
Lucio termangu kaku, dia tidak paham apa yang sedang dibicarakan oleh Krystal, dia tidak memiliki ingatan apa pun tentang dirinya 4000 tahun lalu. Krystal langsung mengalihkan tatapannya, mungkin untuk saat ini dia belum bisa menjelaskannya kepada Lucio. Semakin banyak hal mengganjal di hati Krystal untuk ia pertanyakan nanti.
“Apakah yang Anda katakan itu benar adanya? Bahwa yang membunuh Raja kami sebenarnya adalah dewa itu sendiri?” tanya pemimpin monster itu memastikan.
Krystal kembali fokus ke masalah utamanya sekarang, dia akan membahas masalah lainnya nanti ketika suasana mulai renggang.
“Ya, aku saksinya sendiri, 4000 tahun lalu tepatnya di pinggiran Kerajaan Ezoria terdapat gerbang yang menembus menuju kerajaan tempat monster bermukim. Aku Krystalia yang saat itu menjabat sebagai Ratu Ezoria, secara kebetulan juga aku berhubungan baik dengan Raja Macaire. Aku masih mengingatnya dengan jelas kala itu aku melakukan kunjungan ke kerajaan kalian, namun aku mendapati Raja Macaire sekarat di tangan seorang dewa agung.”
“Aku membantu Raja Macaire untuk melawan dewa agung, tapi sayangnya aku terlambat. Tidak lama setelah itu, Raja Macaire menghembuskan napas terakhirnya, manusia yang dicintai oleh Raja kalian alias Ratu kalian sendiri juga turut menjadi korban di pertarungan itu. Kemudian mereka menitipkan padaku anak laki-laki mereka yaitu Lucio, aku membawanya ke Kerajaan Ezoria. Maafkan aku baru bisa mengingat semuanya sekarang,” papar Krystal sembari membungkuk mengucapkan maaf.
Hening. Krystal memberikan penjelasan yang detail sekaligus mengejutkan, terlebih lagi Heros dan Vicenzo yang selama ini selalu berada di sisi Krystal, tapi mereka tidak mempunyai ingatan tentang hal tersebut. Lucio tampak syok, bagaimana tidak? Selama ini yang dia ketahui adalah dia yang merupakan putra kedua dari Grand Duke Marvelo. Akan tetapi, Krystal membeberkan fakta lain mengenai dirinya yang sedikit pun tidak membekas di memorinya.
“Krystalia? Jadi, Anda kah dewi yang sering dibicarakan oleh Raja? Dewi yang beberapa kali menyelamatkan Raja dari bahaya? Raja pernah mengatakannya bahwa Pangeran Lucio nanti akan diserahkan sebagai suami Anda, jadi Pangeran Lucio sekarang sudah bersama Anda? Syukurlah,” ujar seorang monster.
“Ya? Suami?” Krystal tercengang, begitu pula yang lain juga ikut tercengang, “Apa maksudnya?” tanya Krystal kebingungan.
“Oh iya, benar juga. Raja pernah bercerita kalau calon menantunya seorang dewi, jadi Anda yang dimaksudkan oleh beliau?” Para monster seketika heboh, Raja mereka memang merencanakan untuk menjadikan Lucio sebagai suami Krystal.
“Tunggu! Tunggu! Kenapa pembahasannya malah sampai ke sana? Bukankah tadi kita sedang membahas hal penting? Tolong dikesampingkan dulu masalah yang lain,” ujar Krystal tersipu malu.
Para monster saling bertukar pandang, mereka juga merasa pembahasan mereka saat ini melenceng cukup jauh. Kemudian mereka bangkit dari posisi berlutut, setidaknya hati mereka sudah lega sekarang bahwa Pangeran yang mereka cari selama ini masih hidup.
__ADS_1
“Untuk menerima kenyataan mengenai dalang pembunuhan Raja adalah seorang dewa, bagi kami masih cukup sulit. Akan tetapi, kami percaya kepada Anda, sebab Anda dipercaya oleh Raja dan kami juga akan menaruh kepercayaan kepada Anda. Terima kasih telah menjaga Yang Mulia Pangeran selama ini.”
Para monster membungkuk mengucapkan rasa terima kasih dari lubuk hati terdalam, Lucio memilih untuk mengikuti alur saat ini. Dia berencana meminta penjelasan Krystal tentang apa yang baru saja disampaikan olehnya, sebuah kenyataan tentang diri Lucio yang selama ini tidak akan pernah dia peroleh dari kehidupan yang dia jalani.
