Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Tawaran Pekerjaan


__ADS_3

Isabelle tersentak, ia lekas membekap mulutnya, dia benar-benar salah besar sudah memancing ledakan emosi Fred. Tangan Fred mencengkram leher Isabelle, ia tega mencekik istrinya sendiri, Emilia yang berada di sana hanya bisa menyaksikan pertengkaran kedua orang tuanya. Isabelle mulai terlihat kesulitan bernapas, Fred semakin memperkuat cekikannya.


“Ini semua salah kau sejak awal! Aku sudah meminta kalian memperlakukan Krystal sedikit lebih baik, tapi kalian malah mengabaikan perkataanku. Gadis itu sekarang sudah semakin ditakuti oleh orang lain, beberapa rakyat juga memberi dukungan khusus untuknya. Saat ini Krystal bukan lagi sekedar seorang anak dari wanita penghibur!”


Fred menghempaskan Isabelle ke permukaan tembok, Emilia cepat-cepat membantu sang Ibu untuk bangkit.


“Kalian berdua benar-benar memicu amarahku. Krystal kini dianggap sebagai salah satu aset penting kekaisaran, selain itu kekaisaran lain menaruh perhatian penuh pada gadis itu. Di konferensi kekaisaran yang akan datang, Krystal diminta untuk hadir di sana. Kalian berdua jangan lagi mencari masalah dengan Krystal, kalian mengerti itu?”


Emilia dan Isabelle mengangguk, mereka tidak mau terjebak di dalam amarah Fred lebih lama lagi. Kemudian, seseorang mengetuk pintu ruang kerja Fred, rupanya Marquess Sulivan memanggil Fred untuk segera pergi ke ruang rapat, sebab para bangsawan saat ini berkumpul membahas masalah Arsen.


Sementara itu, Krystal berada di kamarnya bersama Olin, dia menikmati waktu mendengar para pelayan bergosip dan menghujat habis-habisan Arsen. Krystal tidak berhenti tersenyum puas sejak tadi, itu membuat Olin merasa ngeri dengan senyum Krystal yang terlihat menyeramkan.


“Senyum Anda terlalu mengerikan, Yang Mulia. Anda sepertinya puas sekali melihat orang lain tersiksa,” ucap Olin terheran-heran.


“Soalnya aku berhasil menjalankan satu pembalasan, kau juga senang kan? Aku dengar kau banyak membuat pelayan terluka karena mereka semena-mena padamu. Tidak apa-apa, aku mendukungmu melakukan itu,” balas Krystal seraya mengacungkan jempol.


“Karena mereka menyebalkan, jadi saya hanya memberi pelajaran pada mereka. Tapi, Anda sampai melukai diri sendiri demi baj*ngan itu, saya sungguh menyayangi kulit Anda tergores benda tajam.” Olin mencemaskan tangan Krystal yang dilukai menggunakan pedang semalam.


“Ini hanya luka kecil, nanti juga bakal sembuh sembuh sendiri. Oh iya, apa tad—”


Tok tok tok


Ucapan Krystal terpotong oleh suara ketukan pintu, Olin buru-buru membukakan pintu masuk. Seorang pelayan mengabari Krystal bahwa ada seseorang detektif yang ingin bertemu dengannya. Mendengar hal itu, Krystal langsung melompat dari tempat tidur, ia meminta pelayan itu mengantar detektif tersebut ke ruang tamu.


“Pilihkan gaun paling sederhana dan simpel untukku, Olin,” titah Krystal.

__ADS_1


“Baik, Yang Mulia.”


Olin segera membuka lemari, dia memilih sebuah gaun panjang berwarna krem, Olin pun membantu memasangkan gaun itu ke tubuh Krystal. Tidak terlalu banyak berhias, Krystal langsung beranjak meninggalkan kamar dan menuju ke ruang tamu. Di sana telah duduk dua orang pria, salah satunya berumur 30an tahun dan satunya berumua 20an tahun. Kedua pria itu memberi hormat kepada Krystal.


“Salam kepada Yang Mulia Putri Krystal,” ujar keduanya.


“Tidak apa-apa, kalian berdua duduk saja. Tidak perlu berdiri memberi salam untukku.”


