
Killian naik ke takhta Kaisar Langit dalam jangka waktu yang tidak lama, sementara itu Krystal diangkat menjadi dewi kematian. Hingga saat itu tidak ada seorang pun yang bisa memecahkan siapa pelaku di balik kematian dari para kandidat Kaisar Langit dan beberapa dewa pendukung para kandidat. Akhirnya, tibalah di puncak masalah yang sesungguhnya yaitu terjadi perdebatan pemilihan Permaisuri Langit.
Killian bersikeras ingin menjadikan Krystal sebagai Permaisuri, namun tidak mendapat restu dari para dewa dan dewi. Alasan utama mereka tidak mengizinkannya adalah karena Krystal yang tidak memiliki garis keturunan yang jelas. Mereka mewaspadai keberadaan Krystal karena khawatir akan terjadi pengkhianatan di kekaisaran ini. Itulah sebabnya mereka mengusulkan Frine – asisten dewi untuk menjadi Permaisuri Langit.
Melihat perdebatan yang tidak berkesudahan itu, Morgan menyela masuk dan dengan tegas menyetujui usulan untuk menjadikan Frine sebagai Permaisuri. Killian masih belum menyerah, dia terus menerus mendesakkan pendapatnya kepada semua orang, dia menganggap tidak ada lagi yang lebih pantas dari Krystal untuk dijadikan Permaisurinya. Cinta Killian begitu besar kepada Krystal, tapi cinta itu ternyata tidak ada gunanya sama sekali.
Menyaksikan Killian yang tidak mau menurut, terpaksa pada akhirnya Morgan memanipulasi ingatan Killian supaya dia menurut untuk memilih Frine sebagai Permaisurinya. Tepat beberapa hari setelah itu, Krystal diundang ke ruang singgasana, dia mendengar desas-desus tentang pengumuman siapa yang akan menjadi Permaisuri Langit. Krystal telah menaruh harap kepada Killian, namun pada kenyatannya dia salah besar.
Saat Krystal baru saja menginjakkan kaki di depan pintu ruang singgasana, dia mendapati Killian tengah memangku seorang wanita bersurai pirang. Mereka berdua terlihat mesra, Krystal pun hanya bisa mematung menyaksikan kemesraan mereka berdua. Hancur sudah perasaan Krystal kala itu, segala impiannya bersama Killian kandas seketika. Akan tetapi, dia tidak mau menerima begitu saja pengkhianatan Killian.
“Yang Mulia, apa maksudnya ini? Tolong jelaskan kepada saya,” ujar Krystal, ia menuntut penjelasan lebih lanjut kepada Killian.
Killian mengalihkan pandangannya kepada Krystal yang berdiri di bawah singgasana, Frine memandang sinis dan penuh kemenangan kepada Krystal. Kala itu dunia Krystal sesaat runtuh dan ambruk, tapi dia berusaha tetap kuat untuk mendapatkan jawaban pasti dari Killian.
“Menurutmu apa, Krystal? Aku menjadikan Frine sebagai Permaisuriku,” jawab Killian enteng.
Kedua mata Krystal membulat sempurna, sepasang tangannya terkepal erat, dia tidak tahu lagi bagaimana cara mengekspresikan perasaannya yang berkecamuk.
“Bukankah Anda berjanji akan menjadikan saya sebagai Permaisuri? Lalu apa-apaan yang saya lihat ini? Apa Anda berbohong kepada saya tentang hal itu?” tanya Krystal sekali lagi menguatkan hatinya yang rapuh.
__ADS_1
Killian menyunggingkan senyumnya, dia melihat Krystal seperti orang bodoh yang mengharapkan cinta darinya. Tanpa diungkapkan pun, Krystal sudah tahu arti dari tatapan serta senyuman yang dilontarkan oleh Killian padanya.
“Krystal, aku sudah memutuskan untuk tidak menjadikanmu sebagai Permaisuri. Apa kau tahu alasannya? Itu karena garis keturunanmu yang tidak jelas. Aku memungutmu dari luar lalu membawamu kemari, aku tidak bisa menjadikan dirimu yang tidak jelas ini sebagai Permaisuri. Oleh sebab itu, aku memilih Frine untuk menjadi Permaisuri. Apabila kau masih bersikeras ingin bersamaku, maka kau boleh menjadi selirku. Bagaimana?”
