Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Keruntuhan Pihak Gereja


__ADS_3

“Mati saja kalian! Pergi dan menderitalah di neraka!”


Ketika seruan Krystal bergema di ruangan, saat itu pula satu persatu dari tubuh mereka hancur lebur. Pixies, Cleon, dan Olin ketakutan tatkala menyaksikan kematian rekan mereka, lalu saat tiba giliran mereka, Krystal menghentikan sejenak gejolak amarahnya. Dia sengaja menyisakan mereka bertiga karena pusat amarahnya bersumber dari ketiganya.


“Tolong ampuni nyawa kami … beri kami kesempatan untuk menebus dosa kami, Yang Mulia.”


Cleon bersujud di bawah kaki Krystal, ia memohon teramat sangat agar nyawanya diampuni Krystal. Tergurat raut penyesalan di garis wajah Cleon, ia menyesal telah mengkhianati Krystal padahal gadis itu pada mulanya tulus membantunya terbebas dari kekangan istana. Itu merupakan kesalahan terbesar Cleon, dia salah mengambil langkah dan berpihak kepada orang yang salah.


“Hei, apa kau tahu? Aku bukanlah makhluk baik hati yang dengan mudahnya mengampuni kesalahan orang lain. Apa lagi jika kesalahannya berhubungan dengan pengkhianatan, aku akan menghancurkan orang yang mengkhianatiku hingga membuat hidupnya tersiksa dalam neraka!” tekan Krystal.


Cleon sekali lagi merinding mendengar tekanan dari Krystal, dia benar-benar tidak punya kesempatan untuk menebus dosanya. Tangisan Cleon pecah, ia menangis terisak mengingat kesalahan besarnya. Cleon membayangkan bila seandainya saja dia tidak mengkhianati Krystal, maka hidupnya sudah pasti terjamin selamat. Kini tak ada lagi gunanya menyesal, semua sudah terlambat, sebentar lagi dia dipastikan mati dalam penyesalan.


“Saya sadar kesalahan saya takkan bisa diampuni lagi, jika begitu sekarang silakan bunuh saya. Sekali lagi saya memohon maaf dari lubuk hati terdalam, saya telah salah memilih jalan hidup. Andaikan saja waktu dapat diputar mungkin saya akan memanfaatkan kebersamaan saya dengan Anda dan tidak akan mengkhianati kepercayaan Anda.”


Cleon menegakkan badannya, dia tersenyum samar di balik air mata yang terus mengucur deras membasahi pipi. Krystal merasakan bahwa Cleon tulus meminta maaf, dia sungguh menyesal atas pilihan yang dia buat hingga mendatangkan kesialan untuk hidupnya. Walau begitu, Krystal tetap tidak mengampuni Cleon meski dia sudah menyesal.


“Cleon, bagaimana pun dulunya kau pernah bersikap baik kepada Krystal, meskipun pada akhirnya kau tetap berkhianat tapi aku anggap hidupmu tidak sepenuhnya berdosa. Hanya saja dosa pengkhianatan wajib ditebus. Dari pengkhianatan yang kau lakukan menciptakan rasa sakit hati, kau paham maksudku? Aku membunuhmu sekarang, bila nanti kau punya kesempatan bereinkarnasi, perbaiki hidupmu pada kehidupan selanjutnya. Sekarang kau perlu menebus dosamu di alam neraka sementara waktu.”


Cleon terpaku mendengar penjelasan Krystal, dosa tetaplah dosa, dia tak punya kesempatan untuk menebusnya sekarang. Walaupun seperti itu, Cleon bersyukur karena Krystal memberinya kesempatan meski bukan pada kehidupan ini. Cleon benar-benar merasa lega, dia ikhlas apabila harus mati di tangan Krystal sekarang juga.

__ADS_1


“Terima kasih … terima kasih atas kesempatan yang Anda berikan kepada saya. Tolong bunuh saya sekarang, saya tidak lagi punya alasan untuk bertahan di dunia ini.”


Krystal menaruh tangannya di kepala Cleon, sebelum ia mati sekilas Krystal melihat senyum polos milik Cleon. Lagi-lagi ingatan dari pemilik tubuh menyerangnya, ada sesuatu yang nyaris terlupakan yaitu Cleon waktu mereka masih kecil, dia menjadi satu-satunya orang yang pertama kali menyapa Krystal dengan ramah.


“Selamat tinggal, semoga kehidupan keduamu kau bahagia bersama orang-orang yang kau sayangi.”