“Tidak perlu berterima kasih, sejujurnya ingatanku masih belum pulih sepenuhnya, tapi setidaknya aku ingat tentang detail pembunuhan Raja kalian. Sekarang bisakah kalian menarik kembali seluruh monster yang ada di dunia ini? Manusia tidak bersalah kepada kalian, jadi aku harap kalian tidak lagi menaruh benci kepada manusia,” tutur Krystal.
“Kenapa kalian bisa membuka portal menuju Archer? Bukankah hanya ada satu portal menuju dunia monster dan portal itu terletak sangat jauh dari sini?” tanya Lucio.
“Sebenarnya, ada seseorang yang memberikan duplikat portal kepada kami, semenjak Raja mati dan kerajaan monster hancur, kami membuat dunia sendiri di tempat lain. Hanya ada satu portal saja yang bisa masuk ke dunia kami, makanya jumlah monster yang bisa ke dunia manusia tidaklah banyak. Orang yang memberikan duplikat portal itu berjubah putih, dia menuntun kami untuk masuk ke Archer, dia juga meminta kami membunuh gadis bersurai sakura.”
“Mereka lagi rupanya, baiklah kalau begitu. Sekarang kalian kembalilah, bawa seluruh monster yang tersisa. Jangan berada di tempat ini lebih lama lagi, keberadaan kalian akan membuat takut manusia,” titah Lucio.
“Baik, Yang Mulia.”
“Putri! Apa Anda baik-baik saja? Saya khawatir Anda belum keluar dari hutan. Tapi, kemana semua monster yang tiba-tiba muncul tadi?” tanya Alexius beruntun sambil menyentuh pundak Krystal.
“Saya baik-baik saja, semua monsternya sudah saya atasi, jadi jangan khawatir,” jawab Krystal.
Lucio, Shion, Heros, dan Vicenzo menatap tajam Alexius yang dengan beraninya menyentuh Krystal.
“Jangan sentuh Krystal!” tekan Vicenzo menjauhkan Krystal dari Alexius.
__ADS_1
Alexius mengerutkan keningnya, dia tidak menyukai adanya selir Krystal di sana, terpaksa dia harus mengalah dan menjauh dari Krystal.
“Oke, haruskah kita kembali ke istana sekarang?”
Mereka pun keluar dari hutan bersama, ternyata di luar hutan banyak orang yang terluka parah hingga kehilangan bagian tubuhnya. Seluruh tim medis tampak kewalahan menangani banyaknya pasien, Krystal tidak bisa membiarkan masalah ini terjadi begitu saja tanpa turun tangan darinya.
“Kak, bisakah menggunakan kekuatan saintess untuk membantu mereka? Aku hanya merasa kasihan dengan korban yang tidak bersalah,” bisik Cleon.
“Rencananya seperti itu, aku akan meminta izin kepada Kaisar Archer lebih dulu.”
Krystal mendekati Alexius yang tengah berbicara dengan beberapa tim medis.
“Yang Mulia, bisakah Anda mengizinkan saya untuk menyembuhkan korban yang dilukai oleh monster tadi?” tanya Krystal serius.
“Menyembuhkan? Apa Anda bisa membantu menyembuhkan luka mereka?” tanya Alexius balik.
“Bisa, Yang Mulia. Tolong serahkan masalah ini kepada saya,” ucap Krystal.
Alexius pun mengizinkan Krystal untuk mengambil alih tugas tim medis, Krystal berdiri di tengah-tengah korban terbaring. Semua orang memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh Krystal, sebelum itu Krystal memfokuskan pikirannya pada satu titik sambil memejamkan matanya.
“Atas kehendak cahaya, kehendak hidup dan mati makhluk hidup, tolong limpahkan kesembuhan bagi mereka yang menderita sakit. Aku kerahkan segala ketulusan untuk mengembalikan diri mereka seperti sedia kala, tolong dengarkan permohonanku.”
__ADS_1
Dari dasar tanah muncul cahaya menenangkan, cahaya tersebut perlahan membalut tubuh orang-orang yang terluka. Semua jenis luka pun berakhir sembuh, bagian tubuh yang menghilang juga kembali seperti sedia kala. Kini tidak ada lagi orang yang harus bersedih akibat luka yang mereka terima dari serangan monster tadi.