Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 53 – Pemuda Penakut


__ADS_3

Sorakan keras keluar dari orang-orang di stadium besar itu, bersemangat untuk melihat pertarungan sengit dari murid-murid baru itu.


Murid-murid baru itu juga mengetahui betapa pentingnya turnamen ini, mengingat pertarungan yang mereka tunjukkan akan memengaruhi posisi mereka di dalam akademi nantinya.


“Baiklah, aku akan mengulangi peraturan turnamen kali ini, sekali lagi”


Suara Isaac dapat terdengar jelas dari tempat berkumpulnya guru-guru itu, kali ini hanya pada orang-orang di tengah arena yang akan bertarung.


Arena batu besar sebelumnya telah terbelah dan bergeser menjauhi satu sama lain menjadi empat arena persegi dengan lebar 25 meter.


“Kalian bisa memilih untuk bertarung bersama Contracted Beast kalian, sendirian atau mengirim Beast kalian saja untuk bertarung. Jika kalian bertarung bersama Contracted Beast kalian dan salah satu dari kalian tidak bisa melanjutkan pertarungan, maka kalian akan dinyatakan kalah”


Di atas empat arena batu itu berdiri empat pasang orang yang berada di dua sisi arena yang berbeda.


Suasana tegang dapat dirasakan, selain dari satu pasangan diantara mereka.


“Keluar dari arena akan menghasilkan hal yang sama, dan berusahalah tidak membunuh satu sama lain”


Beberapa orang berkerudung putih dapat terlihat berdiri menunggu tidak jauh dari arena itu, dengan ekspresi serius di wajah mereka.


Mereka adalah kelompok medis yang akan memberikan bantuan ketika ada yang terluka setelah pertarungan mereka.


Mereka yang berada di atas arena mulai menggenggam senjata mereka dengan lebih kuat, selain satu orang yang sudah menggenggam senjatanya dengan sekuat tenaga sejak sampai di atas arena itu sambil menatap lawannya.


“Jika kalian merasa tidak bisa melanjutkan pertarungan, menyerahlah. Tetapi ingat, pertarungan ini akan menunjukkan nilai kalian di mata senior kalian”


Layar cahaya besar yang menunjukkan pasangan yang akan bertarung hari ini dapat terlihat di pandangan penonton disekitar mereka dan di bawahnya adalah 4 pasangan pertama yang akan bertarung hari ini.


Mereka sudah memasang wajah serius, selain dari satu pemuda yang terlihat sedang menguap dan menggaruk kepalanya, terlihat bosan.


“Itu saja dariku. Turnamen kelompok pertama hari ini, dimulai!”


Ding!


Bersamaan dengan suara lonceng keras itu, pertarungan mereka dimulai begitu saja.


Satu pasangan bergerak bersamaan dengan Beast mereka dan memulai pertarungan jarak dekat, dua pasangan lain mengirim Beasts mereka untuk melihat situasi terlebih dahulu.


“...”


Satu pasangan yang tersisa, pemuda berambut hitam yang membawa bola kristal di tangannya dan pemuda lain yang menatapnya tanpa berkedip.


“...huh?”


“Hih!”


Leinn melihat pemuda di depannya yang bereaksi pada setiap gerakan kecil yang dihasilkannya.


Leinn memilih untuk membawa Clear dalam pertarungan ini sedangkan pemuda di depannya memilih untuk bertarung sendiri.


Ekspresi penuh ketakutan dapat terlihat di wajahnya dan kedua tinjunya yang mulai berubah warna karena genggamannya yang sangat kuat itu.


“Heh...”


Ekspresi bosan hilang dari wajah Leinn setelah melihat pemuda di depannya mengarahkan pedangnya yang bergetar itu padanya.


“Hei”


“Bueh...!”


Suara aneh keluar dari mulutnya ketika Leinn memanggilnya, tubuhnya juga bergetar semakin kuat.


“Kenapa kau tidak membawa Contracted Beast-mu?”


“H-huh?”


Pemuda itu masih menunjukkan ekspresi ketakutan di wajahnya, tetapi matanya juga menunjukkan dirinya terkejut oleh pertanyaan mendadak itu. Setelah mengumpulkan keberaniannya selama beberapa saat, dia menjawab.


“K-karena a-aku t-tidak i-ingin d-dia m-mati!”


“Hah?”


Nafasnya terlihat berhenti sejenak mendengar nada bicara Leinn yang berubah itu.

__ADS_1


“M-maaf!”


Pertarungan di tiga arena yang lain sudah terlihat semakin sengit, tetapi itu tidak memengaruhi Leinn sama sekali.


“Jadi, kenapa kau masih berdiri di depanku?”


Pertanyaan tajam itu keluar dari mulut Leinn.


Pemuda itu terlihat bergetar di seluruh tubuhnya. Dia hanya berdiri di sana tanpa berkata apa-apa selama beberapa saat.


“A-aku...”


