
“Yang Mulia, Anda sudah datang?”
Seluruh selir Krystal dikumpulkan di satu tempat oleh Krystal, mereka menyambut hangat kedatangan Krystal bersama kedua spiritnya yaitu Cherry dan Bleas. Tujuan Krystal mengumpulkan mereka adalah untuk membicarakan mengenai konferensi kekaisaran yang akan diadakan esok harinya di istana Kekaisaran Albertine. Entah mengapa sejak tadi pagi perasaan Krystal terasa buruk mengingat bahwa besok adalah hari diadakannya konferensi.
“Kenapa? Ada apa dengan ekspresi wajah kalian yang terlihat redup dari biasanya?” tanya Krystal mencairkan suasana yang sendu di sekitar mereka.
Tidak ada raut semangat di antara mereka, hanya ada kelesuan di garis-garis wajah mereka kala itu. Biasanya ada keributan mewarnai setiap pertemuan yang akan diadakan oleh Krystal, namun sekarang keributan itu tidak ada karena masing-masing dari mereka tenggelam di dalam lamunan kerumitan pikiran mereka. Memikirkan betapa rumitnya dunia ke depan ini membuat mereka kian menggila sendiri bergelut dan bentrok dengan alam pikir mereka.
“Krystal, sebenarnya kami sedang berpikir bagaimana caranya menjadi lebih kuat supaya bisa melindungimu dari kejaran dewa-dewa keji itu. Walau dipikirkan berapa kali pun, aku tidak menemukan jawaban cara menjadi lebih kuat dari dewa agung,” tutur Heros.
“Meskipun aku selalu berkata kalau aku kuat, tapi bila dibandingkan dengan tujuh dewa agung, aku bukanlah apa-apa. Kekuatan mereka jauh berada di atasku, jika terus dibiarkan begini, maka dapat dipastikan bahwa kami akan tenggelam dalam kematian tanpa bisa bergerak lebih jauh lagi,” timpal Vicenzo.
Bahkan seorang Vicenzo pun berbicara mengenai kemustahilannya mengalahkan dewa agung. Ini merupakan hal langka yang terjadi, bila Vicenzo berkata demikian maka memang mustahil untuk mereka yang sekarang mengalahkan tujuh dewa agung. Krystal pun berpikir yang sama dengan Vicenzo dan Heros, tidak mungkin bagi mereka mengalahkan dewa agung karena kekuatan tujuh dewa agung sangat luar biasa hebatnya.
Terlebih lagi sekarang kekuatan Krystal masih belum pulih sepenuhnya, jujur saja di hatinya kini terselip rasa takut akan kehancuran dunia ini di tangan Morgan. Entah kejutan apa yang disiapkan oleh Morgan ke depannya, tak ada yang tahu mengenai hal tersebut.
“Mungkin yang kalian katakan itu benar adanya, kekuatanku juga belum pulih sepenuhnya. Apabila kita berhadapan dengan mereka sekarang, sama saja bunuh diri di kandang harimau. Namun, aku masih mencari cara lain untuk kalian meningkatkan kekuatan, meski sebenarnya aku tidak berniat membawa kalian melawan mereka karena yang mereka incar sejak awal adalah aku,” ucap Krystal.
__ADS_1
BRAKK!
Sontak saja mereka serentak memukul meja disertai perasaan kesal menggebu, mereka semua menatap Krystal dengan tatapan mata yang panas. Tanpa alasan yang jelas, mereka membuat Krystal seolah melakukan sebuah kesalahan dari balik kata-katanya barusan. Krystal tidak paham apa yang membuat mereka seperti itu.
“Kenap—”
“Jangan bercanda! Bagaimana kami bisa membiarkan Anda sendirian menghadapi mereka? Apakah Anda tidak percaya terhadap kekuatan kami?” murka Ash.
“Yang Mulia, walaupun kami tidak sekuat dewa agung, tapi kami ingin melindungi Anda. Jangan paksakan diri Anda bertarung sendirian, jangan buat diri Anda seolah-olah semuanya adalah tanggung jawab Anda,” timpal Julian.
“Tolong jangan bertindak sendirian, kami sudah berjanji akan selalu berada di sisi Anda. Tolong, saya mohon agar Anda paham bahwa Anda memiliki kami di sini,” ujar Lucio.
