
Gorila itu mulai meloncat-loncat dengan bingung setelah melihat tubuhnya yang telah menyusut itu
“Tidak perlu panik, lakukan hal yang sama”
“Hoh Hoh...”
Telunjuk kirinya menyentuh kain itu lagi dan kali ini, Rune muncul dari seluruh tubuhnya dan terisap ke dalam kain itu.
Perubahan mulai terjadi lagi dan tubuhnya mulai membesar dengan kecepatan yang bisa terlihat oleh mata lalu setelah sepuluh detik, tubuhnya kembali normal.
Merasakan sensasi yang baru itu, dia mulai mengulangi hal itu beberapa kali. Kali ini dia hanya memerlukan sepuluh detik untuk mencapai tinggi 80 sentimeter dan tidak ada cahaya yang muncul dari tubuhnya lagi.
“HOH! HOH!”
Sepuluh detik, besar. Sepuluh detik, kecil. Berulang.
Aura terlihat sangat terkejut dan tertarik dengan pemandangan ini.
Rufus yang berbaring tidak jauh dari sana hanya bisa menatap Gorilla yang membesar dan mengecil ini dengan tatapan yang aneh.
“Ruff...”
Aura sudah melangkah mendekatinya tanpa dia sadari.
“Rufus...”
Mendengar namanya dipanggil, Rufus menoleh dan menemukan Aura sedang menatapnya dengan mata bersinar dan senyuman lebar. Melihat ekspresi baru itu, dia merasa sedikit tertekan. Tanpa disadarinya sudah bangun dan melangkah mundur.
Menyadari penolakan itu mata Aura berhenti bersinar dan berubah menjadi sedih.
“Baiklah... jika kau tidak mau...”
Aura sudah berbalik untuk mengembalikan kain itu pada Leinn.
Melihat langkah lemas itu, Rufus tidak bisa tahan dan akhirnya berjalan menghadang Aura.
“Woof”
“B-benarkah?! Apa kau yakin?”
“Woof...”
Senyuman lebarnya langsung kembali dan dengan satu gerakan dia berhasil meletakkan kain itu di leher Rufus.
“Huh”
Aura menyadari kain itu telah memanjang sampai cukup untuk melingkari leher serigala besar itu.
Rufus juga mulai mengalirkan Mana ke dalam kain di lehernya, membuat Rune yang sama mulai keluar dan memenuhi tubuhnya.
Cahaya yang sama muncul dan setelah 20 detik, tubuhnya berhenti mengecil. Dengan tinggi 60 sentimeter dan panjang dari moncong ekornya sekitar 130 sentimeter, dia terlihat seperti serigala biasa.
__ADS_1
Menggoyang tubuh barunya, dia mulai berjalan dan masuk ke dalam tenda Aura.
“Hoh...!”
Sedangkan Gorilla Beast itu masih terus membesar dan mengecil selama beberapa menit.
Leinn dan Aura kembali ke tempat mereka duduk sebelumnya dan mulai melanjutkan makan malam mereka.
Matahari akhirnya tenggelam dan gelapnya malam memenuhi padang rumput itu.
Tetapi lampu di dua tenda mereka cukup untuk menerangi tempat duduk mereka berdua.
Setelah kantung daging kering di tangannya tersisa separuh, Aura memulai percakapan lagi.
“Bagaimana kau bisa memiliki dua Compress Gear ini? Bukankah kau baru mengetahui tentang Contracted Beast semalam?”
“Hm? Oh, aku mendengar bahwa Compress bisa mengecilkan tubuh Beast yang memakainya, jadi aku ingin mencobanya. Yang terjadi hanyalah tubuhku menjadi terasa lebih berat”
Aura menunjukkan ekspresi aneh setelah mendengar informasi itu, ternyata Leinn pernah mencoba Runed Gear yang seharusnya digunakan oleh Contracted Beast.
Leinn tidak menyadari itu dan meneruskan ceritanya.
“Jadi kukira aku membeli Compress yang bermasalah, jadi aku membeli satu lagi dan mencobanya lagi. Ternyata hasilnya masih sama, jadi aku beli lagi dan coba lagi”
“...huh?”
“Setelah yang kesepuluh masih gagal baru aku berhenti membelinya lagi, akhirnya aku terpaksa mempercayai informasi yang kudapat dari temanku itu”
Leinn mengunyah daging kering di dalam mulutnya.
