Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 64 – Kemampuan Sebenarnya


__ADS_3

Perbaikan arena memakan waktu yang lebih lama dikarenakan kerusakannya yang tidak sedikit. Beberapa guru bahkan turun untuk membantu mempercepat perbaikan dan akhirnya, mengembalikan arena itu seperti semula sekaligus memperkuatnya juga.


Dan di atas arena itu saat ini adalah sepasang petarung yang berdiri di dua sisi berbeda bersama Contracted Beast mereka.


Di satu sisi adalah gadis kecil berambut merah muda yang menggenggam tongkat yang lebih tinggi darinya, berdiri disana dengan ekspresi serius bersama serigala besar yang terlihat tenang menemaninya.


“Haha! Kita bertemu lagi, Aura Flameheart!”


Suara keras yang datang dari pria yang berdiri di sisi lain arena itu, terdengar dipenuhi oleh kesombongan yang besar.


Aura mengangkat wajahnya dan menemukan lawannya kali ini.


Pria besar dengan pakaian yang mewah dengan perisai hitam dan palu emas di kedua tangannya. Di sampingnya berdiri **** besar yang sedang mendengus keras.


“Mari kita buat sebuah pertarungan yang baik!”


Usaha Bartolomeo Schwein untuk menunjukkan ‘niat baiknya’ itu tidak menerima balasan dari lawannya itu.


Aura terlihat menatapnya dengan serius, tetapi pikirannya sedang berada di tempat lain.


Dia mengingat perasaan gugup yang dirasakannya kemarin, dan saat itu dia hanya berada di stadium sebagai seorang penonton. Dirinya mengira perasaan gugup itu akan berlipat ganda di saat dia berdiri sebagai petarung hari ini.


Tetapi saat ini, jantungnya yang sedang berdegup kencang itu telah dihasilkan oleh perasaan yang berbeda.


Perasaan yang tidak dikenalinya, perasaan yang membuatnya... senang.


Perasaan baru itu mengisi seluruh tubuhnya dengan tenaga.


“Bersiap!”


Dan keberanian.


“Mulai!”


Bersamaan dengan mulainya pertarungan itu, Aura langsung memegang ujung tongkatnya dengan tangan kanannya dan memutar seluruh tubuhnya.


Bartolomeo yang melihat ini menunjukkan ekspresi santai, sampai ketika Aura selesai memutar tubuhnya dan mengayunkan tongkatnya dari bawah ke atas sekuat tenaga, menggores lantai batu di bawahnya.


“Apa?!”


Garis merah panjang muncul dari lantai yang tersentuh tongkat itu, memanjang dengan kecepatan luar biasa ke arah Bartolomeo.


Garis itu akhirnya melewati jarak 50 meter dan sampai di bawah kaki pria itu lalu berhenti memanjang.


Sebelum dia bisa mengenali apa itu, sebuah lingkaran sihir muncul dan mulai berputar dari ujung garis merah itu, tepat di bawah kakinya.


Terkejut oleh itu, dia mengangkat wajahnya lalu melihat Aura yang dikelilingi oleh Mana merah dan sedang merapalkan mantera sihirnya.


[Flame Storm]


Garis merah di arena itu menyala terang dan lingkaran sihir di ujungnya mulai berputar sekaligus membesar dengan sangat cepat.


“Oiink!?”


Suara yang entah berasal dari Bartolomeo atau Beast-nya bisa terdengar bersamaan dengan spiral api putih raksasa yang muncul dari bawah kaki mereka, menutupi seluruh penglihatan mereka.


Penonton di stadium itu menarik nafas panjang, terkejut oleh pemandangan di depan mereka itu.


Sihir api menengah, Flame Storm. Sihir yang lebarnya seharusnya tidak lebih dari dua meter itu memenuhi hampir separuh arena di depan mereka, menunjukkan sebuah pemandangan yang sangat megah.

__ADS_1


Banyak dari penonton disana mulai menyadari satu hal setelah tersadar dari keterkejutan mereka.


“Hahaha! Ternyata benar rumor itu!”


Di tengah badai api itu berdiri pemuda besar dan Beast-nya, tertawa terbahak-bahak yang membuat perutnya bergetar keras.


“Api Putri Flameheart tidak bisa membakar apapun!”


Penonton di sekitarnya mulai membuat keributan setelah mendengar itu, mereka sudah menyadari badai api di depan mereka itu tidak memancarkan sedikitpun rasa panas pada mereka yang duduk tidak jauh darinya.


Bartolomeo terlihat senang setelah menyadari ini, menemukan yang harus dilakukannya adalah menyibukkan Wolf Beast di depannya dan menjatuhan gadis yang tidak memiliki sihir serangan apapun.


Tawanya tidak berhenti selama beberapa saat sampai ketika dia menyadari satu hal yang aneh.


‘Kenapa dia tetap menggunakan ini?’


Sihir api besar yang tidak memberikan kerusakan apapun, sebuah gerakan yang tidak masuk akal.


Bartolomeo juga menyadari bahwa Aura telah memasukkan Mana yang tidak sedikit ke dalam sihirnya itu, menghasilkan badai api raksasa itu.


Merasakan perasaan tidak enak yang semakin besar itu, akhirnya dia bisa melihat lawannya dari celah-celah kecil badai itu.


“A-apa...?”


Disana terlihat serigala besar yang sedang berbaring dan Aura yang memegang tongkatnya secara horizontal.


