
Para bangsawan tercengang ketika menyaksikan banyak kerangka manusia yang dikeluarkan dari dalam tanah oleh detektif. Sebelum bangsawan tiba di lokasi, Krystal bersembunyi terlebih dahulu di tempat yang tidak jauh dari sana, dia tidak ingin bertemu langsung dengan bangsawan menyebalkan itu. Di sisi lain, ada Fred yang keringat dingin dan bermuka pucat begitu mendapati kerangka-kerangka dari wanita yang dibunuh oleh Arsen.
“Inilah saat di mana Arsen akan hancur, tidak ada satu pun orang yang dapat membelanya. Celaan akan silih berdatangan dari mulut masyarakat hingga menyebar ke kekaisaran lain. Saat di mana Albertine akan membutuhkan aku satu-satunya yang dapat mengembalikan nama baik. Sudah seharusnya Kaisar sialan itu tahu dengan posisinya,” gumam Krystal.
Seketika istana kediaman Arsen dikelilingi dan dipenuhi oleh para pekerja, mereka penasaran tentang penemuan kerangka manusia.
“Kerangka siapa ini? Tolong jelaskan segera, dan lagi kerangka-kerangka ini ditemukan di belakang halaman istana milik Putra Mahkota.” Bangsawan mendesak Bastein menuntut penjelasan pasti mengenai masalah ini.
“Baiklah, karena Anda semua sudah di sini, saya akan menjelaskan pada Anda sekalian. Kerangka-kerangka ini adalah kerangka dari wanita yang dikabarkan menghilang dalam waktu 5 tahun ini. Putra Mahkota menculik mereka, lalu menyiksanya, hingga memperkosa mereka sampai mati. Kemudian mayat mereka dikuburkan di belakang halaman istana, ada beberapa dari jasadnya yang masih belum menjadi kerangka sepenuhnya,” jelas Bastein secara tegas dan tidak bertele-tele.
Seluruh orang di sana terlonjak kaget atas pernyataan Bastein, di antara mereka ada yang tidak mempercayainya bahkan ada yang memberi penyanggahan tentang fakta yang ada kini. Fred berdiri di tengah-tengah kerumunan bangsawan menahan sakit kepala, wajahnya bertambah pucat, dan suara napas yang terputus-putus akibat sesak di dada.
“Saya sudah menduga akan ada ketidakpercayaan dari Anda semua, karena itu saya akan membawa seorang mayat gadis yang dikubur belum lama ini.”
Bastein memberi perintah anggotanya untuk membawa mayat seorang gadis yang masih utuh, gadis bersurai pirang itu terlihat cantik dan manis. Menyaksikan mayat gadis itu, para bangsawan mulai menaruh kepercayaan.
“Bukannya dia adalah tunangan dari anak Duke Salvatore?”
__ADS_1
“Benar, aku pernah bertemu dengannya pada saat pertunangan mereka, tapi beberapa bulan ini tunangannya dikabarkan menghilang. Duke Salvatore sudah mengerahkan pencarian, namun hasilnya nihil, tidak ditemukan di mana pun keberadaannya.”
“Setelah aku melihat langsung begini, aku jadi semakin yakin bahwa Putra Mahkota memang membunuh mereka.”
Satu persatu dugaan mulai diarahkan kepada Arsen, Fred tidak memberi komentar apa pun mengenai permasalahan ini. Sebaliknya, Marquess Sulivan yang mengetahui hal ini, berusaha memutar otak agar bangsawan tidak mengarahkan tuduhan yang membuat Arsen terjerat ke dalam kesalahan tak termaafkan.
“Mustahil! Mana mungkin Putra Mahkota melakukan perbuatan keji seperti ini. Pasti ada yang tidak beres di sini, aku yakin ada pihak yang sengaja memfitnah Putra Mahkota. Kalian jangan menelan mentah-mentah masalah ini! Dan juga kerangka manusia ini pasti ada yang menaruhnya sebelum kita datang kemari.” Marquess Sulivan mencoba berdalih dan membuat alasan supaya fakta ini disembunyikan.
