
Mountain Crawler itu terlihat tidak hanya bergerak semakin ganas, tetapi juga menjadi jauh lebih tajam dari sebelumnya. Setiap terkaman dan ayunan ekornya seperti telah memperkirakan gerakan berikutnya yang akan dilakukan oleh manusia di depannya.
“Hup”
“Groar!”
Tetapi itu masih belum cukup untuk memberikan serangan telak pada Leinn yang langsung merubah gerakannya setiap saat, seperti menyesuaikan gerakannya dengan serangan yang akan diluncurkan oleh Beast di depannya.
Situasi ini sudah bertahan selama lima menit penuh tanpa menghasilkan seorang pemenang yang jelas, melihat gerakan Leinn terlalu cepat untuk bisa disentuh oleh serangan Mountain Crawler yang sangat sederhana itu.
Leinn juga tidak bisa memberikan serangan yang nyata dengan senjata di tangannya saat ini karena dia mengetahui bahwa Beast yang sudah menerima luka fatal di depannya itu, saat ini masih bisa mengeluarkan kekuatan yang setara dengan Beast berkekuatan Rank A menengah.
Serangan yang sangat terbatas dan gerakan yang tidak terlalu cepat adalah kelemahan yang jelas milik Mountain Crawler itu, tetapi Leinn bisa melihat pertahannya yang hanya ditembus oleh sesuatu yang setingkat dengan Sihir serangan tingkat Akhir-awal, dan Beast itu juga memiliki daya serangan yang cukup kuat untuk mengalahkan dirinya jika berhasil mengenainya dengan telak.
Boom!
Jadi situasi ini tidak terlalu bagus untuk Leinn yang masih menggunakan Body Enchant di saat-saat penting untuk menghindari serangan yang memiliki area sangat luas itu, membuatnya menyadari dirinya tidak akan bisa menang dengan hanya menghindar saja.
“Clear Sky Style”
Boom!
Leinn melakukan salto depan dan menghindari terkaman Beast raksasa itu, menjadikan posisi dirinya di 5 meter di atas bagian leher besar Beast itu. Mana dalam jumlah besar terisap ke dalam pedang yang masih tersarung itu dan membuatnya bergetar dengan kuat di dalam sarung hitamnya.
[Moving Cloud!]
Leinn menarik keluar pedangnya dan menghasilkan gelombang pedang besar yang meluncur di udarar dengan kecepatan tinggi.
Boom...!
Ledakan besar muncul dan menerbangkan cairan merah ke semua arah dan melelehkan batu-batu di tempat itu. Mountain Crawler itu juga berhenti meronta begitu saja di balik kabut itu.
Leinn yang sedang menyarungkan kembali pedangnya langsung menunjukkan ekspresi sangat terkejut dan langsung menendang udara dengan sangat kuat, mementalkannya ke samping dengan kuat.
Bwooosh!
Luapan cairan merah menyembur keluar dari dalam kabut debu dan hampir mengenai Leinn yang sudah menendang udara sekali lagi dengat kuat, berhasil menghindari semburan susulan.
Bang! Bang! Bang!
Suara udara yang meledak semakin sering terdengar dari telapak kaki Leinn yang menghantam lapisan udara tipis yang dia buat bersamaan dengan hentakan kakinya. Tubuhnya meluncur di udara tanpa satu pola yang jelas dan berhasil menghindari cairan merah dan beberapa peluru batu hitam sebesar kepala manusia yang cukup mematikan.
__ADS_1
Kabut debu tebal sebelumnya juga sudah mereda dan menunjukkan wujud Mountain Crawler yang sedang menembakkan semburan-semburan pendek ke udara secara terus-menerus dari mulut penuh taringnya. Beberapa batu terlihat lepas dari kepalanya dan meluncur cepat karena tekanan dari semburan cairan merah itu juga.
“Menarik”
Leinn menyadari alasan Beast di depannya berhasil mengetahui gerakan berikutnya adalah gabungan dari intelejen Rank A Beast dan kemampuannya untuk merasakan getaran di sekitarnya, yang jauh lebih tajam dibandingkan Rank B Mountain Crawler biasa. Sepertinya dia tidak hanya bisa merasakan getaran dari tanah yang mereka sentuh, melainkan dari udara sekalipun.
“Bagaimana dengan... ifhi!”
Leinn menggigit pedangnya yang masih tersarung dan langsung mendarat kembali ke tanah, diikuti dengan sebuah peluru hitam yang sudah hampir mencapainya.
