
Heros membekap mulutnya setelah menyatakan perasaannya kepada Krystal, dia selama ini menahan diri untuk tidak mengatakannya, namun hari ini dia kelepasan mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya. Muka Heros merona, dia segera memalingkah wajah dan pandangan ke arah lain. Sementara itu, Krystal sendiri tercengang mendengar Heros memanggil dirinya dengan nama asli, sudah lebih ribuan tahun lamanya dan ini pertama kali ia mendengar seseorang memanggil nama aslinya.
Krystalia merupakan nama asli dari dewi pembalasan, inilah mengapa ia sedikit tersontak kaget saat Krystal memperkenalkan namanya. Nama dia dan Krystal memiliki kesamaan, walau begitu namanya sedikit lebih panjang, tapi tetap saja dia memiliki panggilan yang persis sama dengan Krystal.
“M-maaf, aku tidak bermaksud memanggil nama aslimu. Lalu lupakan saja soal perasaanku, itu tidak benar adanya,” dalih Heros.
“Tidak apa-apa, aku senang mendengar seseorang memanggil namaku kembali. Justru aku lebih kaget tentang perasaanmu sendiri, apakah it—”
“OHH IYA! Aku lupa, ada sesuatu hal yang ingin aku beritahukan padamu, ini tentang Kekaisaran Albertine.” Heros memotong kalimat Krystal, dia mengalihkan pembicaraan mereka ke topik lain.
Krystal mengerti, dia paham tentang perasaan Heros, entah sudah berapa lama ia memendam segalanya sendirian. Krystal hanya menunggu agar dirinya jujur tentang perasaan sendiri dan baru hari ini Heros mengungkapkan perasaannya kepada Krystal.
“Apa yang mau kau katakan?” tanya Krystal.
“Ada beberapa keanehan dari kekaisaran ini, energi asing dan mencekat terasa pekat di setiap sudut daerahnya. Aku masih mencari tahu energi asing apa itu, energinya perlahan menyebar ke seluruh daerah kekaisaran lain. Namun, penyebarannya sangat melambat seolah ada seseorang yang mengumpulkan energi itu selama beberapa waktu lalu baru menaburnya sedikit demi sedikit. Ini sangat membahayakan, kau harus selidiki ini lebih lanjut,” terang Heros.
“Aku juga merasakannya, ada pancaran energi aneh di Albertine, sampai saat ini aku masih berusaha mencari tahu energi apa itu gerangan. Masalahnya akan lebih rumit dari kelihatannya, dunia manusia bertambah kacau karena mereka! Aku tidak akan pernah memaafkan orang-orang tidak bertanggung jawab itu. Apabila dunia musnah akibat perbuatan mereka, aku akan mengutuk mereka sampai aku mati!” geram Krystal.
“Yang Mulia, kami akan membantu Anda untuk mencari tahu masalah ini,” sela Bleas bersemangat.
“Baiklah, aku percayakan kepada kalian. Tapi Heros, apa kau bisa menghubungi Vicenzo?”
Raut muka Heros langsung berubah, dia benar-benar tidak menyukai pria yang bernama Vicenzo.
“Tidak, setelah kau tertidur selama 4000 tahun, aku tidak pernah melihatnya lagi. Aku pikir dia masih galau memikirkanmu, coba kau cari saja dia nanti di tempat tinggalnya dulu. Aku yakin dia masih berada di sana menunggumu terbangun,” sinis Heros.
__ADS_1
Krystal tertawa kecil, Heros sejak dulu memang tidak pernah akur dengan Vicenzo, mereka berdua selalu berada di dekat Krystal tapi tidak pernah bersikap baik sebagai sahabat. Tidak ada hal baik yang terjadi di antara mereka, selalu saja ada bahan yang mereka ributkan, Krystal sendiri selalu kewalahan menghadapi mereka bila bertengkar.
“Kalau begitu, aku akan mencarinya nanti.”
“Kenapa kau ingin mencarinya? Biasanya dia akan muncul sendiri di hadapanmu. Tidak usah membuat tubuhmu lelah karena mencari anak tidak berguna itu.”
