Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Energi Dewa


__ADS_3

“Huh? Kalian bisa melihat mereka?” Bola mata Krystal melebar saat tahu mereka bertiga bisa melihat Cherry dan Bleas, sebab selama ini tidak sembarang orang yang dapat melihat wujud spirit. Manusia yang memiliki kekuatan istimewa pun juga tidak bisa melihat spirit, tapi di hadapan Krystal kini berbeda. Ketiga selir manusianya menyaksikan jelas bagaimana bentuk wujud Cherry dan Bleas.


“Saya bisa melihatnya, makhluk kecil mirip seperti peri di cerita dongeng, tapi ada beberapa hal yang berbeda dari mereka,” jawab Julian.


Krystal bertukar pandang dengan Cherry dan Bleas, lalu Krystal menyuruh mereka berdua untuk berbicara langsung untuk memastikan sekali lagi. Kemudian Cherry dan Bleas terbang tepat di depan mata ketiga selir Krystal.


“Apa kalian bisa mendengar suara kami?” tanya Bleas.


“Mereka berdua benar-benar peri! Mereka juga bisa berbicara.” seru Austin terkejut.


Krystal menggelengkan kepala seraya menghembuskan napas pendek, kini ia kembali mempertanyakan mengenai asal-usul mereka bertiga sesungguhnya. Krystal memerintahkan Cherry dan Bleas untuk balik lagi ke tempat semula mereka berdiri.


“Kalian sungguh murni manusia bukan?” selidik Krystal.


“Saya manusia asli, tidak ada campuran apa pun,” balas Lucio diangguki oleh Austin dan Julian.


“Aneh sekali, yang kalian saat ini adalah spirit. Kalian tahu spirit bukan?”


“Tapi, bukankah spirit sudah lenyap sejak ribuan tahun lalu? Mengapa sekarang mereka muncul?” bingung Julian.


“Spirit memang sudah lenyap, tapi tidak sepenuhnya mereka musnah dari muka bumi ini. Saat ini jumlah spirit yang tersisa hanya mereka berdua saja yaitu spirit air dan spirit api. Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa aku bisa bersama kedua spirit ini, aku tidak bisa menjawabnya sekarang. Aku akan memberitahu kalian nanti tentang kebenaran yang sesungguhnya, jadi harap bersabar dan tunggu kejutan dariku,” papar Krystal.

__ADS_1


Pertanyaan yang terlintas di kepala mereka kala itu langsung dipatahkan oleh ucapan Krystal, mereka penasaran tentang bagaimana Krystal bisa mendapatkan dua spirit, di lain sisi mereka juga ingin tahu mengenai siapa Krystal sebenarnya. Sejak awal mereka merasa bahwa Krystal bukanlah manusia, tidak ada manusia yang mudah mencabut nyawa orang lain dan membunuh orang secara brutal hanya dengan kekuatan kata yang keluar dari mulutnya. Seakan-akan Krystal dapat mengendalikan jalannya hidup seseorang, kemampuan luar biasa yang hanya dimiliki oleh eksistensi nan suci.


“Baiklah, tapi bisakah Anda memberitahu kami tentang situasi terkait mengenai penyerangan yang menimpa Anda tadi?” Austin bertanya mewakili pertanyaan yang sama dari Lucio dan Julian.


Kemudian Krystal mulai menjelaskan dari awal tentang munculnya empat pria berjubah putih misterius, di sini Krystal mencurigai banyak hal, bukan tentang siapa yang mengirim mereka melainkan mengenai siapa memerintah mereka secara langsung. Dengan kata lain, mereka memiliki pemimpin, ini berbeda dari pembunuh sebelumnya karena kali ini Krystal merasa ada aura serta energi aneh terpancar dari tubuh mereka.


“Apa kalian membuang jubah putih yang dikenakan pembunuh tadi?”


Lucio menyodorkan kepada Krystal sehelai jubah putih, sisanya mereka lenyapkan dan disisakan satu jubah sebagai bahan bukti pencarian dalang di balik percobaan pembunuhan kali ini.


“Jubah ini bukan jubah biasa, sepertinya pekerjaan kita akan bertambah selama beberapa waktu ini. Aku tidak bisa bekerja sendiri, jadi kalian akan membantuku kan?”


“Tentu saja, perintahkan saja kepada kami apa yang dirasa sanggup untuk kami lakukan,” jawab Austin.


“Yang Mulia, siapa pria yang membawa Anda tadi?” tanya Lucio.


