
“KYAAAAA! YANG MULIA MENGHILANG!”
Pekikan Cherry bergema di istana kediaman Krystal, dia tidak menemukan Krystal di dalam kamarnya. Ketika Cherry hendak mengantarkan makanan untuk Krystal, dia sangat terkejut karena kasur Krystal kosong. Kemudian Cherry memeriksa jendela kamar, ia merasakan adanya tanda-tanda orang asing yang masuk.
Sontak seluruh selir menggebrak pintu kamar, mereka terkejut mendengar teriakan Cherry dari kamar Krystal.
“Cherry, apa yang kau katakan? Tuan Putri menghilang?”
“Bagaimana ini? Sepertinya ada orang yang menculik beliau. Apa yang harus kita lakukan? Saya khawatir mereka mencelakai Yang Mulia.” Cherry panik hingga rasanya napasnya terhenti di tengah jalan.
Begitu pula dengan selir yang lain juga turut panik karena mereka juga merasakan adanya hawa bahaya yang sedang menghadang Krystal. Mereka ingin menghampiri Krystal, tapi tidak ada yang tahu di mana Krystal kini dibawa oleh orang-orang tersebut.
“Sepertinya Yang Mulia dibawa oleh kelompok jubah putih,” tutur Bleas, dia berkata demikian karena adanya jejak kelompok jubah putih yang belum lama pergi dari sana.
“Kalau begitu kita cari mereka sekarang, kita tidak bisa berdiam diri saja di sini dan menunggu hal buruk terjadi kepada Tuan Putri,” ujar Shion diangguki selir yang lain.
Lalu Fergus datang ke tengah-tengah mereka, ia menengahi pembicaraan mereka yang ingin mencari di mana tempat kelompok jubah putih membawa Krystal. Mimik seriusnya membuat hening ruang kamar, firasat Fergus pun memburuk ketika mendapat kabar menghilangnya Krystal.
“Sepertinya akan ada sesuatu yang buruk menimpa Krystal, sebaiknya kalian bergegas mencari keberadaannya sebelum dia ditelan oleh manusia-manusia yang serakah. Mereka tampaknya ingin melumpuhkan Krystal dan merebut berlian kepemimpinan di jantungnya. Kalian pergilah ke gereja, aku yakin kalau Krystal dibawa ke gereja. Ada baiknya kalian bergerak secara terpisah dan jangan sampai kalian tumbang sebelum Krystal ditemukan dalam keadaan hidup.”
***
“Ughh … di mana aku?”
__ADS_1
Krystal meringis sakit di kepalanya, dia mencoba bangun dari posisinya yang tergeletak di permukaan lantai yang begitu dingin. Krystal mengerjapkan mata, hanya ada kegelapan di sekitarnya. Krystal meraba-raba lantai tempat ia duduk, lantainya terasa asing dan bahkan aura yang berada di sekitarnya sangat berbeda. Krystal mencoba untuk berdiri, tapi sebuah rantai membelit kaki dan tangannya hingga menyebabkan Krystal tidak dapat bergerak lebih jauh lagi.
“Rantai sihir? Tidak! Ini jelas-jelas bukan rantai sihir. Aku tidak bisa bergerak sedikit pun akibat ikatan rantainya. Ahh, sial! Ada di mana aku sebenarnya?”
Krystal terus menggerutu dan mengumpat, ia meronta sembari terus berupaya melepaskan diri dari jeratan rantai. Akan tetapi, ketika Krystal semakin mencoba meloloskan diri, rantai itu semakin kuat menjerat tubuhnya.
“Kau tidak akan bisa melepas jeratan rantai itu, gadis bodoh.”
Suara yang familiar perlahan berjalan mendekati Krystal, di sela kepayahannya dalam menangani rantai sihir yang kian meremas tubuhnya, Krystal harus berhadapan dengan orang yang menjebaknya. Derap langkah kaki yang terdengar tidak hanya sepasang, melainkan ada berpasang-pasang kaki.
Sekelompok orang berpakaian serba putih dan berjubah putih cerah muncul mengepung Krystal. Di antara mereka ada Pixies si pendeta agung, Cleon, dan juga Olin, mereka yang mengkhianati Krystal berada tepat di hadapannya. Ketika orang-orang itu tampak jelas oleh mata Krystal, ia dapat merasakan bahwasanya jiwa mereka telah terkontaminasi oleh jiwa tercemar. Bahkan di tempatnya berdiam diri kala itu dikelilingi oleh dinding sihir yang begitu kuat dan tidak mudah dihancurkan.
