
“Om nom nom...”
“Hoh nom nom....”
Kota Blazing Sun sedang mengalami keributan kecil ketika berita tentang seseorang yang mendatangi dan membeli habis berbagai jajanan di seluruh kota, sambil ditemani seekor gorila putih mulai menyebar diantara para penjual makanan.
“Yang ini juga lumayan enak”
“Hoh”
Tentu saja pemuda dan gorila itu tidak lain adalah Leinn dan Basalt, yang sedang memegang jagung besar berwarna merah membara di tangan mereka.
Ini adalah warung makan kesembilan yang mereka kunjungi dan borong habis. Warung makan di kota ini ternyata cukup berbeda dibandingkan di waktu festival sebelumnya, membuat Leinn merasa puas dengan rasa-rasa makanan yang baru dilihatnya.
Selain masalah pertama, dimana ternyata Gold Coinnya terlalu besar untuk membayar makanan yang hanya beberapa Copper saja, hari ini berlangsung cukup baik untuk Leinn.
“Om nom...”
Akhirnya jagung ke-20, jagung terakhir yang ada di tangan Leinn habis juga sampai tidak meninggalkan sisa sama sekali.
Beberapa penduduk kota yang sudah memerhatikannya sejak dia mulai makan hanya bisa menunjukkan ekspresi terpana, melihat sepasang manusia dan Beast itu menghabiskan gunungan makanan yang sedang mereka bawa dengan kecepatan yang tidak masuk akal.
Leinn juga baru saja menemukan bahwa Basalt ternyata bisa makan daging, hanya saja dia kurang menyukainya. Jadi sebagian besar yang dia makan adalah buah dan sayuran, yang juga tidak kalah enak dengan daging bakar biasa.
“Hoh nom...?”
“Hm...”
Leinn yang menyadari makanan di tangannya telah habis mulai melihat ke sekitarnya, mencari sasaran berikutnya. Ternyata yang dia temukan bukanlah warung makan berikutnya, melainkan bangunan yang sedang terlihat lebih ramai dari biasanya.
Bangunan yang hanya pernah dia datangi satu kali, yang tidak lain adalah Hunter Guild Kota Blazing Sun.
“Heh...?”
Merasa akan menemukan sesuatu yang menarik, Leinn menarik Basalt yang masih memakan jagung bakar terakhirnya secara perlahan ke arah sana.
Hanya membutuhkan waktu beberapa saat sampai akhirnya mereka berdua sampai disana dan langsung melangkah masuk, lalu menemukan orang-orang yang sedang berkumpul untuk melihat sesuatu di bagian dalam bangunan itu dengan bersemangat.
Bham!
__ADS_1
“Wuooh...!”
Suara sorakan dapat terdengar dari orang-orang yang sedang mengelilingi sebuah meja di satu sisi ruangan itu. Beberapa orang juga terlihat sangat senang sampai memesan beberapa bir untuk merayakan sesuatu, berbeda dengan sebagian yang lain yang terlihat kesal.
Ya, Hunter Guild adalah bangunan tempat seorang Hunter bisa mengambil misi mereka, dan berfungsi sekaligus sebagai sebuah bar untuk mereka. Ini adalah pengetahuan umum bagi Leinn, melihat Hunter Guild di kota Ironforge juga beroperasi seperti itu.
“Hoh...nom?”
Basalt mengunyah jagung di mulutnya sambil memerhatikan orang-orang itu, menjadi penasaran dengan apa yang sedang mereka lihat.
Itu adalah sesuatu yang sedang dipikirkan oleh Leinn juga, jadi mereka berdua mulai berjalan mendekati kelompok itu.
“Wow... pendatang baru itu lumayan juga ya...”
“Ya, masih begitu muda tapi sudah memiliki otot seperti itu...”
Setelah mendengar beberapa pertukaran dari penonton di depannya, Leinn akhirnya berhasil mengetahui bahwa sekarang sedang diadakan turnamen panco antara Hunter. Dengan hadiah yang lumayan besar, bahkan untuk seorang Rank B Hunter sekalipun, jadi banyak orang yang mencoba menguji kemampuan mereka.
Sepertinya satu-satunya peraturan turnamen ini adalah pertarungan satu lawan satu, dengan kekuatan fisik dan Body Enchant saja.
