Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Arwah Jahat


__ADS_3

“Jadi, hutan ini yang kalian maksudkan?”


Pada saat ini, Krystal berada di depan sebuah hutan tandus dan terlantar, tidak ada apa pun di sana selain ranting kayu yang kering. Krystal tidak merasakan adanya kehidupan di hutan tersebut, hanya saja dia tahu bahwa hutan ini tandus termakan oleh api. Sebelumnya, para selir Krystal memberitahunya kalau ada energi negatif yang kuat dari hutan ini. Kemudian, tanpa berlama-lama Krystal langsung pergi untuk memastikan sendiri, rupanya apa yang dikatakan mereka memang benar, bahkan energi negatifnya terasa lebih besar.


“Iya, Yang Mulia. Anda merasakan juga bukan?” tanya Julian.


“Aku merasakannya, tapi di mana Cleon, Cherry, dan Bleas?” Krystal baru saja menyadari tidak ada mereka bertiga di antara para selirnya.


“Mereka sudah lebih dulu masuk ke dalam hutan, katanya ada hal yang mesti dipastikan lebih dulu,” jawab Ash.


Mereka pun juga segera beranjak pergi menyusuri hutan itu, Krystal memimpin jalan masuk menuju hutan. Hawa panas terasa semakin mencekik, Krystal peka terhadap keberadaan arwah jahat dan hutan ini diselimuti oleh arwah jahat yang ia rasakan.


“Kalian harus hati-hati, hutan ini dipenuhi oleh arwah jahat. Aku sudah memberikan kalian berkat penglihatan arwah seperti yang lalu, jadi aku harap kalian jangan lengah sedikit pun, sebab mereka akan menyerang kapan pun bila mereka mengetahui kedatangan kita,” peringat Krystal.


Baru saja Krystal memberi peringatan, para arwah jahat mulai berkeluaran, keberadaan mereka sangat mengerikan karena arwah itu diselimuti oleh kebencian sehingga memiliki warna arwah hitam pekat dan berbau tidak sedap. Wajah mereka juga tampak hancur, menandakan kalau kebencian mereka sudah berada di puncak dan sulit untuk dihapuskan.


“Arwah jahat ini terlihat berbeda dari arwah anak-anak sebelumnya, wajah mereka hancur dan terasa panas,” tutur Austin.


“Ini karena mereka tidak memiliki hati yang lapang dan bersih, kebencian mereka bertambah kuat, lalu tidak sedikit di antara mereka yang semasa hidupnya dipenuhi oleh kejahatan.” Krystal mengambil ancang-ancang untuk menyerang mereka.

__ADS_1


“Saya juga mendengar kabar bahwa tidak ada satu pun orang yang selamat setelah masuk ke hutan ini, apa jangan-jangan mereka yang membunuh orang tidak bersalah itu?” ujar Lucio.


“Ya, mereka pelakunya. Aku harus segera mengirim mereka pergi ke neraka, berbeda seperti arwah anak-anak panti asuhan, arwah jahat ini tidak lagi bisa disucikan. Satu-satunya tempat mereka hanyalah neraka, tidak ada surga bagi para arwah yang dengan lancang mengusik hingga membunuh manusia.”


Satu persatu arwah jahat itu mulai menyerang mereka, Austin dengan tangkas mengayunkan pedangnya yang mengeluarkan banyak racun mematikan, Lucio menghancurkan arwah itu dengan mudah menggunakan kekuatan penghancurnya, Julian perlahan terbiasa menggunakan kekuatan elemen listrik bisa mematikan para arwah tanpa kesulitan, serta Ash dengan kemarahan menggebu-gebu mengeluarkan sihir benang putih dan mengikat para arwah hingga hancur. Benang putih Ash terlihat kokoh, tidak seperti benang pada umumnya nan lembut, benang Ash dikatakan dapat menghancurkan tubuh manusia dalam satu lilitan saja.


Krystal bangga pada dirinya sendiri karena berhasil mengumpulkan pria hebat dan kuat di sampingnya, dia tidak menyesali keputusannya memilih mereka sebagai selir kepercayaan. Kemudian, Krystal juga mulai penyerangan terhadap arwah-arwah itu, mereka tampak menargetkan Krystal saja sehingga serangan beruntun didapatkan oleh Krystal. Mereka melawan seluruh arwah tersebut dalam waktu kurang lebih 45 menit, anehnya tidak ada tanda-tanda arwah jahat itu berkurang.


