
Mimpi buruk telah dilalui oleh Krystal dalam semalam, pecahan ingatan yang baru ia dapatkan sangatlah membuatnya terjebak di pikiran negatif tak berujung. Begitu ia terbangun, Krystal tak bersuara sedikit pun, dia hanya termenung dan terhanyut di dalam pikirannya sendiri. Hal ini menimbulkan kekhawatiran semua orang, bahkan dia tidak menyahuti panggilan yang sedari tadi dilontarkan oleh para selir.
Pandangan Krystal terlihat kosong menuju luar halaman istana, terdengar beberapa kali helaan napas keluar dari celah bibir mungilnya. Cherry mencoba mengguncang-guncang badannya, tapi tetap saja tidak ada respon darinya. Pecahan ingatan masa lalu itu membuatnya takut ingin melangkah lebih jauh lagi, dia takut lima selirnya mengetahui tentang hal tersebut, meski belum dijelaskan alasan di balik ia membunuh mereka, tapi tetap saja tekanan itu bergantian berdatangan.
Cahaya di wajah Krystal meredup, dari tadi pagi belum ada yang melihat Krystal tersenyum seperti biasa, Heros mencoba untuk mendekati Krystal, dia ingin bertanya tentang masalah apa yang membuat Krystal muram.
“Krystalia, ada apa? Kenapa kau tidak bersuara sejak tadi? Apa kau memikirkan Shion? Sekarang dia masih beristirahat dan penglihatannya tidak terancam buta,” tutur Heros disertai mimik cemas.
“Oh Heros, tidak apa-apa, hanya saja ada hal yang memberatkan pikiranku,” ucap Krystal tak ingin memberitahu Heros mengenai masalah pecahan ingatan yang baru saja ia dapatkan.
Heros menghembuskan napasnya, dia tahu bahwa Krystal sedang menyembunyikan sesuatu darinya, tapi ia tidak ingin memaksa Krystal untuk memberitahu dirinya. Heros tidak bisa berkata apa-apa, ia ingin meringankan pikiran wanita yang dia cintai, namun dia tak dapat melakukan hal tersebut.
“Tolong jangan menyimpan beban itu sendirian, kau tidak sendiri di dunia ini,” kata Heros.
Krystal menoleh ke arah Heros, bibir merah mudanya perlahan melengkung membentuk senyum yang sangat manis. Krystal ingin menyimpan masalah ini sendirian, sungguh berat hatinya bila harus memberitahu Heros. Entah ekspresi macam apa yang akan ditunjukkan oleh Heros jika ia jujur tentang masa lalu kelam itu.
“Aku baik-baik saja, palingan besok aku kembali seperti biasa. Untuk satu hari ini saja tolong biarkan aku sendirian,” pinta Krystal.
Para selirnya mengerti, mereka meninggalkan Krystal sendirian di dalam kamar untuk memikirkan lebih lanjut mengenai kilas balik hidup yang baru saja terungkap. Tidak ada hal lain yang lebih penting dari semua itu sekarang, namun dia masih juga tidak menemukan jawaban alasan mengapa dia membunuh mereka berlima.
__ADS_1
“Apa yang kau pikirkan? Apa kau baru saja mendapat beberapa ingatan masa lalumu?” Fergus – pria tua yang ia temui kemarin itu tiba-tiba muncul di hadapannya.
“Huh? Kenapa Anda bisa berada di sini?” tanya Krystal terkejut, seketika pikirannya yang kacau tadi refleks tersingkirkan.
Krystal keheranan melihat Fergus berada di istananya, dia pikir Fergus akan tinggal di puing-puing bangunan klan musik. Akan tetapi, kemunculan Fergus menimbulkan tanda tanya besar di kepalanya, entah kenapa Fergus makin dilihat makin mirip dengan seorang dewa, hanya saja Krystal tidak pernah melihat rupanya selama berada di Kekaisaran Langit.
“Aku mengikutimu kemarin itu, buruk sekali instingmu tidak bisa merasakan kehadiranku. Apa kau sungguh seorang dewi?” omel Fergus.
“Saya kehilangan setengah kekuatan saya saat insiden 4000 tahun lalu, saya jauh lebih lemah sekarang. Mungkin saya tidak pantas disebut seorang dewi dengan kekuatan sekecil ini, diri saya hanya setara dengan seorang malaikat surgawi,” ujar Krystal seraya tersenyum sendu.
Kemudian Fergus menjentik kening Krystal hingga memar, jentikan Fergus sangat kuat sampai membuat Krystal meringis sakit.
