Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 31 – Sambutan yang Mengejutkan


__ADS_3

Setelah berjalan cukup lama, Leinn akhirnya berhasil keluar dari hutan itu.


Mengikuti di belakangnya adalah Aura yang sedang menunggangi Rufus dan Gorilla Beast yang tidak mengeluarkan suara sama sekali selama perjalanan itu.


“Akhirnya kita sampai juga” ucap Leinn sambil tersenyum puas.


Mereka menemukan padang rumput luas dengan tenda-tenda yang dapat terlihat dari tempat mereka berdiri.


Leinn mulai memeriksa tenda asing itu, karena dia cukup yakin dirinya tidak melihat tenda itu di hari sebelumnya.


Aura di belakangnya bereaksi berbeda, sepertinya mengetahui identitas tenda baru itu.


“Itu adalah perkemahan sementara yang didirikan pengawas akademi yang berfungsi sebagai tempat beristirahat dan menyimpan barang. Perkemahan itu juga menjadi tempat bagi calon murid baru untuk memberi laporan hasil kerja mereka”


Leinn menoleh ke Aura sambil menunjuk perkemahan di kejauhan itu.


“Jadi, kita kesana sekarang?”


“Ya”


Mereka mulai berjalan kesana dengan santai, sampai disaat mereka melihat satu menara di bagian luar perkemahan itu.


Sepertinya itu adalah menara pengawas tempat para pengawas mengawasi keadaan hutan di belakang mereka.


Seseorang di menara itu melihat pergerakan dari dalam hutan dan menemukan dua Beast Besar sedang berjalan ke arahnya. Perasaan panik langsung memenuhi seluruh tubuhnya, dan dia mulai memasukkan Mananya ke dalam kristal besar di sampingnya.


Whooong...!


Suara siren meledak keras ke semua arah, mengejutkan semua pengawas dan calon murid yang ada di dalam perkemahan maupun yang masih di dalam hutan.


Aura sangat dikejutkan oleh suara meledak itu dan Leinn hanya memasang ekspresi bingung sambil melihat menara pengawas itu.


“Apa itu akan jadi masalah?” Leinn menunjuk menara pengawas yang sedang mengeluarkan suara sangat keras itu.


“Aku tidak tahu...” Aura menjadi panik, tidak mengerti apa yang sedang terjadi.


Dan disaat bersamaan, sepuluh orang yang memakai pakaian yang sama keluar dari perkemahan itu dengan Beast mereka dan berlari ke tempat mereka berdiri. Mereka semua sudah menggeggam senjata mereka dan membentuk formasi serangan bersama Contracted Beast mereka..


Rufus terlihat tidak menyukai pendatang baru ini dan merendahkan tubuhnya, bersiap menyerang kelompok itu.


Gorilla Beast di sampingnya juga terlihat bersemangat melihat penantang baru itu.


“T-tunggu!”


Sebelum kelompok baru itu bisa meluncurkan serangan mereka, Aura sudah berteriak dan melambaikan kedua tangannya di udara dari atas punggung Rufus.


Setelah bergerak cukup dekat, pengawas terdepan dari mereka berhasil menyadari identitas makhluk di atas Wolf Beast itu adalah seorang gadis kecil. Mereka juga menyadari Leinn yang melambaikan tangan sambil tersenyum ke arah mereka di samping Gorilla Beast yang sedang mengambil posisi bertarung.


“Berhenti!” pengawas itu mengangkat tangan kanannya.


Sembilan pengawas lain mulai berhenti berlari dan juga bisa melihat gadis berambut merah muda dan pemuda berambut hitam itu. Mereka semua menunjukkan ekspresi terkejut ketika menyadari arti dari pemandangan di depan mereka itu.


Pengawas yang terlihat seperti pemimpin kelompok itu mulai memanggil pengawas terdekatnya dan memberikan sebuah instruksi.


Setelah mendengar itu, pengawas itu langsung menarik keluar sebuah tabung berwarna hijau dengan tali panjang di salah satu sisinya. Dia mengarahkan ujung lainnya ke langit dan menarik tali itu dengan keras.


Sebuah bola hijau melayang keluar dari tabung itu.


Boom!

__ADS_1


Kembang api hijau meledak dan dapat terlihat jelas di langit sore.


Beberapa saat kemudian suara siren yang keras itu tiba-tiba berhenti dan suasana padang rumput itu kembali tenang.


Kelompok Leinn dan kelompok itu sama-sama berjalan biasa dan akhirnya saling berhadapan.


“Maafkan kesalahpahaman kami, penjaga kami memberitahu adanya dua Beast besar yang berjalan mendekati perkemahan dan kami hanya bereaksi sesuai situasi yang ada”


Pemimpin kelompok pengawas itu mengangkat wajahnya dan berbicara pada Aura, sebuah senyuman dapat terlihat di wajahnya.


Aura menyadari posisi tingginya dan meminta Rufus untuk menurunkannya.


“Dan selamat telah berhasil membuat Contract dengan Beast yang luar biasa ini, Aura Flameheart”


“K-kau mengenaliku?”


