
Tidak sampai satu menit Leinn berlari, dia sudah berhasil menemukan sumber suara itu.
Dua orang pemuda sedang berlari sekuat tenaga dari lima laba-laba besar, dan mereka terlihat terus menembakan sihir-sihir kecil untuk meningkatkan jarak antara diri mereka dengan pengejar mereka.
Leinn melompat dan mendarat diantara dua kelompok itu, menghentikan gerakan kelompok pengejar itu.
“Besar juga laba-laba ini” ucap Leinn sambil melihat kelompok Beast di depannya itu.
Dia menurunkan Aura dari pundaknya dengan satu gerakan lancar.
Aura tidak memberikan reaksi berlebihan, mengingat ini kedua kalinya dirinya diangkat oleh Leinn
“Itu Spider Beast Giant Tarantula. Dari ukuran mereka, sepertinya mereka sudah mencapai Rank C” ucap Aura setelah mengamati laba-laba besar itu.
Kelima laba-laba itu memiliki ukuran yang kurang lebih sama, dengan lebar sekitar 50 sentimeter, dengan bulu hitam dan beberapa bulu putih panjang menyelimuti seluruh tubuh mereka,
Delapan kaki mereka tidak berhenti bergerak, seperti mencari kesempatan saat lawan mereka lengah untuk memberikan serangan penghabisan.
“Rank C... mereka tidak terlihat sekuat beruang kemarin” Leinn mengangkat alisnya setelah melihat tubuh berbulu laba-laba itu.
“Tidak semua Beast di Rank yang sama memilki kekuatan yang sama juga, dan tidak semua Beast mendapat Rank mereka dari kekuatan fisik mereka saja. Giant Tarantula memiliki racun yang berbahaya di taring mereka, satu gigitan bisa melumpuhkan Beast di Rank yang sama dalam kurang dari satu menit”
“Hoh... Racun ya?” Leinn menyadari cairan yang menetes dari taring lima laba-laba di depannya itu.
Aura mulai memeriksa area sekitar mereka dengan serius.
“Karakteristik paling berbahaya dari Giant Tarantula adalah mereka tidak pernah berkelana sendiri, dan grup ini juga terlalu kecil, mereka biasa membuat sarang berisi 30 sampai 100 Giant Tarantula dengan satu Giant Tarantula Broodmother, Rank B Spider Beast sebagai induknya”
Tidak menemukan kelompok Giant Tarantula lain disekitarnya, Aura menarik lengan baju Leinn.
“Berhati-hatilah, kelompok utama mereka mungkin tidak jauh dari sini”
“Kalau begitu, aku harus menyelesaikan ini dengan cepat ya”
Leinn terlihat memasang kuda-kuda rendah dengan tangan kanannya sudah menggengam gagang pedangnya.
“Mundurlah sedikit, tapi jangan terlalu jauh dariku” ucapnya tanpa melepaskan pandangannya dari laba-laba di depannya.
Mendengar ini Aura langsung mengambil sepuluh langkah mundur dan berlindung dibelakang sebuah pohon besar.
“S-sudah!” teriak Aura dari sana.
Dua orang yang melarikan diri dari laba-laba itu menyadari pengejar mereka tiba-tiba hilang dan menemukan seseorang berdiri menghadang lima Giant Tarantula itu.
Mereka berhenti berlari dan berlindung di balik salah satu pohon besar lain.
Click-click
Lima Giant Tarantula itu mulai mendekati manusia yang menghadang jalan mereka itu secara perlahan, langkah demi langkah.
Suara yang tidak enak didengar itu muncul setiap kali Giant Tarantula itu menggerakkan kaki mereka.
CLICK-CLICK!
Satu Giant Tarantula yang berada dalam jarak lima meter dari Leinn melakukan gerakan pertama, dengan langsung menggunakan kedelapan kakinya untuk melompat kuat. Taring beracunnya mendekati kepala Leinn dengan sangat cepat.
Bham
Dan serangannya meleset, melewati Leinn yang mengambil satu langkah ke samping.
Tubuh berbulunya meluncur sejauh tiga meter lalu berhenti bergerak.
Dua orang yang melihat kejadian ini terlihat sangat terkejut. Mereka bisa melihat serangan itu gagal mengenai pemuda asing itu, lalu laba-laba besar itu menabrak tanah dan terdiam.
