Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Alibi Leonard


__ADS_3

“Mau apa kau kemari?” tanya Krystal dengan ketus.


Saat ini Leonard tepat berdiri di hadapan Krystal, setelah beberapa waktu tidak tampak, akhirnya hari ini Leonard menampakkan dirinya kembali. Krystal tidak menyukai keberadaan Leonard, mengingat apa yang pernah dia lakukan dulu kepada si pemilik tubuh membuat Krystal nyaris tidak dapat menekan amarah. Krystal melipat kedua tangan di dada sambil menatap sinis Leonard, dia datang ke istana kediaman Krystal untuk bertemu secara khusus dengan Krystal.


‘Ayah bilang gadis ini sekarang mempunyai pendukung yang cukup banyak untuk menjadi kandidat Putri Mahkota. Makanya aku harus bisa mengambil hatinya dan menempati satu posisi selir, jika dia berhasil menjadi Putri Mahkota, maka itu akan sangat menguntungkanku. Apalagi sekarang Tuan Putri Emilia posisinya sedang goyah, lebih baik aku dekati saja gadis ini,’ pikir Leonard yang memiliki niat kurang baik kepada Krystal.


Krystal menunggu jawaban mengenai tujuan Leonard kemari, tapi Leonard tak kunjung merespon pertanyaannya.


“Hey! Mau apa kau kemari? Kenapa kau malah melamun? Aku tidak punya waktu banyak untuk berbicara denganmu!” bentak Krystal seraya mengerutkan kening.


Lamunan Leonard ambyar sesaat suara bentakan Krystal menggelegar ke telinganya, dia tertawa kecil menatap Krystal yang sejak tadi cemberut melihatnya.


“Yang Mulia, saya hanya mau mengajak Anda jalan-jalan berdua dengan saya, apakah Anda sibuk hari ini?” tanya Leonard.


Krystal memutar bola mata malas, ia pun tidak memberikan jawaban dan langsung melangkah pergi meninggalkan Leonard. Namun, belum jauh ia melangkah, Leonard menarik pergelangan tangannya lalu mendekap tubuh Krystal dari belakang.


“Kenapa sepertinya sejak awal Anda sangat membenci saya? Kesalahan seperti apa yang sudah saya lakukan kepada Anda sebenarnya, Yang Mulia? Tidakkah ada kesempatan untuk saya menggerakkan hati Anda? Tolong pertimbangkan saya. Seperti yang Anda ketahui, saya mempunyai bakat serta wajah yang tampan. Saya tidak kalah hebat dari selir Anda yang lain, Yang Mulia,” tutur Leonard memperkuat dekapannya.


Krystal berdecak sebal, siapa sangka Leonard akan berbuat sejauh ini untuk mendapatkan keuntungan dari Krystal. Tidak ada raut senang di wajah Krystal seusai Leonard memelas kepadanya, dia telah mengenal luar dalam pria tersebut tanpa harus ia cari tahu lebih lanjut lagi. Krystal mencoba melepaskan kedua tangan Leonard yang melingkar di pinggangnya, tapi Leonard menolak untuk melepaskannya.


“Kau bertanya apa kurangmu? Kau itu kurang akhlak! Aku paling membenci pria sepertimu yang mencari keuntungan di sela-sela keberuntungan orang lain. Kau mendekatiku karena namaku sedang melejit bukan? Jadi, sekarang kau memilih untuk meninggalkan Emilia demi mendapatkan posisi yang tinggi dariku? Begitu bukan maksudmu?”

__ADS_1


Leonard termangu kaku, refleks dia melepaskan lilitan tangan kekarnya dari pinggang Krystal. Dia terkejut karena Krystal dapat menebak tujuannya secara tepat, lekas ia singkirkan ekspresi terkejutnya untuk kembali meyakinkan Krystal.


“Tidak, Yang Mulia, mana mungkin saya berani seperti itu, saya hanya sadar kalau selama ini Tuan Putri Emilia sudah sangat keterlaluan kepada Anda. Saya sadar bahwa Tuan Putri Emilia itu tidak baik, itulah mengapa saya mencoba untuk keluar dari kubu yang salah dan beralih kepada Anda,” alibi Leonard.


