Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Pangeran Monster


__ADS_3

Krystal bersama Lucio masuk ke dalam hutan menunggangi kuda mereka, namun anehnya tidak ada satu pun binatang yang mereka temukan sejak tadi. Para peserta berburu dilanda kebingungan, apalagi suasana hutan yang sangat senyap menambah keheranan semua orang. Keheningan dari hutan itu membuat Krystal menaruh curiga besar, firasat Lucio juga makin membludak di hati. Krystal turun dari atas kuda, dia mengedarkan pandangan mata mengamati sekelilingnya, benar-benar tidak ada satu hewan pun yang berada di sana.


“Yang Mulia,” panggil Lucio dengan intonasi suara yang rendah, sepasang netranya tidak mengerjap, seolah dia merasakan hal menakutkan yang akan menghampiri mereka.


“Ada apa, Lucio? Apa kau sakit?” tanya Krystal cemas melihat ekspresi Lucio yang tidak biasa.


Lucio memegangi kepalanya, dia terduduk lemas di atas tanah, kedua tangan Lucio gemetar akibat rasa sakit yang mendadak meradang di kepala. Krystal mencoba memanggil Lucio, tapi tidak ada respon dari Lucio karena rasa sakit yang semakin menenggelamkannya di dalam suara yang membuat panggilan Krystal tidak mencapai kesadarannya.


‘Suara apa itu? Kenapa suaranya semakin dekat?’ Lucio mendengar suara hentakan kaki yang sangat ramai jumlahnya mendekat ke arah mereka.


“LUCIO!” sergah Krystal meneriaki nama Lucio.


Lucio tersentak, dia menatap nanar Krystal, “Yang Mulia, lari.”


“Lari? Kenapa harus lari?” bingung Krystal.


“LARI, YANG MULIA! PORTAL MONSTER AKAN TERBUKA!” teriak Lucio.


Akan tetapi, sebelum sempat berbalik menuju luar hutan, getaran hebat tiba-tiba datang bergemuruh menggetarkan tanah tempat mereka berpijak. Kemudian tidak jauh dari lokasi mereka saat itu, sebuah portak berwarna ungu terbuka lebar. Monster-monster yang berukuran besar dan terlihat kuat berkeluaran dari portal tersebut. Seluruh orang yang berada di hutan berhamburan keluar mencari tempat perlindungan dari serangan monster yang mengamuk.


“Lucio, cepatlah berdiri! Apa yang terjadi padamu sebenarnya? Bagian mana yang sakit? Biar aku obati!”


Krystal mengguncang-guncang pundak Lucio, tapi masih tidak ada respon darinya. Rasa sakit yang berdenyut di kepala Lucio kian parah, Lucio mulai menunjukkan reaksi aneh, dia meraung kesakitan di sela monster yang beraksi menghancurkan hutan.


“Bunuh manusia! Mereka telah membunuh Raja kita.”


“Kita telah diberi kesempatan keluar dari dunia monster, saatnya kita menginjak-injak mereka.”

__ADS_1


“Portal monster akan terbuka semakin lebar, jadi kita punya banyak kesempatan untuk memusnahkan seluruh manusia di muka bumi ini.”


“Bunuh mereka! Jangan beri mereka celah untuk hidup. Selama ini kita sudah menunggu waktu datangnya hari ini, Raja kita yang jatuh cinta kepada manusia berakhir dibunuh oleh manusia lain, kita tidak boleh memaafkan mereka, manusia itu keji, mereka makhluk paling hina.”


Lucio dapat mengerti bahasa monster, dia dengan jelas mendengar dan memahami percakapan dari para monster itu. Sebuah dendam yang tak berkesudahan disebabkan oleh Raja mereka yang mati di tangan manusia, rasa sakit hati serta kesedihan mereka bisa dirasakan oleh Lucio melalui kata-kata yang mereka ucapkan kini.


“Saya dapat mengerti bahasa mereka, kenapa saya bisa memahami apa yang mereka bicarakan?”


Krystal terkesiap kaget, dia kehilangan kata-kata sesaat Lucio mengungkapkan perkaradirinya dapat mengerti bahasa monster. Selama Krystal hidup, dia belum pernah menemui ada manusia yang bisa berbicara dengan monster, bahkan para dewa saja tidak bisa mengerti bahasa mereka.


“Yang Mulia!” Shion mendadak muncul dari angkasa bersama Heros, Vicenzo, dan juga Cleon.


Mereka langsung bergerak membabat seluruh monster yang mengincar Krystal, kedatangan mereka membuat Krystal merasa lega. Kali ini dia benar-benar harus mengurus masalah Lucio yang belum merespon dirinya sejak tadi. Jumlah monster yang keluar dari portal semakin banyak, jumlah mereka sudah memenuhi setengah hutan ini.


“Apa yang terjadi dengan Lucio?” tanya Heros.


Heros terdiam, dia tercengang ketika Krystal mengatakan itu, “Apa kau serius? Tidak bercanda kan? Mana ada manusia yang bis—”


“HENTIKAN! KALIAN JANGAN MENGACAU LAGI DI DUNIA MANUSIA!” teriak Lucio, dia bangkit berdiri menghadap ke arah semua monster itu.