Mereka berdua kembali duduk, tampak kalau mereka gugup berhadapan dengan Krystal secara nyata. Krystal menyunggingkan senyum, dia sengaja memanggil kedua detektif itu karena berdasarkan sisa ingatan pemilik tubuh, kedua detektif tersebut merupakan detektif yang tidak tercemar oleh kebusukan pihak istana. Mereka dulu pernah hendak membantu Krystal menyelidiki kematian putra Emilia, namun mereka berujung dibunuh oleh pihak istana.


“Sebutkan nama kalian,” pinta Krystal.


“Saya Bastein, dan dia anak baru bernama Agon,” kata pria berumur 30an yang bernama Bastein itu.


“Kalian pasti penasaran kenapa aku memanggil kalian berdua kemari bukan?”


“Apa kami ada berbuat salah kepada Anda?” tanya Bastein.


“Bukan, kalian tidak ada salah padaku. Aku kemari ingin menawarkan kalian sebuah pekerjaan yang akan membuat nama kalian melejit.”


“Pekerjaan jenis apa yang akan kami lakukan?”


Krystal meminta Olin menyerahkan beberapa dokumen kepada Bastein, mereka semakin bingung sebab dokumen itu berisi tentang identitas wanita yang menghilang dalam 5 tahun terakhir.


“Kalian tidak bisa menemukan keberadaan wanita-wanita itu kan? Aku tahu di mana mereka sekarang,” tutur Krystal sambil meneguk secangkir teh hangat.

__ADS_1


“Apakah Anda sungguh mengetahui keberadaan mereka? Katakan kepada kami, di mana gadis-gadis ini berada?” desak Agon terlalu bersemangat.


“Mereka telah mati,” ungkap Krystal membuat mereka terlonjak kaget.


“Apa? Mereka mati? Apakah mereka dibunuh?” panik Bastein.


“Ya, mereka dibunuh oleh Putra Mahkota dan sekarang jasad mereka dikubur di belakang halaman istana kediaman Putra Mahkota. Maka dari itu, aku membutuhkan kalian untuk mengungkap kejahatan Putra Mahkota. Mereka semua dijadikan sebagai budak pemuas hasrat, disiksa, diperkosa, dan dibunuh secara tragis. Semua wanita yang mati itu tidak memiliki keluarga, jadi aku hanya bisa meminta tolong kepada kalian,” papar Krystal.


Bastein dan Agon saling bertukar pandang, pekerjaan ini bukan main-main, pekerjaan yang akan menelan nyawa mereka jika salah sasaran. Mereka terlihat ragu ingin menerima pekerjaan yang ditawarkan oleh Krystal.


“Jangan khawatir, aku akan melindungi kalian jika ada pihak yang berusaha membunuh kalian. Bagaimana? Apa kalian bersedia?”


“Baiklah kalau begitu, kami akan menerima pekerjaan ini. Tolong sekarang Anda bawa kami ke lokasi tempat gadis-gadis ini dikubur.”


Krystal menuntun jalan mereka berdua menuju istana Arsen, Krystal melihat banyak arwah wanita yang menyambut kedatangan Krystal penuh senyum. Mereka membukakan jalan untuk Krystal, beberapa di antara mereka mengajak Krystal mengobrol, namun Krystal meminta mereka untuk berbicara nanti setelah masalah ini selesai.


“Jadi, di sini tempatnya?”


Di belakang halaman istana Arsen, penuh dengan bekas galian tanah, di dalam itu terkubur 57 kerangka wanita. Pedih hati ketika harus menyaksikan para arwah itu meminta tolong berulang kali, tapi hanya Krystal yang dapat mendengar mereka. Hari ini Krystal datang memberi keadilan untuk mereka, keadilan yang sulit mereka dapatkan karena status mereka sebagai yatim piatu.


Bastein memanggil beberapa orang detektif muda yang bekerja di bawah kepemimpinannya, lalu menyuruh mereka untuk menggali tanah tersebut. Satu persatu kerangka ditemukan, bahkan ada di antaranya yang masih belum menjadi kerangka sepenuhnya. Seluruh detektif tidak menyangka bahwa Arsen melakukan hal lebih keji lagi.


“Agon, panggil para bangsawan yang sedang berada di ruang rapat kemari,” perintah Bastein langsung dilaksanakan oleh Agon.


Tidak berselang lama, para bangsawan berdatangan ke istana kediaman Arsen, mereka heran mengapa tiba-tiba dipanggil.

__ADS_1


“Kerangka manusia? Apa yang sebenarnya terjadi di sini?”


__ADS_2