Aura memberikan daging kering ditangannya pada Rufus yang mengeluarkan kepalanya dari dalam tenda.
“Apa kau mau lagi?”
“Ah, t-tidak perlu”
Aura baru tersadar ketika Leinn hampir merangkak masuk ke dalam tendanya untuk menarik keluar Compress yang tersisa dari tas besarnya.
Mendengar Aura menolak tawarannya, die kembali duduk dan menghabiskan makanannya.
Gorilla Beast juga baru kembali dari hutan membawa beberapa buah besar untuk makan malamnya dan Clear hanya minum air yang Leinn tuangkan dari botol minumnya.
“Kau memakai cukup banyak Mana hari ini, beristirahatlah lebih awal”
Leinn menghabiskan daging kering terakhirnya lalu bangun dari posisi duduknya, kemudian dia masuk ke dalam tendanya sesaat lalu keluar dan berjalan sejauh dua puluh meter dari tenda mereka.
Dia mengikat empat kain panjang dengan berbagai warna di kedua tangan dan kakinya, lalu Rune pekat mulai menyebar dan memenuhi tubuhnya.
Aura meneruskan makan malamnya sambil melihat Leinn yang sudah menarik keluar pedangnya dan mulai mengayunkannya ke bawah berulang kali.
Dia menyadari Leinn menggunakan Compress seperti bobot tambahan yang meningkatkan kesulitannya untuk bergerak, dan juga menggunakan empat buah secara bersamaan.
__ADS_1
Whosh! Whosh! Whosh...!
Ujung rumput di bawah kaki pemuda itu terus tertiup menjauhinya setiap kali pedang di tangannya terayun turun, diterpa oleh hembusan angin kencang yang dihasilkannya.
Aura juga bisa merasakan angin dingin menyentuh wajahnya setiap kali itu terjadi.
Leinn mengulang itu beberapa puluh kali dalam satu menit dan menghelakan satu nafas pendek. Kedua tangannya mulai menggenggam pedang biru tuanya dengan lebih erat.
“...baiklah”
Dia mulai mengayunkan pedangnya beberapa kali lebih cepat dan kuat dibandingkan sebelumnya.
...
“Fiuh~”
Bulan setengah dapat terlihat jelas di langit malam, menerangi padang rumput dan perkemahan yang sudah hampir tidak bersuara.
Beast dari dalam hutan tidak akan berani keluar untuk menyerang perkemahan dengan puluhan manusia sebelum terpaksa.
Sedangkan sebagian besar penghuni perkemahan itu sudah tertidur pulas.
Di padang rumput yang sunyi itu, seorang pemuda berambut hitam terlihat berbaring dengan pedang yang tersarung di sampingnya, terlihat kehabisan nafas.
“Hah...”
Leinn menstabilkan nafasnya sambil ditemani oleh Clear yang tidak memerlukan tidur atau istirahat.
Dia menoleh ke arah dua tenda yang terletak 80 meter darinya.
Aura sudah tertidur di dalam tendanya dengan Rufus sedangkan Gorilla Beast sudah tertidur di samping tas besar di dalam tendanya.
Leinn hanya berbaring sambil melihat pemandangan langit malam yang dipenuhi lautan bintang yang sudah tidak asing baginya. Tanpa sadar dia sudah meraih ke dalam kantung celananya yang menyimpan kalung miliknya itu.
Dia menatap batu biru di tangannya dan sebuah senyuman mulai muncul di wajahnya.
“Sebentar lagi... sebentar lagi kita akan bertemu kembali dengan mereka”
“Kyuu?”
“Haha, aku akan memperkenalkanmu juga nanti”
Clear hanya bergetar bingung dan kembali melebarkan tubuhnya di atas rumput.
Leinn akhirnya berhasil menstabilkan nafasnya dan kembali berdiri, memasukkan kembali kalung di tangannya ke kantung celananya.
Mana mulai mengalir ke dalam empat kain di tubuhnya dan Rune menyebar sekali lagi memenuhi tubuhnya.
Dia mulai mengayunkan pedangnya lagi dan suara udara yang terpotong dapat terdengar jelas lagi, kedua matanya menatap ke depan seperti melihat bayangan seseorang yang sedang dikejarnya.
“Tunggu saja...”
__ADS_1