
“Mau ke mana kau? Apa aku mengizinkanmu untuk keluar?” Krystal mencegat Profesor Tesya, hawa dingin membunuh langsung dirasakannya saat tangan Krystal menyentuh kulit.
“A-aku h-hanya—”
“Kau mau kabur kan? Jangan harap kau bisa kabur dariku sebelum menyelesaikan masalah ini.”
Suasana di depan ruangan langsung ramai sesaat, para siswa dan guru lainnya berduyun-duyun menyaksikan masalah yang sedang terjadi. Krystal dengan segala kemarahannya menarik kasar tangan Profesor Tesya keluar, tidak lupa juga Krystal menyuruh Julian membawa Richard bersamanya. Krystal memampangkan secara jelas wajah mereka berdua di depan lapangan akademi yang luas, seketika langsung ramai orang berdatangan.
“Kalian sudah memecah batas kesabaranku, mengabaikan peringatan yang selama beberapa waktu ini aku berikan. Apa kalian sudah bosan hidup? Tidak hanya kalian berdua saja tapi juga seluruh orang-orang yang ada di sini. Aku benci kalian semua dan sekarang aku akan menyebarkan beberapa bukti.”
Krystal meminta Cherry mengeluarkan sebuah map, di dalam map tersebut ada beberapa bukti yang bisa menjatuhkan akademi ini langsung. Kemudian Krystal membuka map itu, ia melempar ke udara kertas yang berisi bukti dari perbuatan kotor mereka.
“Ini adalah bukti saat kalian berdua memperjualbelikan soal ujian secara illegal, bukti tentang penggelapan dana yang dilakukan oleh Kepala Akademi, bukti kalian menerima sogokan dari Permaisuri hingga para bangsawan lain untuk menjatuhkan anak-anak berbakat yang bukan berasal dari keluarga bangsawan. Betapa kotornya permainan kalian, tidakkah sadar berapa banyak siswa yang terbunuh oleh sikap kalian ini?”
Profesor Tesya dan Kepala Akademi melongo ketika mendapati banyak bukti-bukti nyata diberikan oleh Krystal. Mereka tidak dapat menyangkalnya lagi, bahkan siswa lain pun yang tidak tahu apa-apa langsung heboh. Sebenarnya, Krystal mendapat aduan dari siswa-siswa berbakat di akademi, mereka bukan berasal dari bangsawan terpandang dan ada beberapa di antara mereka yang berasal dari rakyat biasa lalu masuk kemari dengan mengandalkan beasiswa.
Namun, mereka mendapat perlakuan tidak adil dari anak-anak bangsawan hingga Kepala Akademi. Nilai mereka dihancurkan, mental mereka diinjak-injak, sering mendapat perundungan dari siswa lain. Akan tetapi, di saat mereka menuntut keadilan, tidak ada yang bisa bertindak untuk menyelesaikan masalah mereka. Profesor Tesya dan Kepala Akademi mengancam serta mati-matian untuk menjatuhkan mereka.
Tidak hanya siswa saja, guru-guru yang berasal dari kalangan bangsawan rendahan dan rakyat biasa mendapat perlakuan yang sama pula. Gaji mereka berkali-kali dipotong oleh Kepala Akademi dengan alasan yang tidak masuk akal, Bukti-bukti tersebut Krystal dapatkan dari mereka yang tertindas, mereka memohon kepada Krystal sebab hanya Krystal yang mampu melawan orang-orang itu secara langsung.
Yang lebih mengejutkannya lagi, banyak siswa dan guru yang bunuh diri karena depresi atas perlakuan tidak adil mereka dapatkan. Krystal sejak awal masuk melihat ada banyak arwah gentayangan di akademi ini, pada mulanya dia mengabaikannya tapi lama kelamaan arwah-arwah itu mulai mengganggunya. Mereka hanya ingin mendapat keadilan sebelum pergi ke akhirat, mereka ingin melihat orang-orang tersebut mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka.
“Aku masih ada kejutan lain untuk kalian.”
__ADS_1
Krystal menjentikkan jemarinya, arwah dari orang-orang yang mati bunuh diri berkeluaran dari segala arah. Mereka menghampiri satu persatu orang yang membuat mereka terpaksa harus mengakhiri hidup. Rasa takut menguasai lapangan akademi, auranya terasa panas akibat kemarahan dari para arwah.
“Kyaaaa pergi kalian! Pergi! Jangan dekati aku!”
“Kalian pembunuh! Kalian sudah membunuh kami! Apa salah kami hingga harus menerima perbuatan buruk dari kalian? Apakah berdosa jika kami memiliki nilai yang sempurna? Kenapa kalian menyakiti kami terus-terusan hanya karena kami berasal dari kalangan bawah? KENAPA? KENAPA KALIAN TEGA MEMBUNUH KAMI?!”
“Hentikan!” Mereka menghentikan amarah ketika Krystal menyuruh mereka untuk berhenti, “Maksudku, hentikan pembicaraan kalian dan langsung saja bunuh mereka! Lampiaskan kekesalan kalian selama ini. Jika mereka mati, aku akan menghidupkan mereka lagi setelah melihat betapa mengerikannya neraka itu.”
