Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 134 – Keinginan, Saat Ini


__ADS_3

Menerima pertanyaan yang tidak jelas asalnya itu, Leinn mengangkat satu alisnya.


“Apa maksudmu?”


“Ya, apa yang ingin kau lakukan sekarang...? Disini?”


“Oh”


Aura sedikit terkejut melihat Leinn tidak langsung menjawab pertanyaannya dan hanya melihat ke langit malam, terlihat seperti sedang merenungkan sesuatu.


Cahaya di mata hitamnya terlihat mulai meredup bersamaan dengan perubahan suasana yang dihasilkannya yang juga menjadi lebih tajam.


“Ya...”


Jawaban yang keluar seperti helaan nafas itu muncul dari Leinn, yang sudah merendahkan pandangannya dan mulai melihat pemandangan akademi.


“Beberapa hal yang ingin kulakukan sudah dapat terlihat, tetapi beberapa yang lain bahkan masih belum kuketahui harus kumulai dari mana...”


Percikan ungu tiba-tiba muncul dari tepi mata Leinn ketika mengucapkan itu, seperti terpengaruh oleh emosinya yang sedang tidak stabil saat ini. Alis yang mengkerut dan tatapan yang semakin tajam, Leinn melihat ke depan dan mulai berbicara seperti telah melupakan keberadaan gadis di sampingnya.


“...aku kira aku hanya perlu bertambah kuat, tetapi sepertinya itu tidak cukup. Mungkin aku...”


“Leinn...?”


Leinn langsung menoleh ke samping tanpa dia sadari dan menemukan Aura yang sedang menatapnya dengan perasaan khawatir yang jelas, membuatnya seperti tersadar. Tangan kanannya bergerak dengan cepat mulai memeriksa wajahnya dan setelah beberapa detik, ekspresi tenang akhirnya kembali ke wajahnya.


“Hm...” setelah mengelus wajahnya beberapa kali untuk memastikan, baru Leinn kembali menatap Aura, “...jadi yang kau tanyakan tadi ya...”


Kali ini Leinn hanya mengelus dagunya beberapa kali sebelum menjawab.


“Sepertinya hal pertama yang ingin kulakukan memang mengembalikan kekuatanku seperti semula... dan bertambah kuat. Tetapi untuk waktu dekat, sepertinya aku akan lebih sering mengunjungi Pusat Misi”


“Oh...”


“Ya, aku baru mengingat perasaan saat menyelesaikan misi yang diberikan Hunter Guild. Sederhana, tidak membingungkan...”


Leinn tiba-tiba mengulurkan dan membuka telapak tangannya ke langit, ke arah bulan sabit di langit malam di depannya.


“...dan mungkin bonusnya, senyuman dari mereka”


“Oh...”

__ADS_1


“Apa itu membantu?”


Aura mulai menyandarkan punggungnya dan menjalinkan jari kedua tangannya di atas pangkuannya. Sebenarnya inilah satu hal yang selalu ada di belakang kepalanya selama sebulan terakhir, hanya tidak pernah muncul dan mengganggunya karena banyak hal yang terjadi di sekitarnya selalu mengambil perhatiannya.


Hal itu juga sudah mulai menenang di beberapa hari terakhir dan membiarkan pikiran itu mulai muncul di permukaan. Aura sampai mencoba mengisi lagi perhatiannya dengan tugas-tugas dari kelas yang diambilnya, tanpa berhasil.


Satu-satunya hal yang mengganggu pikirannya sehari terakhir sudah selesai dalam sekejap siang ini juga, jadi dia tidak bisa tidur malam ini oleh alasan ini dan disinilah dia sekarang.


“Apa yang... ingin kulakukan?”


Itulah alasan sebenarnya Aura bertanya pada Leinn, karena dia sendiri juga tidak tahu harus mulai dari mana. Kakak Pertamanya, Blaze hanya memberikan instruksi untuk masuk ke Akademi saja, kemudian berhenti berkomunikasi lagi setelah itu. Untuk pertama kalinya bagi Aura, waktunya tidak terisi oleh latihan sihir atau membaca buku.


Hal pertama yang dia pikirkan adalah ‘Apa yang Kakak Pertama inginkan’... tanpa berhasil, melihat dia sama sekali tidak menerima pesan apapun selain satu ucapan Selamat.


