Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Berlian Kepemimpinan


__ADS_3

Lidah Krystal terasa berat, dunia seakan berhenti berputar kala itu, Krystal tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Fergus. Memikirkan tentang dirinya yang terlahir dari dewi iblis dan Kaisar Langit membuatnya mematung. Mau berapa kali pun dia memikirkannya, itu adalah sesuatu yang mustahil. Saat ini Krystal dilanda kebingungan tak berdasar, fakta-fakta yang memberatkan terus datang menghampiri.


“Mustahil… tidaak… TIDAK MUNGKIN! SAYA TIDAK PERCAYA, PASTI ANDA BERBOHONG KAN?” Krystal meninggikan suaranya, dia menolak untuk mempercayai fakta yang baru saja disebutkan oleh Fergus.


Mata Fergus yang menatap lurus Krystal tidaklah berbohong, dia jujur mengatakan identitas kedua orang tua Krystalia yang telah disembunyikan dari lama.


“Coba sekarang kau pikirkan, apa alasan para dewa agung mengejarmu dan menjebakmu? Mereka menginginkan kematianmu, kira-kira kenapa mereka seperti itu? Tidakkah kau pernah memikirkannya?”


Krystal merapatkan mulutnya, dia tidak mengetahui alasan di balik para dewa yang begitu menginginkan kematiannya. Krystal menundukkan wajah, sejenak dia memutar memori ke masa lampau, dia mengingat lagi segala rasa sakit yang didera.


“Saya tidak tahu… saya tidak tahu alasan mereka menginginkan kehancuran diri ini. Kerap kali saya berpikir, tapi tidak ada jawaban yang saya temukan. Apa hanya karena saya anak dari Kaisar Langit? Ataukah karena saya anak dari seorang dewi iblis? Sebenarnya kenapa? Apa salah saya?”


Fergus menunjuk ke arah jantung Krystal, “Itu karena jantungmu,” ucap Fergus.


“Jantung? Saya tidak mempunyai jantung, mengapa mereka menginginkan hal yang tidak ada?” Krystal semakin dibuat linglung oleh Fergus.


“Dengarkan aku, Krystalia!” tekan Fergus penuh keyakinan, “Kau bukannya tidak mempunyai jantung, tapi karena Ayahmu mengganti jantungmu dengan berlian kepemimpinan. Apa kau pikir seorang Kaisar Langit sudah sempurna tanpa berlian kepemimpinan itu? Tidak! Kaisar Langit belum sempurna tanpa adanya berlian kepemimpian. Kekuatan yang berlimpah ada di berlian itu semuanya. Mereka menginginkan berliannya supaya dapat menguasai Kekaisaran Langit dan memerintahkan seluruh makhluk hidup sesuka hati mereka.”


Fergus mengungkapkan segala rahasia yang tersembunyi selama ini secara terang-terangan di depan Krystal. Waktu di sekitar mereka terhenti, Krystal tak sanggup mengerjapkan mata mendengar kenyataan yang sesungguhnya dari Fergus. Keringat dingin mengucur dengan deras dari sela-sela permukaan kulit keningnya. Apa yang dikatakan oleh Cleon tentang jantungnya kini terjawab sudah, Krystal tidak lagi menaruh kebingungan atas masalah yang mengusik kepalanya setiap waktu.

__ADS_1


“Mereka mengincar berlian kepemimpinan?”


Fergus menganggukkan kepala, “Ayahmu terpaksa melakukannya, apakah kau tahu? Ayahmu dikhianati oleh bawahan yang paling dia percaya, para dewa dan dewi juga mengkecam keputusan Ayahmu yang ingin menikahi Ibumu yang notabenenya seorang dewi iblis. Sebagaimana yang kau ketahui, iblis tidak pernah diterima untuk menjadi dewi. Mereka menilai iblis itu jahat dan suatu saat akan berbalik menghancurkan dunia, tapi hal itu tidaklah benar. Nyatanya yang bersikap seperti iblis adalah eksistensi suci itu sendiri.”


“Ditambah lagi kekuatan dewi iblis hampir setara dengan Kaisar Langit, mereka sebenarnya khawatir kalau mereka akan kesulitan untuk merebut kekuasaan dari Kaisar Langit, itulah sebab mengapa mereka menegaskan tidak ingin menerima dewi iblis sebagai Permaisuri. Kemudian kekuatan yang selama ini kau gunakan merupakan kekuatan Ibumu, kipas merah itu juga milik Ibumu, sedangkan kekuatan Kaisar Langit masih tersegel di dalam dirimu. Kau sangat kuat, Krystalia! Para dewa takut kau akan menghancurkan mereka dalam hitungan detik!” jelas Fergus panjang lebar.


