
Krystal hanya merespon pertanyaan Jasper dengan senyum kaku, “Kalau itu, saya tidak dapat menjawabnya. Mungkin nanti Kaisar Archer akan menjelaskannya kepada Anda berdua,” jawab Krystal.
Kemudian Jasper dan Alby kembali malam itu juga ke Ottavio, sebab konferensi kekaisaran semakin dekat, mereka perlu menyiapkan beberapa hal sebelum konferensi diselenggarakan. Meski sebenarnya Alby merengek meminta untuk tinggal lebih lama, namun Jasper tidak mengizinkannya. Masalah yang disebabkan oleh Emilia, akan dijadikan sebagai bahan pembicaraan utama oleh pihak Kekaisaran Ottavio. Sebagai salah satu kekaisaran yang terpandang, mereka tidak mau menerima maaf dari masalah ini saja.
Krystal sungguh merasakan keberuntungan luar biasa hari ini, walau keberuntungan itu dia dapatkan dari nyawa orang yang hampir melayang. Memilih untuk tidak mempedulikan hal itu lagi, kini Krystal kembali ke kamarnya dan merebahkan badan lebih cepat dari biasanya. Setelah Alby berangkat ke Ottavio, para selirnya bertingkah aneh, mereka menyuruh Krystal untuk masuk kamar lebih cepat. Vicenzo ingin membicarakan masalah ini bersama selir lain, karena dia tidak mampu untuk menanganinya sendirian.
“Julian mana?” tanya Vicenzo yang saat itu membawa seluruh selir ke kamarnya. Namun, dia tidak melihat keberadaan Julian di antara mereka.
“Dia bilang tadi kepalanya agak sakit, jadi dia ingin istirahat lebih cepat,” jawab Ash.
“Sekarang katakan! Apa yang sedang kau sembunyikan dari kami? Melihat tingkahmu yang terlalu waspada kepada Krystal membuat kami menjadi curiga,” desak Austin.
“Apakah itu soal pengkhianat yang berkeliaran di sekitar kita?” terka Shion seraya menutup buku yang dia baca sejak tadi.
Seluruh pandangan mengarah kepada Shion yang terlihat sangat serius seperti biasanya, terutama Vicenzo, dia belum menceritakan apa pun tapi Shion menerkanya dengan benar. Dari pergerakan Shion, ia seperti mengetahui sejak awal pengkhianatnya.
“Bagaimana kau bisa tahu soal itu?” tanya Vicenzo memastikan.
“Tunggu dulu! Pengkhianat? Apa ada pengkhianat di sekitar kita?” tanya Lucio.
Suasana ruang berubah mencekam, tidak ada suara selain deruan napas yang saling memburu. Masing-masing mata meminta penjelasan lebih lanjut kepada Vicenzo, akankah mereka mempercayai apa yang dijelaskan oleh Vicenzo nanti? Untungnya, Vicenzo telah menyiapkannya sedari awal, yaitu rekaman suara dari boneka tanah yang dia buat untuk memata-matai pembicaraan keempat pengkhianat tersebut.
Vicenzo mengeluarkan boneka tanah itu, dia menaruhnya tepat di atas meja di tengah-tengah semua orang. Segala bukti tersimpan di sana, untuk berjaga-jaga dia telah membuat duplikat dari rekaman suara itu.
__ADS_1
“Ada empat orang pengkhianat yang berada di sekitar Krystal,” ucap Vicenzo.
“Empat orang? Jangan-jangan kau sudah tahu siapa saja orangnya?” tanya Heros.
“Apa kau tidak salah? Jumlah pengkhianatnya hanya ada dua orang,” sangkal Shion.
“Hahh? Dua orang? Jelas-jelas aku menemukannya empat orang.” Vicenzo dilanda kebingungan hebat sesaat Shion menyangkal dengan mengatakan pengkhianatnya hanya ada dua orang. Dia butuh kejelasan pasti dari Shion, tapi dari matanya Shion tidak terlihat sedang berbohong.
“Mataku tidak pernah salah melihat aura seseorang, dua orang pengkhianatnya yaitu Cleon dan Olin, sedangkan Cherry dan Bleas itu bukanlah pengkhianat. Kedua spirit itu tampak sedang bekerja di bawah perintah seseorang untuk menyelidiki lebih lanjut tentang musuh dunia yang sebenarnya. Aku pernah memergoki mereka berdua tengah berbicara dengan seorang wanita melalui alat sihir komunikasi. Aku tidak tahu dengan siapa dia berbicara, tapi intinya wanita itu meminta Cherry dan Bleas supaya jangan sampai ketahuan di dalam misinya.”
Shion menjelaskan semuanya secara detail, Vicenzo telah salah sangka kepada Cherry dan Bleas. Di samping itu, Austin, Lucio, Ash, dan Heros yang tidak tahu apa-apa mengenai identitas pengkhianatnya, hanya bisa melongo terkejut. Mereka selama ini berpikir bahwa Cleon dan Olin bukanlah orang yang akan berkhianat, tapi semuanya berbanding terbalik dengan sampul luarnya.
“Apa kau melihat siapa wanita yang berbicara dengan mereka berdua?” tanya Vicenzo.
