmu”


Byoro...


Mendengar jawaban ini, Giant Slime itu memulai serangannya. Tubuhnya mulai bergetar dengan kuat dan 40 tentakel muncul dan mulai menyerang manusia di depannya secara bersamaan.


“Whoa” ucap Leinn sambil meloncat mundur sejauh 10 meter.


Sekarang mereka terpisah sejauh 30 meter, tetapi itu hanya sedikit mempermudah Leinn untuk menghindari serangan itu.


Memang benar jumlah tentakel yang menyerangnya sudah berkurang drastis dibanding sebelumnya, tetapi tingkat bahayanya malah melesat naik.


Setiap tentakel dari Giant Slime itu berukuran dua kali lipat lebih lebar dibandingkan Rank B Slime sebelumnya dan bergerak tiga kali lipat lebih cepat. Koordinasi setiap tentakel juga sangat sempurna, ditambah adanya gerakan palsu yang terselipkan diantara serangan.


Leinn sudah menyadari Giant Slime di depannya itu memiliki kepintaran yang tidak biasa dan mampu memperkirakan bagaimana dia bergerak. Setiap tebasan yang dia luncurkan hanya memberikan luka potong dangkal tanpa membelah tentakel itu, yang tertutup dalam sekejap juga.


Byoro...?


Giant Slime itu mulai merasa ada yang aneh dengan cara pemuda itu bertarung, melihat dia hanya bertahan dari serangannya. Dia tidak mengerti mengapa manusia di depannya itu ingin bertarung jangka panjang dengan makhluk tanpa batas stamina seperti dirinya.


Akhirnya jawaban pertanyaannya itu muncul setelah sepuluh menit ke dalam pertarungan mereka.


“Sepertinya sudah waktunya” gumam Leinn sambil tersenyum, menyarungkan kembali pedangnya.


Lalu dia meloncat mundur, ke atas salah satu tubuh Slime yang tidak bisa bergerak di belakangnya.


Giant Slime itu bereaksi dengan menarik kembali semua tentakelnya dan mulai merangkak maju secara perlahan.


Lalu dia berhenti bergerak.


Byoro...?!


Tubuh besarnya perlahan-lahan mulai menyebar di lantai, mendorong Slime Beast lain yang menghadangnya. Giant Slime itu akhirnya menyadari dirinya sedang mengalami hal yang sama dengan Rank B Slime Beast lainnya.


“Permisi...” ucap Leinn sambil mengulurkan tangan kanannya, menginjak tubuh Giant Slime itu.


Leinn menyadari lagi betapa besar tubuh Giant Slime itu dan setelah berjalan beberapa saat, dia sampai ke bawah tangga panjang itu. Tanpa basa-basi, dia mengangkat kakinya dan mulai berjalan ke atas sana.


“Hahaha...”

__ADS_1


 


 


__ADS_2