Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Dewi Kematian


__ADS_3

Krystal mewaspadai mereka, tatapan matanya tidak berhenti memutar melihat pergerakan badan orang-orang itu secara rinci. Krystal tidak dapat melihat wajah mereka, dikarenakan mereka menutupi seluruh wajah dengan jubah serta masker


“Tenang saja, kami kemari bukan untuk mencari masalah, tapi kami hanya ingin memberi peringatan,” ucap salah satu dari mereka.


“Peringatan? Peringatan macam apa yang ingin kalian sampaikan?” Ekspresi Krystal datar dan dingin, dia ingin mendengar sampai akhir maksud perkataan mereka.


“Beliau meminta kami untuk memberitahumu bahwa dunia ini akan segera berakhir, jadi diharapkan kau menyerah saja kali ini dan segera menyerahkan diri. Keberadaanmu adalah ancaman besar, sebelum kau mati sebaiknya kau sadar diri terlebih dahulu kalau kekuatanmu tidak akan cukup untuk melindungi dunia ini.”


“OMONG KOSONG!” sergah Krystal emosi, “Haha menghancurkan dunia? Langkahi dulu mayatku kalau memang dia ingin menguasai dunia ini. Selama aku hidup, aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. Meskipun kekuatanku berkurang, aku akan melakukan hal apa saja untuk mempertahankan keberlangsungan hidup dunia,” tegas Krystal.


“Kau tidak akan bisa melakukannya, kenapa? Karena kau lebih lemah dari 4000 tahun yang lalu. Kekuatanmu yang sekarang bahkan mustahil untuk melindungi kekaisaran ini. Kami di sini hanya menjalani tugas saja, membantu mengumpulkan tumbal manusia.”


“BAJ*NGAN!” teriak Krystal mengumpati mereka, “Tindakan kalian benar-benar menghantam tembok kesabaranku. Menumbalkan manusia lalu mengubah arwah suci menjadi arwah jahat, itu semua adalah perbuatan yang tidak bisa dimaafkan!” Krystal akhirnya murka dan meledak.


“Kami heran, kenapa kau masih mencampuri urusan para arwah? Kenapa kau masih bisa membuka pintu akhirat, surga, serta neraka? Kenapa kau masih bersikap seperti dewi kematian? Kami tahu dulunya kau adalah dewi kematian lalu sekarang menjelma menjadi dewi pembalasan. Setidaknya kau mesti sadar kalau kau bukan lagi dewi kematian!”


Krystal sontak kaget, begitu pula dengan keempat selir di sampingnya, mereka lebih terkejut dibanding Krystal. Siapa sangka mereka mendengar perihal identitas Krystal sebenarnya, masih banyak hal yang disembunyikan Krystal di belakang mereka.


“Aku sadar … AKU SADAR ITU SIALAN! Lalu kenapa? Aku masih memiliki akses ke akhirat, aku masih memegang kunci pintunya, walaupun posisiku sebagai dewi kematian sudah ditarik tapi itu tidak berefek apa-apa padaku.”


Sepasang netra violet Krystal berubah menjadi merah ruby bahkan rambut sakuranya sekilas menampakkan warna putih, penampilan aslinya nyaris keluar dari tubuh Krystal.


“Hahaha ya sudah, itu terserah padamu. Kami hanya datang untuk memperingatkan saja, kam—”

__ADS_1


Krystal menghilang dari jarak pandang mereka, tiba-tiba saja Krystal tiba di belakang pria yang berbicara padanya tadi.


“Mati kau!” Krystal menyerang leher pria itu menggunakan kipasnya, namun ketika ujung kipas bersamaan mengenai kulit leher pria itu, secara tidak sadar tubuhnya menghilang diikuti oleh tubuh keenam rekan yang lain ikut menghilang.


“Sial! Ternyata mereka menggunakan sihir bayangan!” umpat Krystal kesal, “Aku jadi tidak tahu di mana tempat mereka bersembunyi.”


Tubuh Krystal mendadak lemas, dia tidak mendapatkan petunjuk apa pun mengenai keberadaan komplotan berjubah putih. Dia akan kembali pulang dengan informasi kosong, tidak ada hal penting yang dia dapatkan di sana. Sementara itu, keempat selir memandangi Krystal seolah meminta jawaban pasti darinya.


“Apa benar yang mereka katakan itu, Yang Mulia?” tanya Lucio memastikan.


