Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 144 – Situasi Mereka Semua


__ADS_3

Leinn melihat kabut pemandangan yang muncul disaat kabut debu yang tiba-tiba terhempas pergi karena auman Mountain Crawler hitam itu, yang ternyata masih menempel di cekungan besar di dinding gunung batu itu sambil menggoyang tangan kirinya yang mulai terasa sedikit perih beberapa kali.


“Oh, itu tidak terlihat bagus”


“Leinn?”


Leinn langsung menoleh ke arah Roland yang sudah menarik keluar pedangnya yang sudah terselimuti lapisan petir tipis. Kali ini senyuman di wajahnya sedang ditemani oleh kerutan alis yang jelas juga.


“Situasi B”


“Berarti, Rencana B”


Roland langsung menoleh ke arah burung emas yang terlihat langsung mengerti dan melebarkan kedua sayapnya.


Rufus juga hanya menoleh ke arah Mountain Crawler hitam di kejauhan sesaat sebelum membalikkan tubuh besarnya dari dua pemuda itu.


“Caw!”


“Ruff”


Serigala putih dan burung emas itu langsung berlari dan terbang ke arah kaki gunung, tempat kota Adamant berada.


“Ah... merepotkan sekali”


Leinn baru selesai mengikatkan gagang pedangnya di sisi kanan pinggangnya dan menepuk kedua tangannya beberapa kali, melepaskan kulit yang terkelupas dan menunjukkan tangannya yang sudah terlihat hampir sembuh penuh.


Roland hanya menggelengkan kepalanya dua kali sebelum kembali memehatikan apa yang sedang terjadi di depannya.


Rumble-boom!


Mountain Crawler Hitam itu berhasil menggeliat keluar dari lubang di gunung itu dan mendarat dengan keras di permukaan tanah. Sekarang keadaan tubuhnya dapat terlihat dengan jelas, dengan satu sisi tubuhnya yang sudah tidak memiliki lapisan batu hitam keras sebelumnya dan sedang menunjukkan lapisan batu merah yang jelas, yang juga sudah terkelupas di beberapa bagian dan mengeluarkan cairan merah dalam jumlah besar.


Psssh!

__ADS_1


Uap putih mulai memenuhi udara dan suhu di area itu terasa mulai meningkat dengan kecepatan tinggi, dengan genangan merah yang mulai terbentuk di bawah tubuhnya. Dia juga terlihat sudah kesulitan untuk bergerak seperti sebelumnya dan hanya diam disana sambil menggerakkan kepalanya yang sudah terkoyak separuh itu secara pelahan.


Rumble...!


Tetapi guncangan yang sekarang sudah jelas bukan dihasilkan oleh Mountain Crawler Hitam di depan mereka itu mulai bertambah kuat dan akhirnya-


Rumble- Boom!


Lima, sepuluh, dua puluh Mountain Crawler meloncat keluar dari dinding gunung di belakang Mountain Crawler Hitam itu secara bersamaan, dengan ukuran yang beragam. Yang paling kecil terlihat masih sepanjang 3 meter, tetapi beberapa yang lain dapat terlihat sudah menembus 10 meter. Mereka semua bergerak tanpa basa-basi dan sangat cepat ke arah dua manusia di depan mereka , berniat menggilas mereka tanpa ampun.


Leinn dan Roland tentu saja mengetahui bahwa alasan itu terjadi adalah karena mereka berada di antara gunung batu itu dan kota Adamant di belakang mereka, yang sangat kaya dengan batu-batu yang sangat berharga bagi puluhan Mountain Crawler di depan mereka.


Evolusi Mountain Crawler Hitam yang sudah selesai membuat alasan mereka menjadi teratur menjadi tidak ada lagi, di tambah dengan dua serangan dari Leinn dan Roland sebelumnya juga membuat mereka berpikir bahwa gunung ini menjadi tempat yang berbahaya.


Naluri Beast mereka menutupi intelejen mereka yang baru terbentuk dan memaksa mereka untuk lari dari tempat ini, tetapi naluri itu juga yang membuat mereka bergerak ke arah tempat dengan bahan-bahan yang akan membantu mereka bertambah kuat.


