
Padang dengan rumput yang memiliki tinggi lebih dari satu meter terbentang sepanjang pandangan melihat, bersama dengan matahari sore yang menjadikan tempat ini sebagai tempat persembunyian yang bagus.
Gorila putih berukuran empat meter terlihat sedang berlari dengan sekuat tenaganya sambil mengikuti arahan gumpalan transparan yang menempel di pundaknya, menggetarkan tanah di sekitarnya dengan setiap hentakan kaki dan tinjunya.
“Kyuu!”
Tentakel transparan Clear tiba-tiba menunjuk ke arah yang berbeda dan membuat Basalt mengubah arah larinya juga.
“Hoh!”
Dan disana, Basalt menemukan seorang pria dengan ikat kepala merah dapat terlihat sedang bersembunyi diantara rerumputan tinggi itu.
Dia sama sekali tidak bergerak dan bersatu dengan alam, sampai ketika dia menyadari getaran di tanah menjadi semakin kuat dengan kecepatan yang tidak masuk akal.
“Hiiih...?!”
Pria itu langsung bangun dan mulai berlari dengan kecepatan yang tidak biasa, tetapi masih belum cukup untuk lari dari gumpalan otot yang sudah mengunci lokasinya.
“Hoooh...!”
“Kyuu!”
“Gyaa...!”
...
“Wow?!”
Sebuah batu sebesar buah apel tiba-tiba meluncur dari tanah dan melewati tempat Leinn berdiri sebelumnya, sedikit mengejutkannya.
Leinn mulai melihat ke sekitarnya dan tidak menemukan satupun keberadaan diantara pepohonan tinggi di depannya.
“Jangan melamun!”
Adeline meletakkan telapak tangannya di tanah dan mengalirkan Mananya dengan kuat, menemukan beberapa reaksi sihir di jalan yang akan mereka tempuh. Dia kemudian menoleh ke belakang dan menunjukkan ekspresi seriusnya.
“Ambil jarak dari pemuda berambut hitam itu, dan jangan keluar dari barisan kalian”
“Y-ya!”
Adeline kembali melihat ke depan dan menemukan Leinn yang sudah mengeluarkan kabut biru dari kedua matanya, lalu mengambil beberapa langkah mundur bersama kelompok sepuluh orang yang sudah membuat sebuah barisan yang rapi.
“Apa kau bisa melihatnya?”
“Yup”
Leinn menunduk dan memungut beberapa kerikil batu di tanah, kemudian langsung mengayunkan tangannya dan melempar empat batu sekaligus.
Whoong-Bham Thud Boom...!
__ADS_1
Peluru air, pisau angin, dan ledakan api langsung terpicu...
“Hup”
Bang!
Bersama dengan sebuah mata terbang yang tiba-tiba muncul di jalur pukulan Leinn, yang sepertinya keluar dari salah satu lingkaran sihir itu dan berfungsi untuk mengikuti penyusup yang memicunya secara diam-diam.
“Eh...”
Leinn mulai menyeka darah yang menempel di tinjunya beberapa kali sebelum menoleh ke belakang.
“Ayo”
“Un, mereka tidak berhasil menemukan kita”
Bola cahaya biru tiba-tiba muncul dari bagian hutan yang lebih dalam dan mendarat di pundak Adeline.
Leinn melihat ke belakang kelompok itu sesaat sebelum menganggukkan kepalanya, kemudian mulai berjalan lagi sambil diikuti oleh sebelas orang di belakangnya untuk keluar dari hutan itu.
...
“...”
“Kyuu?”
Waktu berjalan begitu saja dengan damai...
“Hm”
“Kyuu!”
Sampai sebuah bayangan besar muncul dan melebar dengan cepat di bawah perahu mereka.
...
“Hahaha...!”
“Nona muda...!”
Tiga kereta besar dapat terlihat sedang meluncur di salah satu jalan tanah panjang, terkait satu sama lain. Beberapa orang dapat terlihat sedang berpegangan kuat dan berusaha tidak terjatuh dari kereta mereka, dengan satu yang berpakaian paling mewah terlihat sedang berteriak sekuat tenaga di tempat duduk kereta yang paling depan.
Sasaran teriakan itu? Tidak lain dari gadis berambut putih yang sedang berlari sambil menarik tiga kereta besar miliknya.
“Psssht?”
“...”
Meluncur dengan tidak kalah cepat di samping tiga kereta itu adalah seekor ular raksasa yang sedang memikul dua Horse Beast yang sudah mematung di punggungnya.
__ADS_1
Krrrk...!
