Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Menolak Mewarisi Takhta


__ADS_3

Fred, Isabelle, dan Marquess Sulivan tampak pasrah dengan hidup mereka yang berada di ujung tanduk. Krystal dengan santainya duduk di kursi yang paling tinggi sembari menyunggingkan senyum penuh kemenangan. Di sisi kiri dan kanan Krystal diisi oleh ketujuh selirnya, meski kala itu kondisi dunia sedang berada di dalam ambang kehancuran, mereka tetap harus melaksanakan eksekusi ini sebelum memperbaiki kerusakan yang tengah terjadi.


Tepat ketika tiga bilah pedang menebas kepala ketiga penjahat tersebut, suasana riuh pun kembali terjadi. Seluruh rakyat terlihat sangat lega saat orang-orang itu berhasil disingkirkan, sekarang mereka pun berhasil terbebas dari jeratan memori palsu yang diberikan oleh pemimpin palsu mereka. Setelah eksekusi berakhir, Krystal beranjak kembali ke istana untuk mempersiapkan pemindahan kekuatan suci kepada Adrian, calon pewaris takhta Kekaisaran Albertine.


“Apakah Anda yakin akan memindahkan kekuatan suci itu kepada Adrian? Bukankah lebih baik kekuatan itu tetap berada di tubuh Anda sendiri?” tanya Austin.


Krystal menghentikan langkahnya di tengah lorong, dia memutar badannya menghadap ke arah ketujuh selir.


“Tidak, kekuatan suci bukanlah kekuatan yang nyaman untuk aku gunakan karena itu merupakan kekuatan milik malaikat surgawi. Tubuhku juga punya batas tersendiri, aku sudah punya kekuatan Kaisar Langit sekaligus kekuatan dewi iblis. Apabila aku menambah satu kekuatan asing lagi, itu akan menyebabkan kekacauan pada tubuhku,” jelas Krystal.


“Itu sangat benar, kekuatan suci bukanlah kekuatan yang bisa dikendalikan oleh Krystal, saat ini dia bisa mengendalikan kekuatan itu karena dia berada di tubuh Krystal yaitu anak dari salah satu malaikat surgawi,” timpal Heros.


Mereka pun mengangguk paham, sekarang mereka harus membantu Krystal untuk membereskan kekacauan ini sebelum pergi dari Albertine. Setidaknya mereka ingin memastikan bahwa Albertine bisa aman kehancuran yang dilakukan oleh Morgan.


Sejenak istana Kekaisaran Albertine berada di dalam kegaduhan, saat ini hanya Kekaisaran Albertine yang masih berdiri kokoh di permukaan tanah. Krystal telah memerintahkan beberapa orang penyihir kekaisaran untuk memperkuat perlindungan lalu tidak lupa pula Krystal membangun kembali seluruh bangunan yang rusak.


Lalu kala itu juga rapat mendadak diadakan di istana, di sini para bangsawan berkumpul untuk membahas rencana masa depan Kekaisaran Albertine. Hari ini Grand Duke Marvelo juga turut hadir, tentu saja kehadirannya menuai kegaduhan di aula rapat. Namun, karena ini menyangkut keamanan kekaisaran, Grand Duke Marvelo pun ikut serta untuk berdiskusi.

__ADS_1


“Maaf, saya sedikit terlambat.” Krystal melangkah memasuki aula rapat, dia datang bersama Selir Shuria dan Adrian.


Seluruh pandangan terpusat kepada Adrian, mereka tidak diberi tahu kalau Andrian dan Selir Shuria akan diikut sertakan ke dalam rapat ini. Tetapi, mereka tidak memberi protes maupun tanggapan sebab ekspresi Krystal terlihat dingin dan tidak bisa dibawa protes.


“Melihat dari tatapan Anda sekalian pasti Anda sedang bertanya-tanya alasan kenapa saya membawa Adrian dan Selir Shuria kemari. Tetapi, perlu Anda ketahui, mereka berdua adalah inti dari pembahasa rapat kali ini. Jadi, tolong jangan ajukan pertanyaan lagi dan mari kita mulai rapatnya,” ujar Krystal.


Adrian dan Selir Shuria duduk di kursi dekat Krystal, mereka pun tidak bertanya lebih lanjut tentang maksud dari perkataan Krystal sebelumnya dan memilih untuk memulai rapat ini. Pada awalnya, rapat berjalan dengan baik tanpa ada masalah. Namun, ketika pembahasan mengenai pewaris takhta berikutnya, Krystal berencana membuka suara lebih dulu.