“Syukurlah, sejujurnya aku sangat khawatir kalau masalah ini terdengar sampai keluar oleh Krystal. Mentalnya akan terombang-ambing bila dia tahu akan dikhianati lagi dan lagi, selama beberapa ribu tahun ini, hanya ada aku, Heros, Cherry, dan Bleas yang berada di sampingnya. Krystal tidak punya siapa-siapa selain kami, tapi semuanya berubah saat ia tiba di dunia ini, kalian masuk ke kehidupannya Krystal, perlahan dia mulai bisa tertawa dengan tulus.”
Di balik sifat cemburuan Vicenzo, tersimpan beribu-ribu ucapan syukur kepada lima orang selir yang baru ditemui oleh mereka. Dia bersyukur, tapi bukan berarti dia tidak lagi cemburu melihat Krystal berdekatan dengan pria selain dirinya.
“Oke, aku akan memutar rekaman yang aku dapatkan waktu itu. Aku harap setelah mendengar ini, kita dapat melindungi Krystal lebih ketat lagi.”
Sementara itu, di waktu yang bersamaan, Krystal telah tertidur pulas di kamarnya, udara malam ini terasa menyejukkan sehingga membuat Krystal dapat menidurkan diri lebih cepat dari biasanya. Lalu tidak berselang lama, Julian menyelinap masuk ke kamar Krystal mengenakan jubah hitam yang menutupi wajahnya. Julian mendekati ranjang Krystal, ia mengelus kepala Krystal dengan lembut, namun tatapan Julian terlihat sendu.
“Maafkan saya, Yang Mulia, saya harus meninggalkan Anda, saya tidak mau menambah beban Anda lagi. Terima kasih telah memberi saya ruang untuk bahagia, setidaknya saya pernah merasakan betapa menyenangkannya waktu saya bersama Anda. Saya mencintai Anda, Yang Mulia, tolong jaga diri Anda baik-baik,” ujar Julian teramat pelan.
__ADS_1
Kemudian Julian mendarat kecupan di kening serta di bibir Krystal, tidak lupa dia menaruh secarik kertas di atas meja Krystal. Seusai itu, Julian pun keluar dari kamar dan pergi menghilang entah kemana meninggalkan Krystal – wanita yang dicintainya.
...***...
Di malam yang larut dan diselimuti oleh kegelapan, hanya ada satu tempat yang tidak pernah mengenal malam. Tempat di mana tidak ada manusia yang menjamahnya, bahkan Krystal sekali pun tidak pernah memijakkan kaki di tempat tersebut. Tempat yang hanya ada padang bunga bermekaran serta embusan angin yang bertiup sejuk, sungguh memberikan pemandangan menenangkan jiwa.
Akan tetapi, tidak ada yang tahu di mana tempat itu berada, tapi yang jelas tempat tersebut tidak berada di bumi. Di tengah padang rumput itu ada satu kastil megah yang berdiri di sana, tampak Cherry dan Bleas terbang memasuki kastil itu. Lorong nan tenang dan sunyi dilewati oleh keduanya bersama, terpajang beberapa potret foto yang terlihat tidak asing. Kemudian mereka masuk menuju sebuah ruang di ujung lorong.
“Yang Mulia, kami berdua telah datang,” ucap Bleas.
“Oke, silakan masuk,” sahut seorang wanita dari dalam.
Tampak seorang wanita cantik bersurai hitam panjang disertai mata berwarna merah ruby tengah berdiri di pinggir jendela menghadap padang bunga. Kedatangan Cherry dan Bleas disambut dengan sangat ramah, wanita yang tidak diketahui namanya itu sangat dihormati oleh mereka berdua.
“Bagaimana kabar putriku – Krystalia? Apakah dia baik-baik saja bersama ketujuh selirnya?” tanya wanita yang diduga sebagai Ibu Krystalia.
“Beliau baik-baik saja, tapi apakah tidak apa-apa jika berjalan seperti ini terus, Yang Mulia? Anda membiarkan putri Anda terperangkap di dalam kebingungan, kami berdua kasihan melihat beliau tampak terbebani,” tutur Cherry.
“Krystal bukan gadis yang lemah, aku belum bisa menemuinya sekarang karena kondisi tubuhku yang belum pulih. Selama ini kalian telah menjaganya dengan baik, sekarang dia telah mengumpulkan tujuh jiwa setengah dewa yang akan menjadi kandidat tujuh dewa agung selanjutnya. Krystal harus mengingat semuanya sendiri, ingatan yang dia kunci harus dia buka segera sebelum dunia ini berakhir.”
“Musuhnya bukanlah Kaisar Langit, tapi seseorang yang berada di belakangnya, orang yang telah mengacaukan tatanan dunia selama tujuh ribu tahun ini. Krystal mengemban dua jiwa yang kuat di dirinya, aku percaya bahwa Krystal dapat mengubah takdir dunia ini, aku dan suamiku mempercayai Krystal. Kalian juga percaya, bukan?” Wanita itu tersenyum ke arah Cherry dan Bleas.
“Tentu saja kami percaya, Yang Mulia, karena Anda adalah seorang dewi iblis dan Yang Mulia Krystalia mewarisi jiwa iblis sekaligus jiwa dewa. Beliau sangat kuat seperti Ayah dan juga Ibunya.”
__ADS_1