Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 111 – Body Enchant


__ADS_3

Profesor Nobel mulai mengambil beberapa pose yang menunjukkan berbagai bagian otot tubuhnya, membuatnya seperti bersinar.


“Sebagian dari kalian mungkin sudah mengetahui tentang ini, sedangkan sebagian lain bahkan sudah bisa melakukannya. Tetapi hari ini kita akan kembali ke dasar”


Guru itu menunjuk otot lengan kirinya yang sudah berkontraksi penuh, yang sekarang sudah hampir dua kali lebih lebar dibandingkan sebelumnya.


“Kita juga tidak akan terlalu membahas teori dibalik teknik ini, karena ini adalah salah satu teknik yang tercipta di masa umat manusia masih belum memiliki keleluasaan untuk membuat teori sihir” Nobel menunjukkan pose yang menunjukkan lipatan otot punggungnya, “Ini adalah bukti kekuatan adaptasi milik umat manusia di hadapan kematian mutlak”


Dia lalu kembali berdiri biasa dan menunjukkan senyum lebarnya, pandangannya dapat terlihat tertuju pada kelompok lima orang yang sangan menonjol diantara semua murid di depannya.


“Mungkin kalian tidak menyadarinya, tetapi pertunjukkan penggunaan Body Enchant yang sempurna terjadi di pertarungan antara dua finalis turnamen junior sebelumnya! Mereka berdua sudah mencapai tingkat dimana mereka bisa melakukannya seperti semudah membalikkan tangan saja”


Tidak menyangka diri mereka akan disinggung dalam penjelasan itu, Leinn dan Roland merasa sedikit terkejut.


“Ingatlah pertarungan final itu sebagai contoh ketika mempelajari teknik ini, dan itu mungkin akan membantu kalian!”


Pandangannya lalu bergerak ke samping, ke arah Aura.


“Body Enchant juga bisa bekerja seperti pedang bermata dua. Jadi jika bisa, janganlah memaksakannya sampai melebihi batas fisik kalian”


Aura langsung menyadari apa yang dimaksud oleh Profesor Nobel itu dan langsung menundukkan kepalanya dengan canggung, mengingat apa yang telah dia lakukannya di pertarungannya dengan Roland.


Guru itu berhenti berdiri tegap dan mulai mengambil posisi menyamping, menunjukkan otot pinggang, perut dan betisnya.


“Penjelasan yang bisa aku berikan untuk melakukan ini adalah anggaplah Mana dalam tubuh kalian seperti otot lain yang belum pernah kalian pakai secara penuh! Begitu kalian bisa menggunakan otot baru itu, kekuatan fisik kalian akan meningkat satu tingkat lebih tinggi tanpa masalah!”


Nobel lalu meletakkan dua telapak tangannya di belakang kepala dan menunjukkan otot perut dan dadanya yang mulai bergetar mengikuti sebuah ritme teratur.


“Bantuan lain yang bisa kuberikan adalah memberikan contoh langsung! Jadi salah satu dari kalian, majulah-”


“Aku! Aku! Pilih aku!”


Suara bersemangat menjawab permintaan Nobel, berasal dari gadis berambut putih yang sudah mengangkat tangan kanannya setinggi mungkin dari posisi duduknya.


Dia terlihat sangat bersemangat.


“Pilih aku!”


Semangat yang sama tidak dapat terlihat di dua pemuda yang duduk di dekatnya.


“Hinata-” ucap Leinn dengan cepat.

__ADS_1


“Akuuu...!”


Suara lemah Leinn tidak sampai ke telinga gadis di sampingnya yang sudah sangat bersemangat itu.


“Ha-ha-ha! Baiklah nona muda, majulah!”


Nobel kemudian memberikan instruksi agar murid-murid di sekitarnya mulai mengambil jarak untuk bisa melihat jelas apa yang akan dilakukannya.


“Aku akan menggunakan Body Enchant untuk memperkuat otot perut dan dadaku, meningkatkan pertahanan tubuhku dengan pesat!”


Hinata mulai berjalan mendekati Nobel yang mulai mengambil pose yang menunjukkan otot dada dan perutnya dengan jelas. Dia terlihat sangat bersemangat.


“Oke. Ayo menjauh”


Leinn yang sudah bangun dari tempat duduknya mulai membawa Aura menjauh dari Nobel dan Hinata yang sudah berhadapan itu.


Roland juga berjalan di sampingnya sambil menggenggam telapak tangan Adeline.


“Apa Profesor siap?”


Hinata menunjukkan senyuman lebarnya yang biasa, tetapi kebuasan di kedua matanya tidak dapat disembunyikan sama ekali.


