Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Tersadarnya Pria Asing


__ADS_3

Tubuh Emilia membeku, napasnya seakan tercekat di tenggorokan kala itu. tidak ada yang lebih mengerikan dibanding Krystal. Di matanya, Krystal benar-benar seperti iblis sungguhan, rasa takut dan gemetar pun tidak berhenti menekan diri Emilia. Sekilas Emilia melihat mata Krystal berubah warna menjadi merah ruby, seketika Emilia terkena serang kejut beberapa detik.


‘Mata merah? Apa yang aku lihat barusan? Apa aku baru saja berimajinasi?’


Emilia menggelengkan kepala, ia segera mengesampingkan hal itu dan menganggap apa yang dia lihat merupakan ilusi belaka. Senyum puas Krystal merekah, dia menyukai saat Emilia mulai tertekan akibat keberadaannya.


“Kau mengerti itu kan, Emilia?”


Emilia sontak kaget, Krystal seakan-akan menusuk titik lemah Emilia sehingga membuat jantung Emilia berdebar tak beraturan serta dadanya kembang-kempis karena terkejut. Namun, Emilia berusaha untuk tetap bersikap tenang demi menjaga harga dirinya di hadapan Krystal.


“Omong kosong! Aku tidak akan pernah mati di tanganmu, dan begitu juga kakakku, aku akan melakukan apa saja untuk menyembuhkannya. Jangan harap kau bisa naik ke tahta Kaisar.” Emilia berbalik dan berlalu pergi dari hadapan Krystal, dia tidak sanggup lagi berada terlalu lama di sekitar gadis yang membuat dirinya sesak.


Krystal memandangi punggung Emilia yang kian menjauh, sebelah jemari tangannya menyentuh dagu seolah ada hal yang ia pikirkan sekarang.


‘Rahasia macam apa yang kalian sembunyikan? Aku rasa ini bukan hal sederhana untuk dipecahkan. Kalau begitu, aku akan merangkak pelan-pelan dan mengumpulkan potongan-potongan dari rahasia itu sendiri.’


Kemudian, Krystal memanggil Cherry dan Bleas, masalah ini harus ia selesaikan sesegera mungkin.


“Ada apa, Yang Mulia?” tanya Bleas.


“Kalian berdua mulai sekarang akan diberi tugas khusus, aku ingin kalian menyelidiki masalah kekaisaran yang menyangkut tentang Krystal. Entah mengapa mereka terlihat sedang menutupi sesuatu dariku,” titah Krystal.


“Baiklah, sesuai apa yang Anda perintahkan, kami berdua akan menjalankan tugas ini sebaik mungkin.”


...***...

__ADS_1


Pada hari berikutnya, Krystal dengan langkah sumringah pergi ke kamar pria asing yang dia temukan beberapa hari yang lalu untuk mengecek perkembangan kondisi pria tampan tersebut. Ketika dia baru saja menekan gagang pintu, dia melihat sosok pria asing itu sudah terbangun dari ketidaksadaraannya dalam kondisi linglung. Mungkin saja dia bertanya-tanya tentang di mana ia berada saat ini.


“Oh astaga, apa kau sudah sadar?”


Suara Krystal mengejutkan pria itu, dia terkesiap saat menemukan Krystal masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Netra berwarna lavender pria itu mengamati Krystal dari ujung rambut sampai ujung kaki. Di saat Krystal mendekat ke arahnya, dia malah beringsut mundur ke belakang, dia seperti tidak ingin berdekatan dengan Krystal. Tatapan matanya penuh waspada dan tajam layaknya seekor harimau yang akan menerkam mangsa.


“Siapa kau?” tanya pria itu.


Krystal duduk di tepi ranjang, ia terkesima melihat wajah cantik pria tersebut. Mata lavender yang tajam, kulit putih berseri, serta rambut panjang perak keunguan. Krystal jarang menemukan pria berwajah cantik seperti yang dia lihat kini. Lalu Krystal melontarkan senyum manis kepada pria itu, tapi dibalas menggunakan tatapan ngeri dan ketus.


“Aku Krystal, Tuan Putri kedua Kekaisaran Albertine. Aku menemukanmu pingsan di gubuk tengah hutan, jadi aku memutuskan untuk membawamu kemari,” jawab Krystal.


“Tuan Putri? Jadi, aku sedang berada di istana? Mengapa kau malah membawaku kemari?”