Teriakan Lucio mencapai pendengaran para monster, mereka membeku seketika suara teriakan Lucio bergema ke penjuru hutan. Para monster itu bereaksi aneh, mereka bergerak ke satu titik lalu menjatuhkan senjata. Mereka kemudian bersujud di hadapan Lucio, tidak sedikit dari mereka yang mengeluarkan air mata.


“Pangeran Lucio, apakah ini benar-benar Anda? Syukurlah… syukurlah Anda baik-baik saja,” ucap salah satu monster.


Krystal, Vicenzo, Heros, Shion, dan Vicenzo terperanjat kaget, mereka tidak paham apa maksud dari para monster yang bersujud di hadapan Lucio. Lalu kalung permata milik Krystal mengeluarkan cahaya yang kecil, cahaya itu masuk ke dalam tubuh Krystal.


“Kami telah mencari Anda selama ini, Yang Mulia Pangeran.”

__ADS_1


“Semenjak kematian Raja, kami tidak menemukan keberadaan Anda di mana pun, kami telah mencari Anda ke seluruh tempat tapi tidak ada jejak keberadaan Anda. Mengapa Anda bisa terjebak di dunia manusia?”


Krystal membekap mulutnya, secara ajaib Krystal juga dapat mengerti ucapan mereka, yang tidak kalah mengejutkannya lagi, mereka menyebut Lucio sebagai Pangeran.


“Pangeran? Apa maksud kalian? Aku jelas-jelas hanyalah manusia biasa. Kenapa aku bisa menjadi Pangeran dari para monster?” tanya Lucio yang sudah kembali tenang.


“Mungkin ini sulit untuk dipercaya, tapi dulunya Raja Monster jatuh cinta dengan manusia lalu mereka menikah dan melahirkan seorang anak laki-laki. Anak tersebut diberi nama Lucio, namun akhir tidak bahagia didapatkan oleh Raja. Kami menemukan Raja mati mengenaskan, kemudian seorang dewa datang menghampiri kami dan mengatakan bahwa yang membunuh Raja adalah manusia.”


“Itulah mengapa kami selama ini selalu mengusik kehidupan manusia, kami hanya ingin membalaskan dendam Raja dan mencari keberadaan Pangeran yang katanya juga diculik oleh seorang manusia. Tapi, kami bersyukur, setelah berkelana selama lebih dari 4000 tahun, akhirnya kami menemukan Anda,” jelas salah satu monster yang diduga sebagai pemimpin mereka.


“Tunggu dulu! Kalian bilang Raja Monster dibunuh oleh manusia? Apa kalian tidak pernah berpikir manusia mana yang sanggup mengalahkan seorang Raja Monster? Sepertinya kalian sudah dibodohi,” sela Krystal dengan tegas.


Lucio menoleh ke arah Krystal, dia terkejut Krystal juga bisa mengerti bahasa monster.


“Jadi, kalau bukan manusia, siapa lagi yang membunuh Raja?”


Krystal menghela napas berat, “Raja kalian dibunuh oleh dewa itu sendiri! Ahh sialan! Sejak awal tujuan mereka adalah menciptakan konflik antara manusia dan monster. Aku bisa menjamin itu, manusia bukanlah pihak yang bertanggung jawab atas kematian Raja kalian. Aku dulu menemukan Raja kalian mati setelah dihajar oleh dewa it—”


Krystal segera menutup mulutnya, dadanya kembang kempis akibat rasa sesak yang terasa tiba-tiba. Sebuah bayangan ingatan terlintas tentang dirinya yang dulu pernah terlibat di dalam pertarungan sengit antara salah satu dewa agung dengan seorang pria bertubuh kekar yang diduga sebagai Raja Monster kala itu. Krystal membantu datang ketika Raja Monster sekarat melawan dewa tersebut, pada akhirnya dia turun tangan menghajar dewa itu.


“Apabila nanti saya mati, tolong jaga anak saya, Yang Mulia.”


Itulah kata-kata terakhir yang diucapkan oleh Raja Monster kepada dirinya, dia juga menemukan seorang anak kecil laki-laki yang berada di samping tubuh sang Ayah yang telah mati.


‘Benar, nama anak laki-laki itu adalah Lucio. Aku membawanya pergi setelah kematian Raja Monster, kenapa aku bisa melupakannya? Jadi, itu artinya dulu aku pernah bertemu Lucio? Sekarang, mengapa Lucio berada di sini? Apakah jiwanya mengalami reinkarnasi?’


Krystal mengangkat wajahnya lalu menatap lekat Lucio, “Kenapa aku tidak bisa mengingat dengan jelas? Ada apa dengan ingatanku? Mengapa aku hanya bisa mengingat sepenggal pertemuan kita dulu? Kenapa aku tidak bisa ingat bagaimana kisah kita berakhir 4000 tahun lalu, Lucio?”

__ADS_1


__ADS_2