“Kekuatanmu tidak hilang sepenuhnya! Kau masih bisa mendapatkan kekuatan itu kalau kau mau, masih ada kekuatan besar yang mengendap di tubuhmu. Kekuatanmu yang diserap setengah oleh para dewa agung baj*ngan itu masih belum apa-apa, justru itu hanya 1% dari kekuatanmu yang sebenarnya,” papar Fergus.
Krystal hening sejenak, Fergus mengetahui Krystal lebih baik dari yang ia kira, tapi ada hal yang mengganjal pikirannya sejak kemarin tentang Fergus.
“Saya bingung, mengapa Anda tahu semua yang saya alami? Pecahan ingatan hingga kekuatan saya yang diserap oleh dewa agung hanya saya dan orang-orang terdekat saja yang mengetahuinya. Lalu kenapa Anda bisa tahu? Sebenarnya Anda itu siapa?” Krystal mencecar Fergus untuk menjawab segala rasa penasarannya.
“Aku tidak bisa menjawab rasa penasaranmu, tapi aku sudah menunggu datangnya hari di mana kita akan bertemu. Ibumu ternyata benar bahwa anak dari malaikat surgawi itu akan menjadi jembatan penghubung dari segala permasalahan yang kau hadapi selama ini. Aku paham, pasti berat sekali harus menanggung penderitaan itu sendirian, tapi tenang saja karena kamu mempunyai orang-orang yang menyayangimu sekarang, jadi kau bisa mengakhiri rasa sakitmu nanti.”
__ADS_1
Fergus tersenyum tipis sambil mengelus rambut Krystal, terselip rasa rindu yang besar di mata Fergus. Krystal tidak tahu kepada siapa Fergus menyimpan rindu, hanya saja hal itu membuatnya ikut merasakan hal yang sama. Krystal tiba-tiba merindukan Ayah dan Ibu yang wajahnya tidak ia ingat sama sekali.
“Anda kenal orang tua saya?” Krystal bertanya tiba-tiba.
Fergus terdiam beberapa detik, “Aku mengenal mereka dengan baik, mereka luar biasa sudah melahirkan anak sepertimu. Jadi, jangan bersedih lagi karena pecahan ingatan yang baru saja kau dapatkan, aku yakin kau tidak membunuh mereka tanpa alasan yang pasti. Singkirkan segala permasalahan itu sementara waktu, lalu fokus ke tujuan utamamu,” tutur Fergus membuat Krystal menyadari tentang tujuannya menggulingkan pemerintahan Fred.
“Saya tahu itu, terima kasih telah mengingatkan saya untuk tidak terlalu berlarut dalam kesedihan. Saya tidak melupakan tentang tujuan saya, hanya saja dunia yang saya jalani ini sangat berat, terkadang saya ingin mati—”
Bugh!
Fergus memukul kepala Krystal, dia tidak menyukai Krystal yang berkeinginan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
“Jangan menyerah! JANGAN PERNAH MENYERAH AKAN HIDUPMU!” teriak Fergus, “Apa kau tahu bagaimana perjuangan orang tuamu dulunya? Mereka menyelamatkanmu dari kematian karena mereka percaya kau mampu mengubah tatanan dunia ini kembali. Mereka mengorbankan diri supaya kamu tidak ditemui oleh para dewa yang mengincar nyawamu, sebab kau mempunyai dua kekuatan besar sekaligus di dalam dirimu,” omel Fergus.
“Orang tuamu menempatkan harapan besar padamu, mereka selalu mengawasimu selama ini. Kau berkali-kali selamat dari kematian karena orang tuamu membantumu meloloskan diri dari maut. Mereka menyayangimu, mereka mencintaimu, mereka percaya padamu, namun mengapa kau malah berpikir untuk mati?” lanjut Fergus mengomel.
Krystal membeku, setelah dipikir-pikir lagi dia memang sering selamat dari maut tanpa alasan yang jelas. Terutama ketika dia dijatuhi hukuman eksekusi atas tuduhan pembunuhan dewa, lalu ketika dia dulu diserang oleh dewa di Kerajaan Ezoria.
“Tapi, dua kekuatan… apa maksudnya dua kekuatan?” tanya Krystal.
__ADS_1
“Ibumu seorang dewi iblis, Ayahmu adalah Kaisar Langit terdahulu. Mereka berdua orang tuamu, dan secara tidak langsung sebenarnya kau lah yang seharusnya mewarisi takhta Kaisar Langit!”