Aura yang berdiri lebih dekat itu masih hanya bisa melihat sekilas cahaya yang muncul ketika Leinn menarik keluar pedangnya. Yang terjadi berikutnya adalah laba-laba itu terjatuh ke tanah, dengan tubuh dan kepalanya sudah terpisah.
CLACK-CLACK
Melihat saudaranya terbunuh tanpa mengerti alasannya membuat dua laba-laba lain menyerang Leinn secara bersamaan, mengincar pundak dan perutnya.
__ADS_1
“Clear Sky Style”
Kali ini, tepat disaat kedua laba-laba itu masuk ke dalam area dua meter dari dirinya.
[Breeze]
Delapan kilatan cahaya terlihat melewati tubuh dua laba-laba besar ini, dan Leinn langsung melompat tinggi.
Dua laba-laba yang baru saja melompat menyerangnya itu jatuh di tempat dia berdiri sebelumnya, terbelah menjadi potongan-potongan lebih kecil.
Leinn lalu mendarat di samping Giant Tarantula yang masih berdiri menunggu.
CLACK-CLACK
Melihat manusia ini membunuh dua saudaranya lagi, laba-laba ini langsung berbalik untuk menyerang Leinn.
“Clear Sky Style”
Leinn sudah mengangkat tinggi pedang di tangan kanannya.
[Moving Cloud!]
Dan dia mengayunkan pedangnya kebawah, menghasilkan energi pedang yang membelah laba-laba besar di depannya menjadi dua, dan terus bergerak dan memotong tiga kaki depan laba-laba yang berdiri lima meter dibelakang laba-laba yang terbelah dua itu.
CLACK-Clack...!
Melihat dirinya sendirian dan terluka, Giant Tarantula itu memilih untuk melarikan diri kembali ke arah dia datang.
Leinn menyarungkan kembali pedangnya sambil melihat ke arah laba-laba itu melarikan diri.
“L-leinn! Apa kau baik-baik saja?!” ucap Aura dengan panik.
Aura sudah berlari ke samping Leinn dan memeriksa keadaannya, tapi Leinn tidak merespon sama sekali, matanya terlihat sedang memancarkan suasana dingin.
Leinn lalu menoleh ke arah dua orang yang masih bersembunyi di belakang pohon tidak jauh dari tempatnya berdiri.
“T-terima kasih telah menyelamatkan kami! Kami tidak akan melupakan-“
“Kau...” satu kata pendek memotong kalimat itu.
Suara yang keluar dari Leinn terdengar sangat dingin dan mengandung niat membunuh yang pekat, membuat orang yang mendengarkannya menjadi sulit bernafas.
“Hiii...!” jerit mereka berdua bersamaan, mengambil satu langkah mundur setelah melihat Leinn yang menatap mereka dengan tajam.
Melihat penyelamat mereka tiba-tiba memandang mereka dengan tatapan yang mengerikan itu, mereka menjadi sangat ketakutan sampai tidak bisa mengeluarkan suara normal.
“Jelaskan situasi kalian... dan bila kau mengucapkan satu kebohongan...” setiap kata yang keluar terasa seperti mata pisau yang sedang menempel di leher kedua pemuda di depannya itu.
Leinn menarik keluar pedangnya, mengejutkan Aura dan dua pemuda itu.
Kabut ungu bisa terlihat berputar di sekitar mata pedang itu, merubah seluruh pedang ini menjadi warna ungu.
Aura sangat terkejut melihat keadaan Leinn itu, begitu dingin dan tajam. Berbeda sekali dengan Leinn yang dia lihat di malam sebelumnya, yang telah mengatakan semua hal baru padanya.
Tanpa dia sadari, tangan kanannya sudah meraih dan menggenggam lengan kiri Leinn.
“Leinn...” Aura hanya mengucapkan nama pemuda di depannya itu.
Merasakan sentuhan itu, Leinn menoleh dan menenemukan Aura sedang menatapnya dengan wajah sedih.
Ekspresi Aura itu berhasil membuat Leinn menyadari kabut ungu yang sedang mengelilingi mata pedang di tangannya, mengejutkannya.
Warna Pedang di tangan kanannya itu berubah kembali menjadi biru tua dan dia terlihat lebih tenang, tetapi dia masih belum menyarungkan kembali pedangnya.
Tatapannya juga masih mengandung kemarahan besar.