Leinn melihat dua orang yang sedang berdiri di dua sisi meja yang terlihat sangat kokoh, dengan telapak tangan mereka sudah terikat oleh tali dari kulit. Ukuran tubuh dua orang itu tidak terlalu jauh berbeda, tetapi dari wajah mereka menunjukkan bahwa satunya adalah pria yang sudah tidak muda sedangkan yang lain masih belum melebihi umur 20 tahun.
“Haha! kemampuan fisiknya memang sangat tidak biasa, ya?”
Mata pemuda pendek yang sedang berbicara dengan bersemangat itu terbuka lebar ketika menoleh ke sampingnya dan mulutnya akhirnya berhenti bergerak ketika menyadari identitas pemuda yang baru saja berbicara dengannya.
“K-kau...?!”
“Yo”
Leinn tentu saja juga mengetahui identitasnya yang tidak lain adalah Cosby Cassandra, salah satu pengikut Brick yang menggunakan pisau lempar sebagai senjatanya.
Sejak pertarungan di hutan dan kemudian di turnamen, Leinn sudah tidak bisa menemukan kelompok Brick di semua kelas yang diikutinya. Ini pertemuan kembali yang sama sekali tidak dia duga.
Cosby di depannya terlihat masih terkejut dan menunjuk wajah Leinn dengan ekspresi tidak percaya, dengan rambut birunya yang terlihat bergetar mengikuti gerakan kepalanya.
“...apa yang sedang kau lakukan disini?”
Suara dengan nada ramah tiba-tiba terdengar dari belakang Leinn, membuatnya menoleh sesaat.
__ADS_1
“Aku melihat keramaian yang tidak biasa disini, membuatku penasaran”
Berdiri disana adalah Ethan Emanuel dengan senyuman tipisnya, tidak bisa menyembunyikan perasaan kagetnya juga setelah melihat Leinn tiba-tiba muncul di tempat ini.
Seperti untuk melengkapi paket mereka, seorang lagi muncul dari antara kelompok penonton yang memisahkan Leinn dengan meja tempat pertandingan itu berlangsung.
“...”
Dialah David Desmond, pemakai tombak yang telah bertarung melawannya bersama dua pemuda lain di sekitar Leinn saat ini, yang menyerang sambil membantu melindungi Brick. Ekspresi datarnya tidak menunjukkan emosi apapun, tetapi dua tangannya yang sudah terbuka disisinya menunjukkan kewaspadaannya yang tidak lepas dari pemuda di depannya saat ini.
Leinn mulai melihat tiga pemuda itu dengan lebih serius selama beberapa saat sebelum menunjukkan senyuman di wajahnya.
“Kalian sendiri sedang apa?”
Leinn telah mengetahui identitas salah satu dari kontestan itu sejak dia melangkahkan kaki ke dalam bangunan ini, yang tidak lain adalah Brick yang saat ini sedang melakukan pemanasan tangan ringan.
Sekilas mata bisa dilihat bahwa Brick sudah pasti kalah dari ukuran otot saja yang sudah berbeda jauh, tetapi Leinn sudah tahu pasti bahwa ukuran tubuh tidak menentukan kekuatan fisik di dunia ini.
Dia terlalu tahu.
“Kami sedang mengumpulkan uang”
Jawaban dari pertanyaannya kembali menarik perhatian Leinn yang sedang berkeliaran kemana-mana itu.
Ethan kemudian melanjutkan penjelasannya.
“Uang taruhan dan kemenangan turnamen ini akan cukup untuk membeli senjata baru untuk bos...”
“Hm...?”
Sepertinya senjata, Runed Gear yang Leinn rusak sebelumnya itu tidak murah. Untuk membeli senjata dengan kualitas yang sama, mereka telah melakukan banyak misi dari Pusat Misi selama sebulan terakhir. Kemudian cerita tentang turnamen Panco di Hunter Guild sampai ke telinga mereka, dan akhirnya disinilah mereka sekarang.
“Oke”
Leinn sudah melihat perbandingan di taruhan itu dan melihat Brick diperkirakan akan kalah, nilai taruhannya menjadi cukup besar jika dia menang. Dia meraih satu dari tiga kantung kulit di pinggangnya lalu melempar ke arah Ethan yang langsung menangkap itu dengan gesit.
“...ini?”
“Uangku untuk taruhan ini, di Brick”
__ADS_1