Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Bertemu Pendeta Agung


__ADS_3

Krystal menekuk bibir seraya memutar bola mata malas, tingkah Arsen terhadapnya benar-benar di luar batas kewajaran seorang saudara.


“Menjijikkan! Kau tahu sendiri aku adikmu, tapi kau malah memintaku melakukan hal yang tak lazim denganmu. Dasar kau pria brings*k! Aku tidak sudi harus mempertontonkan tubuh indahku padamu,” umpat Krystal memperlihatkan ekspresi jijik kepada Arsen.


“Apa? Beraninya kau menolak permintaanku dan menampakkan wajah jijikmu padaku, kalau begitu tidak ada pilihan lain, aku akan membawamu dengan paksa.” Arsen melepas rengkuhannya, dia menarik tangan Krystal secara kasar. Namun, belum sempat ia melangkah lebih jauh, sebuah benang melilit di pinggang Krystal lalu membawa tubuhnya ke belakang hingga lepas dari genggaman tangan Arsen.


“Ash!” Krystal sumringah saat tahu Ash datang membantunya, saat ini Krystal berada tepat di dalam dekapan Ash.


“Maaf, Yang Mulia saya harus menarik tubuh Anda menggunakan benang saya. Apa saya melilitkan benangnya terlalu kuat di pinggang Anda?”


Krystal menggelengkan kepala. Kekuatan Ash berupa sihir benang yaitu salah satu sihir paling unik, sebab sihir benang memiliki kekuatan yang kuat bahkan benangnya tidak mudah putus begitu saja meski menebasnya menggunakan pedang. Ash merekahkan senyum di bibirnya, seketika Krystal hampir kehilangan akal melihat senyum Ash, tapi dia buru-buru menyingkirkan pikiran nakalnya.


“Sialan! Siapa kau? Kenapa kau tiba-tiba muncul lalu merebut Krystal dariku? Apa kau tidak tahu siapa aku? Aku Putra Mahkota Albertine, semua orang harus hormat padaku tapi kau dengan lancangnya merebut Krystal seenak hati,” murka Arsen.


Ash tidak gentar dengan gertakan Arsen, dia tidak peduli sama sekali apa pun yang Arsen ucapkan kepadanya.


“Aku tidak peduli mau kau Putra Mahkota atau bukan, tapi asal kau tahu kalau kau berani menyentuh Yang Mulia seujung jari saja, aku tidak akan segan-segan menghabisimu. Anggap saja ini peringatan untukmu karena aku tidak suka jika Yang Mulia disentuh oleh laki-laki baj*ngan layaknya dirimu.”


Ash menggendong Krystal dan membawanya pergi dari hadapan Arsen, muka Arsen sangat kesal kala itu tapi tidak ada yang bisa dia lakukan. Krystal melambaikan tangan kepada Arsen sambil tertawa mengejek ke arahnya.


“Bersyukurlah! Hari ini kau tidak jadi mati di tanganku,” ujar Krystal.


Krystal menyandarkan kepalanya ke dada bidang milik Ash, dia larut di dalam rasa nyaman. Ash pun memelankan langkah kaki menuju Istana Primrose supaya Krystal bisa lebih lama bersandar ke dadanya.


‘Sudah aku duga, sihir di dalam tubuhku tidak meledak seperti biasa saat berada di samping Yang Mulia Putri, seakan sihirku ditahan untuk tidak meledak oleh Yang Mulia. Aku nyaman berada di sisinya karena dengan begini aku bisa mengurangi peledakan sihir tanpa harus bergantung pada obat.’


Sesampainya di Istana Primrose, kedatangan Ash tidak disambut baik oleh Austin, Lucio, serta Julian. Sementara itu, Krystal tidak ingin turun dari gendongan Ash, dia masih berada di posisi nyaman.

__ADS_1


“Turunkan Yang Mulia sekarang juga!” bentak Austin.


“Tapi, Yang Mulia sepertinya tidak ingin turun,” ucap Ash.


“Yang Mulia, ayo turun! Lepaskan laki-laki ini. Jika Anda ingin digendong, saya juga bisa melakukannya,” kata Lucio, dia menarik Krystal agar segera turun.


“Astaga, lihatlah orang-orang bodoh ini mulai ribut lagi karena memperebutkan kakakku,” sindir Cleon dengan tampang polos tak berdosa.


Austin, Lucio, Julian, dan Ash serentak menatap sebal kepada Cleon, Austin langsung menyembur Cleon dengan kata-kata kasar dan umpatan. Ash pun ikut memarahi Cleon, namun Cleon menutup telinga rapat-rapat supaya dia tidak mendengar ocehan mereka.


