Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Olin si Gadis Klan Mata Elang


__ADS_3

“Gadis kecil, siapa namamu?” tanya Krystal, ia merasakan ada energi spiritual dari tubuh gadis itu meski energinya tidak terlalu besar, tapi energinya terkesan unik.


Krystal berjongkok di hadapan gadis yang terduduk di atas tanah itu, kemudian kepalanya terangkat sedikit ke atas. Dari sela rambut pirang si gadis, Krystal melihat sepasang mata coklat cerah yang tajam seperti mata seekor elang. Krystal tertegun sejenak memperhatikan mata tersebut, lalu dia menyadari betapa spesialnya si gadis itu.


“Olin.”


“Ya?”


“Nama saya Olin,” jawab gadis itu.


Krystal mendadak merasakan ada pancaran kekuatan asing dari Olin, kekuatan itu seolah sedang menahan kekuatan lain dari tubuh Olin. Krystal terlihat tahu sesuatu mengenai hal ini, dia tersenyum tipis kepada Olin.


“Olin, kau bukan anak umur tujuh tahun kan? Jangan sembunyikan lagi dirimu dan tunjukkan rupamu yang sebenarnya, gadis klan mata elang,” tutur Krystal.


Sepasang netra Olin melebar ketika Krystal berhasil mengetahui identitas dirinya sebagai seorang anak yang berasal dari klan mata elang. Sejak tadi Olin merasa aneh dengan kehadiran Krystal, tidak seperti manusia pada umumnya, Olin melihat ada sesosok jiwa asing berada di tubuh wanita cantik di hadapannya. Rambut putih yang terurai panjang disertai mata ruby merah yang mengkilau, sesaat Olin kehilangan kata-kata untuk mengungkapkan betapa cantik jiwa yang berada di tubuh tersebut.


“Ternyata Anda tahu identitas saya, tapi saya juga ingin bertanya. Jiwa asing yang berada di tubuh itu, siapa Anda sebenarnya? Mengapa tidak ada aura manusia di sana? Sebuah kekuatan suci seakan terikat di dalam jiwa itu.”


Krystal terperangah, dia tidak percaya kalau klan mata elang memiliki penglihatan setajam itu. Untungnya saat itu suasana di sekitar mereka sedang ramai sehingga Austin dan Lucio tidak mendengar apa yang dikatakan Olin, namun itu tidak berlalu bagi Julian. Mimik muka Julian bukan main-main kagetnya, dia baru saja mendengar hal paling rahasia dan tidak masuk akal jika dipikirkan.


‘Jiwa asing? Apa maksudnya jiwa asing?’


Krystal menarik sudut bibir untuk tersenyum, dia menepuk pundak Olin pelan lalu membisikkan, “Kau penasaran? Kalau begitu, apa kau mau ikut denganku ke istana? Nanti aku akan menjelaskan semuanya padamu nanti.”

__ADS_1


Saat itu, Olin sempat salah sangka kepada Krystal sebab Krystal berniat untuk membawa dirinya ke istana di mana di sana adalah tempat yang paling dia pantangi untuk dikunjungi.


“Istana? Jangan bilang Anda ingin mengambil kedua mata saya?” tuding Olin, dia melangkah mundur ke belakang, dia menjaga jarak sambil bersikap waspada terhadap Krystal.


“Yang Mulia, Anda ingin membawa gadis ini pulang ke istana?” tanya Austin berbisik.


“Iya, dia berasal dari klan mata elang. Penglihatannya yang tajam sangat berguna bagi kita melakukan pembalasan dendam,” jawab Krystal.


“Bukankah klan mata elang sudah lenyap ratusan tahun lalu?” Lucio ikut bertanya.


“Tapi, sepertinya tidak lenyap semua. Masih ada di antara mereka yang bersembunyi di balik manusia biasa, buktinya gadis ini yang ada di sini.”


Lalu Krystal memfokuskan lagi diri kepada Olin, dia tidak ingin Olin salah paham atas maksudnya membawa dia ke istana. Beberapa waktu lalu Krystal pernah membaca di sebuah buku bahwa klan mata elang dimusnahkan oleh beberapa kekaisaran karena keberadaan mereka dianggap terlalu kuat. Penglihatan yang tajam milik mereka bisa menembus pertahanan musuh dari jauh, mereka bisa melihat pergerakan musuh walau berjarak sangat jauh dari posisi semula. Oleh sebab itulah, klan mata elang dilenyapkan dan mata mereka diambil sebagai santapan bagi pemimpin kekaisaran.


