Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Penawaran


__ADS_3

“Huh? Apa?”


Waktu seolah berhenti dalam hitungan detik, Krystal bersama kedua selirnya seketika tercengang, bahkan bersuara saja mereka tak sanggup. Krystal seakan jatuh masuk ke alam mimpi, selama ini ia memikirkan alasan di balik perlakuan buruknya sang Kaisar, hingga hari ini segala bentuk pertanyaannya terjawab. Krystal – si pemilik tubuh adalah anak dari Kaisar dan Permaisuri sebelumnya.


“Saya mendengarnya langsung dari mulut Kaisar dan Permaisuri bahwa Anda dianggap sebagai ancaman sebab Anda keturunan langsung dari Kaisar sebelumnya yang dielu-elukan memberi kedamaian bagi Albetine. Semua hal baik yang diperoleh Albertine hingga hari ini merupakan buah hasil kerja keras dari Kaisar dan Permaisuri sebelumnya. Kaisar saat ini hanyalah menikmati hasil dari kerja keras itu,” jelas Shuria, di ingatannya masih membekas bagaimana dia bisa mengetahui hal itu.


“Bagaimana sebenarnya Kaisar dan Permaisuri sebelumnya meninggal?” tanya Ash merasa bahwa Shuria masih menyimpan banyak rahasia.


Sesaat tangan Shuria bergetar hebat, dia ingin membuka mulut tapi takut bila suruhan Permaisuri nanti akan membunuhnya dan anaknya. Shuria hanya ingin menciptakan kehidupan yang damai bagi putra satu-satunya yang susah payah ia jaga selama tujuh tahun ini. Kemudian Krystal mendekat menggenggam jemari Shuria, perasaan tenang mengalir melalui sentuhan itu.


“Katakan saja semua yang Anda ketahui, saya akan melindungi Anda bila seseorang datang ingin membunuh Anda. Jangan khawatirkan apa pun, putra Anda tidak akan berada di dalam bahaya, saya bisa menjamin itu,” tutur Krystal dengan suara lembut dan menenangkan.


Shuria membuang napas perlahan, kata-kata Krystal membuatnya berada di zona aman, putranya pun terlihat sangat tenang melihat ada Krystal di sana.


“Saya tidak tahu apakah Anda mempercayainya atau tidak, tapi sebuah ingatan melintas masuk di kepala saya, yaitu ingatan sepuluh tahun lalu ketika Kaisar yang saat ini melakukan pemberontakan besar-besaran. Anda masih berumur tujuh tahun kala itu, kedua orang tua Anda dibantai habis-habisan, lalu Ibu Anda yang terkenal oleh kekuatan sucinya dibunuh dan diambil paksa kekuatannya untuk diberikan ke Tuan Putri Emilia.”

__ADS_1


“Akan tetapi, ternyata kekuatan suci itu separuhnya telah mengalir di tubuh Anda, saya masih ingat bagaimana suara teriakan kesakitan Anda saat kekuatan itu diserap dari tubuh Anda. Seorang pendeta yang bernama Pixies melarang untuk membunuh Anda, karena dikatakan bahwa Anda masih berguna untuk mereka nantinya. Saya menyaksikan semua adegan itu di balik tembok istana, tapi mengapa saya bisa melupakannya? Bahkan di kekaisaran ini tak ada orang yang mengingat pemberontakan itu seolah ingatan seluruh orang dimanipulasi dan dihapus, termasuk ingatan Anda, Yang Mulia.”


Rahang Krystal menegang menahan emosi, segala bentuk penderitaan yang dialami oleh si pemilik tubuh ternyata adalah ulah dari Fred, Isabelle, dan beberapa bangsawan yang terlibat di dalamnya. Krystal nyaris tidak bisa mengontrol amarahnya, saat itu yang ada di pikirannya hanyalah kematian bagaimana yang akan dia hadirkan untuk orang-orang yang telah menyakiti si pemilik tubuh. Ujung dari pembalasan dendam ini semakin tampak, takdir kematian manusia tak beradab itu berada di tangannya.


“Manusia-manusia baj*ngan itu akan aku habisi mereka semua, aku tak akan tinggal diam dan akan aku buat mereka mati dalam kondisi mengenaskan,” ucap Krystal, lalu putra Shuria menyentuh punggung tangan Krystal.


