Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 36 – Teknik Bertarung Tangan Kosong


__ADS_3

Delapan orang itu terhenti di tempat melihat formasi mereka rusak dalam sekejap, tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Tiga pemanah di belakang langsung melepaskan anak panahnya ke arah Leinn.


“Haha”


Leinn tertawa sambil mengambil satu langkah menyamping untuk menghindari dua anak panah dan menangkap satu yang tersisa.


“HYA!”


Crack


Pengguna pedang pertama mengayunkan pedangnya sekuat tenaga dan hanya berhasil memotong sebuah anak panah.


Menyadari sasarannya yang hilang tiba-tiba itu membuatnya menjadi sangat panik, perasaan panik yang terpotong pendek oleh pukulan yang mendarat di dagunya.


Bham


Pedangnya jatuh ke tanah, disusul oleh tubuhnya yang kehilangan seluruh tenaganya.


Melihat kesempatan serangan, dua pemakai tombak dan seorang pemakai pedang meluncurkan serangan susulan. Dua tusukan tombak ke wajah dan dada dengan tebasan ke kaki, koordinasi yang cukup hebat.


Leinn melihat tiga orang yang datang dengan cepat itu dan mengangkat kaki kanannya.


Boom!


Satu hentakan kaki kuat dari Leinn mengeluarkan getaran yang merayap ke seluruh tubuh tiga orang itu dan ketiga serangan mereka langsung kehilangan seluruh tenaganya.


Dengan tenaga balik dari hentakan kakinya, Leinn meloncat maju dan menyalurkan semua energi itu ke kaki kirinya dan meluncurkan sebuah tendangan menyapu.


Tang!


Satu tendangan itu berhasil mementalkan ketiga senjata di tangan mereka semua.


Leinn mendarat di depan salah satu dari mereka, dengan dua orang lainnya berjejer di belakangnya. Telapak tangan kanannya menyentuh dada pria yang tidak bisa bergerak itu.


“HAH!”


Satu hentakan kaki, menimbulkan energi yang mengalir ke seluruh tubuhnya yang kemudian dilepaskan dari telapak tangan kanannya dan menabrak tubuh orang itu.


Tiga tubuh melayang di udara sejauh 10 meter lalu mendarat di tanah, tidak bergerak.


“Lima”


Dalam sekejap lima orang telah jatuh.


Melihat pemandangan itu membuat keringat dingin membahasi tubuh mereka semua.


Bartolomeo yang sudah sangat panik itu hanya bisa memberikan perintah yang sama pada bawahannya.


“AKU BILANG SERANG! SERANG DIA!”


Lima orang berlari bersamaan dengan tiga anak panah yang meluncur ke wajah pemuda itu lagi.


Leinn melebarkan kaki dan kedua telapak tangannya menjadi terpisah sejauh mungkin, sebuah kuda-kuda yang tidak pernah dilihat oleh kelompok yang mengepungnya itu.


Dengan satu ayunan tangan kanannya, dia berhasil menepis tiga anak panah dan dengan ayunan tangan lainnya menahan pedang yang datang dari sisi kirinya.


Clang

__ADS_1


Suara benturan besi dapat terdengar ketika pedang itu membentur telapak tangan pemuda itu, sama sekali tidak berhasil melukainya.


“Huh?!”


Tanpa menyadari situasi penyerang pertama, dua pemakai tombak memberikan serangan tusukan kuat ke tubuh Leinn.


Clang Clang


Suara yang sama terdengar lagi ketika Leinn menahan dua mata tombak itu dengan punggung telapak tangan kirinya lagi.


Tiga orang itu mencoba membuat jarak kembali dan menyadari masalah yang sedang mereka hadapi.


“A-apa-apaan ini!?”


Tiga orang itu berusaha menarik kembali senjata mereka yang menempel di telapak dan punggung tangan Leinn tanpa berhasil. Ketika mereka mendorong atau menarik, gerakan tangan kiri Leinn tidak membiarkan mereka menarik kembali senjata mereka.


“Hia!”


Dua tebasan pedang menyerang pergelangan tangan kirinya, dari atas dan bawah secara bersamaan. Tiga anak panah juga sudah hampir mengenai dadanya.


Dengan ayunan tangan kanannya, dia berhasil mengalihkan alur panah dan membuat mereka mendarat di tanah di sampingnya.


Clang Clang


Dua pedang itu mendarat dan gagal meninggalkan luka juga, dan mereka juga meluncur dan menempel di telapak dan punggung tangannya juga.


“APA YANG KALIAN LAKUKAN!? SERANG DIA”


Bartolomeo hanya bisa melihat lima anak buahnya berdiri di depan Leinn dan tidak melakukan apa-apa.


