
“Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau baik-baik saja?” tanya Krystal.
Tubuh pria tersebut gemetar, Krystal tidak dapat melihat dengan jelas bagaimana rupa wajahnya sebab dia duduk menyandar ke pohon sambil menundukkan kepala. Krystal berjongkok di hadapan pria tersebut untuk mengamati kondisi tubuh bagian mana yang menjadi sumber sakit, Krystal menaruh tangannya di atas rambut perak pria itu.
“Bagian mana yang sakit?” Sekali lagi Krystal mengajukan pertanyaan.
Pria itu berhenti merintih sakit ketika Krystal melontarkan pertanyaan kedua, rintihan kesakitannya tidak lagi terdengar. Wajahnya yang tertunduk, ia angkat untuk melihat ke arah Krystal secara langsung. Tampak mata emas nan indah di dua sisi penglihatannya, manik-manik emas tersebut penuh dengan rasa lelah dan kesedihan mendalam.
“Suaranya berhenti… aku tidak mendengar suara itu lagi. Tenang dan damai…” Pria itu menggumamkan hal yang tidak bisa dimengerti oleh Krystal. Namun, saat ini dia jauh lebih tenang, irama napasnya mulai beraturan keluar, sepertinya rasa sakit yang ia rasakan jauh berkurang.
Krystal mengamati baik-baik penampilan dari pria itu, dia terlihat seperti seorang bangsawan, tapi kulitnya sedikit lebih gelap. Dari warna kulitnya, Krystal bisa tahu kalau pria itu bukan berasal dari Albertine, meski begitu wajahnya nampak manis dan tampan. Mata emas pria itu mengerjap beberapa kali, terlihat dia sedang memperhatikan Krystal dari ujung rambut hingga ujung kaki.
“Apa kau berasal dari luar Albertine?”
“Ya, aku dari Kekaisaran Midland,” jawabnya.
“Ohh Kekaisaran Midland, aku pernah mendengarnya. Di sana tempat berkumpulnya para pengrajin yang hebat bukan? Aku juga mendengar penempa senjata di sana memiliki kemampuan luar biasa,” ucap Krystal.
“Ya, seperti itulah.”
Krystal merasa pegal karena terus berjongkok, dia pun berdiri dan merenggangkan otot tangan dan kakinya.
“Kau tidak pegal terus duduk seperti itu?”
Angin malam berhembus dan menerbangkan rambut Krystal, pria itu terpesona saat memandang rambut Krystal bak sakura berkibar lalu membawa aroma wangi yang menenangkan. Betapa cantiknya Krystal berada di bawah cahaya rembulan, tidak akan ada yang memungkiri fakta tersebut terjadi.
“Siapa gadis ini? Dia sangat cantik, aku tidak pernah mendengar ada wanita secantik ini di Albertine. Terlebih lagi, suara berisik itu menghilang saat dia datang,” batin pria tersebut. Akan tetapi, dengan lekas pria itu menepis segala pikirannya tentang Krystal, lalu dia juga ikut berdiri di depan Krystal.
__ADS_1
“Ya ampun, rupanya kamu sangat tinggi,” ucap Krystal terkejut, dia tidak menyangka bahwa pria berwajah manis itu memiliki tinggi yang setara dengan Austin dan Lucio.
“Anu… bolehkah saya mengetahui nama Anda?” tanya pria itu pada Krystal.
“Namaku? Aku Krystal, Putri kedua Kaisar Albertine.”
Pria itu terlonjak kaget, dia tahu nama Krystal sejak lama, tapi tidak ada rumor tentang wajahnya yang cantik rupawan. Selama ini dia hanya mendengar tentang Krystal si Tuan Putri yang bodoh dan menjadi aib Albertine. Namun, akhir-akhir ini rumor itu merambah ke kekaisaran lain, mereka mengatakan Krystal telah dirasuki oleh iblis gila sehingga kini kebodohannya ditelan oleh iblis itu. Tapi, pria itu tidak melihat sisi iblis yang disebutkan, menurutnya Krystal menyerupai seorang gadis pada umumnya.
“Kau kaget? Ya wajar saja, orang-orang memiliki penilaian dan pandangan yang buruk terhadapku,” tutur Krystal sambil merapikan rambutnya yang kusut karena terpaan angin barusan.
“Tidak tidak, b-bukan… bukan begitu. Menurut saya, Anda berbeda jauh dari rumor itu, Anda bukan orang yang buruk sama sekali.” Pria itu mengalihkan muka merahnya ke arah lain, Krystal tersenyum kecil melihat sifat pemalu pria itu.