Ini juga alasan Aura meminta mereka mengutamakan membasmi Mountain Crawler yang keluar dari gunung batu itu, karena jika mereka gagal dan semua Beast itu berhasil mendapatkan semua bahan berharga di kota itu, Situasi D akan terjadi.


“Aku akan urus yang kecil”


Situasi dimana beberapa Rank B+ atau bahkan Rank A Mountain Crawler lain yang akan muncul secara bersamaan. Ini akan berhenti menjadi masalah kota Adamant saja dan akan membahayakan semua kota di sekitarnya, bahkan Kota Blazing Sun.


Leinn mulai menghitung jumlah Mountain Crawler yang terus muncul dari gunung itu sambil menarik keluar sarung pedang hitamnya dari pinggangnya dan memegangnya seperti sebuah pedang. Tangan kirinya juga menarik keluar empat Rank B Beast Core yang baru di dapatkannya dari salah satu misi di dua minggu terakhir.


Roland mulai memeriksa kondisi Mountain Crawler Hitam di kejauhan dan mengingat beberapa bagian yang sudah terbuka itu dan membuat rencana gerakannya dengan sangat cepat. Roland meraih kembali empat cincin retak yang ternyata sudah mengeluarkan petir kecil dari retakan mereka.


Mereka berdua kemudian bertukar pandangan sesaat sebelum menendang tanah dengan kuat-


[First] [Gear]


Mana Ungu dan Mana Emas langsung meledak keluar dari tubuh dua pemuda itu, menyelimuti mereka selama beberapa saat sebelum akhirnya berkonsentrasi di tangan kiri dan kanan mereka.


[Step] [One]

__ADS_1


...


“...Aura!”


“Y-ya! Aku Aura!”


Aura terlihat panik dan langsung menoleh ke arah gadis berambut biru yang baru saja memanggilnya, yang terlihat sedikit khawatir.


“...ada apa, Adeline?”


“Apa maksudmu ‘ada apa’? Kita sudah hampir mencapai bagian terpenting”


“Oh... oh! Ya!”


Aura mengembalikan perhatiannya ke depan, menatap gunung raksasa yang sedang mengeluarkan suara gemuruh secara terus menerus. Beberapa orang dengan baju seragam yang sama dapat terlihat berlari ke berbagai tempat diantara pohon-pohon dan batu-batu besar yang mengelilingi gunung itu.


Lingkaran sihir dengan berbagai warna dan ukuran terlihat dengan di depan mereka, yang menyebar sampai ke sisi lain gunung itu.


“Kyuu”


Clear-kecil muncul dan meloncat ke pundak Aura, seperti memberitahukannya sesuatu dan tentu saja, tiga Clear yang lain dapat terlihat bergerak ke arah mereka dengan kecepatan tinggi. Mereka baru saja kembali setelah membersihkan area mereka bersama Twig yang terlihat bergerak sambil berusaha menghindari lingkaran-lingkaran sihir di tanah.


“““Kyuu!”””


“Psssht!”


Tiga Clear itu sampai di depan Aura dan langsung menyatukan tubuh mereka semua, menjadikan Clear mencapai tiga kali ukuran biasanya. Itu tidak bertahan lama karena setelah beberapa detik, gumpalan transparan itu kembali menyusut ke ukuran biasanya.


Twig juga seperti baru tersadar setelah melihat itu dan mengaktifkan Compress Gearnya, membiarkan tubuh 20 meternya langsung menyusut ke ukuran 4 meternya.


Aura melihat dua Beast di depannya kemudian menggelengkan kepalanya dengan kuat, mengembalikan konsentrasinya pada hal yang perlu diselesaikan di depannya. Kedua matanya kembali menjadi jernih dan dia langsung menoleh ke arah gadis di sampingnya yang sedang berdiri sambil melipat kedua tangannya.


“Ayo”

__ADS_1


 


 


__ADS_2