
Beberapa hari sebelumnya, Krystal memang memerintahkan Cleon bersama Cherry dan Bleas pergi untuk menyelidiki sumber aliran energi negatif di pusat kota. Krystal juga memberikan sedikit kekuatan penglihatannya kepada Cleon agar dia bisa berkomunikasi sekaligus berbicara langsung dengan kedua spiritnya.
“Apa aliran energinya terasa kuat?” tanya Krystal.
“Ya, dan itu hampir menyebar ke pemukiman sekitar. Banyak dari mereka yang mengeluhkan selama beberapa hari ini tidur mereka terganggu dan bahkan di antara mereka ada yang menderita sesak napas,” jelas Cleon.
“Lalu ada juga yang berada di kondisi kritis, mereka bukan kritis karena penyakit tapi energi negatif itu terus menyerap energi positif mereka,” imbuh Bleas.
“Ya sudah, bawa aku ke tempat yang kalian maksud sekarang juga.”
Krystal beserta ketiga selirnya diteleportasi oleh Bleas langsung ke lokasi kejadian yang dimaksud oleh Cleon tadi. Mereka pun tiba di depan sebuah rumah bertingkat yang terlihat lusuh dan tak terawat. Krystal bisa merasakan kalau energi negatifnya berasal dari rumah tersebut, energinya terus menguat kian detik.
“Di sinilah sumbernya, Yang Mulia,” ucap Cherry.
“Rumah ini bukankah panti asuhan yang berada di bawah pengawasan langsung dari Kaisar? Beberapa waktu lalu anak-anak di panti asuhan ini hilang secara misterius, pencarian juga sudah dilakukan tapi tidak ada yang bisa menemukan keberadaan mereka.” Austin menjelaskan tentang berita hilangnya anak-anak di panti asuhan yang terjadi tiga bulan lalu.
“Apa tidak ada satu pun orang yang menemukan bukti di balik alasan hilangnya anak-anak?” Krystal berpikir kalau kejadian ini cukup tidak masuk akal dan menjadi sebuah tanda tanya besar di kepala.
“Tidak, saat itu para detektif yang menyelidikinya dan mereka menarik kesimpulan bahwa anak-anak tersebut menghilang karena diculik oleh iblis. Saya tidak bisa mempercayainya sebab kasusnya sangat mencurigakan, pencarian hanya dilakukan selama beberapa hari bahkan Kaisar sendiri tidak terlalu mempedulikan masalah ini sampai akhirnya Kaisar memutuskan untuk menutup kasus pencarian ini.”
Pikiran Krystal mulai tertuju kepada Kaisar, kasus menghilangnya anak-anak panti asuhan yang terdiri dari kurang lebih 30 orang anak diberhentikan pencariannya dan diambil kesimpulan kalau anak-anak itu diculik oleh iblis. Krystal tidak bisa menerima ini begitu saja, jika iblis memang terlibat di dalam kasus ini maka Krystal tidak akan tinggal diam.
__ADS_1
‘Aku harus mencari tahunya sendiri, selama ini iblis tidak pernah menampakkan lagi diri mereka. Apa mereka datang untuk merusuh di dunia manusia? Aku tidak boleh lengah dan harus menyelidikinya lebih dalam.’
Kemudian Krystal mengajak mereka terlebih dahulu untuk pergi ke rumah warga sekitar supaya dia bisa memeriksa gejala yang timbul akibat pancaran energi negatif tersebut. Krystal memeriksa satu persatu tubuh mereka, gejala yang dirasakan berbeda-beda. Ada di antara mereka yang hanya sesak napas, kesulitan tidur, dan yang paling parah adalah ada yang berada di ambang kematian.
“Yang Mulia, apa energi negatif dari rumah itu memang sebesar ini dampaknya?” Julian menatap iba kepada rakyat biasa yang kondisinya memprihatinkan itu.
“Iya, energi negatif itu hanya berefek ke manusia biasa saja sedangkan terhadap manusia yang memiliki energi spiritual atau mempunyai kekuatan istimewa seperti kalian tidak akan terkena dampaknya,” terang Krystal.
Pada saat yang bersamaan, beberapa orang warga berbondong-bondong mendekat ke arah Krystal yang tengah duduk memeriksa kondisi korban energi negatif. Mereka serentak menjatuhkan diri sembari bersujud di bawah kaki Krystal.