“Fhah...”
Psssht!
Tangan tangan kirinya langsung terulur penuh menerima peluru itu dengan telak, mengeluarkan suara yang sangat tajam, tetapi Leinn tidak terlihat terpengaruh atau bahkan bergeming sedikitpun.
[Counfher Fhibrhafhion]
Leinn menarik mundur tangan kirinya yang masih menggenggam bola hitam itu dan langsung meluncurkan pukulan kanan yang kuat, ke arah Mountain Crawler yang berada sangat jauh di luar jangakauan tinjunya-
Ngiiing...!
“Groooar...!”
Mountain Crawler itu terlihat sangat terpengaruh oleh getaran ini, melihat seluruh batu di tubuhnya juga ikut bergetar dan membuatnya merasakan sakit yang luar biasa. Ini tidak akan memberikan kerusakan yang nyata pada Rank A Beast sepertinya, tetapi sangat efektif dan berhasil memengaruhi indra pendeteksinya dengan sangat kuat.
“Fiuh”
Leinn sudah berada di posisi yang berbeda setelah melakukan beberapa loncatan dan sudah kembali menggenggam pedangnya yang tersarung di tangan kirinya. Dia juga sudah mulai mengumpulkan Mana dalam jumlah besar dari udara sekitarnya.
“Groaar...?!”
Boom!
Mountain Crawler yang masih belum mendapatkan kembali kemampuannya untuk merasakan getaran hanya bergerak dan menggilas tempat Leinn berdiri sebelumnya tanpa berhasil menemukan sasarannya.
“Gro-?!”
Dan disaat dunia di sekitarnya mulai terasa dengan jelas lagi, semua itu langsung lenyap tanpa bekas dalam sekejap berikutnya.
Semua getaran hilang dari dunia dan untuk pertama kali sejak kelahirannya, Mountain Crawler itu tidak bisa merasakan dunia di sekitarnya.
__ADS_1
[Clear Sky Style, Finisher]
Di dunia tanpa suara itu, sebuah getaran halus tiba-tiba bisa dirasakan oleh Mountain Crawler itu dan membuatnya menggerakan tubuh raksasa untuk menggilas sumber suara itu.
Dan disana berdiri seorang pemuda berambut hitam yang tidak mengeluarkan pancaran tenaga apapun dari tubuhnya, dengan pedang yang sudah mengintip keluar dari sarung pedang di tangannya sudah berubah warna menjadi biru terang.
[Heaven Treading Wave]
Satu tarikan cepat, diikuti dengan gelombang pedang raksasa berwarna biru terang melayang dan menghantam telak wajah Worm Beast di depannya dan mengangkat seluruh tubuhnya ke udara.
“...aaaar!”
Mountain Crawler itu mulai meluncur kembali ke arah gunung batu di belakangnya di saat kembalinya suara di tempat itu. Beast itu terlihat menyadari apa yang sedang terjadi dan terlihat berusaha melepaskan diri dari gelombang pedang itu tanpa berhasil, dan akhirnya...
BOOM!
Leinn melihat kabut debu tebal yang langsung terangkat dan menutupi hampir semua bagian gunung di depannya, kemudian matanya bergerak ke arah pedang putih di tangan kanannya.
“Maaf”
Disaat itu juga, retakan langsung muncul dan memenuhi seluruh badan pedang itu dan akhirnya, pedang itu hancur berkeping-keping.
Leinn melihat serpihan pedang di tanah di sampingnya dan menunjukkan senyuman sedih, melihat apa yang tersisa dari pedang yang menemaninya dua minggu terakhir itu.
“Hah...”
“Bagaimana?”
Roland mendarat di samping Leinn yang sedang meletakkan sarung hitamnya kembali ke pinggangnya tanpa melepaskan gagang tanpa pedang di tangan kanannya. Darah di sarung pedang hitam itu terlihat cukup jelas sebuah cap merah darah, yang berasal dari telapak kiri Leinn yang sudah terkelupas.
“Hm, ya”
Leinn melihat kabut debu yang terlihat akan mereda itu lalu menoleh ke arah Roland, kemudian ke arah serigala putih dan burung emas yang baru sampai di dekatnya. Sebuah senyuman kecil dapat terlihat mulai muncul di wajahnya.
“Ini giliran kalian”
“Groaaar!!!”
__ADS_1