“Ahh kalian melihat Heros? Dia adalah temanku. Oke, sekarang sudah larut malam, aku akan beristirahat sekarang. Sebaiknya kalian kembali lagi besok,” ujar Krystal terlihat agak mengantuk.


“Tunggu dulu! Yang Mulia, apa Anda berada di kondisi tubuh yang baik? Tadi saya melihat Anda dibawa dalam keadaan mengeluarkan banyak darah dari mulut Anda. Saat ini, Anda tidak menyembunyikan tentang kondisi tubuh Anda kan?” Tatapan Lucio kepada Krystal sangat dalam, kekhawatiran terpancar dari manik matanya.


“Jangan khawatir, tadi aku hanya sedikit merasa lelah dan pusing, tidak ada yang perlu kalian cemaskan. Sekarang kalian kembalilah dulu, besok temui aku lagi.” Krystal mendorong punggung mereka keluar dari kamar supaya mereka tidak lagi menanyakan tentang kondisi tubuhnya.

__ADS_1


Akhirnya, mereka bertiga beranjak pergi dari kamar Krystal, Austin dan Lucio kembali ke istana sedangkan Julian kembali ke asramanya.


“Sekarang aku bisa tenang.” Krystal menghambur ke atas ranjang tempat tidur, ia membaringkan tubuh sambil menghadap ke langit-langit kamar.


“Yang Mulia, apa mereka bertiga sungguh murni keturunan manusia?” Pertanyaan Cherry memecah keheningan di sela lamunan Krystal, Bleas juga hendak menanyakan pertanyaan yang sama kepada Krystal, tapi ternyata didahului oleh Cherry.


“Jangan-jangan kalian merasakan energi lain di tubuh mereka?” tebak Krystal.


“Benar, kami merasakan ada energi lain di tubuh mereka, tapi energinya samar-samar terasa seperti ada energi dewa yang terkunci di balik jiwa mereka,” jelas Bleas.


Krystal langsung terduduk begitu mendengar kata dewa keluar dari penjelasan Bleas, raut wajah Krystal berubah menjadi sangat serius.


“Benar, Yang Mulia, saya juga merasakannya. Apa Anda tidak tahu apa-apa mengenai hal ini?” timpal Cherry bertanya.


“Aku hanya bisa merasakan energi spiritual mengalir deras di tubuh mereka, kalian tahu sendiri kalau indera perasaku agak tumpul semenjak kejadian 4000 tahun lalu. Tapi, mengapa manusia memiliki energi dewa? Setahuku, tidak ada manusia yang mampu menampung energi dewa walau hanya secuil saja.” Krystal membawa dirinya ke dalam alam bawah pikirannya, dia tidak akan tahu tentang fakta tersebut apabila Cherry dan Bleas tidak memberitahunya.


“Sepertinya banyak kejanggalan dari ketiga selir Anda, namun mereka tidak memiliki niat jahat. Hanya saja, energi dewa yang berada di tubuh mereka yang paling patut untuk dipertanyakan, Anda mesti mencari tahu tentang masalah ini juga, Yang Mulia. Akan sangat berbahaya bila ketiga selir Anda ikut terseret mati di dalam kejaran musuh,” tutur Bleas.


“Walaupun Anda tengah melakukan aksi balas dendam demi Krystal si pemilik tubuh ini, Anda tetap harus waspada. Ingatlah tentang siapa musuh kita sebenarnya, mereka tidak akan berhenti mengejar kita begitu saja meski sudah 4000 tahun berlalu,” tegas Cherry.


“Betul, Yang Mulia. Anda tidak bisa tinggal di dunia manusia lebih lama, mereka akan melakukan apa saja demi mendapatkan Anda. Jika Anda jatuh ke tangan mereka,maka nasib Anda akan berakhir tragis. Tolong ingat, di mana pun Anda berada, tidak akan ada tempat yang aman untuk Anda tinggali, sejak dulu kita bersama selalu berpindah-pindah tempat mencari perlindungan. Harap jangan ulangi lagi kesalahan yang sama, Yang Mulia,” imbuh Bleas.

__ADS_1


“Ya, aku ingat selalu tentang masalah itu, tentang musuh kita yang sebenarnya. Aku juga tidak mau terlalu lama berada di dunia ini, aku akan bertahan sampai pembalasan dendam ini berakhir. Setelah itu, mari kita pergi dari sini dan mencari tempat yang lebih aman untuk ditinggali.”


__ADS_2