“Yang Mulia, bukankah kita harus mencari tahu tentang komplotan berjubah putih itu?” tanya Cherry berbisik.


Krystal segera melompat turun, dia hampir melupakan tujuan utamanya, untung saja Cherry mengingatkan serta membawanya lagi ke alam kenyataan.


“Benar juga, kita harus mendiskusikan mengenai hal ini. Hei, kalian! Berhentilah bertengkar, ada sesuatu yang mau aku bicarakan.”


“Ash, aku akan bertanya padamu. Apa kau pernah mendengar tentang orang-orang berjubah putih ini sebelumnya?” tanya Krystal.


Ash menikmati wajah Krystal kala serius, dia menopang tangan di dagu sembari menggelengkan kepala dan menjawab, “Tidak, saya tidak pernah melihat mereka sebelumnya, bahkan saya juga tidak pernah mendengar soal mereka.”


Krystal menghela napas, tidak ada seorang pun yang bisa dia jadikan sebagai sumber informasi.


“Baiklah, kalau begitu kalian harus membantuku mencari tahu soal mereka, jika ada energi negatif yang terasa oleh kalian maka kalian diharapkan segera melaporkan padaku. Mereka sangat pandai menyembunyikan diri, aku khawatir semakin banyak korban berjatuhan karena mereka,” ucap Krystal memberi perintah.


“Apa kakak tidak mendapatkan info apa pun dari Kaisar?” tanya Cleon.


“Tidak, Kaisar diberi sihir pembungkam makanya aku tidak mendapat satu pun info darinya,” jawab Krystal.

__ADS_1


“Kalau begitu, kita memang harus bergerak sendiri. Baiklah, serahkan pada kami masalah ini,” tutur Austin.


“Benar, kami akan membantu memecahkan kasus ini,” timpal Lucio.


“Oke, tapi Julian tetap bersamaku, sebab aku akan membantumu memperbaiki inti kekuatanmu yang rusak. Apabila aku tidak memperbaikinya, kau tidak akan bisa menggunakan kekuatanmu dengan leluasa,” ujar Krystal.


“Baik, Yang Mulia.” Julian mengukir senyum di bibirnya, sementara itu dia mendapat pandangan tajam dari Austin, Lucio, dan Ash karena dia akan berduaan dengan Krystal selama beberapa waktu.


Mereka segera berangkat menjalani perintah dari Krystal, lalu Krystal juga membawa Julian ke kamar untuk memulai perbaikan inti kekuatan. Julian disuruh bertelanjang dada sembari duduk bersila di atas ranjang, sedangkan Krystal duduk di belakang Julian.


“Julian, proses perbaikan inti kekuatanmu mungkin akan sedikit sakit, bisakah kau menahannya?”


“Saya akan menahan seberapa pun sakitnya asalkan saya bisa menggunakan kekuatan ini untuk melindungi Anda,” balas Julian serius.


“Kau terlalu serius.” Krystal mendekap Julian dari belakang, dia bermaksud menggoda Julian sebelum memulai perbaikan inti. Seperti biasa, muka Julian merah padam saat bersentuhan langsung dengan Krystal seperti ini.


“Y-y-yang Mulia … tolong j-jangan seperti ini.” Lidah Julian jadi terbata-bata oleh ulah Krystal.


“Haha maaf, aku hanya bercanda. Oke, kita mulai sekarang ya, tolong pejamkan matamu dan fokuskan pikiranmu pada satu titik. Jangan biarkan fokusmu terpecah sebelum aku selesai memperbaiki intimu,” titah Krystal segera dilakukan oleh Julian.


Krystal meletakkan kedua telapak tangannya di punggung Julian, perbaikan intin kekuatan pun dimulai. Berselang beberapa menit, Julian mengerang kesakitan di bagian jantung, keringat bercucuran membasahi tubuh Julian. Rasa sakitnya seakan menenggelam dirinya kala itu, tapi tekad yang kuat sanggup menahan rasa sakit itu. Perbaikan inti ini berlangsung selama satu jam, hingga akhirnya selesai dan kini Krystal membaringkan Julian yang tidak sadarkan diri di atas tempat tidur.


“Aku akan keluar sebentar, Julian tampak sangat kelelahan.”


Krystal pun keluar dari kamar, dia berjalan-jalan menuju istana utama untuk menghilangkan rasa suntuknya. Namun, saat dia berjalan-jalan di taman, tanpa sengaja dia bertemu dengan seorang pria paruh baya berpakaian serba putih, dia merupakan pendeta agung gereja di Albertine.


“Tidak disangka kita akan bertemu di sini Yang Mulia Putri Krystal, ahh tidak. Haruskah aku memanggilmu Krystalia si iblis pembunuh dewa?”

__ADS_1


__ADS_2