
“Maaf, aku sedikit terlambat”
“T-tidak masalah... um...”
Ekspresi canggung dapat terlihat di wajah sekelompok orang yang ada di atas tembok kota yang sudah menjadi lebih tenang dibandingkan satu jam sebelumnya itu. Mereka melihat pemuda berambut hitam yang sedang melambaikan tangannya dari punggung seorang Hunter lain yang sedang menggendongnya.
Mereka memerlukan beberapa menit sebelum akhirnya menyadari keadaan Leinn yang sedikit aneh ketika dia sama sekali tidak bergerak dan hanya menatap mereka dari tempatnya berbaring. Ternyata dia kehabisan tenaga sampai tidak bisa bergerak sama sekali.
“Um... apakah kami bisa tahu nama tuan muda?”
“Oh kau bisa memanggilku Leinn, bala bantuan yang datang atas permintaan khusus seorang teman!”
Leinn menunjukkan senyumannya lebarnya sambil menunjuk ke langit, menunjukkan dirinya yang sedikit bersemangat setelah berhasil sampai tepat waktu. Dia kemudian menoleh ke arah pria paruh baya yang sedang dikelilingi orang-orang berseragam sama di sekitarnya, yang ternyata sedang menatapnya juga.
Pria itu, Barnum akhirnya menyadari bahwa pemuda di depannya itu entah bagaimana caranya berhasil mengetahui bahwa dirinya lah yang memimpin kelompok orang di kota ini. Dia kemudian melangkah maju dan sampai di depan Leinn yang baru meloncat turun dari punggung Hunter yang membawanya ke sini, terlihat hampir kehilangan keseimbangannya.
“Terima kasih sekali lagi Tuan Muda Leinn atas pertolongannya. Kami tidak yakin bisa bertahan dari serangan gelombang Beast seperti itu. Setidaknya sekarang kita bisa mengambil nafas tenang-”
“Tidak”
Leinn menoleh sambil menunjuk ke arah tumpukan tubuh-tubuh Beast yang ada di kejauhan, membuat hampir semua orang di sekitarnya ikut menoleh ke sana.
“Aku hanya memberikan sedikit waktu tambahan”
Dan tentu saja, beberapa dari mereka yang memiliki penglihatan bagus bisa melihat gerakan-gerakan lemah dari Beast yang sedang berbaring di sana. Beberapa bahkan terlihat mencoba bangun berdiri tanpa berhasil.
Barnum menjadi sangat terkejut setelah mengetahui itu dan menjadi panik, kemudian menyadari kondisi semua Beast itu saat ini sebagai sebuah kesempatan emas untuk-
“Lupakanlah”
Leinn memotong pendek ide yang baru muncul di kepala Barnum dan beberapa Hunter di sekitarnya juga, mengejutkan mereka.
“Kalian yang berani mendekati semua Beast itu akan mengalami hal yang sama dengan mereka, karena teknik itu sudah lepas dari kendaliku”
Pandangannya kemudian bergerak ke kelompok Hunter yang menggenggam berbagai jenis senjata jarak jauh atau tongkat panjang dengan batu di ujungnya.
“Anak panah mungkin masih bisa kalian gunakan tetapi itu mengharuskan kalian turun dari tempat ini ke lapangan terbuka, yang akan berubah menjadi pertarungan langsung jika Beast itu berhasil melepaskan diri. Sihir elemen juga akan mengganggu segelku dan memperpendek waktu persiapan yang kita miliki”
Menyadari situasi yang ternyata belum selesai membuat perasaan positif mereka semua menjadi berkurang drastis.
__ADS_1
Barnum akhirnya kembali menatap pemuda di depannya dan menanyakan hal yang perlu mereka ketahui sebelum membangun rencana persiapan mereka.
“Berapa... lama waktu yang kita miliki?”
“Paling tidak, 24 jam”
“Pffft... hah?!”
Leinn melihat reaksi berlebihan itu sesaat sebelum mulai mengelus dagunya dan melihat kelompok Beast di kejauhan itu.
“Beast yang paling kuat diantara mereka akan bebas dan bisa bergerak di sekitar waktu itu jika tidak diganggu, sedangkan sisanya akan terbangun dalam enam jam setelah Beast pertama. Jadi... maksimal 30 jam?”
“A-apa?”
Leinn menunjukkan senyumannya sekali lagi dan kembali melihat semua orang di depannya.
