
Shion mendekap mesra tubuh Krystal dari belakang, kedua tangannya melingkar di pinggang Krystal yang kini tengah sibuk membalikkan halaman buku di atas ranjang tempat tidur. Tubuh Krystal hanya dibalut oleh selimut putih, begitu pula dengan Shion saat ini. Tidak henti-hentinya Shion menciumi rambut Krystal yang semerbak beraroma melati merah muda.
“Anda sangat suka baca novel ya, Yang Mulia?” Shion mulai membuka suara di sela keheningan yang sejak tadi berada di antara mereka.
“Iya, hanya untuk hiburan. Aku hanya lelah bekerja sebagai dewi, ini waktu untukku beristirahat sejenak,” jawab Krystal tidak memalingkan wajah dari deretan kata-kata di novel bersampul merah tersebut.
Sebelumnya, Krystal telah memberitahu Shion secara keseluruhan mengenai identitas dirinya. Mulanya Shion sulit untuk percaya, namun setelah Krystal menunjukkan beberapa bukti serta wujud aslinya, ia pun berakhir di rasa percaya. Shion sadar kalau aura putih terang yang ada di diri Krystal, berasal dari jiwa dewi itu sendiri.
Di sela obrolan mereka berdua, Cherry dan Bleas masuk melalui jendela yang terbuka lebar. Ekspresi mereka tidak baik-baik saja sehingga Krystal terpaksa harus menghentikan sejenak aktivasnya, dan mulai berfokus pada mereka yang membawa berita penting.
“Katakan. Apa yang kalian temukan? Aku tahu kalian membawa berita yang sangat penting,” ujar Krystal memasuki mode serius.
Shion melepas pelukannya, atmosfir di dalam kamar kini berubah, ia tahu bahwa laporan kedua spirit merupakan laporan yang tidak main-main pentingnya.
“Begini, sebenarn—”
Braakkk
“YANG MULIA!”
Seluruh selir Krystal menggebrak pintu masuk kamar, mereka menerobos masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Di antara mereka juga ada Heros, dia tersipu saat mendapati Krystal tidak mengenakan pakaian dan hanya terbalut selimut putih.
__ADS_1
“Astaga, bisakah kalian mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk?” omel Krystal.
Mereka menyadari kalau saat ini mereka terjebak di situasi yang salah, tidak tepat bagi mereka mengajukan berbagai pertanyaan apalagi mengungkapkan rasa cemburu atau marah karena menyaksikan Shion berada di ranjang Krystal.
“Maafkan kami, Yang Mulia,” ucap mereka.
“Oke, tutup pintunya lagi. Tampaknya Cherry dan Bleas membawa berita penting,” titah Krystal.
Krystal saat ini tidak bisa dibawa bergurau, hawa kamar tenang tapi tercekat oleh muka serius Krystal, bahkan tidak ada di antara para selir yang berani membuka suara untuk memecah keseriusan.
“Yang Mulia, tadi kami mendengar pembicaraan Emilia bersama Isabelle. Emilia mengatakan sesuatu tentang rahasia yang selama ini mereka sembunyikan,” kata Cherry.
“Rahasia itu adalah bahwa Krystal Albertine merupakan saintess yang sesungguhnya. Kekuatan saintess sejak awal milik Krystal, lalu mereka merebut dan mengambil secara paksa kekuatan itu dari tubuh Krystal dengan bantuan Pendeta Agung,” sambung Bleas menjelaskan.
“Ya ampun, hahaha. Jadi, Krystal seorang saintess? Lalu pendeta sialan itu yang membantu untuk memindahkan kekuatannya? Aku mulai sadar garis besar kehidupan Krystal dan tentang kenapa tubuh ini gemetar saat bertemu si pendeta, itu karena Krystal sendiri memiliki trauma momen bersama pendeta. Akan tetapi, akibat ramuan yang biasa diberikan oleh Isabelle, menyebabkan memori Krystal hilang dan kacau.”
Krystal menertawakan penderitaan yang tidak berkesudahan ini, satu rahasia mulai terkuak dan terkupas. Krystal menyangka bahwa si pemilik tubuh tidak memiliki kekuatan istimewa, tapi rupanya kekuatan itu ada dan dirampas oleh orang lain. Awalnya, Krystal beranggapan bahwa Emilia sungguhan anak kesayangan dewa, namun semua itu hanyalah kebohongan belaka.
