
Suara tangis terpecah di kamar Krystal, mereka semua hanyut di dalam kesedihan Krystal yang tak menemukan ujung. Rasa bersalah Krystal menutupi segala kebahagiaan yang dia peroleh semasa hidup. Mengingat bahwa ketujuh selir yang bersamanya kini adalah jiwa yang dia ciptakan dulu membuat rasa bersalah Krystal semakin menggerogoti hatinya. Isakan tangis Krystal pun tak berhenti bersuara, berkali-kali seluruh selir mengatakan bahwa mereka tidak menyalahkannya, tapi Krystal tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh mereka.
“Maafkan aku … Ayah, Ibu, maafkan aku … kenapa aku harus hidup di dunia ini? Semuanya salahku. Semua orang menderita karena aku ….”
Hati mereka teriris mendengar Krystal meminta maaf untuk ke sekian kalinya, Krystal berada di ambang keputusasaan. Ingatan yang telah dia kunci selama beribu-ribu tahun ternyata membawa dia ke penderitaan lebih dalam. Dada Krystal sakit dan sesak, kenangan buruk terus menghempaskan dirinya ke permukaan jurang tak berdasar.
“Anda tidak sendirian, Yang Mulia … jangan menangis, kami selalu bersama Anda apa pun yang terjadi,” ucap Bleas berusaha menenangkan Krystal.
Krystal hanya butuh ruang untuk melepaskan segala rasa sakit yang dia derita, selama ini dirinya telah bertahan dari terpaan badai yang hendak menampar tubuhnya. Krystal berupaya kuat karena dia berpikir bahwa kehancuran dunia menjadi tanggung jawabnya sampai dia melupakan cara menikmati kebahagiaan.
“Sudah cukup terlukanya, kau tidak perlu terluka sendirian lagi, Krystal … jangan menderita sendirian lagi, tolong bersandarlah kepada kami,” tutur Heros.
Krystal masih menangis, mereka tidak memaksakan Krystal untuk berhenti menangis, tapi mereka terus mencoba untuk menghalau segala pikiran buruk yang menyerang Krystal. Berbagai kata-kata positif mereka tujukan kepada Krystal demi memperbaiki mental Krystal yang terguncang. Krystal tidak memberitahu mereka perihal kebenaran bahwasanya dialah yang menciptakan tujuh jiwa mereka.
Beberapa menit kemudian akhirnya Krystal tertidur, seusai mengeluarkan banyak air mata, Krystal mengantuk dan tanpa sadar terlelap di pelukan selirnya. Mereka bernapas lega selepas Krystal terlelap dan tangisnya terhenti.
“Biarkan Tuan Putri beristirahat, jiwa beliau masih terguncang, jadi sebaiknya kita beri Tuan Putri ruang untuk sendiri.”
__ADS_1
Mereka meninggalkan Krystal sendirian di kamar, walau berat meninggalkan Krystal di kala mentalnya yang terguncang, tapi mereka tidak punya pilihan lain lagi. Sementara Krystal terlelap, Leonard yang melarikan diri berhasil ditangkap oleh ksatria kekaisaran. Mereka saat ini menahan Leonard dan memberikan hukuman berupa hukum mati karena telah berani membunuh anggota kekaisaran.
Sepanjang jalannya sidang penetapan hukuman, Leonard hanya diam dan tidak memberi tanggapan. Pandangannya kosong selepas melayangkan ujung pedangnya ke tubuh Emilia sehingga menimbulkan efek tertekan yang besar ke diri Leonard. Setiap kali Fred mengajukan pertanyaan kepadanya, Leonard selalu mengangguk dan tidak memberi penjelasan lain. Leonard tidak membuka suara, dia pasrah memperjuangkan hidupnya.
Pada waktu yang bersamaan, Killian secara mendadak muncul di istana kediaman Krystal hingga menyebabkan keributan antar selir di sana. Mereka menghadang jalan Killian yang hendak memasuki kamar Krystal.
“Mau apa kau kemari? Tidak puas kau menyakiti Krystal selama ini?” tanya Vicenzo sinis.
“Mungkin ada kesalahpahaman di sini, aku kemari bertemu Krystal karena ada sesuatu yang mesti aku katakan padanya. Tolong izinkan aku sebentar saja, aku ingin bertemu Krystal untuk terakhir kalinya,” mohon Killian merendahkan diri.
