
Ratusan orang berkumpul di Crimson Colluseum, tempat turnamen yang akan diadakan untuk melihat kemampuan murid-murid baru yang akan saling bertarung satu sama lain.
Tetapi perhatian semua orang di sana saat ini sedang tertuju pada situasi baru yang muncul secara tiba-tiba di tengah stadium itu.
“LEINN!”
Crackle!
Pemuda itu, Roland membalas panggilan Leinn dengan suara yang tidak kalah keras. Petir meloncat-loncat dari tubuhnya dan menyambar lantai batu di sekitarnya.
Gadis yang ada di sampingnya hanya berdiri di dekatnya tanpa memedulikan petir itu, tetapi dia terlihat sangat terkejut.
Bham
Leinn membiarkan tas besarnya jatuh ke tanah dan melepaskan pedang di pinggang kirinya, merubahnya menjadi gelang di pergelanggan tangan kirinya.
Roland melepas kedua pedang di punggungnya dan mereka berubah menjadi dua cincin yang tergantung di rantai pinggangnya.
Mereka berdua masih saling bertatapan tanpa berkata apa-apa lagi, hanya menunjukkan senyuman dan tatapan buas di wajah mereka.
Aura yang disamping Leinn sudah menggenggam tongkatnya tanpa berkata apa-apa, sedangkan gadis di samping Roland terlihat menatapnya dengan bingung.
Tap
Satu suara langkah kecil dapat terdengar dan kedua pemuda itu hilang dari tempat mereka berdiri.
Boom!
Tendangan Leinn bertemu dengan tebasan tangan Roland.
Suara benturan yang seharusnya tidak bisa dihasilkan oleh pertemuan dua tubuh manusia dapat terdengar, menandakan dimulainya pertarungan mereka.
Menarik kembali kakinya, Leinn meluncurkan tendangan lanjutan dengan kakinya yang lain.
Bam bam boom!
Bersamaan di saat tendangannya yang berhasil ditangkis oleh Roland itu, Leinn langsung menendang tanah dengan keras dan berhasil menghindari pukulan keras Roland yang meledakkan udara di depannya.
Melihat pukulannya gagal mengenai sasaran, Roland langsung menghentakkan kaki kanannya dengan keras.
Boom!
Leinn yang baru menyentuhkan kakinya di tanah menerima gelombang getaran itu dan kehilangan keseimbangannya sesaat.
Celah singkat itu adalah waktu yang cukup untuk sebuah tinju yang sudah hampir mencapai wajahnya.
Bham!
Leinn terpental mundur lalu mendarat setelah melayang sejauh 10 meter di udara, berdiri seperti tidak merasakan apa-apa.
Penonton disekitar mereka melihat Leinn yang tidak terpengaruh dari serangan telak itu, sampai ketika mereka melihat Roland yang menyentuh debu di dadanya.
Leinn berhasil menendang dada Roland dan meloncat mundur dengan kuat, mengurangi kerusakan yang diterimanya.
“Hahaha...”
“Hehehe...”
Roland menunjukkan senyuman tanpa memedulikan dadanya yang terasa nyeri dan Leinn membalas dengan senyumannya sendiri yang tidak terpengaruhi oleh wajahnya yang kesakitan juga.
Bam
Roland menendang tanah sekali lagi dan meluncurkan serangan lanjutan, yang diterima oleh Leinn yang sudah mengambil kuda-kuda dengan telapak tangan terbuka dan tinjunya.
Mereka berdua mulai saling bertukaran tinju dan tendangan menghasilkan gelombang ledakan yang muncul setiap benturan tangan dan kaki mereka.
__ADS_1
Bham bam bam... Bam!
Roland memberian pukulan, Leinn mengalihkan serangan itu ke tanah.
Boom!
Leinn berputar dan meluncurkan tendangan, Roland menahan dengan telapak tangannya.
Boom!
Penonton di sekitar mereka berdua terlihat terpana oleh pertarungan tingkat tinggi yang ditunjukkan oleh dua remaja seperti mereka itu.
Roland yang memberikan serangan keras dan pertahanan tidak tertembus, lalu Leinn yang menghindari serangan itu dan selalu meluncurkan serangannya di celah sekecil apapun.
Dua pemuda yang menunjukkan kemampuan yang tidak sesuai dengan umur mereka.
“Hahaha! Apakah kau lupa berlatih selama tiga tahun ini?” ucap Leinn sambil meluncurkan tendangan dengan kaki kirinya.
Bham!
Tendangan Leinn mendarat di pundak Roland yang menghasilkan rasa sakit yang menyebar di seluruh tubuhnya, tetapi hanya ekspresi gembira yang bisa terlihat di wajahnya.
“Haha! Serangan lemah apa ini, bukankah kau yang melemah?” balas Roland yang meluncurkan tinju pada Leinn yang baru mendarat di depannya.