“Sial! Mereka tidak ada habisnya, mengapa jumlah mereka sangat banyak seperti ini?” keluh Ash, temperamennya berada di titik puncak, Krystal baru mengetahui kalau Ash sebenarnya adalah orang yang emosional.


Krystal menghela napas panjang, dia berfirasat ada kejanggalan di antara arwah-arwah jahat itu. Krystal ingin mengorek lebih dalam lagi, tapi tidak ada satu pun arwah yang dapat diajak bicara oleh Krystal langsung.


“Sepertinya tidak ada pilihan lain lagi.” Krystal menghentikan serangannya, “Kalian berhentilah menyerang mereka, aku akan membereskan semuanya dalam satu serangan,” perintah Krystal.


“Maju kalian!” ucap Krystal, para arwah segera menyerbu Krystal, mereka menyerang Krystal tapi tidak satu pun yang berhasil menyentuh kulit Krystal.


“Tarian dewi kematian.”


Pergerakan Krystal tampak aneh dari sebelumnya, gaun biru yang ia kenakan sebelumnya berubah warna menjadi hitam, kipas merah pun ikut berubah warna hitam, angin kematian bertiup kencang mengarah pada Krystal. Keempat selir juga menyaksikan perubahan tersebut, mereka terkesiap akibat perubahan Krystal.

__ADS_1


Pandangan mata violet Krystal semakin tajam, Krystal mulai menari di dalam hembusan angin kian mengencang. Tangan kirinya bergerak gemulai, sedangkan tangan kanan erat menggenggam kipas, kakinya bergerak bebas melawan arah angin. Setiap alunan tariannya, para arwah menunjukkan reaksi aneh. Mereka memegangi kepala dan memekik kesakitan, serangan mereka terhenti bersamaan erangan sakit. Terakhir, Krystal berhenti dan mengamati seluruh arwah mulai berada di bawah pengaruh tarian dewi kematian.


“Hancur!”


Para arwah seketika hancur lebur tak bersisa, kini tidak ada lagi arwah jahat berada di sekitar mereka. Pakaian Krystal kembali seperti semula, keempat selir memberikan tepukan tangan kepada Krystal, mereka takjub oleh kekuatan Krystal.


“Yang Mulia, siapa Anda sebenarnya?” Julian bertanya serius sembari mencekal pergelangan tangan Krystal, dia bertambah yakin kalau Krystal bukanlah manusia.


“Apa yang kau katakan, Julian? Jelas-jelas Yang Mulia seorang Tuan Putri, kenapa kau tampak mencurigai Yang Mulia?” kata Austin bernada lumayan tinggi.


“Tidak, apa kalian tidak merasakan? Apa kalian tidak melihat seberapa kuat kekuatan Yang Mulia? Tidak ada manusia yang bisa menghubungkan neraka, surga, atau pun akhirat, tidak ada manusia yang dapat berkomunikasi dengan arwah sesuka hatinya. Apa kalian tidak mencurigai semua itu?”


Austin, Lucio, dan Ash terdiam di antara seribu kata, sejujurnya mereka juga penasaran akan hal itu, tapi mereka memilih menunggu daripada menanyakannya langsung kepada Krystal.


“Aku tahu cepat atau lambat pertanyaan ini akan kalian arahkan padaku, tapi aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu di sini karena aku merasa ada yang mengawasi kita sedari tadi.”


Sebuah anak panas melaju ke arah mereka, Lucio dengan cekatan menangkal panah itu agar tidak menghujam tubuh Krystal. Pandangan mereka mengedar ke sekitar, fokus mereka sementara waktu dipusatkan terhadap penyerangan mendadak.


“Seperti yang diharapkan dari seorang dewi, arwah-arwah itu bisa ditangani dengan mudah.”

__ADS_1


Terdengar suara seorang pria bersumber di balik beberapa batang pohon, tidak lama muncullah tujuh orang pria berjubah putih mengepung mereka.


“Akhirnya kalian muncul juga tanpa aku minta. Sudah aku duga, para arwah jahat itu hasil dari perbuatan kalian selama ini kan?”


__ADS_2