Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 45 – Kota Blazing Sun


__ADS_3

Matahari mencapai puncak langit, menanadakan hampir berakhirnya masa tes itu.


Tetapi yang sedang dipikirkan sebagian besar calon murid yang berhasil membuat Contract bukanlah tes itu, melainkan seorang pemuda.


Pemuda yang paling menonjol di tes pertama ini, bersamaan dengan pertunjukan-pertunjukan pertarungannya dua hari terakhir dan rumor tentang hal-hal yang dia lakukan di dalam hutan membuatnya menjadi bahan pembicaraan utama.


“Zzz...”


“Leinn...”


Pemuda yang dibicarakan itu sekarang sedang berbaring di rumput, tertidur.


Aura juga terlihat duduk di sampingnya dengan ekspresi canggung melihat perhatian yang tertuju pada mereka dan Leinn yang hanya tidur tanpa peduli sedikitpun.


Dua Beast besar di belakang mereka juga sangat menonjol.


“...”


“Hoh...hoh...”


Rufus yang berbaring disamping Aura dalam ukuran aslinya, dan juga Basalt yang sudah mengecil yang sudah melakukan push-up tanpa henti selama hampir satu jam.


“Uuu...”


Aura terlihat sangat terganggu oleh perhatian itu dan mulai berusaha mengecilkan tubuhnya semampunya.


Dan akhirnya penyelamat dirinya dari perhatian itu muncul juga...


Ding!


Suara lonceng yang tidak asing dapat terdengar, menandakan berakhirnya tes itu.


Bersamaan dengan itu, bayangan besar mulai bergerak cepat di lapangan itu.


Mengenali kejadian tidak asing itu, sebagian besar peserta tes langsung mengangkat wajah mereka dan menemukan seekor burung hantu hijau besar terbang dengan cepat dan mulai mendekati permukaan tanah.


“Hahahaha...HA!”


Boom


Seorang pria terjun dan jatuh sejauh 30 meter, mendarat dengan kedua kakinya. Tanpa sihir angin untuk mengurangi kecepatannya, dia mulai berbicara dengan ekspresi yang sedang menahan rasa ngilu.


“Ha...ha... w-waktu habis!”


Profesor Isaac mulai melihat semua orang di sekitarnya dan tersenyum., lalu lingkaran sihir mulai berputar dari cincin di tangan kirinya dan berubah menjadi tongkat kayu panjang.


Burung hantu besar di udara itu mulai mengecil dan mendarat di atas tongkat itu, lalu memejamkan mata besarnya.


“40 dari 53 calon murid berhasil membuat Contract, jumlah yang bagus!”

__ADS_1


Pandangannya terhenti sejenak ketika melihat pemuda yang masih tertidur di rumput itu, lalu pada gadis yang duduk di sampingnya yang terlihat sedang berusaha membangunkannya.


Wolf Beast di belakangnya juga terlihat berbaring dengan bosan di samping Gorilla Beast menunjukkan ekspresi bersemangat, senang melihat seseorang yang terlihat kuat muncul di depannya.


Isaac berpura-pura tidak melihat itu dan mengembalikan perhatiannya ke seluruh orang di lapangan itu.


“Dengan ini, langkah pertama kalian untuk menjadi kekuatan umat manusia sudah selesai. Bagi yang belum berhasil, cobalah lagi tahun depan..”


Pandangannya tertuju pada kelompok yang berdiri sambil menundukkan wajah mereka, semua yang gagal membuat Contract.


“Atau menyerah saja”


Orang-orang disana sangat terkejut setelah mendengar itu, mereka juga mengangkat wajah mereka dan menatap Profesor Isaac dengan pandangan tidak percaya.


Isaac hanya mengangkat bahunya ketika menerima pandangan itu.


“Jika kalian tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menyelesaikan langkah kecil seperti ini, kalian hanya akan membuang nyawa saja nanti”


Tatapan matanya berubah menjadi tegas.


“Kita tidak membutuhkan seseorang yang hanya bisa membuang nyawanya tanpa menyadari ketidakmampuannya sendiri, tidak mampu mencapai apapun”


Dia melihat seluruh calon murid di depannya, lalu menyampaikan pesan terpentingnya.