Lutut Krystal melemas seketika, tubuhnya merosot ke atas lantai nan dingin, sepasang manik violet melebar dengan wajah yang tertunduk. Krystal tidak tahu harus bagaimana ia menanggapi apa yang dikatakan Fergus padanya, dia bungung bagaimana akan menghadapi masalah ini ke depannya.


“Kemudian alasan mereka memusnahkan malaikat surgawi, para spirit itu—”


“Benar, mereka melenyapkan malaikat surgawi, para spirit, hingga seluruh iblis karena merekalah makhluk yang setia di bawah perintah Ayah dan Ibumu. Mereka menolak untuk berkhianat hingga terjadilah kehancuran besar-besaran. Ayah dan Ibumu meninggalkan kekaisaran setelah mengetahui tentang pengkhianatan, Ibumu kala itu sedang mengandungmu, mereka berseembunyi di tempat yang sulit dijangkau. Namun, pada akhirnya mereka tahu tempat persembunyian orang tuamu, saat itu kau masih berumur enam tahun dan orang tuamu terpaksa menyembunyikan keberadaanmu agar mereka tidak mengetahui tentangmu.”


Krystal lekas bangkit kembali, lalu menegakkan kepala seraya memberi sorot mata penuh perasaan yakin.


“Aku pastikan mereka hancur di tanganku, mereka yang berani menyakiti orang yang aku sayangi maka itu artinya mereka harus berani menghadapi kehancuran yang akan aku beri.” Krystal mengepalkan kedua tangannya, api amarah membara di kedua matanya.


Fergus menyunggingkan senyumnya, “Benar, kau harus menghancurkan mereka dengan tanganmu. Jangan takut mengenai kekuatanmu, sebab kekuatan yang lebih besar sebentar lagi akan terbuka lebar. Untuk sementara waktu, singkirkan tentang ingatan yang mengganggumu, kita tidak punya waktu lagi menghadapi kehancuran yang sudah di depan mata.”


Setelah Fergus mengungkapkan kebenarannya kepada Krystal, suasana hati Krystal yang murung telah kembali seperti sedia kala. Kini ia melangkah keluar dari kamar menuju kamar Shion untuk melihat kondisinya. Rupanya di depan pintu kamarnya, para selir telah menunggunya sejak tadi, mereka benar-benar mengkhawatirkan kondisi Krystal.

__ADS_1


“Maaf karena aku membuat kalian khawatir, aku sudah jauh lebih baik sekarang,” ujar Krystal.


“AAHHH KAKEK! Mengapa Anda bisa ada di sini?” tanya Vicenzo menunjuk ke arah Fergus.


“Siapa dia?” tanya selir yang lainnya.


“Aku Fergus, penghuni hutan belantara tempat reruntuhan pemukiman klan musik berada. Aku mengikuti mereka berdua sampai kemari, aku bosan terus berada di hutan itu sendirian. Jadi, mulai sekarang aku akan tinggal di sini,” ujar Fergus memutuskan ingin tinggal seenaknya saja.


“Haha ya begitulah, bagaimana kondisi Shion? Apa dia sudah siuman?” tanya Krystal kepada mereka yang masih terkejut oleh kemunculan Fergus.


“Belum, apa Anda mau melihatnya?”


Krystal mengangguk, segera seusai itu mereka pergi mengunjungi Shion bersama-sama ke kamarnya. Kondisi tubuh Shion jauh lebih baik sekarang, dia tertidur nyenyak setelah Krystal menyanyikannya kemarin.


“Apa Shion masih belum niat untuk bangun? Dia pasti kelelahan setelah menahan rasa sakit luar biasa seperti kemarin. Untungnya aku cepat menemukan solusi menangani permasalahan itu,” tutur Krystal seraya menghela napas lega.


Krystal duduk tepat tepi ranjang sambil mengelus kepala Shion, kini Shion tidak perlu mengkhawatirkan tentang mata auranya lagi, Krystal berada di sampingnya selalu untuk membantunya mengatasi masalah tersebut. Tak berselang lama, tangan Shion bergerak, kelopak matanya juga ikut bergerak, pertanda dia akan segera siuman.


“Y-yang Mulia….”

__ADS_1


__ADS_2