
Di kala para selir sibuk bersedih dan muram karena mengetahui fakta terbaru dari kondisi Krystal, saat ini Krystal sendiri sedang berada di kamar Cleon. Setelah Olin mengabari Krystal perihal Cleon yang mulai sadar, ia pun bergegas menuju kamar tempat Cleon terbaring pingsan seusai terkena serangan dari roh jahat.
Tampak keadaan Cleon kian membaik, Krystal turut bahagia sebab kekhawatirannya kepada Cleon kini usai sudah. Cleon menyambut kedatangan Krystal dengan sebuah senyuman hangat mengukir di bibirnya. Krystal pun duduk di kursi sebelah ranjang Cleon, sebelum itu dia mengecek keadaan tubuh Cleon untuk memastikan kembali kondisinya.
“Aku baik-baik saja, kak. Tidak perlu memeriksaku secara berulang kali,” ucap Cleon.
“Aku hanya takut terjadi sesuatu yang buruk padamu, tapi syukurlah kalau kau baik-baik saja.”
Krystal menggapai segelas air minum di samping meja tempat tidur, lalu dia memberikannya pada Cleon. Krystal benar-benar memperlakukan Cleon dengan baik, dia bahkan beberapa hari ini tidak melepaskan pandang dari Cleon, ia selalu mengawasi Cleon karena takut seseorang akan mencelakainya.
“Aku sungguh bersyukur bertemu kakak,” kata Cleon tiba-tiba.
Krystal menegakkan wajah, ia menatap lekat-lekat Cleon dengan ekspresi polo di mukanya, seolah rasa syukur itu terlukis di setiap garis wajah Cleon.
“Benarkah?” Krystal tertunduk, di sisi lain dia merasa bersalah karena harus berpura-pura menjadi Krystal.
“Kenapa? Apa kakak tidak menyukai perkataanku barusan?” tanya Cleon panik.
Krystal meremas jemarinya, ia kembali mengangkat wajah, “Bukan begitu. Tapi Cleon, aku bukanlah kakakmu.” Akhirnya, Krystal membuka mulut juga soal itu, dia mengatakannya pada Cleon secara terang-terangan.
Namun, bukan mimik kaget atau tidak terima yang terlihat dari Cleon, tapi perasaan tenang seakan dia sudah mengetahuinya.
“Aku tahu itu.”
Krystal yang dibuat terkejut oleh Cleon masa itu, “Bagaimana kau mengetahuinya?” tanya Krystal.
“Sejak awal aku tidak merasakan adanya aura manusia di diri kakak, aku selalu terkejut menyaksikan kemampuan kakak yang tidak seperti manusia. Aku ingin tahu tapi aku tidak bisa bertanya langsung, aku selalu ingin tahu perihal tentang siapa yang berada di tubuh itu.”
__ADS_1
“Begitu rupanya. Baiklah, aku akan mengatakan yang sejujurnya padamu. Aku adalah seorang dewi, namaku Krystalia dan kakakmu sudah mati,” ujar Krystal blak-blakkan.
“Sudah mati? Maksudnya apa?” Cleon terperanjat kaget.
Kemudian Krystal menjelaskan semua masalahnya dari awal, bermacam-macam respon dan ekspresi terlintas di mimik wajah Cleon. Sejak awal, Cleon tidak mempercayai keberadaan dewa atau pun dewi, tapi setelah melihat seorang dewi berada di hadapannya, dia baru mempercayai bahwa eksistensi suci itu memang benar ada.
“Jadi, aku mati ketika aku menyelamatkan kakak dari sel tahanan?”
Krystal menganggukkan kepala, “Iya, tapi tetap saja kau mati setelah ketahuan oleh orang-orang biad*p itu.”
“Entah kenapa aku merasa sedikit marah sekarang.” Suhu ruangan tiba-tiba menjadi dingin, kekuatan elemen es di tubuh Cleon meluap-luap keluar, “Beraninya mereka melakukan hal sekejam itu, bahkan Emilia sialan itu mengorbankan anaknya sendiri demi menjebak kakak. Apa yang ada di dalam pikiran mereka sebenarnya?”
“Tenanglah, sekarang Krystal sudah bahagia bersama anaknya di surga. Itulah sebabnya aku berada di sini sekarang, aku mewakili Krystal untuk membalaskan dendamnya. Aku ingin menggulingkan kekuasaan Kaisar sekarang lalu membuat Isabelle dan Emilia menderita. Aku juga akan menghancurkan Leonard serta para bangsawan yang membuat Krystal menderita,” tekad Krystal serius.
“Kalau begitu aku juga akan ikut membantu, aku punya urusan dengan Permaisuri dan juga Kaisar. Mereka memang layak untuk mati dalam keadaan menderita,” tutur Cleon geram.