“L-Lepaskan!”


Mereka menjadi sangat panik, karena bukan hanya mereka tidak bisa menarik kembali senjata mereka, tetapi karena genggaman tangan mereka juga tidak bisa lepas dari senjata mereka yang menempel di tangan itu.


“Giliranku”


Mendengar itu membuat mereka berlima menarik nafas tajam bersama-sama, menyadari sesuatu yang akan datang.


Leinn memutar telapak tangan kirinya dan dengan satu gerakan mementalkan lima senjata itu ke udara, membuat kedua tangan kelima orang di depannya ikut terangkat tinggi dan menunjukkan tubuh mereka yang tanpa pertahanan sedikitpun.


Satu langkah mendekat, dan Leinn meluncurkan serangannya.


Bhaaam...!


Pukulan di perut, dada, wajah.


Serangan cepat dalam satu detik mendarat di tubuh mereka berlima, menghasilkan satu suara benturan panjang.


Mereka terpental ke udara, ke lima arah berbeda secara bersamaan.


Bam!


Lima tubuh menyentuh tanah secara bersamaan juga.


Bartolomeo kehabisan kata-kata melihat bawahannya berjatuhan dalam sekejap mata itu.


“I-ini...”


Leinn menatap wajah Bartolomeo dengan senyuman di wajahnya.

__ADS_1


“Sepuluh”


Bartolomeo mengambil satu langkah mundur tanpa dia sadari, lalu menoleh ke arah kelompok bawahannya yang sedang bertarung dengan Gorilla Beast itu.


“GYAAA!”


“Hoh hoh hoh!”


Bam bam bam...!


Tubuh-tubuh anak buahnya juga terbaring tidak bergerak di sana.


Leinn juga menoleh kesana dan tersenyum, melhat hasil amukan Gorilla Beast itu.


Dengan tinggi 80 sentimeter, dia masih mampu mengoyak tanah yang disentuh oleh serangan pukulannya.


Walaupun Gorila itu menggunakan Compress yang mengurangi kekuatan fisiknya, dia masih Rank B+ Beast. Mengangkat beban ratusan kilo bukanlah sebuah masalah baginya, maka mengoyak-ngoyak tanah tanpa sihir bukanlah hal yang sulit juga.


Tetapi dia kesulitan mengejar bawahan Bartolomeo yang mengepungnya, melihat mereka berkonsentrasi dalam menghindari serangannya.


Tetapi itu tidak akan bisa menghentikan Gorila itu yang sudah berhasil mementalkan 12 orang di amukan pertamanya.


“Hoh hoh...!”


Leinn menyadari situasinya kurang bagus, melihat kalau pertarungannya terus berlanjut seperti ini, dia akan kalah. Dia mengembalikan perhatiannya pada Bartolomeo.


“Jika kau tidak maju, aku yang akan maju”


Leinn mulai berjalan biasa mendekati kelompok itu, dengan Mana biru muda yang mulai muncul dan mengitari tubuhnya.


Bawahan terbesar Bartolomeo sudah menarik keluar senjata kapaknya, bentuknya mirip dengan kapak yang dimiliki oleh Brick sebelumnya, dengan kualitas yang tidak kalah jauh.


Dia mulai berlari dan mengayunkan kapaknya pada kepala Leinn, yang mengambil satu langkah ke kanan untuk menghindarinya sambil memberikan pukulan balasan.


[Iron Skin!]


Kulit pria besar itu berubah warna menjadi hitam mengkilap.


Bham!


Dia terdorong 5 meter, tetapi berhasil bertahan dan masih berdiri di kedua kakinya. Sepertinya dia bisa mengubah tubuhnya menjadi lebih kokoh untuk menahan serangan lawannya.


“Ohok-ohok...! J-jangan pikir aku akan jatuh begitu saja! A-aku adalah ketua bodyguard Tuan Muda Bartolomeo, namaku adalah-!“


Kalimatnya terpotong ketika dia merasakan sentuhan di dadanya.


Leinn telah mengambil kuda-kuda yang tidak asing. Telapak tangannya sudah menyentuh pakaian pelindungnya.


“Shi-!”


“Hah!”


Hentakan kaki kanan, getaran yang diterima tubuhnya berputar dengan cepat dan mengalir ke lengan kanannya, keluar dan menabrak tubuh pria besar di depannya.


Bham!


Tubuh besarnya melayang di udara dan mendarat 20 meter dari tempatnya berdiri sebelumnya, dengan cap telapak tangan yang bisa terlihat jelas di baju pelindungnya.


“Sebelas”

__ADS_1


 


 


__ADS_2