Bangsawan yang tadinya mempercayai Bastein mulai menyerang meminta bukti lebih kuat tentang hal itu. Bastein mulai kewalahan menghadapi bangsawan yang menyerangnya, padahal dia telah memberi bukti yang kuat akan pembunuhan yang dilakukan Arsen.
“PARA DETEKTIF ITU TIDAK BERBOHONG!” sela Krystal muncul entah dari mana, “Aku salah satu korbannya, Putra Mahkota memang melakukan hal keji itu. Apa kalian tidak mendengar beritanya? Putra Mahkota datang menyelinap ke kamar saat aku tertidur pulas, dia memaksaku untuk tidur dengannya dan mengancamku menggunakan pedang. Padahal aku adalah adiknya, tapi mengapa dia melakukan ini padaku?”
Krystal berakting dengan air mata palsu, siapa saja akan percaya melihat Krystal tampak begitu menderita. Para bangsawan menaruh iba pada Krystal, ditambah melihat perban luka di lengan tangan Krystal. Walau Krystal dianggap kerasukan iblis, tapi mereka juga menyadari bahwa hal itu ada sebab dan akibat.
“Y-yang Mulia, tidak b-begitu. K-kami—”
“Huwaaa Olin, apa yang harus aku lakukan? Mereka tidak percaya kalau kakakku melakukan hal yang tidak senonoh. Aku pernah tanpa sengaja melihatnya membawa beberapa wanita dan aku juga mendengar teriakan wanita meminta tolong. Kakakku menyiksa mereka, membunuh, lalu menguburkan mereka di halaman belakang istana.” Krystal memeluk Olin, mereka sama-sama sedang berpura-pura sekarang
__ADS_1
‘Yang Mulia sangat pandai berakting, siapa saja pasti akan mempercayai bualan Yang Mulia saat ini,’ batin Olin berlagak memeluk Krystal.
“Yang Mulia, Anda bilang kalau Anda melihatnya sendiri? Bisakah Anda membuktikan pada kami?” Duke Salvatore mendekati Krystal dengan tatapan sendu, dia syok menyaksikan mayat calon menantunya. Anak laki-laki pertama dari Duke Salvatore mengalami depresi berat seusai tunangannya menghilang, itulah mengapa masalah ini membuat Duke Salvatore terdorong untuk mengungkap pelakunya.
Krystal melepaskan pelukannya, dia menyeka air mata seraya mengangguk pelan, “Aku bisa membuktikannya, kalian ikutlah denganku.”
Krystal membawa masuk beberapa orang ke dalam istana Putra Mahkota, ia mengarah pada salah satu ruangan yang letaknya terpencil. Kemudian Krystal menyuruh Agon untuk membuka ruangan tersebut. Alangkah terkejutnya mereka mendapati berbagai alat penyiksaan di sana, lalu ada seorang pelayan wanita yang terkapar tidak berbusana, kedua tangan dan kakinya diikat, serta darah yang mengucur deras di wajah dan anggota badan lain.
“Hey, apa kau baik-baik saja?” Krystal membantu pelayan wanita itu, dia melepaskan semua ikatan di tubuhnya dan membalutkan kain untuk menutupi tubuh telanjangnya.
Pelayan tersebut membuka mata dengan perlahan, sekujur badannya diliputi oleh rasa sakit luar biasa, luka cambukan ada di mana-mana. Krystal merasa prihatin oleh keadaan pelayan itu, sebab si pemilik tubuh pernah merasakan hal serupa.
“A-apakah saya a-akan mati? S-saya belum m-mau mati…,” lirih pelayan itu.
“Kau belum mati, aku akan menyelamatkanmu dan mengobati lukamu. Jadi, bertahanlah sedikit lebih lama,” ucap Krystal.
“Apa kau seperti ini karena disiksa oleh Putra Mahkota?” selidik Bastein.
__ADS_1
“B-benar, b-beberapa hari i-ini, Putra Mahkota s-semakin menggila. T-tidak hanya saya k-korbannya, t-teman saya yang lain j-juga diperlakukan s-sama.” Pelayan wanita itu menunjuk ke pintu yang ada di sudut ruangan. Tangan wanita itu gemetar tak karuan, tidak ada sisa tenaga di tubuhnya.
“Tolong periksa ruangan itu,” titah Krystal.