“Oh, lihatlah betapa lemahnya dirimu saat dibelit rantai pengikat iblis,” ujar Pixies.
“Kalian … cepat lepaskan aku! Jika kalian menolak melepaskanku, maka aku pastikan hari ini menjadi hari terakhir kalian membuka mata di dunia ini!” gertak Krystal serius.
Gelak tawa pun pecah di ruang gelap tersebut, mereka menertawakan gertakan Krystal yang dirasa tidak berguna sama sekali.
“Apa yang kau bicarakan? Yang berakhir di sini adalah kau sendiri, Krystal!” ucap Cleon.
“Kau masih tidak sadar diri? Kau sendirian di tempat ini, selirmu takkan bisa menemukanmu di sini,” imbuh Olin.
Krystal menatap tajam mereka satu persatu, ruang yang gelap tadi kini penuh dengan penerangan sayup. Meski begitu, Krystal masih bisa melihat wajah mereka, hatinya seakan meledak saat melihat mereka mengepung dirinya.
__ADS_1
“Diam kalian pengkhianat! Justru orang pertama yang akan aku habisi adalah kalian berdua. Terutama kau, Cleon! Siapa sangka rupanya kau bersekongkol dengan orang-orang ini untuk menjatuhkanku,” tutur Krystal meluapkan kemurkaannya.
“Sejak awal kami berdua memang ditugaskan sebagai mata-mata untuk mengawasimu, tapi rupanya kau dapat menyadarinya dengan cepat. Tidak heran karena kau berasal dari keturunan terkuat di semesta,” balas Cleon.
“Jadi, kalian semua bekerja di bawah perintah Morgan? Cih, dasar bodoh! Kalian hanya dimanfaatkan oleh pria itu. Setelah dia berhasil mendapatkan apa yang inginkan, kalian pasti langsung dihabisi olehnya.”
Krystal sengaja memancing kemarahan serta kecurigaan mereka terhadap Morgan agar mereka terpecah belah dalam kekompakan kala itu.
“Jangan dengarkan wanita itu! Mana mungkin Yang Mulia Morgan membunuh kita! Dia hanya mengarang supaya kita terpecah!” seru seorang pria.
Krystal berdecak sebal ketika pria itu bersuara, padahal dia ingin mengelabui orang-orang itu. Walaupun sebenarnya apa yang dia katakana kemungkinan memang akan terjadi nanti karena sifat Morgan pada dasarnya seperti demikian. Morgan akan membuang orang yang dia rasa tidak dibutuhkan lagi seusai tujuannya tercapai.
Bugh!
Olin penuh amarah menendang muka Krystal, dia sangat emosi dengan Krystal yang berani mencoba membuat mereka salah paham kepada Morgan.
“Dasar wanita jal*ng! Keterlaluan sekali kau mengatakan Yang Mulia Morgan membunuh kami seusai misi kami selesai. Saat ini kau harus sadari tempatmu, sialan! Nyawamu sedang terancam tapi kau masih terlihat tenang,” murka Olin.
“Pffft, hahaha. Untuk apa aku panik? Aku terbunuh oleh manusia rendahan seperti kalian? Sepertinya tidak mungkin. Kalian terlalu naif, harusnya kalian yang sadar tempat! Jangan-jangan kalian berpikir bisa seenaknya begini karena kalian yakin kalau aku pasti mati di tempat jelek ini? Jangan harap! Aku takkan mati sebelum aku membalaskan pengkhianatan ini kepada Morgan!” tegas Krystal.
Aura ketegasan Krystal menghempaskan keberanian seluruh orang, mereka bergidik ngeri sebab sepintas mereka merasakan aura iblis yang sangat kuat dari tubuh Krystal. Aura iblis tersebut kian membesar seiring kemarahan Krystal.
“Iblis ini tidak bisa dibiarkan hidup lebih lama lagi! Lekas persiapkan diri kalian, kita harus menghancurkannya sekarang lalu merebut berlian kepemimpinan di dalam jantungnya!”
__ADS_1