Aura berhasil mendarat di depan pemuda itu dan sedikit terkejut dia mengetahui jati dirinya. Pemuda itu hanya tersenyum dang menganggukkan kepalayn, lalu mengalihkan pandangannya pada Leinn.


“Ya, dan aku ingin berterimakasih pada dirimu, Leinn”


“Sama-sama” Leinn menjawab dengan senyuman di wajahnya.


Pengawas itu terlihat terkejut, tidak menyangka Leinn memberikan balasan seperti itu.


“L-leinn, apa kau mengenalinya?”


Mendengar pertanyaan itu, Leinn menoleh ke sampingnya.


“Tidak”


“U-uh”


Pemimpin kelompok itu mengeluarkan batuk kecil dan mulai menjelaskan.


“Ehem. Namaku Bart Lannister, wakil ketua pengawas tes kali ini. Aku ingin berterimakasih sekali lagi karena telah menyelamatkan nyawa salah satu anggota kami”


Pemuda ini memiliki wajah yang menunjukkan sifat tenang yang dia miliki. Dengan tinggi sedikit melebihi Leinn dan rambut coklat terang, membentuk model rambut duri yang lebih panjang dari pengawas yang diselamatkan oleh Leinn dari dalam sarang Giant Tarantula sebelumnya.


Mereka berdua juga memiliki wajah yang sangat mirip.


“...Oh! Tidak masalah”


Leinn membutuhkan beberapa detik sebelum menyadari siapa pemuda yang Bart bicarakan.


Melihat ini Bart hanya bisa tersenyum canggung, dia tidak menyangka pemuda di depannya itu sudah hampir lupa dengan nyawa yang diselamatkannya beberapa jam sebelumnya.


Aura menyadari sesuatu dari informasi baru itu.


“Lanninster?”


Mendengar ini, Bart menoleh ke arah Aura dan tersenyum kecil.


“Ya, Kurt Lannister adalah adikku juga. Kami hanya berbeda satu tahun dan dia adalah juniorku di akademi”


“O-oh...”


“Dia juga ingin meminta maaf atas keributan ini” Bart memanggil salah satu pengikutnya ke sampingnya.


Ternyata dia adalah pengawas yang sama dengan pengawas yang menyalakan siren bahaya setelah melihat mereka berjalan mendekati perkemahan.

__ADS_1


“M-maafkan aku! A-aku kira kalian adalah Beast kelaparan yang-“


“Tidak masalah”


Leinn hanya melambaikan tangannya, terlihat tidak peduli dengan masalah kecil itu.


Melihat ekspresi itu, Bart menyadari pemuda di depannya tidak menganggap kejadian sebelumnya sebagai masalah maka hal ini selesai begitu saja.


Dia menawarkan untuk mengantar mereka menemui guru pengawas tes ini untuk melaporkan hasil mereka.


“Baiklah”


Leinn menerima tawaran itu sebelum Aura bisa menolaknya.


Akhirnya sembilan pengawas lain kembali ke posisi mereka masing-masing dalam perkemahan itu dan kelompok Leinn sekarang ditemani oleh Bart dan tikus tanah raksasanya.


“Kyuu?”


“Cit”


Clear terlihat memperhatikan tikus coklat sepanjang dua meter itu dari atas kepala Leinn selama perjalanan mereka.


Bart berusaha memulai percakapan pendek untuk mengisi waktu, dengan hasil yang tidak cukup baik.


Leinn hanya memberi jawaban pendek dari pertanyaan yang dia sampaikan dan Aura terlalu canggung untuk melakukan percakapan dengan orang yang baru dia temui.


“Hm...”


Leinn melihat sekitar perkemahan dan menemukan beberapa orang yang mengikuti tes ini juga. Sebagian besar dari mereka terlihat bersama dengan Beast disampingnya, dari yang bersih sampai yang terluka.


Aura mengikuti pandangan Leinn juga melihat Beast di sana.


“Kelihatannya kebanyakan Contracted Beast disini hanya memiliki Rank C...?”


“Ya, kau benar”


Yang menjawab pertanyaan Aura dengan cepat itu adalah Bart, yang terlihat senang setelah menemukan topik yang menarik perhatian dua orang itu.


Bart mulai menjelaskan bahwa calon murid yang berhasil menyelesaikan tes hari ini adalah orang-orang yang cukup beruntung menemukan Beast yang cocok untuk mereka dan kebanyakan dari mereka hanya bisa membuat Contract dengan Rank C Beast.


Dia lalu melihat Rufus dan Gorilla Beast yang berjalan di samping Aura dan Leinn.


“Tentu saja pengecualian selalu ada”


Tidak lama setelah itu, mereka sampai di tenda paling besar di tengah perkemahan itu.


Aura mengangkat pandangannya dan menjadi terpana melihat tenda raksasa di depannya itu.


“Kalian tunggu disini sebentar”


Bart dan Contracted Beastnya masuk kedalam tenda itu terlebih dulu, sepertinya memberitahu kedatangan Leinn dan Aura pada guru pengawas di dalamnya.


Tidak sampai satu menit berlalu, suara berwibawa dapat terdengar dari dalam tenda itu.


“Masuklah”


 


 

__ADS_1


__ADS_2