“Nanti aku akan menjelaskan lebih lanjut, aku tahu kalian syok mendengar identitasku, tap—”


“YANG MULIA! YANG MULIA!”


“Kenapa? Apa yang terjadi, Bleas?” tanya Krystal.


“Cleon … Cleon sedang berada di kondisi kritis, dia terkena cakaran dari salah satu arwah. Cakaran arwah itu melemahkan tubuhnya, Cherry tidak bisa menanginya,” jelas Bleas.


“Hahh? Cepat bawa aku ke sana sekarang juga!”


Krystal menghentikan penjelasannya, dia meminta keempat selirnya untuk ikut dengannya terlebih dahulu. Segera saja Bleas menuntun Krystal ke tempat Cleon berada, Krystal langsung mengecek kondisi tubuh Cleon.


“Ternyata arwah-arwah itu sanggup melukai Cleon sampai seperti ini, tampaknya mereka sudah lama menjadi arwah jahat sehingga serangan mereka berdampak buruk ke tubuh orang yang diserangnya,” ucap Krystal.

__ADS_1


“Saya tidak bisa menyembuhkan Cleon, saya sudah melakukan apa saja sejak tadi tapi keadaannya malah bertambah parah.” Cherry merasa bersalah, dia menangis sebab tidak sanggup menyelamatkan Cleon.


“Tenang saja, aku akan menyelematkannya. Kalian berdua lupa siapa aku? Masalah berhubungan dengan arwah, bisa aku tangani dengan mudah.” Bleas mengelus kepala Cherry, mereka menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada Krystal.


Kemudian Krystal membuka lebar pakaian Cleon, tampak luka cakaran di dadanya, saat ini kondisi Cleon berada di ambang kematian. Tubuhnya masih bernapas, namun tak beraturan, keringat dingin pun bercucuran deras keluar membasahi dirinya. Krystal memulai menyembuhkan Cleon, kedua telapak tangan ia taruh di atas dada Cleon yang terlentang di atas tanah.


“Atas nama langit dan bumi, atas hidup dan mati, aku perintahkan segala kesakitan Cleon akibat luka dari para arwah ini segera dihilangkan, jangan sisakan satu pun luka di tubuhnya.”


Sesaat itu, keluar cahaya terang perlahan mengalir di tubuh Cleon, cahaya itu menarik keluar seluruh luka, lambat tapi pasti kondisi Cleon mulai membaik. Wajah Cleon yang pucat, kini mulai tampak segar, luka cakaran di dada Cleon juga hilang tanpa meninggalkan bekas apa pun. Namun, meski begitu Cleon masih belum menunjukkan tanda-tanda dia akan terbangun.


“Hufft sudah selesai, sekarang tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi,” ujar Krystal.


“Yang Mulia, sebenarnya di dalam gubuk itu masih ada seorang pria,” kata Bleas menunjuk ke gubuk yang ada di depan mata mereka saat ini.


“Seorang pria?” Krystal beranjak dari tempatnya berpijak, dia bergegas memeriksa ke dalam gubuk tersebut. Alangkah terkejutnya Krystal menemukan seorang pria berambut panjang perak keunguan tergeletak tidak sadarkan diri, tubuhnya dipenuhi oleh luka, kedua matanya tertutupi kain putih, darah yang keluar dari tubuhnya tidak berhenti.


“Siapa dia?” tanya Austin keheranan.


“Tidak tahu, kita bawa dia dulu ke istana. Lumayan dapat pria tampan berotot lagi.” Krystal menyeringai dan kepalanya telah dipenuhi oleh pikiran nakal.


Keempat selir Krystal tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, mereka tidak ingin protes masalah ini, sebab masih ada hal lain yang mereka tuntut penjelasannya dari Krystal. Austin dan Julian mengangkat pria itu, sedangkan Lucio dan Ash membantu mengangkat Cleon. Mereka pun pulang ke istana tanpa mendapat info penting perihal komplotan berjubah putih.


Sesampainya di istana, Krystal membawa pria asing tadi ke salah satu kamar kosong, Krystal segera membalut luka pria tersebut. Cherry ikut membantu mengobatinya, tidak butuh waktu lama bagi mereka berdua menutupi luka-luka itu menggunakan perban.

__ADS_1


“Oke, sekarang biarkan dia beristirahat dulu di sini.”


__ADS_2