“Nona...! Berhenti...!”
“Hahaha!”
Suara yang aneh mulai bisa terdengar dari roda-roda kereta itu, kereta yang sudah dibuat untuk menampung beberapa ton barang tanpa masalah dan bisa menahan serangan sekuat tenaga dari Rank C Beast sekalipun.
Pria yang sedang memeluk sisi keretanya mulai meneteskan air mata penuh penyesalan, menyadari dirinya tidak akan lagi menawarkan siapapun ‘mengemudikan’ keretanya, betapa bosan pun dia terlihat.
“Haha...!”
....
Beberapa hal sedang menjadi pembicaraan murid-murid dan bahkan guru-guru Akademi Red Dawn, seperti persiapan tahap terakhir di Misi Skala Besar saat ini, atau keributan yang ditimbulkan dua murid baru yang telah dikepung belasan orang lain dan berakhir menang.
Tetapi satu hal yang paling sering dibicarakan di seluruh akademi, bahkan seluruh kota Blazing Sun, adalah Party LAHAR.
Membersihkan misi-misi Rank C dan Rank B dengan kecepatan yang sangat tidak masuk akal, melihat mereka bisa meyelesaikan beberapa misi sekaligus dan langsung bergerak ke beberapa misi berikutnya.
Kecepatan itu bisa dicapai oleh kelompok lima orang saja adalah berkat Aura, yang menggunakan kemampuannya untuk memilih misi yang paling cocok untuk mereka. Hal ini ditambahkan kemampuan masing-masing dari mereka yang sangat tinggi dan terspesifikasi, membuat mereka mampu menyelesaikan hampir semua jenis misi.
Leinn yang memiliki kemampuan pendeteksi dan kecepatan tinggi, menyelesaikan misi pencarian atau sesuatu yang membutuhkan gerakan tanpa suara dan ketajaman tinggi. Kemampuan bertarungnya yang tinggi juga membiarkannya melakukan misi pemburuan Beast biasa.
Roland juga memiliki kecepatan dan daya penghancur yang tinggi, membiarkannya menyelesaikan misi yang membutuhkan dua hal itu dengan sangat efisien. Kekuatan petir miliknya juga adalah yang paling efisien dalam misi pemburuan Beast skala besar.
Aura dan Adeline yang memiliki kemampuan Teori Sihir yang tinggi menjadi mampu menyelesaikan beberapa misi yang berputar di sekitar perbaikan lingkaran sihir atau meningkatkan kekuatan lingkaran sihir, sesuatu yang tiga lainnya tidak bisa lakukan.
Serangan skala besar yang terkontrol milik Adeline dan kemampuan penyembuhan milik Aura juga sangat berguna di beberapa misi Rank B, membiarkan mereka menyelesaikan misi tanpa ada satupun korban dari desa atau kota yang mengirimkan misi itu.
Dan yang terakhir adalah Hinata, yang tak disangka meminta Aura untuk tidak memberikannya misi pemburuan, dan juga tidak ingin melakukan misi sendirian. Ini berakhir dengan Hinata sering menemani empat yang lain saat mereka menjalankan misi sederhana, atau misi yang tidak akan gagal jika dia tidak sengaja mengeluarkan tenaganya.
Akhirnya Hinata menemukan misi menjaga rombongan pedagang sebagai yang paling menarik, karena itu membiarkannya berlari bebas sekaligus menyelesaikan misi. Jadi belakang dia lebih sering melakukan ini sambil ditemani Twig.
Namanya menjadi cukup terkenal diantara pedagang-pedagang di kota Blazing Sun, melihat perjalanan dua hari atau lebih bisa dengan mudah menjadi setengah hari jika dia yang melakukannya. Tentu saja hanya sebagian kecil dari pedagang itu yang berani melakukan perjalanan itu lebih dari sekali.
Kemudian Contracted Beast mereka juga ingin mencoba melakukan misi sendirian dan akhirnya, tim mereka membersihkan misi-misi itu sampai tanpa sisa...
“Lagi...?”
Aura melihat papan misi yang sudah menunjukkan beberapa lembar berwarna oranye gelap lagi, yang tidak ada sehari sebelumnya. Dia kemudian menoleh ke arah seorang gadis yang sedang memasang beberapa lembar lagi di papan itu sambil menunjukkan ekspresi khawatir juga.
Gadis itu, Isla memasang kertas misi terakhir sebelum kembali menghadap Aura yang sedang menatapnya.
“Ya... sepertinya Misi Skala Besar menemui sebuah masalah”
__ADS_1