Rufus sudah berada di posisi itu sejak dia melihat ekspresi yang ditunjukkan Aura di saat dimulainya pertarungan ini.


Aura terlihat sedang merapalan sebuah sihir lanjutan, yang membuat Bartolomeo semakin siaga.


Dia mulai mencoba untuk berjalan keluar dari tengah badai api itu.


Dan dia menemukan dirinya tidak bisa bergerak, hal yang sama dapat terlihat dari Beast di sampingnya yang terlihat berusaha bergerak tanpa berhasil.


Sihir api yang tidak bisa membakar apapun itu ternyata memiliki tujuan lain.


Mana dalam jumlah besar yang dikeluarkan oleh Aura itu memaksa Mana di udara untuk ikut bergerak berputar juga, menghasilkan tekanan yang sangat besar di luar lingkaran kecil di tengah pusat pusaran api itu.


Bartolomeo hanya bisa menunjukkan ekspresi tidak percaya disaat dia melihat Aura yang baru menyelesaikan persiapannya.


“Seratus delapan bola api, segel dan telan, musnahkan kejahatan dunia!”


Bersamaan dengan rapalan terakhir itu, Aura menghantamkan ujung tongkatnya sekuat tenaga ke lantai dan mengenai garis merah di depannya.


[108-fold Evil Suppressing Fire!]


Dzing!


Garis merah itu menyala terang lalu menghilang, meninggalan lingkaran sihir yang berputar semakin kencang di bawah kaki pemuda besar itu.


Tiba-tiba lingkaran sihir itu berhenti berputar, membuat badai api di sekitarnya juga berhenti berputar.


‘Kesempatan!’


Bartolomeo melompat keluar dari lingkaran sihir itu bersama Contracted Beast-nya, dan yang ditemukannya adalah tekanan yang jauh lebih besar dari sebelumnya sudah menimpa tubuh mereka.


Manusia dan Beast itu jatuh membanting lantai batu di bawah mereka dengan keras.


“A-apa ini?!”

__ADS_1


“O-oink...”


Kali ini seluruh penonton di stadium meloncat berdiri dari tempat duduk mereka, karena mengilangnya badai api putih itu membuat mereka bisa melihat kejadian di arena itu dengan jelas.


Lingkaran yang telah berhenti itu tiba-tiba terlihat menghasilkan lingkaran dengan ukiran berbeda di tengahnya, dan mulai berputar sekali lagi.


Lingkaran sihir itu langsung membesar lebih dari lima kali lipat dan berhenti disaat mencapai lebar 30 meter.


“Sihir Berlapis?!” teriak salah satu guru yang mengenakan jubah panjang.


Lingkaran sihir yang menimpa lingkaran sihir lain, Sihir Berlapis. Dengan menggunakan ukiran di lingkaran sihir yang sudah muncul, Magic User menambahkan lingkaran baru diatasnya untuk merubah sihir itu secara keseluruhan.


Teknik yang membutuhkan kemampuan teori sihir yang sangat tinggi, dengan orang yang diketahui mampu melakukannya secepat itu tidak lebih dari 100 orang, dan mereka semua berada di puncak Rank B atau lebih.


Sebagian besar penonton di stadium mengenali teknik ini, tetapi hampir semua dari mereka baru pertama kali melihat Sihir Berlapis di tingkat setinggi ini digunakan dalam pertarungan asli.


Sebagian dari mereka yang merupakan Magic User hanya menatap lingkaran sihir itu tanpa berkedip.


“Sihir... elemen api... tipe segel... tingkat tinggi-awal...”


Salah dari Magic User itu berasal dari tempat tunggu guru, yang mulai bergumam saat melihat lingkaran sihir yang semakin terang itu.


Sepertinya dia adalah orang pertama yang mulai memahami komposisi lingkaran sihir itu.


“Sihir... apa ini...?”


Gumaman nya semakin panjang dan tidak jelas karena dia tidak bisa menemukan identitas sihir itu dari ingatannya. Dia tidak mengenali sihir itu.


“Haaa...!”


Tentu saja tidak ada yang mengetahui sihir itu, karena ini adalah pertama kalinya Aura menggunakannya dalam pertarungan, sihir yang dihasilkan dari salah satu teori sihirnya.


Dibuat olehnya disaat dia selesai membaca buku sihir tipe segel tingkat akhir.


Rasa penasarannya mendorongnya untuk menggabungkan berbagai teori sihir dari semua buku yang dibacanya, menghasilkan sihir api penyegel tingkat tinggi-awal, 108-fold Evil Suppressing Fire.


“Urk...”


“Oink!”


Bola-bola api putih mulai bermunculan di sekitar lingkaran itu satu persatu, menambah tekanan yang dihasilkan disana.


Aura masih berada di posisi yang sama dan terus mengalirkan Mana di tubuhnya, meningkatkan kecepatan pembentukan bola api di udara itu.


Setelah sepuluh detik berlalu dan udara dipenuhi oleh 30 bola api putih yang mulai membentuk suatu formasi, suara keras memecahkan konsentrasinya.


“Selesai!”


“Huh?”


Rasa kaget itu membuat Aura menghentikan aliran Mana-nya, menghentikan putaran lingkaran sihir di arena itu.


 


 


Dia mulai melihat ke arah tubuh Bartolomeo yang sudah tidak bergerak itu, baru menyadari bahwa lawannya sudah kehilangan kesadarannya bersama Contracted Beast-nya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2