“Kita membutuhkan pejuang yang mampu membantu mencapai tujuan kita, dan itu hanya bisa terjadi jika kalian masih bernyawa”


Perhatian semua orang di lapangan itu tertuju padanya.


Clap!


Dan suasana itu langsung kembali normal ketika dia menepuk tangannya dengan keras, lalu membuka matanya dan kembali tersenyum.


“Jadi! Sekali lagi selamat untuk kalian yang berhasil!”


Orang-orang disana menunjukkan reaksi yang berbeda dari perubahan mendadak itu, tetapi Isaac tidak peduli dan hanya melanjutkan kalimatnya.


“Berikutnya, tes kedua!”


...


“Berikutnya, tes kedua!”


Isaac mengulangi kalimat yang dia ucapkan beberapa waktu sebelumnya, kali ini di depan pintu gerbang besar.


Di depannya adalah 40 orang yang berhasil menyelesaikan tes pertama yang mengikutinya berjalan sampai di gerbang masuk kota Blazing Sun, meninggalkan perkemahan yang sedang dibongkar dan berpisah dengan kelompok 13 orang yang tidak berhasil itu.


Sambil menunggu penjaga gerbang memeriksa identitas mereka semua sebelum membiarkan mereka masuk, Isaac mulai menjelaskan tes kedua yang akan mereka jalani.


“Versi singkatnya adalah, turnamen dengan Contracted Beast”

__ADS_1


Isaac memutar tongkat di tangannya dan tersenyum melihat berbagai ekspresi di depannya.


Orang-orang yang terkejut setelah mendengar itu pertama kali atau yang gembira menyadari mereka tidak perlu bertarung satu sama lain, tepatnya bertarung dengan makhluk itu.


Tentu saja kegembiraan itu tidak bertahan lama.


“Kalian sebagai pemilik mereka akan ikut bertarung juga”


Semua semangat hilang dari wajah mereka dan beberapa bahkan jatuh berlutut ke tanah, berputus-asa.


Tatapan mereka tertuju pada pemuda berambut hitam di tengah kelompok mereka.


Leinn yang beberapa waktu lalu masih berdiri dengan ekspresi setengah tidurnya, berubah dalam sekejap setelah mendengar tes kedua itu.


Aura yang berdiri di sampingnya juga terlihat cemas.


“Dalam tujuh hari lagi kalian dan Contracted Beast kalian bertarung bersama-”


Burung hantu hijau mendarat di kepalanya, menghentikan penjelasannya sejenak.


Pengawas gerbang juga mengembalikan kertas identitas mereka dan mereka akhirnya dibiarkan masuk.


Isaac mulai berjalan masuk, diikuti kelompok di belakangnya.


“Pertarungan kalian akan dinilai oleh murid-murid lain yang akan datang melihatnya nanti, itu akan memengaruhi tempat kalian di akademi di masa depan”


Melewati pintu besar itu, kelompok itu langsung bisa melihat pemandangan kota itu dengan jelas.


Jalan batu yang rapi dengan bangunan tinggi dan besar di kedua sisinya dapat terlihat sepanjang pandangan.


Penduduk ramai di sekitar jalan itu terlihat menyadari keberadaan mereka dan melambaikan tangan dengan senyuman lebar di wajah mereka.


Sepertinya seluruh kota sudah mengetahui kelompok kedua dari penerimaan murid baru sudah selesai dan mencari kesempatan untuk melihat mereka.


Tidak sedikit orang yang mengucapkan pujian saat kelompok itu melewati mereka.


Banyak orang dalam kelompok itu yang sedikit terkejut dan menjadi canggung, pertama kali menerima pujian seperti itu dari banyak orang sekaligus.


Berjalan melewati itu semua, mereka akhirnya sampai di depan sebuah kereta panjang besar.


Kereta Mana itu adalah kendaraan umum yang digunakan penduduk kota itu untuk bergerak di dalam kota dengan cepat, dengan panjang yang mampu menampung lebih dari 200 orang dengan mudah dan kereta khusus dibelakangnya yang mampu membawa Beast seukuran Basalt dan Rufus.


Mereka juga menyadari tidak ada penumpang lain di dalam kereta itu.


“Kendaraan kita menunggu~”


 


 

__ADS_1


__ADS_2