Krystal ingin tertawa kencang saat itu juga, mungkin Killian akan berpikir kalau Krystal menerima tawarannya menjadi selirnya. Namun, sayang sekali karena Krystal tidaklah semurah itu, Krystal bukan wanita yang mau dijadikan nomor dua.
“Anda gila, ya? Kalau Anda ingin menjadikannya sebagai Permaisuri, silakan! Saya tidak akan menuntut Anda untuk terus bersama saya. Saya juga tidak mau menjadi yang kedua, lebih baik saya mati dariapada harus bersanding bersama pria brengs*k seperti Anda ini,” tutur Krystal.
Seisi ruang singgasana membeku mendengar Krystal secara lancang memaki Killian, dia tidak takut sama sekali dengan hukuman yang akan dia dapatkan jika bersikap lancang kepada Kaisar Langit.
“Apa? Kau mengatakan aku gila? Justru kaulah yang gila! Aku kan sudah menawarkan posisi yang lebih baik kepadamu, kau masih bisa bersamaku meskipun harus menjadi selir,” ucap Killian. Di sisi lain, Killian juga tidak ingin kehilangan Krystal yang telah berkorban banyak untuknya, tapi dia tetap menolak untuk menjadikan Krystal sebagai Permaisuri.
Killian tertegun melihat ekspresi wajah Axela saat dia mengatakan kalau dia kecewa dengan dirinya. Tanpa menunggu respon dari Killian, Krystal pun berlalu pergi dari ruang singgasana, percuma rasanya dia berdandan cantik untuk diperlihatkan kepada Killian pada hari ini. Ternyata selama ini dia hanya berharap pada orang yang salah.
“Rasanya sakit, terluka, dan kecewa, tapi aku tidak bisa untuk menangis. Dadanya semakin sesak kalau tidak menangis, ini terlalu menyakitiku dan membuatku mati secara perlahan.”
Pada keesokan harinya, Frine pergi mengunjungi Krystal ke kamarnya, tampaknya Frine ingin mencari masalah dengan Krystal.
“Kenapa kau kemari?” tanya Krystal ketus.
__ADS_1
“Aku kemari hanya ingin pamer, sebentar lagi aku akan menjadi Permaisuri dan kau telah kalah dariku. Awalnya aku pikir aku tidak bisa merebut Kaisar, beberapa kali aku mencoba merayunya tapi dia tidak pernah tertarik. Tapi secara tidak terduga beliau sendiri yang datang padaku, dan apa kau tahu? Semalam kami melakukan hubungan ranjang.”
Krystal kaget bukan main, Frine sengaja sekali memanas-manasi Krystal, dia tahu perasaan cinta Krystal kepada Killian sebesar apa. Namun, Krystal berupaya untuk tidak terpancing oleh Frine, dia tidak ingin berurusan dengannya lebih jauh.
“Oh begitu, selamat ya,” balas Krystal singkat sembari tersenyum.
“Apa? Kenapa responmu biasa saja? Seharusnya kau mengamuk atau marah padaku. Apa kau tidak benar-benar cinta dengan Kaisar?” tanya Frine, dia tidak menerima respon Krystal yang begitu datar.
“Mengamuk? Tidak ada gunanya, lebih baik aku tidur daripada memikirkan hal itu,” jawab Krystal seraya tersenyum. Padahal hatinya semakin terluka mendengar Frine telah tidur dengan Killian, dia berbohong agar tidak terlihat lemah di mata Frine.
“Kau ini benar-benar! Sejak awal aku tidak pernah menyukaimu! Sesudah kau datang ke sini, semua perhatian orang lain mengarah kepada kau, padahal dulunya aku adalah wanita yang paling cantik di sini. Kau membawa sial untukku!” tekan Frine.
“Aku tidak peduli, silakan sekarang kau pergi dari sini. Aku lelah harus menghadapi wanita sepertimu,” usir Krystal secara lembut.
Akan tetapi, Frine enggan untuk pergi dari kamar Krystal, dia seakan terlihat tengah merencanakan sesuatu.
“Tunggu sebentar!” Frine menahan pergelangan tangan Krystal, tapi dengan sengaja Krystal menampik pelan tangannya Frine.
Frine dengan sengaja menjatuhkan dirinya ke atas lantai, dia ingin membuat Krystal terlihat seperti sedang menindas dirinya.
__ADS_1
“AAARRGHHH!”