Nobel yang melihat itu hanya tertawa lepas, mengagumi semangat generasi muda di depannya.


Pandangan Nobel bergerak ke samping dan menemukan empat orang lain dari kelompok gadis di depannya itu berdiri sudah di kejauhan, di jarak yang sampai wajah mereka hampir tidak terlihat.


“...”


Hal itu mulai membuat dirinya mendapatkan perasaan buruk, ditambahkan dengan sinyal bahayanya yang mulai berteriak keras ketika dia melihat gadis di depannya mulai memutar-mutar lengan kanannya yang sudah membentuk sebuah tinju.


Murid-murid di sekitar mereka juga menyadari Leinn dan Roland yang mengambil jarak sampai hampir 100 meter dari guru mereka itu, lalu akhirnya memilih untuk mengambil jarak yang sama dan lebih lagi.


“Baiklah, ayo!”


Nobel sebenarnya tidak berencana untuk membentuk pertahanannya dengan serius, tetapi naluri bertahan hidupnya tidak membiarkannya melakukan hal itu. Dia akhirnya menggunakan hampir semua Mana yang bisa dikumpulkannya dalam lima detik itu untuk memperkuat otot tubuhnya.


“Majula-!”


[Right...]


Kalimat Nobel terpotong pendek ketika dia melihat gadis berambut putih di depannya sudah menarik mundur tinju kanannya, diikuti dengan sebuah ilusi kematian muncul di belakang senyuman polosnya itu.

__ADS_1


Dan bersama satu hembusan nafas, tinju itu meluncur maju.


[...Punch~!]


Boom-BANG!


Tinju putih yang terlihat kecil dihadapan dinding otot cokelat itu menyentuh sasarannya, menimbulkan gelombang yang meluncur keluar dari punggung pria itu.


Gelombang lain yang sangat keras juga terbentuk dari benturan itu, yang menerbangkan semua debu di lapangan terbuka itu ke udara secara bersamaan.


Telinga beberapa murid yang tidak siap bahkan mulai berdenging ketika gelombang itu melewati mereka, membuat kepala mereka menjadi sangat kesakitan. Dan dari kelompok murid-murid yang sedang memegang kepala mereka yang kesakitan itu, Leinn sudah sedang berjalan kembali mendekati Hinata dan Nobel itu dengan Aura di belakangnya.


Aura dan Adeline sudah diperingatkan oleh Leinn dan Roland sebelum serangan itu diluncurkan, jadi mereka sempat membentuk dinding Mana untuk melindungi mereka. Itu tidak menghentikan kepala mereka untuk sedekit bergeming ketika menerima sisa gelombang itu.


“Wow! Ternyata kau benar-benar bisa menahan seranganku!”


Yang pertama kali Aura lihat setelah pandangannya kembali stabil adalah Hinata yang sedang tertawa lepas sambil melihat tinjunya sendiri dan Nobel yang hanya tersenyum tipis sambil menatap wajah gadis itu.


Leinn lalu menoleh ke arah Aura sambil menunjuk guru itu.


“Tolong sembuhkan dia”


Aura menatap Leinn selama beberapa saat dengan bingung lalu menoleh ke arah guru mereka itu dan menjadi sangat terkejut, karena dia bisa melihat garis merah yang mulai terbentuk dari tepi bibirnya.


Sepertinya Nobel tidak berani bergerak dan membuka mulutnya karena dia menyadari dirinya akan memuntahkan darah yang sudah terkumpuil di dalam mulutnya jika dia mencoba itu.


Dua garis panjang dapat terlihat di lantai batu di depan kedua kakinya, hasil dari usahanya untuk menahan tubuhnya agar tidak terpental mundur setelah menerima benturan keras itu.


Aura mulai berlari ke sampingnya dan merapalkan manteranya sambil mengulurkan kedua tangannya ke arah pria berotot yang mematung itu, menyebabkan api putih muncul dan mulai menyelimuti tubuhnya.


Leinn juga berjalan mendekati mereka sambil menatap wajah Nobel, lalu menggelengkan kepalanya.


“Menahan serangan Hinata hanya dengan Sihir Penguat Tubuh, kau benar-benar mencari mati”


Nobel hanya memejamkan matanya, mengakui apa yang baru saja pemuda berambut hitam itu ucapkan. Dia tidak menyangka serangan dari seorang murid tahun pertama bisa melukainya, walaupun dia tidak menggunakan satupun sihir pelindung lain atau mengaktifkan Gift miliknya.


Tetapi setidaknya dia bisa-


“Baiklah! Waktunya serius!”


 

__ADS_1


 


__ADS_2