Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Pengkhianat


__ADS_3

Para penyihir tercengung karena suara teriakan Tierra, penyihir itu tahu siapa Tierra sebab di masa lalu Tierra merupakan penyihir paling berbakat. Namun, Tierra berhenti menjadi penyihir semenjak menikah dengan Grand Duke Ludovic Marvelo. Melahirkan dua anak laki-laki merupakan suatu kebahagiaan bagi Tierra, meskipun pada akhirnya dia harus meregang nyawa akibat kekuatan Lucio yang meluap tak terkontrol.


Tierra mendekati lingkaran sihir, dia menghentikan tekanan dari lingkaran sihir yang mencoba membunuh Lucio. Krystal akhirnya dapat bernapas lega, tubuhnya serasa remuk dan hancur sesaat lingkaran sihir itu berhenti bereaksi. Lucio membuka matanya pelan, dia mendapati sang Ibu berada di depan matanya. Krystal melerai pelukannya, dia ingin memberi waktu antara Lucio dengan Tierra untuk berbicara sejenak.


Austin dan Shion membantu Krystal untuk berdiri, langkah Krystal terhuyung-huyung karena energinya terkuras habis. Mereka berdiri lebih jauh memperhatikan interaksi antara Lucio dan Tierra – sang Ibu.


“Lucio, maafkan Ibu sudah membiarkanmu hidup menderita. Andaikan Ibu masih diberi kesempatan untuk hidup, Ibu pasti akan melindungimu dari orang-orang yang menjahatimu. Maaf, Lucio, maafkan Ibu,” lirih Tierra mendekap erat tubuh Lucio.


Lucion tertegun, selain Krystal, Tierra juga merupakan wanita yang dapat menyentuh Lucio tanpa mengakibatkan rasa sakit di permukaan kulitnya. Lucio membalas pelukan Ibunya, dia tidak pernah menyalahkan Tierra atas penderitaan yang dia peroleh.


“Aku tidak pernah menyalahkan Ibu, jadi tolong jangan meminta maaf padaku. Penderitaanku selama ini tidak ada hubungannya dengan Ibu, sekarang aku juga sudah menemukan kebahagiaanku. Aku tidak menyesali terlahir dari rahim Ibu,” ungkap Lucio.


Tierra tersenyum tipis, dulu Lucio sering menangis tapi ketika dia beranjak dewasa, air mata itu telah kering. Namun, rasa putus asa masih melingkupi perasaannya, lalu Krystal datang mengubah alur hidupnya perlahan. Lucio baru kali ini mengucap syukur atas hidup yang telah diberikan kepada dirinya, semua itu berkat Krystal yang memberi arti hidup yang sesungguhnya untuk Lucio.


Selepas itu, Tierra memarahi habis-habisan suami serta putra pertamanya, mereka diminta untuk merenungi kesalahan mereka selama ini. Apabila mereka telah mengerti akan kesalahan yang diperbuat, Tierra meminta agar mereka meminta maaf dengan tulus kepada Lucio. Tierra tidak bisa berlama-lama, karena gerbang surga memiliki batas waktu untuk terbuka. Sebelum kembali, Tierra menghampiri Krystal terlebih dahulu, dia memberi sebuah pelukan hangat untuk Krystal.


“Terima kasih, Yang Mulia, terima kasih telah menjadi alasan untuk anak saya bertahan hidup. Semoga Anda dapat mengakhiri segala bentuk penderitaan di diri Anda, dan semoga kelak Anda berhasil menjadi pelindung kehidupan ini.”

__ADS_1


Krystal mengangguk, bersyukur kalau Ibu Lucio ternyata seorang wanita yang lembut dan penyayang. Entah mengapa Krystal merasakan sebuah kelegaan luar biasa di sela hatinya, begitu pula dengan Tierra yang juga bersyukur Lucio bersama dengan wanita yang tepat. Seusai Tierra kembali ke surga, keheningan menerpa seisi ruangan. Grand Duke Marvelo tampak ingin berbicara serius dengan Lucio, Krystal paham apa yang akan dilakukan selanjutnya, dia pun pergi mengajak para selir yang lain balik ke istana dan meninggalkan Lucio sementara waktu bersama Ayahnya.


“Syukurlah semuanya berakhir baik,” gumam Krystal.


...***...