Olin mengusaikan kewaspadaannya terhadap Krystal begitu ia tahu siapa Krystal sesungguhnya, tidak ada niat jahat yang dia lihat dari tawaran ajakan Krystal. Selama beberapa detik, Olin memikirkan tawaran itu, menurutnya tidak ada salahnya dia menerima tawaran Krystal untuk menjadi pelayan pribadi. Selama ini dia kesulitan bertahan hidup sendirian tanpa pekerjaan, sehari-harinya dia hanya makan makanan sisa dan terkadang mencuri barang dagangan orang lain.


“Apa saya akan mendapatkan makanan enak nanti?” tanya Olin.


“Jadi, kau ingin makanan enak? Tidak masalah, aku akan memberikan makanan paling enak untukmu, asalkan kau mau menjadi pelayan pribadiku,” jawab Krystal seraya mengulurkan tangan.


Olin sangat suka makan, dia tergiur oleh tawaran Krystal yang berjanji akan memberikan makanan enak padanya.


“Saya … saya akan menerimanya. Saya akan menjadi pelayan pribadi Anda,” ucap Olin menyetujui dan menerima uluran tangan Krystal.

__ADS_1


“Pilihan yang bagus. Sekarang bolehkah aku tahu umurmu yang sebenarnya?”


“15 tahun, saya berumur 15 tahun.” Di hadapan Krystal, Olin berubah wujud menjadi gadis 15 tahun dan tingginya setara dengan dia. Sosok Olin tampak manis, dia juga seumuran dengan Cleon, adik Krystal.


Tanpa berlama-lama, Krystal kini kembali pulang ke istana membawa Olin sebagai pelayan pribadinya mulai saat ini. Menjelang Krystal mengantarkan Olin ke kamar, dia menyuruh Olin terlebih dulu masuk ke kamarnya. Saat ini tinggal mereka berdua saja di kamar Krystal karena dia mau berbicara empat mata dengan Olin.


“Olin, kau ingin mengetahui siapa aku bukan? Aku akan memberitahumu, tapi aku harap kau tidak akan membeberkan identitasku ke siapa pun.”


Entah mengapa Olin merasa tegang ketika Krystal hendak membuka identitasnya.


“Tidak ada gunanya juga aku menyembunyikan identitasku darimu. Sesungguhnya, aku adalah seorang dewi, terserah kau percaya atau tidak tapi ini adalah kebenaran. Aku dewi pembalasan bernama Krystalia.”


Kemudian Krystal menceritakan secara detail mengenai apa yang menimpa si pemilik tubuh, dia menceritakan segalanya tanpa ada yang ditutupi. Olin tak percaya akan mendengar hal segila ini, terlebih lagi seorang dewi rela turun tangan dalam masalah pembalasan dendam tersebut. Berkali-kali Olin meneguk salivanya, dia mempercayai keseluruhan penjelasan Krystal karena dia dapat melihat kejujuran dari kedua mata Krystal.


“Olin, aku ingin kau bekerja untukku bukan hanya sebagai seorang pelayan, tapi aku juga ingin kau membantuku dalam melancarkan balas dendam ini, bagaimana? Aku juga tahu kalau kau punya dendam terhadap Albertine, sebab kekaisaran ini menjadi salah satu alasan kenapa klan mata elang lenyap. Aku benar kan? Tapi kau tidak punya kekuatan lebih untuk menghancurkan Albertine, jadi jika kau bergabung denganku maka kau bisa menyaksikan kehancuran Albertine.”


Lagi-lagi Olin terperanjat kaget, Krystal benar-benar tahu soal dirinya luar dan dalam. Akhirnya, Olin menyetujuinya, dia memutuskan untuk membantu Krystal dalam melaksanakan rencana pembalasan dendam.


“Saya berjanji akan membantu dan selalu setia kepada Anda, Yang Mulia.”


...***...


Waktu bergulir berganti malam, Olin diberi salah satu kamar oleh Krystal, sekarang Istana Primrose semakin ramai orang tinggal. Di sebuah pohon menghadap jendela balkon kamar, ada seorang pria bertopeng mengenakan jubah hitam tengah memperhatikan Krystal. Kedua pupil matanya tidak bisa mengalihkan pandangan dari Krystal yang sedang melucuti pakaiannya satu persatu, sebab ini adalah waktunya Krystal untuk mandi.

__ADS_1


“Apa-apaan gadis itu? Apakah dia seorang dewi? Aku tidak pernah merasa setertarik ini kepada seorang gadis. Bagaimana bisa Permaisuri bodoh itu menyuruhku untuk membunuh sesosok dewi? Aku tidak bisa melakukannya.”


__ADS_2