Para arwah mengamuk sesuka hati mereka, Krystal menyaksikannya sambil tertawa di tepi lapangan. Sudah lama sejak terakhir melihat para arwah melampiaskan kemarahan mereka kepada manusia yang menjadi penyebab mereka bergentayangan. Julian keheranan dengan kekuatan Krystal, di saat seperti ini dia semakin yakin bahwa Krystal memang bukan manusia.
Beberapa saat lalu, Julian tidak bisa melihat para arwah itu dan sekarang Krystal meminjamkan kekuatan penglihatannya kepada Julian supaya dia dapat melihat jelas arwah tersebut. Melihat arwah tidak sembarang orang dapat melihatnya bahkan saat ini Krystal sengaja meminjamkan kekuatan penglihatannya kepada seluruh orang agar bisa mereka lihat dengan jelas rupa arwah itu.
‘Siapa Anda sebenarnya? Kenapa manusia seperti Anda memiliki kekuatan semenakjubkan ini?’
Mata Julian tidak berhenti berbinar, Krystal pun menoleh karena merasa tatapan takjub Julian terlalu menusuknya. Krystal menampakkan senyum indah di bibir manisnya lalu ia menggoda Julian dengan beberapa kata. Respon Julian sama seperti biasa, dia malu jika dirayu oleh Krystal, wajah memerah Julian itu yang paling suka dilihat Krystal.
“Huh? Sudah selesai? Kenapa cepat sekali? Harusnya kalian hantam mereka sampai tidak berbentuk,” ujar Krystal melihat sudah banyak orang yang tumbang akibat amukan dari para arwah.
“Tidak usah, kami tidak jadi membunuh mereka karena kami tidak ingin kekuatan Anda terkuras habis hanya karena dendam kami.”
Mereka berkumpul di hadapan Krystal, seolah ada hal yang ingin mereka sampaikan secara langsung.
“Yang Mulia, terima kasih, berkat Anda kami bisa menyelesaikan urusan sebelum pergi ke akhirat. Kami sungguh berterima kasih kepada Anda, dengan begini kami bisa tenang sekarang. Terima kasih, Yang Mulia. Terima kasih karena sudah memperlakukan kami dengan adil tanpa berpilih kasih,” ungkap semua arwah.
__ADS_1
“Iya, sama-sama. Sekarang aku akan membukakan pintu untuk kalian, pergilah dengan tenang. Jangan pikirkan apa pun tentang dunia ini lagi.” Krystal membukakan pintu untuk mereka menuju akhirat, mereka melambaikan tangan kepada Krystal dan mengucapkan selamat tinggal.
Setelah itu, Krystal menutup kembali pintu menuju akhirat, tapi penyelesaian masalahnya tidak sampai di situ saja. Krystal tiba-tiba mengajak Julian untuk naik ke udara sebab ada hal lain yang ingin dia lakukan.
“Sekarang saatnya aku hancurkan akademi ini.” Krystal membentuk jemarinya seperti sebuah pistol lalu dia arahkan ke bangunan akademi.
Doorrrr!
Seperti sebuah peluru melesat ke gedung akademi, peluru kecil itu kemudian menyentuh tembok akademi hingga akhirnya akademi roboh dan rata oleh tanah. Selepas itu, dari langit turun hujan koin emas, itu semua merupakan uang Krystal yang disembunyikan di tempat yang tidak diketahui oleh orang lain.
“Selamat tinggal akademi, nama kalian akan dipandang buruk oleh orang luar mulai sekarang.”
...***...
Di suatu mansion mewah di dunia bawah nan gelap, tepatnya di markas pembunuh bayaran yang terkenal yaitu Black Scorpion, saat ini mereka tengah menghadapi kepanikan hebat karena beberapa hari ini mereka mengirim anggota mereka untuk membunuh Krystal, namun semuanya berakhir gagal.
“Bos, kita harus melakukan sesuatu! Kita tidak bisa lagi membiarkan gadis ini menghabisi anggota kita,” ujar seorang pria terhadap atasannya.
“Ya, aku tahu itu.” Sesosok pria bertopeng memutar kursinya untuk menghadap langsung ke bawahannya, “Tampaknya dia bukan wanita yang sederhana, Permaisuri membayar kita dengan mahal. Berhentilah mengirim anggota kita untuk membunuhnya, kita akan rugi bila membiarkan dia bertindak semena-mena seperti ini.”
“Baik, bos.”
“Kalau sudah selesai, keluarlah dari ruanganku,” perintahnya lagi.
__ADS_1
Bawahannya keluar dari ruang pribadi, selaku pemimpin dari Black Scorpion tentu saja ini sangat meresahkannya.
“Krystal Albertine, gadis seperti apakah dia? Aku jadi penasaran. Baiklah, kalau begitu mulai detik ini aku yang akan turun langsung untuk melihat seberapa hebat kemampuannya.”