
Leonard tampak mencari-cari jawaban yang tepat untuk menjelaskan sesuatu kepada Krystal. Menyaksikan wajahnya saja sudah membuat Krystal mual, pria ini sungguh tidak tahu diri dan tidak tahu malu setelah mengingat apa yang dia perbuat selama ini kepada Krystal. Semasa di akademi, dia membiarkan orang lain merundung Krystal, melihat Krystal saja dia tidak sudi. Namun, setelah Krystal mempertontonkan wajah aslinya ke semua orang, barulah Leonard menampakkan ketertarikannya kepada Krystal.
“Begini, maksud saya mengajak Anda kemari, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan.” Tangan Leonard bergerak menyentuh punggung tangan Krystal, tapi buru-buru ditampik oleh Krystal.
“Jangan sentuh aku!” tekan Krystal.
“Ahh maaf, saya tidak bermaksud. Saya mendengar Anda membuka harem, saya ingin menjadi salah satu selir Anda. Sebenarnya saya ingin mengajukan langsung ke istana, tapi ada ba—”
“Tidak! Aku tidak akan mengizinkanmu masuk ke haremku.” Belum selesai kalimat pembicaraan Leonard, Krystal secara blak-blakkan langsung menolak tanpa mau mendengar kalimat lanjutannya. Leonard terkesiap ketika Krystal menuturkan penolakan dengan tegas kepada dirinya, keputusan Krystal soal ini tidak bisa diganggu gugat.
“Mengapa? Mengapa Anda menolak saya? Bukankah saya memenuhi kriteria untuk masuk ke harem Anda? Saya memiliki paras tampan, bahkan saya juga memiliki kemampuan berpedang yang bagus. Semua orang di kekaisaran tahu soal saya, Anda sendiri juga mengetahuinya bukan? Saya adalah kriteria paling sempurna untuk Anda.” Leonard membanggakan dirinya kepada Krystal, dia terlihat tidak menerima penolakan dari Krystal.
“Aku mencari pria yang perjaka, empat selirku semuanya perjaka dan aku yang pertama kali bermain dengan mereka. Sedangkan dirimu? Apa kau masih perjaka?”
Leonard tertegun, dia tidak dapat menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Krystal. Soal keperjakaan hanyalah kebohongan, saat ini Krystal mencoba untuk mempermalukan Leonard.
“Kau tidak bisa menjawabnya? Oke, aku anggap kau tidak lagi perjaka, sebab kau sendiri sering tidur bersama Emilia bukan?”
Deg!
Leonard kehilangan kata-kata, fakta yang diungkapkan Krystal memang benar adanya. Leonard selama ini selalu tidur dengan Emilia tanpa ada hubungan apa pun. Leonard melakukannya karena dia sendiri ingin masuk ke istana sebagai salah satu selir Emilia.
“Tidak, Anda salah paham. Saya tidak pernah tidur dengan Yang Mulia Putri Emilia. Sungguh, saya tidak pernah melakukannya.” Leonard mencoba mendapatkan kepercayaan dari Krystal, namun itu nihil.
“Kau masih mencari pembenaran? Benar-benar ya kau. Jujur saja, aku sedari awal sungguh ingin membunuhmu, aku sangat muak melihatmu. Pria sepertimu ini sepantasnya dibuang dari dunia, aku sangat sangat sangat membencimu. Tidak ada kata yang tepat untuk menggambarkan seberapa besar rasa benciku padamu,” ungkap Krystal terang-terangan.
Namun, karena suara Krystal sedikit meninggi, akhirnya mereka berdua menjadi objek tontonan oleh pengunjung restoran. Ungkapan rasa benci Krystal serta fakta mengenai Leonard sering tidur dengan Emilia menjadi titik fokus para pengunjung. Mereka menonton kekesalan Krystal dari tempat masing-masing sembari memasang telinga untuk menyimak.
__ADS_1
“Yang Mulia, saya rasa Anda keterlaluan. Seharusnya Anda membicarakan masalah sensitif seperti ini di tempat yang tertutup, apa Anda sengaja membuat saya malu? Jangan karena Anda berubah dari diri Anda yang dulu, Anda jadi bisa seenaknya kepada saya. Sebaiknya, Anda sadar akan posisi diri Anda.”
Krystal tertawa kecil meledek Leonard, dia rasa kali ini Leonard nyaris melewati batas, tapi Krystal berusaha tetap tenang di tempat.
“Kau ini sedari awal disuruh oleh Emilia untuk menjadi selirku bukan? Saya sekali, aku tidak sebodoh itu untuk kalian kibuli. Kau menyuruhku untuk sadar akan posisiku? Untuk apa aku perlu sadar? Aku ini meski terlahir dari rahim seorang wanita rendahan, aku masihlah seorang Tuan Putri. Aku punya posisi penting, selain itu aku hidup bergelimang harta dan dikelilingi pria tampan. Kau yang seharusnya sadar diri!”