“Biarkan dia pergi menemui Krystal, dia takkan menyakiti gadis itu,” celetuk Fergus tiba-tiba datang dari arah berlawanan.
Pandangan selir sontak menoleh ke arah Fergus, mereka tidak paham alasan Fergus mengizinkan Killian untuk bertemu Krystal. Padahal sudah jelas dia tahu apa yang telah dilakukan Killian selama ini kepada Krystal. Telah banyak derita yang tertoreh di hati Krystal akibat perbuatan Killian pada diri Krystal.
“Aku tahu kalian masih kesal padanya, tapi Killian yang saat ini murni datang untuk melihat Krystal saja. Dia takkan menyakiti Krystal apalagi sampai membunuhnya, aku dapat menjamin itu kalau kedatangannya kemari bermaksud baik terhadap Krystal,” ujar Fergus meyakinkan mereka.
“Kalau begitu yang Anda bilang, baiklah, kami mengizinkannya masuk menemui Tuan Putri. Akan tetapi, bila ada sesuatu yang buruk dia lakukan, kami tidak akan segan-segan membunuhnya,” gertak Austin.
__ADS_1
Killian segera masuk begitu mendapat izin dari selir Krystal, dia memang tampak jauh berbeda dari sebelumnya. Sifat arogan milik Killian pun tidak lagi tampak, sifatnya sekarang lebih terlihat seperti dirinya pada saat pertama kali bertemu dengan Krystal. Kala itu tubuh Krystal masih terbaring lelap di atas kasur, ekspresi Killian nan sendu menatap lemah Krystal. Dia pun duduk di sisi kiri ranjang Krystal seraya menggenggam tangan gadis yang tertidur itu.
“Krystal … apa kau mendengar suaraku? Aku di sini datang bukan untuk menyakitimu melainkan aku ingin meminta maaf terhadap apa yang telah aku lakukan selama ini padamu. Aku sadar perbuatanku banyak menyakiti hatimu, tapi percayalah kau masih menjadi satu-satunya wanita yang aku cintai sepanjang hidupku. Aku tidak menyadari bahwa pikiran jahat merasuki pikiranku, bisakah kau memaafkan diriku?”
Killian berbicara pada tubuh Krystal yang tertidur lelap, walau dia tahu Krystal takkan mendengar suaranya tapi dia terus berbicara dan meminta maaf kepada Krystal. Perlahan tangan Killian meraih kepala Krystal kemudian mengusap lembut rambutnya.
“Apabila kau tidak bisa memaafkanku, aku memakluminya karena aku juga berpikir bahwa aku tidak pantas mendapat maaf darimu. Mulai sekarang aku berhenti mengejarmu, aku akan merelakanmu bersama pria yang kau pilih sebagai teman hidupmu. Aku sudah membuat kesalahan dengan melepaskanmu pergi, jadi aku tidak lagi memintamu kembali ke sisiku. Berbahagialah, Krystal, aku akan pergi dan mengawasi jalan bahagiamu dari tempat yang jauh.”
Tubuh Killian menghilang secara perlahan dari hadapan Krystal, tubuhnya hilang menjadi debu yang menyatu dengan cahaya terang.
“Aku tidak menyesal pernah mencintai gadis sepertimu seumur hidupku. Aku tertipu oleh Morgan, sekarang aku hanyalah berbentuk roh yang datang secara khusus menyampaikan kata maaf padamu. Berhati-hatilah ke depannya dan selamat tinggal, Krystalia untuk cinta yang pernah kau berikan padaku dulunya.”
Menghilangnya Killian dari hadapan Krystal disaksikan jelas oleh seluruh selir serta Fergus. Mereka kecuali Fergus tercengang saat melihat menghilangnya Killian dari pandangan mereka. Pria itu menghilang bersama debu yang bertebaran keluar dari ruang kamar Krystal melewati jendela.
“Kenapa dia menghilang?” tanya Ash.
“Killian … pria itu sudah mati,” ucap Fergus terang-terangan, “Yang datang kemari hanyalah rohnya yang tersisa, itulah mengapa aku membiarkan dia bertemu dengan Krystal. Kemungkinan Killian telah terbunuh di tangan Morgan karena aku merasakan gelombang pemberontakan yang berasal dari Kekaisaran Langit. Sebentar lagi mereka akan turun ke dunia manusia dan menarik paksa Krystal kembali ke Kekaisaran Langit.”
__ADS_1