“Jangan marah, Kak, jangan membuat kemarahan itu menelan diri Kakak ke dalam kerugian.”


Krystal tersadar oleh perkataannya, sejenak Krystal mengesampingkan kemarahannya, sekarang yang perlu dia lakukan adalah menyelesaikan masalah buruknya kesehatan rakyat.


“Ya, saya dulu adalah selir kesayangan Kaisar, karena itulah Permaisuri cemburu dan mengancam akan membunuh anak saya yang masih dalam kandungan. Saya sudah tahu keburukan mereka semua, jadi saya memilih untuk menghilang, tapi terkadang Permaisuri mengirim orang untuk memantau saya dan anak saya, dia takut saya akan kembali lagi ke sisi Kaisar,” jelas Shuria.


Krystal paham, Isabelle memang orang yang seperti itu, tidak heran banyak selir Kaisar yang menghilang karena ancaman darinya.


“Bagaimana kalau Anda kembali bersama saya ke istana? Akan lebih aman bagi Anda dan putra Anda tinggal bersama saya di istana. Jangan takut kepada Permaisuri, putra Anda punya hak yang sama dengan anak Permaisuri. Istana Primson tempat saya tinggal, masih banyak kamar kosong, lebih baik Anda tinggal di sana karena Putra Anda butuh kenyamanan serta gizi yang cukup untuk tumbuh,” saran Krystal.

__ADS_1


Adrian – Putra Shuria sumringah saat Krystal menawarkan kepada Shuria untuk tinggal di istana.


“Ibu, apakah kita akan tinggal di istana bersama Kakak cantik ini? Kalau kita tinggal di istana, kita tidak perlu kelaparan lagi, kan? Aku dan Ibu tidak perlu makan makanan basi lagi, aku dengar di istana semua orang mengenakan pakaian bagus. Apa aku nanti juga akan mengenakan pakaian bagus juga seperti orang lain?” girang Adrian.


Shuria tampak bingung dengan tawaran Krystal, melihat anaknya yang melompat-lompat bahagia membuatnya tak kuasa menolak penawaran Krystal.


“Tapi, saya tidak mau merepotkan Anda, Yang Mulia, seharusnya Anda tidak perlu sejauh ini untuk saya dan Adrian. Saya bersyukur Anda telah menyelamatkan saya—”


“Tidak apa-apa, Anda dulu juga baik kepada saya. Masih teringat jelas di ingatan saya, Anda sering memberikan makanan dan pakaian yang layak untuk saya. Terkadang Anda sesekali datang menemani saya yang kesepian, saya tidak pernah melupakan kebaikan Anda kepada saya. Anggap saja ini sebagai bentuk balas budi saya kepada Anda,” ujar Krystal menyela perkataan Shuria.


Air mata Shuria berlinang, selama ini dia kesulitan untuk bertahan hidup dan membesarkan Adrian seorang diri. Kedatangan Krystal hari ini memberi keajaiban untuk dirinya yang berusaha melawan kematian, putranya yang selalu menangis di samping tubuhnya yang lemah mungkin tidak akan ada lagi. Bagi Shuria, kebahagiaan putranya adalah yang utama, senyum yang dilontarkan Shuria kepada sang putra mendorong rasa rindu yang telah lama ia pendam, yakni rindu akan kasih sayang orang tuanya.


Kemudian Krystal menyelesaikan semua permasalah rakyat terlebih dahulu sebelum ia kembali lagi ke istana membawa Shuria dan Adrian. Kemungkinan besar nanti akan terjadi perseteruan cukup panjang karena munculnya Shuria secara tiba-tiba bersama dirinya. Terlebih lagi Shuria membawa seorang anak laki-laki yang serupa dengan Kaisar.


Krystal menyudahi pekerjaannya saat matahari mulai tergelincir, untungnya semua masalah telah ia atasi dengan sempurna. Shuria dan Adrian telah menunggu Krystal sedari tadi, kini mereka semua bersiap untuk pulang ke kekaisaran. Rakyat kecil yang tersiksa akibat perlakuan pemimpin yang tak adil, tidak akan ada lagi setelah ini, karena Krystal telah membuat daerah-daerah itu sebagai wilayah kekuasaannya. Dengan kata lain, orang-orang yang diterlantarkan oleh kekaisaran akan ia sejahterakan di bawah kepemimpinannya.

__ADS_1


__ADS_2