“Yang Mulia, tolong bantu kami. Sejak kemarin tidak terhitung berapa jumlah anggota keluarga kami yang meninggal karena masalah ini. Kami telah melaporkan masalah ini kepada Kaisar, namun Kaisar tidak kunjung mengirimkan bantuan. Kami juga sudah mencoba pergi ke gereja bertemu Yang Mulia Putri Emilia, tapi beliau tidak pernah mau membantu rakyat jelata seperti kami. Tolong kami, Yang Mulia, tidak peduli apa pun bayarannya nanti asalkan tidak ada lagi korban berjatuhan. Kami mohon, Yang Mulia.”
Mereka memohon dengan kesungguhan hati, tubuh mereka gemetar menahan tangis, mereka sudah menahan ini selama hampir kurang lebih dua bulan. Raut wajah mereka putus asa, sebab ini bukan masalah yang bisa ditangani oleh manusia biasa. Krystal merasa kasihan dengan mereka, sejujurnya Krystal tidak punya dendam kepada rakyat biasa karena selama ini mereka terus menerus diperlakukan tidak adil oleh pemimpin negeri ini. Tempat mereka tinggal pun terbilang tidak terurus dengan baik, banyak kerusakan tapi Kaisar tidak mempedulikannya.
Mereka terpaku sesaat mendengar Krystal berkata seperti itu, terbesit di kepala mereka rasa bersalah terhadap Krystal. Selama ini mereka selalu mengabaikan Tuan Putri kedua Albertine, tanpa mereka tahu saat ini ternyata Krystal lah yang pertama kali turun menyelamatkan hidup mereka.
“Terima kasih, Yang Mulia. Terima kasih,” ucap mereka berulang kali.
“Iya, sama-sama. Tapi, bisakah kalian mengumpulkan orang yang mengalami gejala yang sama? Kumpulkan mereka di satu tempat supaya aku bisa menangani mereka sekaligus.”
Langsung saja mereka bergerak mengumpulkan orang bergejala sama, tidak butuh waktu lama akhirnya mereka dikumpulkan di satu tempat. Jumlah mereka terbilang cukup banyak yaitu berkisar 100 orang, bahkan di antara mereka ada beberapa yang berada di kondisi kritis.
__ADS_1
“Apa Anda bisa menyembuhkan mereka, Yang Mulia?” tanya Lucio berbisik.
“Bisa karena ini bukan penyakit biasa, mereka seperti ini akibat energi negatif itu. Masalah ini dapat dengan mudah aku atasi.”
Lalu Krystal memejamkan mata, dia membawa diri ke dalam konsentrasi luar biasa.
“Atas kuasa langit dan bumi, atas kuasa hidup dan mati, aku perintahkan kepada para jiwa terkontaminasi, dengan kekuatan penjernihan roh hidup maka aku minta segala eksistensi negatif untuk beranjak pergi dari sini.”
Beberapa detik kemudian, keluar cahaya putih dari bawah tanah dan perlahan cahaya putih itu menjalar lalu menyerap energi negatif yang berada di tubuh semua orang. Terlihat seperti asap hitam pekat menodai cahaya putih tersebut, hal itu pertanda kalau energi negatifnya sukses diserap seluruhnya oleh kekuatan Krystal.
“Sudah sembuh, aku tidak merasakan sakit lagi.”
“Napasku juga tidak sesak.”
“Sekarang kita sudah sembuh.”
“HOREEE!!”
Semua orang bergembira dan melompat riang sebab tubuh mereka telah sembuh sepenuhnya. Mereka bersyukur tidak harus menderita lagi, mereka berhutang banyak kepada Krystal karena berhasil memberantas penderitaan mereka.
“Terima kasih, Yang Mulia, berkat Anda cucu saya bisa sehat kembali,” kata seorang wanita tua seraya menggenggam kedua tangan Krystal.
__ADS_1
Seketika Krystal banjir dengan ucapan terima kasih, entah mengapa hati Krystal merasakan kebahagiaan yang berbeda di kala orang-orang menuturkan rasa terima kasih kepadanya.
‘Ini adalah kali pertama bagi pemilik tubuh ini mendapat apresiasi langsung dari orang-orang, itulah kenapa ada getaran bahagia dari hati ini sebab sebelumnya dia tidak pernah mendapat ucapan terima kasih, hanya ada kalimat hinaan yang selalu dia dengar setiap waktu.’