“Yang Mulia, kami berdua juga bersama Anda,” imbuh Cherry.
“Selama ini Anda sudah berjuang mati-matian demi kami, lalu apa sekarang Anda juga mengorbankan diri Anda lagi seperti 4000 tahun yang lalu? Kami tidak menginginkannya,” tutur Bleas.
Hening. Segala jenis suara terserap ke dalam keseriusan mereka saat itu, Krystal tertunduk seraya berpikir kembali apa yang harus dia lakukan selanjutnya. Dia tidak ingin seluruh selirnya terluka, tapi dia juga tidak ingin berjalan sendirian. Posisi Krystal berada di tengah-tengah antara harus mengambil resiko kehancuran atau menyelamatkan dunia bersama-sama.
__ADS_1
“Saya bertanya-tanya, sebenarnya apa yang sudah terjadi 4000 tahun lalu? Mengapa sepertinya waktu itu meninggalkan kerugian besar untuk Anda, Yang Mulia?” tanya Shion tiba-tiba.
“4000 tahun lalu di Kerajaan Ezoria yang aku pimpin diserang secara brutal oleh seluruh dewa. Aku masih tidak paham apa yang sebenarnya mereka incar dariku, apakah mereka mengejarku karena aku kabur dari sangkar penghakiman ataukah mereka menginginkan hal yang lainnya dari diriku? Aku tidak tahu. Akan tetapi, dari penyerangan tersebut Kerajaan Ezoria berakhir hancur, semua hal yang aku bangun sedari awal telah rata dengan tanah.
Aku melawan mereka sendirian selama berhari-hari hingga pada akhirnya aku nyaris mati di tangan mereka. Setengah kekuatanku mereka sedot keluar, itulah mengapa kekuatanku berkurang drastis daripada diriku yang dulu sebab mereka telah mengambil alih sebagian dari kekuatanku yang entah mereka gunakan untuk apa. Aku pun tertidur 4000 tahun, aku pikir kekuatanku akan pulih selama aku tertidur, tapi nyatanya tidak ada pemulihan sedikit pun. Ini membuatku frutrasi, tapi itulah kenyataan yang terjadi,” jelas Krystal panjang lebar.
“Kami berdua yang kala itu ingin membantu Krystal juga terluka sangat parah, bahkan Bleas dan Cherry juga nyaris sekarat. Alhasil Krystal pun mengirim kami pergi menjauh dari medan pertempuran, dia tidak mengizinkan kami bertarung bersamanya. Jadi, Krystal terpaksa bertarung sendirian meski dikepung sekali pun oleh para dewa sialan itu,” tambah Heros menjelaskan.
“Sampai sini kalian paham, ‘kan? Makhluk menjijikkan yang disebut dewa itu sangatlah kuat dan kita yang sekarang lebih mudah untuk mereka kalahkan,” tutur Vicenzo kemudian.
Kelima selir yang lain tercengang mendengar cerita dari Krystal maupun Heros dan Vicenzo, Krystal yang lebih kuat saja tidak mampu mengalahkan seluruh dewa apalagi mereka yang hanya manusia biasa.
“Lalu apa yang harus kita lakukan? Aku stres memikirkan masalah ini berulang kali,” tanya Austin tampak putus asa.
Krystal menghembuskan napas kasar, ia juga bingung harus melakukan apa sekarang, tapi kini bukan itu yang terpenting, melainkan konferensi kekaisaran yang akan dilaksanakan esok hari.
“Sudah, itu nanti saja kita pikirkan, yang jelas sekarang konferensi kekaisaran diadakan besok. Kita tidak tahu kemungkinan terburuk apa yang terjadi di konferensi.” Krystal mengalihkan topik pembicaraan mereka ke konferensi kekaisaran.
__ADS_1
Kemudian pada saat yang bersamaan, ramai terdengar langkah kaki ksatria di luar istana kediaman Krystal. Tak berselang lama, seorang ksatria menerobos masuk ke dalam ruang pertemuan Krystal bersama selirnya.
“Yang Mulia, gawat! Seluruh perwakilan konferensi kekaisaran tewas mengenaskan di perjalanan menuju Albertine!”