Krystal menghembuskan napas kasar, dia tidak semudah itu untuk ditipu oleh Leonard, dari cara dia menjawab saja sudah terlihat kalau dia sedang berbohong. Krystal tidak terlalu mempedulikannya, yang jelas sekarang dia tidak mempunyai ketertarikan apa pun kepada Leonard.


“Apa kau mau aku mempercayai kata-katamu? Jangan harap! Padahal sebelumnya kau selalu menjadi teman tidurnya Emilia, kau selalu menjadi pemuas hasrat Emilia, lalu sekarang kau ingin menempati satu posisi haremku? Sampai kapan pun aku tidak akan pernah menerima pria kotor sepertimu,” tekan Krystal seraya menunjuki Leonard.


“S-saya tidak pernah begitu, Yang Mulia. Saya tidak pernah tidur dengan Tuan Putri Emilia, Anda jangan sampai terpancing oleh isu yang belum pasti.” Leonard terlihat gugup dan mencoba menepis semua fakta yang baru saja dikatakan oleh Krystal.


“Leonard,” panggil Krystal, suaranya terdengar dingin dan tajam, “Aku paling benci dengan orang yang suka berbohong, apalagi dengan pria yang selalu mencari alibi untuk menutupi perbuatanmu. Mulai sekarang, tolong jangan pernah muncul lagi di hadapanku,” ujar Krystal kemudian berlalu dari hadapan Leonard.


‘Setelah aku pikir-pikir kenapa aku bisa terpancing oleh gadis seperti Emilia yang selalu berganti-ganti pasangan ranjang setiap saat? Aku selalu heran melihatnya yang tidak pernah puas dengan satu pria saja,’ batin Leonard sambil menggeleng-geleng.


Emilia girang seketika melihat Leonard di depan mata, dia bergegas mendekati Leonard sembari menggandeng tangannya Leonard. Kala itu Leonard merasa tidak nyaman, bahkan Emilia menggesek-gesekkan buah dadanya ke lengan Leonard demi memancing n*fsu pria itu.


“Leonard, kau darimana saja? Kenapa aku baru melihatmu setelah beberapa hari?” tanya Emilia dengan suara yang sengaja dibuat imut.


“Maaf, Yang Mulia, beberapa hari ini saya disibukkan oleh beberapa hal, jadi saya baru sempat berkunjung hari ini,” jawab Leonard memaksakan bibirnya untuk tersenyum.


“Ahh begitukah? Aku kira kau sengaja menghindariku,” tutur Emilia.

__ADS_1


Leonard sedikit kaget sebab Emilia rupanya sangat peka terhadap perubahan sikap Leonard dalam beberapa waktu ini.


“Mana mungkin saya menghindari wanita cantik seperti Anda,” sanjung Leonard terpaksa berbohong.


Emilia menghela napas lega, dia tertipu oleh pujian yang diberikan Leonard. Emilia memang tipe wanita yang mudah terbang hanya dengan satu pujian saja.


“Syukurlah, kalau begitu bagaimana kalau sekarang kita bermain sebentar? Aku merindukan permainan hebatmu.” Emilia mencoba untuk menggoda Leonard, tapi Leonard sama sekali tidak tertarik padanya.


“Maaf, tapi saya hari ini harus—”


“YANG MULIA! YANG MULIA!”


Seorang pelayan wanita berteriak memanggil Emilia, sehingga Leonard tidak dapat melanjutkan kalimatnya. Emilia langsung memperlihatkan ekspresi cemberut, dia paling tidak suka diganggu pada saat seperti ini.


“Ada apa?” ketus Emilia kepada pelayan tersebut.


“Maaf telah mengganggu waktu Anda, Yang Mulia, tapi saat ini Anda dipanggil ke gereja untuk menyembuhkan Putra Mahkota dari Kekaisaran Ottavio,” ucap pelayan itu.


“Baiklah, aku akan pergi ke sana sekarang juga. Sayangnya, aku harus menyudahi pertemuan kita hari ini, Leonard. Aku harap lain kali kita bisa bersenang-senang,” kata Emilia beranjak menjauh dari Leonard.


Leonard akhirnya bisa bernapas lega, “Syukurlah, aku tidak perlu repot-repot mencari alasan untuk menolak ajakannya.”

__ADS_1


__ADS_2