Leinn melihat pemuda di depannya mulai berbicara. Getaran di ujung pedangnya terlihat semakin jelas.


“A-aku t-tidak... tahu?”


Senyuman lebar muncul di wajah Leinn.


Bham


Tubuh pemuda ketakutan itu meloncat ketika melihat pemuda berambut hitam di depannya itu menjatuhkan bola kristal di tangannya ke lantai batu dibawahnya, membuat retakan kecil di arena itu.


“Hehe...”


Penonton yang melihat mereka itu tidak bisa mendengar percakapan mereka dan hanya melihat dua orang yang hanya berdiri diam selama beberapa saat setelah pertarungan dimulai dan pemuda yang melepaskan Contracted Beast-nya yang aneh itu dan membiarkannya jatuh ke arena batu itu.


Leinn mulai melangkah maju sambil menarik keluar pedangnya, meninggalkan Clear di belakangnya.


Pemuda ketakutan itu bertambah takut, sampai ketika Leinn berhenti lima meter di depannya.


“Maju”


Entah karena perkataan itu atau perasaan takutnya yang mencapai puncak, pemuda ketakutan itu meloncat maju dan mengayunkan pedangnya.


“Hyaaah!”


Clang Slash


“Huh?!”


Isaac meloncat berdiri dari tempat duduknya ketika melihat itu, sebagian besar penonton di arena itu juga menarik nafas cepat ketika melihat pemuda berambut hitam itu menebas leher lawannya tanpa menahan diri sama sekali.


Tiga pasangan lain yang sedang bertarung bahkan berhenti bersamaan ketika menyadari suasana yang berubah itu.


“Uh... uh...”


Mereka melihat pemuda yang lehernya tertebas itu mulai melangkah mundur sambil memegang lehernya.


Suara hilang dari seluruh stadium itu.


“...huh?”


“HAH?!”


Kali ini hampir semua orang yang melihat pemuda yang tertebas itu meloncat berdiri dari tempat duduk mereka.


Pemuda itu melepas tangannya dan menunjukkan leher yang bersih tanpa darah sedikitpun.


Orang-orang yang berkumpul disana bukanlah orang biasa dan mereka semua bisa melihat jelas tebasan itu mengenai leher pemuda itu dengan telak.


“A-apa...”


Pemuda itu juga merasakannya, bahkan Isaac juga melihatnya. Tetapi kenyataanya pemuda penakut itu memang masih baik-baik saja.


Leinn terlihat tidak peduli pada suasana yang berubah itu dan mulai melangkah maju.


“Lagi”


“A-ah!”


Pemuda ketakutan itu meluncurkan tebasan menyamping tanpa persiapan apapun, yang dihindari Leinn dengan satu langkah mundur.


Slash

__ADS_1


Tebasan cepat sekali lagi melewati lehernya, memotongnya.


Pemuda itu sekali lagi melangkah mundur sambil memegang lehernya, dan sekali lagi tidak menemukan setetes darahpun dari lehernya.


“Lagi”


“H-Hih?!”


Kali ini pemuda itu meluncurkan tusukan dengan berat seluruh tubuhnya.


Satu langkah menyamping dari Leinn dan pemuda itu meluncur melewatinya.


Slash


Tebasan ke belakang lehernya, rasa dingin dari besi dapat dirasakannya dalam sekejap itu. Dia berguling ke depan dari sisa tenaga serangan yang diluncurkannya dan memeriksa punggung lehernya juga.


“Lagi”


“A-aaah!”


Clang Slash


Tebasan dari atas ditangkis seperti sebelumnya dan serangan balasan di tempat yang sama sekali lagi.


“Lagi”


“H-hiyaaah!”


Kali ini Leinn tidak membiarkannya beristirahat dan langsung melangkah maju, dan pemuda itu bereaksi dengan memberikan tebasan cepat.


Clang Slash


“Lagi”


Pertukaran itu berulang terus-menerus selama lima menit, semakin bertambah cepat setiap pertukaran yang berlalu.


Penonton di sekitar mereka sampai lupa berkedip, karena tidak ingin melewatkan pemandangan itu.


Rasa penasaran mereka tidak membiarkan mereka melepaskan perhatian dari dua pemuda itu.


“A-aaah!”


Slash


“H-hiyaaah!”


Clang Slash


Setelah pertukaran mereka melebihi 200 kali, serangan pemuda ketakutan itu terlihat mulai berubah.


Menjadi semakin cepat dan tepat.


“Hm...”


Senyuman kecil muncul di wajah Leinn untuk pertama kali sejak awal pertuaran itu.


“Haaah!”


Clang


Serangannya berhasil ditangkis sekali lagi dan serangan balasan sudah hampir mencapai lehernya, sekali lagi.


Sla-


“Aaah!” pemuda itu berteriak sekuat tenaga!


Clang!


“Oooh...!”


 


 

__ADS_1


__ADS_2