Krystal merangkak di atas tempat tidur, mendekat dan semakin mendekat pada pemuda tampan itu. Krystal menaruh tangannya, lalu meraba-raba dada pria itu untuk memeriksa luka yang terbalut perban, lukanya jauh membaik dari saat ia menemukannya. Terdapatkan beberapa luka goresan pedang di dada dan kening, untungnya luka itu tidak merenggut nyawa pria itu.


“Kau ini tidak sopan sekali padaku, padahal aku telah menyelamatkan nyawamu,” ucap Krystal.


Plakk


Pria itu secara spontan menepis tangan Krystal yang meraba-raba tubuh indahnya, Krystal terperangah kaget kala itu.


“Jangan sentuh aku! Enyahlah kau dari sini!” usir pria itu menggunakan nada tinggi.


“Kenapa kau mengusirku? Ini kan istanaku, jadi aku berhak melakukan apa saja di sini semauku,” balas Krystal.

__ADS_1


“Aku tidak suka bila orang asing ada yang menyentuh tubuhku,” ketus pria itu.


Krystal menghembuskan napas kasar, ia mengerucutkan bibir sembari melipat tangan di dada.


“Lihatlah betapa sombongnya kau, setidaknya kau mengucapkan terima kasih padaku. Aku hanya mengecek lukamu saja, aku tidak punya maksud lain. Walaupun ototmu bagus, wajahmu cantik, aku berusaha menahan diri agar tidak kelewatan. Tolong hargai wanita yang berupaya menahan hasrat ini, jangan terlalu ketus padaku. Singkirkan tatapan penuh benci itu dariku, aku tidak akan mengambil apa pun dan tidak berniat merugikan dirimu,” oceh Krystal.


“Menahan hasrat?”


“Iya, aku ini pecinta pria tampan berotot, aku menyukai otot seperti milikmu,” tunjuk Krystal ke arah diri pria itu, “Terkadang aku nyaris tidak bisa menahan diri, tapi karena kau sedang sakit jadi aku menahan diri sejenak.”


Lalu pria itu tiba-tiba saja turun dari tempat tidur, lukanya masih belum sembuh sepenuhnya, tapi dia memaksakan diri untuk bergerak. Krystal lekas menahan pria itu untuk tidak bergerak lebih jauh lagi.


“Lepaskan!” ronta pria itu.


“Aku tidak akan melepaskanmu. Kau masih sakit, seharusnya kau berdiam diri saja di kamar.” Krystal mendorong pelan tubuh pria itu ke atas ranjang, tidak lupa ia menarik selimut menutupi badan setengah telanjang pria tersebut.


“Aku tidak mau tinggal di sini.”


“Tunggu sampai lukamu sembuh, setelah itu kau aku izinkan untuk pergi,” kata Krystal.


Pria itu terdiam, dia tidak bisa melawan lebih jauh sifat keras kepalanya Krystal, entah mengapa rasa nyaman perlahan mengalir di perasaan pria itu. Memandang wajah wanita cantik di dekatnya membuat dia merasa aman dan jauh dari jangkauan dunia.


‘Siapa wanita ini sebenarnya? Tidak seperti yang lain, dia memiliki aura putih terang dan menenangkan. Berbeda dari aura orang lain yang aku lihat bermacam-macam, apalagi jika aku melihat aura jahat, mataku menjadi sakit tak karuan. Itulah alasannya kenapa aku harus menggunakan penutup mata yaitu untuk menghindari aura orang lain.’


“Mata lavender itu dapat melihat warna aura seseorang bukan? Aku pernah mendengar dulunya ada seseorang yang punya mata lavender sepertimu. Namun, itu terasa menyakitkan bukan harus menyaksikan aura orang lain yang beragam?” terka Krystal tiba-tiba.

__ADS_1


“Rupanya Anda mengetahui tentang mata saya ini.”


“Kau menjadi lebih sopan dari yang tadi. Tentu saja aku mengetahuinya, tapi aku melihat jauh di pelupuk matamu ada rasa ketidakpercayaan terhadap manusia. Aku tahu, kau baru saja mengalami pengkhianatan, dari caramu menatapku menunjukkan bahwa lukamu terlalu besar untuk mencoba kembali mempercayai manusia. Tapi, tolong jangan mencurigaiku, aku juga pernah merasakannya bagaimana rasanya dikhianati di saat kita menaruh kepercayaan besar. Berhentilah mewaspadaiku, Shion.”


__ADS_2