Jadi hal kedualah yang muncul, yang kemudian merayap dan memenuhi pikirannya.


‘Apa yang aku, Aura Flameheart inginkan’


Menjadi lebih kuat? Itu sudah pasti, tetapi itu adalah perjalanan dan bukan tujuan.


Mengumpulkan uang? Bukan ide yang buruk, tetapi tidak ada satupun hal yang sedang dia inginkan walaupun dia mendapat uang itu sekalipun.


Ketenaran? Itu sesuatu yang bisa dicapai jika dengan usaha jangka panjang, dan terlalu samar.


“Ah...”


Perasaan seperti sebuah tarikan pelan dapat terasa di dalam dada Aura, seperti sebuah dentingan lembut. Rasa penasaran mulai timbul dari dentingan itu, ingin mencari tahu alasan perasaan ini muncul.


Sepertinya Aura, untuk saat ini...


“...aku ingin menyelesaikan misi, juga”


“Begitu kah?”


Beban pikiran seperti langsung terangkat dari kepala Aura, setelah akhirnya dia memiliki satu hal yang ingin dia coba. Ini adalah hal yang baik.


Leinn hanya menunjukkan senyuman lembut sesaat sebelum bersandar juga dan memejamkan matanya, seperti tertidur.


Ketenangan kembali terbentuk diantara mereka berdua. Angin malam dan gemirisik dedaunan tanaman di sekitar mereka membentuk suasana sunyi yang nyaman dan ringan, sangat pas untuk bersantai saja.


“...”

__ADS_1


Yang seharusnya tidak terbentuk, menurut Aura.


Dia baru saja membagi keinginannya pada Leinn, yang memiliki keinginan yang sama dengannya. Bukankah yang seharusnya terjadi berikutnya adalah pemuda ini mengajaknya membentuk sebuah Party, menjalankan misi bersama?


Aura mulai mengubah posisi duduknya beberapa kali dan terlihat sangat gelisah, tetapi Leinn tetap memejamkan matanya tanpa peduli sedikitpun. Ini berlangsung selama beberapa menit, beberapa menit yang terasa sangat lama bagi Aura.


“Ehem...”


Aura berpura-pura batuk pelan untuk mengambil perhatian Leinn tanpa berhasil, membuat dirinya curiga apakah pemuda itu benar-benar sudah tertidur. Dia berniat untuk memberikan tanda yang lebih jelas sebelum menyadari satu hal penting, yaitu Leinn tidak memiliki kewajiban apapun untuk mengajak dirinya untuk membuat sebuah Party.


Leinn bisa menyelesaikan misi Rank B dengan mudah, tidak ada yang meragukan itu sama sekali. Ini juga berarti bahwa dia tidak memerlukan bantuan Aura sedikitpun.


“Baiklah...”


Aura berdiri dari tempat duduknya dan mulai berjalan pelan ke arah pintu masuk taman atap ini, merasa dirinya harus pergi dari sini sebelum perasaannya menjadi tidak stabil.


Leinn sama sekali tidak bereaksi dan tetap duduk sambil memejamkan matanya saja.


Tap tap tap...


Aura hanya bisa mendengar suara langkah kakinya sendiri yang sudah memenuhi pikirannya. Beberapa rencana mulai muncul di kepalanya untuk beberapa hari ke depan.


Dia bisa perlahan-lahan menyelesaikan misi untuk mengumpulkan Meritnya, sendirian.


Dia akan bisa menaikkan Ranknya jika sudah menyelesaikan beberapa misi yang lebih sulit, sendirian.


Dia juga bisa... sendirian...


“Leinn”


“Hm?”


Leinn langsung meletakkan tangannya di belakang kursi panjang dan menoleh ke belakangnya, menatap Aura yang sudah berhenti berjalan dan sedang memunggunginya.


Aura sendiri tidak mengerti apa yang sedang dia lakukan, tetapi tubuhnya tetap berbalik dan kembali menghadap Leinn.


Dengan satu tarikan nafas pendek cepat, Aura mengeluarkan alasan dia memanggil nama pemuda itu.


“Buat Party denganku”


 

__ADS_1


 


__ADS_2