“Bukankah ini sudah sangat keterlaluan? Merampas kekuatan lalu menyiksanya sampai mati. Yang Mulia, bisakah Anda mengizinkan saya menghancurkan kekaisaran ini sekarang?” murka Austin diangguki yang lain.
“Tidak, kalian tidak boleh melakukan itu sekarang. Aku merasakan masih ada kejanggalan di belakang masalah ini, dan bukan hanya satu rahasia yang mereka sembunyikan. Aku yakin ada rahasia yang lebih besar lagi di balik ini,” tutur Krystal mencegat mereka untuk bertindak.
__ADS_1
“Jadi, menurut Anda masih ada hal lain? Apa perlu kami selidiki lagi?” tanya Cherry.
Krystal mengangguk, “Ya, kalian perlu menyelidiki lebih dalam lagi. Namun, aku memerintahkan kalian untuk mencari tahu perihal Ibu kandung dari Krystal. Fakta bahwa Krystal merupakan saintess tidak bisa dielakkan dari identitas sebenarnya sang Ibu. Kekuatan saintess tidak sembarang orang yang bisa mendapatkannya, kemungkinan besar Ibu Krystal bukanlah wanita penghibur biasa.”
“Sudah lama sejak terakhir kali saintess muncul di dunia manusia, itu sudah lebih ratusan tahun lalu. Krystal, aku rasa ada campur tangan mereka di belakang masalah ini, pemindahan kekuatan bukan permasalahan sepele. Tapi, kenapa mereka menargetkan Krystal yang notabenenya hanya seorang saintess?” Heros merasa terheran dan memiliki berbagai pertanyaan kejanggalan di kepalanya.
“Mereka ya? Sempat terbesit di benakku kalau ini perbuatan mereka. Inilah mengapa aku penasaran akan identitas Ibunya Krystal. Dengan begini, kita bisa mengetahui apa sebenarnya tujuan mereka menyudutkan Krystal sampai sejauh itu.”
“Mereka siapa yang kalian bicarakan? Apakah itu dalang dari semua masalah ini?” tanya Julian.
Krystal dan Heros saling bertukar pandang, ingin rasanya mereka memberitahu yang sebenarnya kepada yang lain.
“Tapi, kekuatan saintess bukankah berhubungan langsung dengan dewa? Saintess disebut sebagai anak kesayangan dewa karena dia dianggap sebagai perantara tangan dewa untuk memberkati serta mengobati makhluk hidup. Lalu mengapa dewa tidak mengambil langkah lebih jauh mengenai permasalahan ini? Satu saintess bukan hal merepotkan untuk melindunginya, sebab saintess tercipta dari kekuatan suci dewa,” bingung Shion mengeluarkan pendapatnya.
“Aku akan memberitahu kalian satu hal, jangan pernah mempercayai dewa.” Krystal mempertegas ucapan serta pandangan matanya, “Karena dewa adalah musuh manusia yang sebenarnya,” sambungnya kembali.
Deg!
Pernyataan Krystal tentang dewa adalah hal paling mengejutkan yang sejauh ini mereka dapatkan. Seluruh makhluk hidup mempersembahkan do’a mereka kepada dewa yang dianggap sebagai eksistensi paling suci dan tak ada dosa. Manusia mempertaruhkan diri dan kepercayaan sepenuhnya terhadap dewa, mereka percaya segala sesuatu yang ada di hidup mereka merupakan berkat dari dewa. Akan tetapi, pada hari ini persepsi itu akan berubah di kepala para selir Krystal.
“Anda bercanda? Bagaimana ceritanya dewa menjadi musuh manusia?” tanya Austin memastikan.
__ADS_1
Krystal menyunggingkan senyumnya, dia sudah menduga akan mendapatkan pertanyaan seperti ini.
“Putih tak selalu berbalut kesucian, hitam tak selalu berbalut keburukan. Aku menyebutnya sebagai para dewa yang serakah akan kekuasaan, mereka sama seperti manusia yang mementingkan diri demi mendapatkan posisi tinggi di Kekaisaran Langit. Menjatuhkan makhluk hidup ke dalam dosa, mereka adalah makhluk yang paling menjijikkan. Lalu aku ialah satu-satunya dewi yang berpihak kepada manusia.”