Krystal mengambil segelas air minum lalu menyiramkannya ke muka Leonard, kala itu orang-orang seketika heboh oleh tindakan Krystal.
“Kep*rat! Beraninya kau menyiramiku, kau harusnya beruntung aku mau menjadi selirmu. Kau itu tidak seberbakat Tuan Putri Emilia, kau terkenal karena sikap buruk dan juga karena kau aib kekaisaran. Ada anak bangsawan terpandang sepertiku mau masuk ke istana haremmu, seharusnya kau senang dan bukannya mempermalukanku seperti ini.” Leonard murka, dia mencengkram pergelangan tangan Krystal.
Seringai meremehkan terbit di bibir tipis Krystal, dia memutar tangan Leonard dan kini gantian Krystal mencengkram pergelangan tangan Leonard. Tenaga Krystal jauh lebih kuat dari Leonard, kekuatan cengkramannya mampu menyakiti tangan Leonard. Krystal memperkuat pelintirannya, dia tidak bisa membiarkan Leonard berlama-lama menghinanya.
“Aarrghhh! Lepaskan tanganku, dasar jal*ng!” hina Leonard lagi.
“Kau memanggilku apa? Jal*ng? Panggilan itu sepantasnya untuk Emilia, Tuan Putri tercintamu itu. Aku bisa berbuat lebih kasar daripada ini, aku tidak takut dengan status kebangsawanan sialanmu itu. Aku malah lebih senang jika kau mati di tanganku.” Krystal melepas pelintiran di tangan Leonard, kemudian dia mendorong Leonard hingga tersungkur di atas lantai.
“Ayo, Olin! Saatnya kita pulang,” ajak Krystal pada Olin yang masih sibuk mengunyah makanan di atas meja.
“Tapi, makanannya belum habis. Sayang sekali jika makanannya tidak dihabiskan,” ujar Olin.
“Ya sudah, kau angkut saja semuanya. Bukannya kau membawa kantong untuk berjaga-jaga? Simpan semua makanan itu di kantongmu.”
Olin sumringah, dia melakukan seperti yang disuruh oleh Krystal, tidak lupa Krystal melemparkan sekantong kecil koin emas ke arah pemilik restoran.
“Terima kasih sudah menyaksikan tontonan menarik dariku, itu tip buatmu pemilik restoran sekalian aku membayarkan semua makanan orang-orang yang makan di sini hari ini.”
Krystal berlalu pergi dari restoran, dia menghilang bersama Olin begitu tiba di depan pintu keluar restoran. Krystal menggunakan teleportasi ke istana supaya tiba lebih cepat, dia tidak mampu menahan emosi memuncaknya. Namun, rupanya kepulangan Krystal sudah dinantikan oleh para selir kesayangannya, mereka menunggu Krystal di depan pintu kamar.
__ADS_1
“Kyaaaa para pria tampanku!” pekik Krystal bergegas mendekat ke mereka.
“Yang Mulia! Anda sudah pulang?”
“Anda habis dari mana?”
“Apa yang Anda lakukan di luar?”
“Apa ada masalah lain yang sedang Anda urus?”
Krystal diserbu oleh berbagai pertanyaan, ia bingung harus memulai menjawabnya dari mana. Kemudian ketika Krystal mengangkat tangan, mereka berempat tidak sengaja menangkap pergelangan tangan Krystal yang merah akibat cengkraman Leonard.
“Kenapa tangan Anda memerah? Apa ada seseorang yang menyakiti Anda?” cemas Julian diangguki yang lain.
“Tidak, ini bukan masalah penting. Apakah kalian menemukan petunjuk perihal komplotan berjubah putih itu?”
“Sebenarnya kami menemukan sesuatu, sebaiknya kita berbicara di tempat yang lebih tertutup saja.”
...***...
Sementara itu, saat ini di istana Emilia, Leonard datang kepadanya membawa laporan kepada Emilia.
“Jadi, kau gagal masuk ke haremnya Krystal?” tanya Emilia.
“Maafkan saya, Yang Mulia. Dia mengetahui kalau saya disuruh oleh Anda, bahkan saya dipermalukan olehnya di hadapan banyak orang,” jawab Leonard.
“Sial! Ini tidak bisa dibiarkan lagi. Aku khawatir kalau dia mengetahui rahasia sesungguhnya kekaisaran ini. Gadis itu ancaman besar! Keberadaannya harus dihapuskan sebelum semuanya terbongkar.”
__ADS_1