“Mengenai pewaris takhta berikutnya, saya akan berbicara lebih dulu.” Kini pandangan peserta rapat pun terpusat pada Krystal. “Perlu Anda ketahui, saya tidak punya niat untuk menjadi Kaisar, jadi takhta berikutnya akan saya serahkan sepenuhnya kepada Adrian,” lanjut Krystal berucap.


Pernyataan mendadak dari Krystal ini menuai kegaduhan, para bangsawan berencana untuk menjadikan Krystal sebagai Kaisar. Akan tetapi, Krystal sudah menolaknya lebih dulu bahkan sebelum mereka mengatakannya.


“Karena saya akan pergi berkelana ke suatu tempat dalam beberapa hari lagi, saya tidak bisa berada terus di istana dan terikat pada posisi pewaris takhta. Saya harap Anda semua mengerti, bagaimana pun juga di tubuh Adrian juga mengalir darah keluarga kekaisaran. Jadi, tidak ada yang perlu diperdebatkan, tugas Anda sekarang hanyalah mengajari dan mendidik Adrian sebaik mungkin sampai waktu di mana dia mampu menjadi Kaisar,” jelas Krystal.


Mendengar penjelasan dari Krystal, para bangsawan juga tidak keberatan, mereka menyerahkan keputusan ini sepenuhnya ke tangan Krystal. Mereka tidak lagi bertanya atau pun protes kepada Krystal sebab menurut mereka keputusan Krystal sudah benar. Maka rapat hari ini berakhir tanpa adanya perlawanan, Adrian juga akan segera melaksanakan upacara penobatan.


Selepas rapat, Krystal mengajak Adrian dan Selir Shuria ke istana kediamannya, sesuai janji sebelumnya, Krystal akan memberikan kekuatan suci kepada Adrian. Namun, Krystal melempar sebuah syarat yakni Adrian harus menggunakan kekuatannya untuk membantu orang lain.

__ADS_1


“Yang Mulia, apakah Anda benar-benar yakin menyerahkan kekuatan ini kepada Adrian? Maksud saya, saya ragu jika nanti Adrian bisa mengendalikannya.” Selir Shuria masih tampak ragu, dia takut kekuatan suci itu malah tidak bisa digunakan dengan baik oleh Adrian.


“Tenang saja, saya yakin soal ini karena Adrian adalah anak yang cerdas, dia pasti sanggup mengendalikan kekuatan suci dengan baik. Tolong jangan khawatir, serahkan saja kepada saya sepenuhnya.”


Krystal berhasil meyakinkan Selir Shuria, langsung saja setelahnya Krystal memulai pemindahan kekuatan suci kepada Adrian.


“Bagaimana, Adrian? Apa kau siap menjadi pemimpin Kekaisaran Albertine? Kau akan menjadi tiang utama bagi rakyat, kau harus mampu mengayomi rakyat, dan kau harus bisa berlaku adil. Apabila aku memberikan padamu kekuatan suci, aku ingin kau tidak menyalahgunakannya. Bagaimana? Kau siap?”


Adrian menatap Krystal dan Ibunya, perlahan dia tersenyum lalu menganggukkan kepala.


“Saya siap, Yang Mulia! Saya ingin menjadi seorang pemimpin seperti Anda,” jawab Adrian dengan tegas.


“Baiklah, mari kita mulai.”


Krystal memulai pemindahan kekuatan suci, Adrian menaruh kedua tangannya di telapak tangan Krystal. Keduanya sama-sama memejamkan mata dan berkonsentrasi, sepersekian detik berselang sebuah cahaya terang memancar dari tangan Krystal. Cahaya itu dengan pelan menuju ke inti tubuh Adrian, tidak butuh waktu lama sampai akhirnya kekuatan suci berpindah seutuhnya.


“Sudah selesai.” Krystal membuka mata ketika dia merasa bahwa kekuatan sucinya berhasil dialihkan ke Adrian. “Tolong segera bawa Adrian ke kamar, dia butuh istirahat total setelah menyerap kekuatan sucinya,” titah Krystal.

__ADS_1


Seorang pelayan pergi membawa Adrian yang setengah mengantuk ke kamarnya, Selir Shuria juga ikut keluar dari kamar. Sekarang hanya tinggal Krystal bersama kesunyian, suasana kamarnya benar-benar senyap seolah tak berpenghuni.


“Yang Mulia, Anda sudah tidur?”


__ADS_2