“Jadi apa yang sedang kalian tunggu? Bersiaplah”
Bersamaan dengan ucapan itu, semua orang disana langsung tersadar dan dari lamunan mereka. Mereka juga mengerti bencana yang sebelumnya terlihat tidak memiliki solusi, sudah menunjukkan cahaya yang jelas di ujung jalan mereka.
Disaat yang sama dengan itu, semua kota lain yang sedang menghadapi masalah yang sama dengan kota ini, juga sedang mengalami hal yang serupa.
“Hum~”
Seorang pemuda berambut hitam dapat terlihat sedang duduk dengan kedua kakinya menggantung keluar dari dinding kota, terlihat mengamati matahari yang sudah terbenam sebagian di kejauhan.
Suhu udara juga mulai menurun dengan cepat bersama dengan sinar terakhir yang dipancarkan matahari itu sebelum dia akhirnya hilang sepenuhnya di balik garis cakrawala.
“Um... Tuan Muda?”
Akhirnya pemuda berambut hitam itu, Leinn menoleh ke arah seorang pemuda yang sudah sejak tadi hanya berdiri di belakangnya tanpa berkata apa-apa.
“Ada apa?”
“Yang anda katakan sebelumnya... apakah itu benar?”
Leinn mengangkat kedua kakinya dan langsung memutar tubuhnya untuk menghadap pemuda itu sepenuhnya.
“Untuk apa aku berbohong?”
__ADS_1
“T-tidak! S-saya tidak mengatakan bahwa anda b-berbohong...”
Beberapa jam yang lalu setelah Leinn menyelesaikan penjelasan pendeknya, dia memilih untuk duduk di tepi dinding itu dan sesekali bersenandung.
Beberapa orang sebenarnya ingin menanyakan tentang banyak hal, tetapi hanya beberapa yang berani melakukannya. Dan dari beberapa itu, salah satunya adalah mengenai...
“Teman-temanku sudah mengurusi masalah itu, tenanglah. Jika aku bisa menghentikannya berarti mereka juga tidak akan mendapat masalah”
“O-oh...”
Jika menghitung kota tempat dirinya berada sekarang, kota yang sekarang sedang menjadi sasaran gelombang Beast kedua itu berjumlah 8 kota di garis depan.
Dan kota yang menjadi tanggung jawab Leinn adalah kota dengan jarak paling jauh dari kota Blazing Sun sekaligus paling dekat dengan kota Aldebaran, menjadikan tempat ini sebagai tempat yang seharusnya akan pertama kali jatuh di gelombang kedua ini.
“Bagaimana keadaan semua orang di kota?”
“E-ehem... Mereka akhirnya bisa mendapatkan istirahat yang tenang untuk pertama kali sejak seminggu terakhir, terima kasih kepada anda”
Pemuda berwajah kasar itu mengeluarkan satu batuk pelan untuk menenangkan dirinya dan berhasil menjawab pertanyaan itu dengan lancar, dengan wajahnya yang jauh lebih cerah dibandingkan pagi hari sebelumnya.
Berhasil menghindari kehancuran dan mendapat masa tenggang memang sedikit mempengaruhi keadaan saat ini tetapi, alasan terbesar semua penduduk kota dan Hunter bisa tidur lelap adalah keberadaan Leinn yang duduk di dinding kota, seperti menjaga mereka dari bahaya.
Pertunjukan kekuatannya yang bisa menghentikan gelombang ribuan Beast dalam satu serangan berhasil menanamkan rasa aman ke semua Hunter yang melihatnya. Penduduk kota yang tidak percaya ketika mendengar itu juga hanya bisa merasa kaget dan sangat lega setelah melihat semua tubuh Beast yang tidak bergerak di kejauhan.
“Ada yang ingin kau tanyakan lagi, Damian?”
“A-ah...”
Tidak menyangka Leinn memanggil namanya secara tiba-tiba, dia menjadi sangat terkejut.
“Barnum telah menceritakan kejadian beberapa hari terakhir, termasuk tentangmu”
“Um...”
Damian menghabiskan beberapa saat untuk menenangkan dirinya sebelum kembali menatap Leinn, yang ternyata hanya duduk menunggunya. Dia akhirnya mengeluarkan pertanyaan kedua yang mengganggunya sejak beberapa saat yang lalu.
“Kenapa anda... kalian tidak ikut Raid Party dan Misi Skala Besar sejak awal?”
__ADS_1