“Itu adalah penilaianmu terhadapku. Baiklah, tidak masalah, tapi bisakah kau sekarang memberitahukan namamu padaku?”
“Saya Julian Midland, Pangeran ketiga dari Kekaisaran Midland.”
Krystal tidak menyangka sama sekali kalau Julian adalah seorang Pangeran, yang artinya mereka memiliki posisi yang sama. Krystal tidak memiliki info atau ingatan apa pun tentang Julian, dia hanya tahu Pangeran pertama dan Pangeran kedua, tapi Pangeran ketiga tidak ada yang menyebutnya. Saat hampir tenggelam di dalam lamunan sendiri, Krystal melihat sekilas ada listrik di tangan Julian, lamunan Krystal terpecah karena hal itu.
“Benar, saya memilikinya. Tapi, darimana And—”
“Bagus!” Krystal refleks menggenggam kedua tangan Julian, jarak wajah mereka sangat dekat. “Kau harus menjadi selirku kalau begitu,” ujar Krystal antusias, manik violetnya melebar sempurna.
“A-apa? S-selir? Saya… saya hanya Pangeran yang tidak terkenal, kemampuan saya juga biasa-biasa saja. Menjadi selir untu Tuan Putri di kekaisaran besar dan terpandang, saya rasa tidak pantas untuk saya. Mengapa Anda tidak meminta kakak saya saja untuk menjadi selir Anda?”
“Aku tidak peduli! Aku maunya kamu, tidak ada hubungannya dengan kakakmu. Cepat! Aku akan membawamu ke asramaku.” Krystal memaksa Julian, dia bersikeras menjadikan Julian sebagai selirnya, tidak peduli akan penolakannya. Krystal menarik pergelangan tangan Julian untuk segera ia bawa ke kamar asramanya.
“Tunggu sebentar! Kenapa Anda ingin membawa saya ke kamar Anda?”
__ADS_1
“Kita akan melakukan itu.”
“Melakukan apa?”
“Ritual kepemilikan.” Krystal mengedipkan sebelah matanya ke arah Julian yang mukanya sudah merah padam akibat sentuhan Krystal, karena pada dasarnya Julian ini memiliki sifat yang pemalu.
Wajah Julian semakin memerah ketika Krystal menyebut soal ritual kepemilikan, Julian langsung memahaminya. Ritual kepemilikan bermaksud untuk mengikat pasangan dengan hubungan badan dan untuk memberikan tanda bahwa mereka dipastikan akan menjadi pasangan suami istri, tapi hal ini juga digunakan apabila seorang pria atau wanita ingin menjadikan lawan jenisnya sebagai selir, maka dia juga mesti melakukan ritual kepemilikan. Ini merupakan salah satu adat di Kekaisaran Midland yang diketahui oleh Krystal.
Setibanya di kamar, Krystal mendorong Julian ke atas tempat tidurnya, untung saja dia tidur sendirian ditambah di sisi kiri atau kanan kamar Krystal tidak ada penghuninya, jadi dia bebas melakukan apa saja selama tidak mengganggu orang lain.
“Lepas pakaianmu,” perintah Krystal.
“Yang M-mulia, saya… saya tidak bisa,” lirih Julian memalingkan wajahnya, dia tidak sanggup menatap Krystal untuk saat ini.
“Jangan-jangan kau sudah memiliki kekasih?” terka Krystal.
“Tidak, saya tidak punya kekasih.”
“Ya sudah, berarti kau adalah milikku dan aku tidak akan membiarkan siapa pun memilikimu.”
Jemari Krystal mulai menunjukkan aksinya, satu persatu kancing baju Julian dibuka olehnya. Dada bidang serta tubuh seksi Julian terpampang jelas di depan mata Krystal, tangannya menggerayangi dada Julian. Tampak sekali kalau Julian juga menginginkannya, tapi dia malu untuk melakukannya bersama Krystal.
“Nanti Anda menyesal bila melakukan ini dengan saya,” ucap Julian.
“Aku tidak akan pernah menyesalinya.”
Cup!
__ADS_1
Krystal melayangkan sebuah ciuman lembut di bibir Julian, saat ini ia perlahan menerima ciuman dari Krystal. Mereka terlihat saling menikmati ciuman penuh gairah, tanpa sadar Julian hanyut dan tenggelam di dalam rayuan maut Krystal.
“Teruslah seperti ini, aku tidak akan membiarkanmu lari dari pandanganku.”