“Oke, tapi kau istirahat saja hari ini. Besok kita akan melakukan beberapa hal yang cukup sibuk, akan repot nanti bila kau tiba-tiba tumbang.”
...***...
Ketika malam datang menyapa, Krystal masih tenggelam bersamaan pikiran-pikiran rumitnya. Krystal berdiri di tepi balkon kamar dan memusatkan pandangan ke arah bulan purnama. Sinar rembulan mengarah padanya, banyak hal yang sedang membuat isi kepalanya kusut. Ditambah suara-suara roh wanita yang mengelilingi istana Arsen, memberikan kebisingan di pendengaran Krystal. Dia sengaja membiarkan para roh tersebut sementara waktu untuk melakukan hal sesuka hatinya, asal tidak mengganggu orang lain.
“Aku rasa aku terlalu banyak pikiran, rasanya otak dan tubuhku perlu waktu bersantai. Tiba-tiba sekarang aku jadi ingin berendam di air panas, mungkin itu akan membantu diriku lebih rileks.” Krystal menghela napas berat berkali-kali, tubuhnya didera letih yang luar biasa.
Di sela itu, Heros mendadak muncul di sampingnya, senyum Krystal merekah seketika mendapati Heros kini tepat di dekatnya.
“Heros! Kau selalu saja muncul tiba-tiba seperti ini,” ujar Krystal.
__ADS_1
“Ahh maaf, tapi tadi aku mendengar kau ingin berendam air panas. Apa kau mau ikut bersamaku ke istana neraka? Di sana aku punya kolam air panas.” Heros menawarkan Krystal untuk ikut bersamanya ke istana neraka.
“Benarkah? Tolong bawa aku ke sana.” Krystal sumringah sesaat Heros mengajaknya, dia lekas menyetujui ajakan Heros.
Heros mengulurkan tangannya, Krystal pun menerima uluran tangan Heros, mereka berdua tiba di istana neraka dalam sekejap. Heros tidak melepaskan genggaman tangannya, para pelayan istana neraka langsung berhamburan saat Heros sampai di sana tanpa berkabar terlebih dahulu. Heros terkenal dengan kekejamannya, tidak heran bila para pelayan takut dengan Heros. Namun, setelah mereka melihat bahwa ada Krystal bersama Heros, seluruh pelayan merasa lega, sebab hanya dengan Krystal sifat Heros berubah lembut.
“Tolong siapkan kolam air panas, Krystal ingin berendam,” perintah Heros kepada salah seorang pelayan.
“Apakah aku akan berendam sendirian?” tanya Krystal.
“Tentu saja, kau butuh ditemani oleh pelayan?”
“Hmm pelayan? Aku minta ditemani olehmu. Bukannya sekarang kau resmi menjadi selirku?”
Krystal mengeluarkan jurus rayuan maut andalannya, jantung Heros berdegup sangat kencang ketika dia menatap muka Krystal yang menggoda dirinya. Heros menelan ludah karena dia tidak bisa lepas dari godaan nakal Krystal. Semua pelayan yang berada di sekitar mereka tampak terkejut dengan reaksi Heros, mukanya yang memerah di saat bersama Krystal itulah yang membuat Heros tampak berbeda.
“Krystal, b-b-bukankah i-itu agak—”
“Agak apa? Apa kau tidak mau bersenang-senang denganku?” Krystal mendekatkan wajahnya dengan Heros, wajah Heros bertambah merona.
“Y-ya, aku j-juga menginginkannya.” Heros memalingkan wajah dari Krystal, detak jantungnya semakin tidak bisa ia kontrol.
Krystal pun langsung menggandeng tangan Heros, dia menarik Heros secara paksa untuk ikut dengannya ke kolam perendaman. Para pelayan membantu Krystal melepaskan satu persatu pakaian yang melekat di tubuh, sedangkan Heros sudah masuk lebih dulu ke dalam kolam perendaman. Heros membelakangi Krystal, dia tidak sanggup menyaksikan langsung tubuh Krystal. Meski selama ini dia selalu menggoda Krystal, tapi setelah melakukan itu dia pasti malu sendiri mengingatnya.
“Heros,” panggil Krystal yang mendekat perlahan ke tubuh Heros, “Lihatlah kemari!” Krystal memaksa Heros berbalik menghadapnya.
Krystal secara agresif melayangkan ciuman di bibir Heros, dia ingin menolak ciuman dari Krystal, namun kenikmatan yang dia rasakan kala itu membuatnya ikut terbuai di dalam permainan menggoda tersebut.
__ADS_1
“Krystal, kau yang memulainya, aku harap kau bisa menyelesaikannya sampai akhir. Kali ini aku tidak akan melepaskanmu,” ucap Heros tanpa sadar.
“Baiklah, aku akan melayanimu sampai puas.”