“Jelaskan situasi kalian, CEPAT!” bentak Leinn pada dua pemuda di depannya.
“Y-ya!” jawab mereka berdua sambil berdiri tegak.
__ADS_1
Sejak Leinn melangkahkan kakinya ke depan kelompok laba-laba itu, dia sudah merasakan keberadaan Beast dalam jumlah besar dari mereka datang.
Setelah mendengar penjelasan Aura tentang karakteristik Giant Tarantula, perasaan tidak enak mulai muncul dan dia menyadari situasi yang mungkin sedang terjadi disana.
“J-jadi ketika kelompok kami m-mencari Beast untuk m-menyelesaikan tes ini, k-kami tidak sengaja b-berjalan ke tengah s-sarang Giant Tarantula dan...” ucap salah satu dari mereka terpatah-patah
Semakin lama dia mendengar penjelasan ini, niat membunuh mulai kembali muncul dimatanya.
Perkiraannya tentang situasi itu terbukti benar.
Singkat cerita, mereka adalah bagian dari kelompok empat orang yang masuk ke dalam sarang Giant Tarantula secara tidak sengaja dan akhirnya terkepung.
Salah satu pengawas tes muncul untuk menolong mereka tetapi karena jumlah Giant Tarantula yang terlalu banyak, pengawas ini juga menjadi kewalahan bertarung sambil melindungi mereka berempat.
Situasi menjadi semakin buruk ketika dua orang dalam kelompok mereka tergigit dan menjadi lumpuh.
Melihat ada kesempatan, mereka berdua lari meninggalkan tiga orang itu di belakang mereka.
Kemudian lima Giant Tarantula ikut keluar dan mengejar mereka, situasi mereka menjadi semakin buruk sampai akhirnya Leinn menghentikan kelompok itu.
“...” mereka berdua tidak berani mengeluarkan suara setelah menceritakan semua itu, menyadari apa yang telah mereka lakukan.
Melihat Leinn tidak mengatakan apa-apa setelah cerita mereka selesai, Aura menoleh untuk melihat ekspresinya.
Dia terlihat sedang memejamkan matanya, seperti sedang berusaha menenangkan dirinya.
“Pergi...” suara bisikan keluar dari mulut Leinn.
“a-apa?”
Mendengar Leinn berbicara dengan suara kecil, dua pemuda itu semakin ketakutan.
“PERGI!” bentak Leinn keras.
“Hi...!” mereka berdua terkejut sampai terjatuh ke tanah.
Dua orang itu kembali berdiri dengan susah payah dan mulai berlari ke arah tempat tes pertama ini dimulai.
Mereka terlihat lebih ketakutan dibandingkan saat sedang dikejar oleh lima Giant Tarantula sebelumnya.
Leinn menyarungkan kembali pedangnya dan membuka matanya, menatap Aura.
“Terima kasih... dan aku memerlukan ini” ucap Leinn sambil tersenyum, menunjuk pergelangan tangan kirinya.
Aura menyadari dirinya masih menggenggam tangan itu lalu melepaskannya sambil meloncat mundur.
Leinn tersenyum kecil dan mulai melihat sekelilingnya.
“Aura, aku perlu melakukan sesuatu. Kau carilah sebuah tempat bersembunyi disini dan tunggu aku. Tenang saja, tidak ada bahaya dalam radius 300 meter dari sini” ucap Leinn dengan cepat.
“T-tunggu!” Aura terkejut setelah mendengar instruksi itu, menemukan Leinn di depannya sedang menatap ke arah larinya Giant Tarantula yang terluka itu.
Mana dalam jumlah besar mulai muncul di udara dan mulai bergerak di sekitar tubuh pemuda berambut hitam itu. Mana itu terus bertambah sampai akhirnya menyelimuti tubuh Leinn dan terisap ke dalamnya.
Sebelum Aura bisa berkata apa-apa, Leinn sudah menendang tanah dengan kuat dan meninggalkan angin kencang di belakangnya. Dia tidak bisa melakukan apapun saat melihat pemuda itu mulai hilang dari pandangannya.
“Eh...”
Menyadari dirinya baru saja ditinggal sendirian di tengah hutan, dia menjadi kehabisan kata-kata.
Setelah beberapa saat...
“Hmph!”
Aura mulai berlari menyusul Leinn.
__ADS_1