
Seisi ruangan terbelalak kaget karena Krystal mengatakannya secara gamblang, tidak ada satu orang pun yang menyangka bahwa Krystal telah mengetahui tentang pengkhianat itu sejak awal. Krystal tersenyum seolah tak masalah dengan pengkhianatan yang terjadi, terbiasa atas pengkhianatan adalah salah satu alasan mengapa dia tidak terlalu mempedulikannya.
“Apa? Bagaimana Anda mengetahuinya? Kami pikir Anda tidak tahu akan hal itu.” Sontak mereka mengarahkan tatapan ingin tahu, mereka mendesak Krystal untuk memberitahu mereka secara detail.
“Sebenarnya, aku mencurigai gerak gerik mereka sejak awal, untuk memastikannya pun aku memasang roh kertas di tubuh mereka, hingga pada akhirnya terungkap bahwa mereka ternyata seorang mata-mata. Aku tidak sebodoh itu untuk mereka kelabui, urusan pengkhianat tidak dapat aku toleransi. Makanya aku berpura-pura tidak tahu dan bersikap seperti biasa pada mereka, kemudian tentang racun yang mereka berikan itu, kalian berdua telah menukar isinya, kan?”
Cherry dan Bleas mengangguk seraya menitikkan air mata kelegaan, mereka pikir Krystal akan sakit hati lagi karena pengkhianatan dari orang terdekat, rupanya semua berjalan berbanding terbalik dari dugaan mereka. Upaya menggunakan roh kertas untuk memata-matai seseorang itu hanya bisa dilakukan oleh Krystal. Roh kertas merupakan kerta tipis polos yang diberi tiupan roh, biasanya roh kertas akan ditempelkan ke punggung targetnya untuk mengetahui apa saja yang dilakukan oleh si target tanpa adanya resiko ketahuan.
“Sejujurnya juga, aku baru mendapat potongan ingatan Krystal bahwa sesungguhnya Cleon kala itu bukan ingin menyelamatkan Krystal, melainkan ingin menjadikan Krystal sebagai tumbal terakhir mereka. Aku juga melihat di samping Cleon ada seorang wanita yang tak lain adalah Olin sendiri, tapi pada akhirnya mereka ketahuan membawa Krystal keluar dari penjara, dan mereka diserang oleh ksatria kekaisaran. Keberadaan mereka menghilang sebab yang membawaku keluar itu adalah kloning dari tubuh Cleon dan Olin, tubuh mereka yang aslinya berada cukup jauh dari mereka,” papar Krystal.
Benar-benar di luar dugaan, kenyataan bahwa Krystal lebih peka terhadap pengkhianat tidak dapat dipungkiri lagi. Pengalaman menyakitkan yang dia peroleh membuahkan salah satu sikap yang paling penting untuk menjalani hidup yang berat seperti Krystal selama ini. Setidaknya saat ini mereka tidak perlu mengkhawatirkan soal mental Krystal yang akan runtuh bila mengetahui tentang pengkhianat di sekitar mereka.
“Maafkan kami tidak memberitahu Anda terlebih dahulu, Yang Mulia, kami masuk untuk menyelidiki kelompok berjubah putih tanpa sepengetahuan Anda. Tolong maafkan kami,” ujar Cherry dan Bleas terlihat menyesal tidak memberitahu Krystal.
“Tidak apa-apa. Aku tidak marah sama sekali, aku tak tahu di bawah siapa kalian bekerja, tapi selagi kalian tidak mengkhianatiku, itu sudah lebih dari cukup,” tutur Krystal.
“Huwaaa Yang Mulia, kami sangat menyayangi Anda, kami tidak akan berkhianat kepada Anda.” Cherry dan Bleas menghambur ke pelukan Krystal, menangis bahagia karena beruntung telah memilih bersama Krystal selama ini. Para selir tersenyum girang menyaksikan Krystal tampak lebih cerah seusai kembali dari pingsannya.
__ADS_1
“Baiklah, haruskah kita kembali ke Albertine sekarang juga? Ada banyak hal yang perlu kita lakukan sekarang, terutama aku ingin membuat pertunjukan menarik di istana nanti,” ujar Krystal sembari merekahkan senyum menyeramkan.
Selepas itu, mereka segera bersiap-siap untuk pulang kembali ke Albertine, mereka pamit terlebih dahulu kepada rakyat Midland. Sekarang Krystal dapat menggunakan teleportasi ke Midland, sebab dia sudah tahu di mana Midland berada, jadi ini akan memudahkan mereka untuk pergi ke Midland.