Krystal terbangun dalam kondisi sakit di sekujur tubuh, kekuatan suci tidak berguna sama sekali untuk mengobati sakit akibat tekanan dari lingkaran sihir. Meski begitu, Krystal tetap memaksakan dirinya untuk bangkit dari tempat tidur. Krystal merenggangkan tubuhnya, dia mengedarkan pandangan ke sekitar, tapi ia tidak menemukan siapa-siapa selain dirinya.


“Ke mana semua orang? Kenapa rasanya istanaku sangat sepi?”


Krystal mengabaikan hal itu, dugaannya semua orang saat itu tengah menjalani kesibukan masing-masing. Lalu Lucio sedari kemarin tidak pulang ke istana, dia meminta izin untuk menginap di mansion Grand Duke Marvelo. Krystal mengizinkannya karena inilah kesempatan bagi Lucio untuk membicarakan apa yang selama ini tidak tersampaikan. Kemudian Krystal membuka lacinya, dia mengeluarkan bunga marigold bening yang dibawa oleh Cleon beberapa hari yang lalu.


Sementara Krystal tengah disibukkan dengan kegiatannya, Vicenzo secara tidak sengaja mendapati Olin, Cleon, Cherry, dah Bleas tengah berkumpul di belakang istana. Vicenzo melihat gerakan mereka sangat mencurigakan, dia telah menaruh dugaan kuat tentang siapa pengkhianat yang berada di sekitar Krystal. Vicenzo bersembunyi cukup jauh dari tempat keempatnya berpijak, dia tidak dapat mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.


“Aku tidak bisa mendengar mereka, kalau begitu aku akan membuat boneka tanah untuk memata-matai pembicaraan mereka.”


Vicenzo langsung menciptakan sebuah boneka kecil dari tanah, boneka itu sangat kecil sehingga tidak akan bisa dilihat oleh mereka berempat. Boneka tersebut berdiri di dekat mereka, Vicenzo akhirnya dapat mendengar suara mereka dengan jelas.

__ADS_1


“Apa kalian masih tidak menemukan apa-apa?” tanya Cleon.


“Aku tidak mendapat info apa pun, tapi tidakkah kalian merasa kalung yang dipakai wanita itu sangat menjadi pengganggu?” tanya Olin.


Cherry dan Bleas saling bertukar pandang, mereka setuju dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Olin.


“Ya, kami juga merasa seperti itu. Kalung yang didapatkannya dari malaikat surgawi sangat mengganggu rencana kita untuk membunuhnya,” ujar Bleas.


“Aku sudah mencoba untuk mengambil kalung itu ketika dia sedang tidur, tapi anehnya kalungnya tidak mau lepas,” tutur Olin kembali.


“Walaupun kekuatannya berkurang drastis, tetap saja tidak ada celah untuk kita dapat membunuhnya. Terlebih lagi ada tujuh selir yang kekuatannya terbilang kuat, dia dilindungi oleh orang-orang yang tidak biasa,” ucap Cherry.


“Tetap ingat tujuan kita dari awal, kita membantu menjadi mata-mata untuk beliau, memberitahukan info penting sekecil apa pun itulah tugas kita. Aku hanya kloning, tubuh asliku sedang berada di tempat persembunyian kelompok jubah putih. Jadi, kekuatanku saat ini hanya setengah dari kekuatan asli,” kata Cleon.


Vicenzo terkejut, dia tidak menyangka dugaannya akan benar-benar terjadi, kini keempat pengkhianat itu berada di hadapannya. Vicenzo mengepalkan erat kedua tangan, dia membenci siapa pun yang berani menyentuh Krystal.


‘Padahal salama ini mereka dipercayai oleh Krystal, tapi mengapa mereka dengan tega mengkhianatinya? Krystal melewati hari-hari suram selama di Kekaisaran Langit lalu dia dikhianati lagi, lagi, dan lagi. Tidak adakah celah untuk Krystal berbahagia?’ batin Vicenzo teringat kembali dengan penderitaan Krystal.

__ADS_1


Vicenzo memfokuskan kembali dirinya untuk mendengar percakapan mereka lebih lanjut, dia tidak ingin gegabah menyerang mereka secara langsung. Tiba-tiba di hadapan keempatnya muncul seorang pria berjubah putih, dia memberikan sebuah botol kecil kepada mereka.


“Campurkan ini ke minuman atau makanan gadis itu, cairan ini akan membuat kekuatannya habis total. Jangan sampai kalian ketahuan, jalani rencana ini baik-baik,” ujar pria tersebut lalu menghilang dari hadapan mereka.


__ADS_2