Krystal menarik roh Cleon dari tubuhnya, dia menjadi satu-satunya di sana yang memperoleh kematian paling baik. Sedikit menyedihkan, tapi setidaknya Cleon menyadari kesalahannya dan meminta maaf dengan tulus. Tubuh Cleon tergeletak di atas lantai, tubuhnya pun memudar layaknya debu beterbangan di ruang tersebut.


“Nah, tinggal kalian berdua.”


Senyum Krystal kian tampak menyeramkan, Olin dan Pixies tak kuasa menahan perasaan takut yang melahap diri keduanya. Krystal melipat kedua tangannya di dada, ia memandang rendah mereka berdua. Mereka tertunduk gemetar, sosok Krystal seperti dewi kematian dan dewi iblis, dia seenaknya membunuh orang dengan mudah.


Krystal membentuk pistol di jemari telunjuk dan jempol lalu mengarahkannya kepada Olin. Krystal melesatkan sebuah ledakan kecil yang pada akhirnya mengenai kepala Olin hingga membuatnya mati di tempat. Pixies semakin takut, dia mencari masalah dengan orang yang salah seperti Krystal.


“Pixies, kau paling berdosa di sini, kau mengambil sayap malaikat surgawi lalu menjadikannya sebagai jubah. Kau membantu Morgan mengumpulkan roh manusia, kau juga telah membuat Krystal kehilangan kedua orang tuanya. Tidak sampai di situ saja, kau bahkan memanipulasi ingatan semua orang di kekaisaran hingga membuat mereka tak lagi mengingat Kaisar atau pun Permaisuri sebelumnya. Kau adalah dalang utama yang menciptakan penderitaan terhadap Krystal,” kata Krystal.


“S-saya d-disuruh … ini bukan keinginan saya, tolong ampuni nyawa saya. Tolong—”


“DIAM!” sergah Krystal pemuh amarah, “Aku tidak butuh penjelasan darimu, sebaiknya kau simpan penjelasanmu yang tak berguna itu. Sekarang aku hanya perlu mengirimmu ke neraka supaya kau dapat hukuman yang setimpal.”

__ADS_1


Pertama-tama Krystal membuat tangan kanan Pixies menghilang, dia ingin menyiksa Pixies sebelum akhirnya nanti dia membunuhnya. Bahana teriakan kesakitan Pixies memekak ke telinga, Krystal tidak mempedulikannya, dia beralih melenyapkan sebelah kaki Pixies dan berlanjut lagi ke tangan serta kaki yang lain.


“Bagaimana rasanya disiksa olehku? Nikmat, bukan? Seharusnya sejak awal saja aku melakukan ini padamu biar kau tahu rasa!”


“I-iblis … k-kau sangat kejam … Yang Mulia Morgan pasti akan membalas p-perbuatanmu.”


Krystal pun membunuh Pixies dengan meledakkan tubuhnya, akhirnya riwayat Pixies dibuat tamat oleh Krystal. Dari luar terdengar derap kaki yang mengarah ke ruangan tersebut, saat Krystal berputar badan, rupanya langkah kaki itu milik selirnya. Mereka mendobrak pintu masuk dan berhasil menemukan Krystal.


“YANG MULIA!”


“Akhirnya selesai … semuanya hampir selesai … terima kasih telah menemukanku ….”


Krystal menjatuhkan badannya ke lantai, segera para selir bergegas menghampiri Krystal. Mereka tidak menyangka dengan perubahan Krystal menyerupai iblis. Namun, wujud iblis Krystal tidak bertahan lama, sesaat setelah itu dia kembali normal lagi. Lucio memeluk Krystal erat-erat, masih terasa sisa getaran akibat rantai iblis yang mengekang Krystal sebelumnya.


“Bagaimana kondisi tubuh Anda, Yang Mulia? Apa Anda baik-baik saja atau ada bagian tubuh tertentu yang terluka?”


Mereka begitu mengkhawatirkan Krystal, sejenak Krystal berpikir dia beruntung memiliki ketujuh pria yang tulus mencintainya.


“Maafkan kami terlambat menemukan Anda, Yang Mulia. Tolong maafkan kami ….”

__ADS_1


Dari mimik wajah mereka bisa dilihat bahwa mereka sangatlah menyesali atas atas apa yang menimpa Krystal hari ini. Akan tetapi, Krystal tidak mempermasalahkan mereka yang tidak berhasil menemukan dirinya dengan cepat.


__ADS_2