Bham!
Leinn menerima pukulan keras mendarat telak di perut, dan dia bisa merasaan darah segar di mulutnya yang dia paksa masuk lagi.
Bham Bham Bham
Aura melihat pertarungan mereka yang semakin sengit itu dan merasa aneh.
Dia sudah mengetahui apa yang Leinn bisa lakukan dan pemuda pirang di depannya itu tidak lebih lemah darinya.
Tetapi entah kenapa dia tidak merasa cemas sama sekali saat melihat tubuh mereka berdua yang semakin dipenuhi luka itu.
Boom!
Kelompok di dekatnya sedang menunjukkan ekspresi terpana melihat seseorang yang bertarung melawan monster yang bisa mengalahkan ketua pengawas tes mereka.
Boom boom!
Grup yang mengelilingi pemuda pirang itu sebelumnya sedang menunjukkan ekspresi sangat terkejut, tidak percaya dengan apa yang sedang mereka lihat.
Bham bham boom...!
Senior yang melihat dari kursi penonton dengan ekspresi terkejut, takut dan tertarik. Dua junior mereka yang menunjukkan kekuatan tidak masuk akal itu membuat mereka memiliki perasaan yang kompleks.
Boom...boom...boom...!
Guru-guru disana sudah terlihat panik, berusaha berbicara dengan Isaac yang hanya melihat pertarungan itu dengan ekspresi tertarik.
Sepertinya sebagian besar dari mereka meminta beberapa guru yang bisa menghentikan dua monster itu untuk menyela mereka, tanpa berhasil.
Boom bham bham...!
Pandangan Aura akhirnya berakhir pada gadis yang berada di sisi lain pertarungan itu, yang secara kebetulan sedang melihat ke arahnya juga.
Tatapan mereka berdua bertemu sesaat sampai-
BOOOM!
Benturan serangan yang sangat keras mementalkan dan memisahkan mereka berdua sejauh 50 meter, menghentikan pertukaran serangan mereka.
“Ohok... Sepertinya seekor nyamuk... menggigitku?.”
__ADS_1
Leinn membersihkan darah dari tepi mulutnya, tanpa memedulikan darah yang mengalir deras dari kepalanya dan pakaiannya yang sudah berubah menjadi merah.
“Ahk... Apa ada... lalat yang hinggap?”
Roland mengelap darah yang membahasi mata kirinya, tidak memedulikan darah yang merembes keluar dari kedua lengannya dan pakaiannya yang sudah berubah menjadi merah juga.
“...”
“...”
Semua orang menahan nafas mereka melihat dua pemuda itu saling bertatapan tanpa berkata apa-apa itu dan menarik nafas dalam ketika melihat apa yang mereka lakukan.
Mereka mulai berjalan mendekati satu sama lain dengan Mana yang mulai berputar di sekitar tubuh mereka.
“Leinn!”
“Roland!”
Gadis di belakang Roland memanggilnya bersamaan dengan Aura yang memanggil Leinn dan mereka berdua gagal menghentikan langkah dua pemuda itu.
Whoong
Rune mulai berputar dari gelang di tangan kiri Leinn dan kedua cincin di pinggang Roland.
Beberapa guru yang hanya duduk diam ketika mereka bertukar pukulan mulai berdiri ketika melihat pedang bersarung hitam di tangan kiri Leinn dan dua sarung yang meluncur jatuh ke lantai dari dua pedang di kedua tangan Roland.
“Haha...”
“Hehe...”
Mereka berdua berhenti berjalan di depan satu sama lain, terpisah sejauh lima meter. Suara tawa mereka hilang bersamaan dengan suasana yang semakin tegang.
Isaac dan satu guru yang tidak mengenakan baju sudah meloncat turun dari tempat duduk mereka dan bergerak dengan cepat.
Tetapi tempat tunggu guru dan dua pemuda itu berada di jarak yang tidak mungkin terjangkau sebelum mereka meluncurkan serangan pertama mereka.
Mata pedang biru tua keluar dari sarung pedang milik Leinn dan suara guntur dapat terdengar dari kedua pedang milik Roland.
“Le-“
“Ro-“
Kalimat mereka berdua terhenti tiba-tiba.
“Huh?” “Hah?”
Kedua gerakan mereka juga terhenti.
Mereka menyadari tempat mereka berdiri tiba-tiba menjadi semakin gelap, seperti ada sesuatu yang besar menghadang cahaya matahari di atas mereka.
Secara bersamaan, mereka berdua mengangkat wajah mereka ke langit.
“Sssht!”
Bayangan raksasa itu mendekat dengan sangat cepat, terlambat disadari oleh dua pemuda yang berkonsentrasi penuh pada lawannya.
Tanpa bisa bereaksi apa-apa, mereka menerima timpaan benda besar itu.
“Argh-“
“Bwagh-“
Boom...!
__ADS_1