Mereka tiba di Albertine dalam sekejap, kepulangan Krystal saat ini merupakan bencana bagi anggota kekaisaran. Terlebih lagi, rumor mengenai Krystal yang menaklukkan Midland menyebar luas dengan sangat cepat. Krystal tidak tahu entah darimana mereka mendapatkan kabar itu, tiba-tiba saja itu sudah terdengar ke telinga setiap pemimpin negara. Posisi Krystal sebagai Putri Mahkota selanjutnya semakin kuat, Fred bersama para bangsawan yang ingin menjatuhkan Krystal, kini dibuat tak berkutik oleh pencapaian besarnya.
Bahkan Alexius – Kaisar Archer beserta Alby – Putra Mahkota Ottavio buru-buru menghubungi Krystal demi mengetahui secara detail penaklukkan tersebut. Dan lagi, Krystal dielu-elukan sebagai penyelamat Midland dari kemerosotan ekonomi, sebab orang-orang berbakat yang menghilang dulu, kini telah ditemukan kembali.
“Tidakkah Anda berpikir penyebaran berita ini sedikit tidak wajar? Mengapa kabar baik tentang Anda selalu tersebar dengan sangat cepat? Apakah ada oknum yang membantu menyebarluaskan kabar ini?” tanya Austin tersadar kejanggalan.
“Nanti saja dipikirkan, saat ini ada hal yang lebih penting untuk dilakukan,” kata Krystal mengesampingkan masalah itu terlebih dahulu.
“Apa yang akan Anda lakukan, Yang Mulia?”
Krystal menyeringai, “Cherry, Bleas, aku perintahkan kalian berdua merusak alat kontrasepsi istana lalu bubuhi alat itu dengan cairan ini,” titah Krystal memberi sebotol kecil cairan berwarna bening.
“Apa ini, Yang Mulia?” tanya Bleas.
__ADS_1
“Kalian lakukan saja apa yang aku perintahkan, aku ingin membuat kejutan untuk Emilia nanti.”
...***...
Tepat di hari yang sama, di tempat yang berada di pertengahan kota, tempat di mana yang biasa digunakan oleh para bangsawan pendukung Krystal untuk mendiskusikan segala masalah yang terjadi di istana. Kala itu sangat banyak sekali bangsawan pendukung Krystal yang berkumpul, biasanya mereka tidaklah sebanyak ini, namun akibat nama Krystal yang kian melejit, akhirnya satu persatu bangsawa yang tadinya netral, masuk ke kubu pendukung Krystal.
Mereka segera melakukan pertemuan seusai kabar tentang penaklukan Krystal menyebar ke telinga mereka. Beragam raut kebangggaan bisa terlihat jelas di sana, mereka tidak meragukan kemampuan Krystal hingga bisa sampai ke puncak ini. Harapan mereka kepada Krystal perlahan mulai terwujud, mereka tidak menyesal telah mendukung Krystal sejauh ini.
Duke Salvatore menjadi pemimpin dari kubu tersebut, selama ini dirinya lah yang paling berperan dalam mencari pendukung untuk membuat Krystal menjadi Kaisar. Setelah menyaksikan langsung kemampuan Krystal, kini tidak hanya bangsawan Albertine, bahkan dukungan dari luar juga berdatangan masuk. Akan tetapi, kala itu ada sesuatu yang membuat suasana ruang rapat berubah canggung, yaitu kedatangan Grand Duke Marvelo – Ayah Lucio.
“Jadi, kenapa Anda bisa berada di sini, Grand Duke? Biasanya Anda selalu menolak untuk masuk ke politik kekaisaran,” tanya Duke Salvatore.
“Saya datang untuk memberi dukungan kepada Tuan Putri Krystal.”
Pernyataan dari Grand Duke Marvelo membuat semua orang ternganga, seperti yang mereka ketahui sebelumnya, Grand Duke Marvelo selalu menolak untuk mencampuri urusan politik kekaisaran. Namun, hari ini dia terlihat berbeda, dia mengecualikan Krystal dalam kasus ini, entah mengapa hatinya terdorong untuk ikut masuk mendukung Krystal.
“Anda tidak sedang bercanda, kan?” tanya Duke Salvatore memastikan.
__ADS_1