“Karena aku mau menjadikannya selirku.”
Heros ternganga, dia tidak menyangka Krystal akan memberikan posisi selir untuk musuh bebuyutannya selama ini. Alih-alih menawarkan posisi itu untuknya, Krystal malah lebih memilih Vicenzo.
“Mengapa? Mengapa harus dia? Apa kau tidak bisa mencari yang lain? Aku contohnya, aku lebih bisa diandalkan daripada anak tidak tahu diri itu. Ahh bukan begitu, aku… aku tidak ada niat menjadi selirmu, tapi kenapa harus dia?” Heros tidak dapat menerima keputusan Krystal yang dianggap gila, pasalnya selama ini Vicenzo terlalu sering merepotkan Krystal karena sifatnya yang kacau.
“Semakin banyak maka akan lebih baik, ini juga karena aku menyukai pria tampan berotot! Aku akan pergi mencari Vicenzo setelah ujian akademi berakhir.”
Heros melupakan hal paling penting dari diri Krystal yaitu Krystal sangat menyukai pria tampan berotot. Pikiran kotornya tidak berhenti setiap saat memikirkan itu, wajar saja jika Krystal agresif terhadap selirnya, dia terlalu menyukai hal-hal tidak berguna semacam itu.
“Apa kau lupa? Aku pernah terjatuh ke dalam jurang yang tidak satu pun orang bisa menggapainya. Aku dihempaskan oleh realita, dihancurkan oleh janji manis dan kata-kata penenang. Kau paling tahu soal itu bukan?”
Deg!
Heros melupakan berucap tanpa berpikir panjang, dia tanpa sengaja membuka luka yang telah ditutupi Krystal rapat-rapat.
“Makanya, sekarang aku tidak peduli tentang masa lalu, aku hanya ingin menikmati hidupku dengan dicintai oleh banyak pria. Itu adalah impianku, mendirikan harem dengan banyak pria tampan berotot di dalamnya,” lanjut Krystal.
“Oke, aku paham. Sekarang apa kau mau balik ke asrama?” tanya Heros.
__ADS_1
“Ya, para selirku sudah menunggu. Aku takut mereka khawatir,” jawab Krystal beranjak turun dari tempat tidurnya.
Heros juga berbalik pergi keluar dari kamar, dia tidak menatap Krystal sedikit pun atau mengucapkan kata-kata berjumpa kembali.
“Heros, kalau kau tidak keberatan, kau juga bisa menjadi salah satu selirku,” ujar Krystal.
“Hmm ya, nanti aku pikirkan lagi.”
...***...
“Ini sudah satu jam Yang Mulia dibawa pergi oleh pria itu, aku tidak bisa tenang. Dadaku sesak memikirkannya.”
Austin tidak henti-hentinya mondar-mandir menunggu kedatangan Krystal, namun tidak ada satu pun tanda-tanda Krystal akan datang. Mereka bertiga sudah membereskan kekacauan di kamar Krystal, kini kamarnya sudah kembali bersih dan rapi seperti semula. Perasaan mereka tidak tenang sebelum Krystal menginjakkan kakinya di depan mereka langsung.
“Kamarku sudah kalian bersihkan?” Krystal tiba-tiba muncul entah dari mana, dia sudah sampai di depan mereka tanpa ada yang melihat bagaimana caranya datang.
“YANG MULIA!”
Mereka sumringah ketika melihat Krystal, rasa khawatir mereka lenyap seketika. Mereka menyambut kedatangan Krystal dengan senyum yang lebar.
“Sudah berapa lama kalian menungguku?” tanya Krystal.
“Satu jam,” jawab Lucio singkat.
Krystal baru ingat kalau perputaran waktu antara dunia nyata dengan neraka itu berbeda, dia tidak sadarkan diri selama satu hari saat berada di istana Heros sebab satu hari di neraka sama dengan satu jam di dunia nyata.
__ADS_1
“Yang Mulia, makhluk kecil apa yang berada di samping Anda?” tanya Julian diangguki Austin dan Lucio.
“Huh? Kalian bisa melihat mereka?”